AAC □ 16. Tidak Menghargai Cinta

“Kamu gak turun?” Zeff mengerutkan keningnya heran, sudah sepuluh menit di parkiran restoran Melody belum turun juga.

Tadi dia mengiyakan saja saat Melody melarangnya turun dengan alasan dia hanya akan memberikan ucapan selamat kepada yang berulang tahun, dan langsung akan pulang lagi.

“Hahh?? Ehh, itu teman-temanku belum sampai, aku… aku menunggu mereka aja,” dusta Melody gugup.

Sejak tadi tangannya sudah basah oleh keringat, duduk tegang dan bingung, mencari pegangan apakah pantas melakukan ini sekarang.

Mata memandang kotak di tangannya, sebuah jam tangan mahal senilai seratus dua puluh juta permintaan Max yang telah lama dia siapkan. Melody tersenyum kecut, ini jumlah keuntungan tokohnya dua bulan yang disertai keringat, hanya untuk diberikan pada orang yang tidak menghargai cintanya?

Tapi dia butuh ini buat jaga-jaga. Mata Max akan seperti apa melihat benda yang sudah lama diinginkannya? Sengaja tidak dibungkus biar sekalian pamer.

Dia tidak salah tentang pesta ulang tahun Max di tempat ini, beberapa orang yang masuk adalah orang-orang yang dia kenali sebagai teman Max, dan ada mobil Max terparkir di sini.

Tapi sejak tadi dia berperang. Apakah batal masuk saja? Apakah mengajak Zeff saja biar lebih percaya diri? Ataukah dia pulang saja? Sudah jelas kan, dirinya bukan siapa-siapa lagi? Kenapa seperti ngotot memaksakan diri datang hanya untuk mengubur diri sendiri pada kubangan rasa malu.

Jelas dia tidak diharapkan ada di sini oleh yang punya pesta, jika Max mempermalukan dirinya apakah dia akan sanggup menahan itu? Apakah dia akan sanggup melihat Max bersama Gina?

Dia tidak akan nangis-nangis bombay di sana, dia bukan cewek secengeng itu sebenarnya. Tapi sesungguhnya dia meragukan dirinya sendiri, kemungkinan saat melihat dengan mata sendiri dia akan terpengaruh juga.

Ada gua yang gelap yang penuh rahasia tersebar dalam bentang alam pikiran, bahkan kadang hati sendiri tidak mampu memunculkan apa yang benar-benar paling diinginkan, kadang hati tidak dapat mendefinisikan perasaan cinta dengan benar.

Melody tidak tahu perasaan apa yang harus dia pegang malam ini. Hanya sebatas memenuhi perasaannya yang menuntut penjelasan ataukah?

Tanpa tahu apa yang sementara terjadi dengan Melody, Zeff membuka akun media sosialnya, lalu kemudian memperhatikan sebuah postingan video seseorang yang dia kenal.

“Melody? Apa nama restoran ini?” Zeff tiba-tiba bertanya.

“Hahh? Casa Fontana…”

Zeff melakukan panggilan…

.

“Zeff?? Kamu menghilang ke mana?”

“Aku ada urusan pribadi, tapi sepertinya kita ada di tempat yang sama sekarang.”

“Serius kamu ada di kota ini? Kebetulan banget, si Max ulang tahun, sepertinya dia gak keberatan kalau aku mengundangmu… ayo kita party… bentar aku nanya lokasi dulu…”

“Gak perlu, Jordan, aku kebetulan ada di Casa Fontana juga… masih di parkiran.”

“Oh ya udah… kita ketemu di dalam yaa?”

.

Zeff memandang lekat wajah Melody yang juga sedang menatap padanya terusik dengan percakapan telpon yang dilakukan Zeff.

Selama ini Zeff memang hanya sekali menyinggung soal Max, tapi itu adalah penegasan tentang keinginannya supaya Melody segera mengakhiri hubungannya dengan Max, memang Zeff tidak pernah meminta secara khusus, membiarkan itu menjadi urusan pribadi Melody.

Tapi kenyataan malam ini Jordan datang ke sini itu bukan hal biasa, dan kenyataan lainnya Melody menyembunyikan siapa yang berulang tahun darinya dan dia tidak menyukai hal itu. Ini seperti menyinggung egonya yang perlahan telah menjadikan Melody miliknya, dia mulai tidak menyukai fakta bahwa Melody masih pacar Max, kalau sudah berakhir dia tidak mungkin datang malam ini dengan begitu cantiknya.

Hati mulai geram membuat Zeff menatap Melody dengan sinis.

“Jadi, kamu datang ke sini, karena Max ulang tahun?” Dingin suara Zeff langsung ke inti.

Melody membeku, tidak siap untuk bersikap jujur dan merasakan sesuatu dari sikap Zeff.

“Melody??”

Zeff memanggil saat Melody tertunduk, terintimidasi dengan sikap Zeff.

“Pikiranmu masih berjalan baik kan Melody? Apa kamu akan tetap menikah denganku tanpa melepaskan Max?” Geram dan dingin mengental dalam intonasinya.

Apa dia salah menafsirkan sikap Melody terakhir ini? Dia pikir Melody mulai memberi dia ruang untuk belajar saling menerima.

“Melody???”

Rasa marah muncul semakin nyata, Melody yang diam membuat Zeff merasa satu haknya yang sah dilanggar Melody, dia berhak mendapatkan kejujuran Melody soal Max.

“Kamu pikir, aku tidak kesulitan saat memutuskan hubunganku dengan Gracia? Tapi aku melakukannya karena aku memilih kamu. Tolong lakukan hal yang sama, Melody!!!” Ada emosi dalam setiap kata yang diucapkan Zeff.

Melody semakin tertunduk, dia merasakan kemarahan dalam suara Zeff, mulai takut menghadapi Zeff. Sesungguhnya Melody menjadi tidak berdaya sekarang. Pikirannya segera kosong tak tahu harus melakukan apa, hanya perasaan sedihnya yang terus meningkat.

“Tolong lakukan sesuatu dengan benar. Aku minta kamu memutuskan Max malam ini!!!” Zeff berkata lagi masih dibungkus dengan emosinya.

Melody menatap Zeff. Putus??

Sesuatu terbersit dalam hati, kenapa dia harus menunggu Max yang melakukannya, bukankah dia juga bisa melakukan itu?

Melody segera membuka pintu dan turun dari mobil.

“Mau ke mana kamu???” Bergegas Zeff turun dan menghadang Melody. Tiba-tiba ingat bahwa Melody tidak boleh bertemu Jordan, ini bisa jadi masalah, Jordan tidak boleh mengenal dan tahu siapa pacar Max.

Melody tersentak. Nada suara Zeff kasar, menyakitkan telinga.

“Ya mau masuk ke dalam, emang mau apalagi ke sini???” Balas Melody kasar juga dengan sikap menantang, cara bicara Zeff menstimuli otaknya untuk membalas dengan cara yang sama.

Emosi Zeff naik.

“Jadi kamu seperti ini? Berdandan cantik menor untuk orang brengsek itu??? Kamu terus-menerus menolakku karena tidak ingin pisah dengan Max? Jadi dia sebenarnya yang kamu mau tapi sok menerimaku di depan orangtuaku? Kalau aku gak lihat tadi… aahhh kamu tidak jujur Melody, aku gak suka!!!” Sergah Zeff dengan nada dan pandangan menusuk.

Melody kaget Zeff membentaknya dengan marah, pusaran emosi menyeret Melody untuk membalas Zeff, sangat tersinggung dengan tuduhan Zeff, malam ini dia harus berdandan lebih baik karena pesta Max penuh dengan wanita-wanita cantik. Tujuannya pun untuk memastikan bahwa ikatan mereka memang sudah berakhir, hanya untuk itu dan untuk terakhir kalinya.

“Dan aku gak suka perjodohan kita! Memang kenapa kalau aku dandan cantik hahh?? Hidup-hidup aku! Iyaa juga aku ke sini karena gak ingin pisah dengan Max! Aku gak pernah mengharapkan kamu jadi suamiku! MINGGIRRR!!” Dengan marah Melody teriak di depan Zeff, mengatakan semua dengan sembarangan demi membalas sakit hatinya.

Zeff memandang tajam wajah Melody sekarang, semakin marah mendengar jawaban Melody, tangannya ingin meraih tangan Melody yang pergi melewati blokadenya, tapi…

Dengan geram dia menendang sebuah kerikil yang ada di depan kakinya.

TAKKK! Sebuah bunyi keras terdengar kemudian, entah mengenai apa, mungkin body mobil orang di depan sana.

“Shi…ittt!!!” Terpaksa Zeff mendekat mencari tahu akibat dari emosinya yang tak terkendali.

Benar saja, ada tanda baret dan penyok yang tertinggal menunjukkan seberapa kuat tendangannya. Zeff mengambil ponsel dan mengambil foto nomor polisi mobil SUV hitam itu, dia akan bertanggung jawab nanti. Tapi sekarang dia harus menyusul Melody yang menurutnya begitu konyol juga bodoh, jangan sampai Melody jatuh ke tangan Jordan.

.

🦔💥🦔

.

Terpopuler

Comments

Bunda Titin

Bunda Titin

kamu akan benar2 menyesal klo Zeff mundur Mel !! buka mata hatimu !!

2024-04-15

0

Bunda Titin

Bunda Titin

ternyata mencintai bisa sebodoh itu ya.........🤔🤦

2024-04-15

0

Sri Astuti

Sri Astuti

siapa pula Jordan?
siapa jg yg ga marah klo cewek yg bkl dinikahi bersiksp spt Melody.. yaaaa walopun, Melidy blm setuju menikah.. tp kan sdh fix semua

2024-03-13

1

lihat semua
Episodes
1 AAC □ 1. Mama Menyuruh Selingkuh
2 AAC □ 2. Perjodohan Kehilangan Fondasinya
3 AAC □ 3. Kamu Akan Mengerti
4 AAC □ 4. Jangan Desak Aku
5 AAC □ 5. Sahabat yang Sesungguhnya
6 AAC □ 6. Ke Mana Arah Hubungan
7 AAC □ 7. Ternyata Ada di Dunia Nyata
8 AAC □ 8. Calon Suami tapi Bukan Pacar
9 AAC □ 9. Aku Norak
10 AAC □ 10. Otoritas
11 AAC □ 11. Step yang Terbalik
12 AAC □ 12. Lupakan Max
13 AAC □ 13. Harus Ada Cinta
14 AAC □ 14. Meraih Keyakinan
15 AAC □ 15. Menuntut Sebuah Akhir
16 AAC □ 16. Tidak Menghargai Cinta
17 AAC □ 17. Kita Putus!!
18 AAC 18. Keadaan Hati
19 AAC □ 19. Go Public
20 AAC □ 20. Peran Baru
21 AAC □ 21. Semua Lelaki Sama
22 AAC □ 22. Kartu Hitam
23 AAC □ 23. Jaga Jarak Aman
24 AAC □ Part 24 Alasan Paling Hakiki
25 AAC □ Part 25. Jangan Urusin Mantanku
26 AAC □ 26. Gracia
27 AAC □ Part 27. Gaun Pengantin Warna Merah
28 AAC □ 28. Ciuman dan Roti
29 AAC □ 29. Alasan Tidak Memilih
30 AAC □ 30. Bukannya Sudah Putus?
31 AAC □ 31. Cinta yang Aku Inginkan
32 AAC □ 32. Aku Ingin Menikah dan Bahagia
33 AAC □ 33. Mulai Tidak Rela
34 AAC □ 34. Interogasi Calon Istri tentang Mantan
35 AAC □ 35. Romantis
36 AAC □ 36. Mulai Belajar
37 AAC □ 37. Perjanjian Lucu-lucuan
38 AAC □ 38. Sebuah Kalimat Sederhana
39 AAC □ 39. Kamu Banget
40 AAC □ 40. Aku yang Dia Kecewakan
41 AAC □ 41. Membayar Jam Tangan Mantan
42 AAC □ 42. Tidak Harus Bergantung
43 AAC □ Part 43. Kamu yang Mulai
44 AAC □ 44. Genting dan Penting
45 AAC □ 45. Kegalauan Bertahta
46 AAC □ 46. Terorr Baru
47 AAC □ 47. Mengalihkan Rasa
48 AAC □ 48. Sedramatis dan Seromantis ini
49 AAC □ 49. Side B
50 AAC □ 50. Jangan Ragu Lagi
51 AAC □ 51. Ini Tidak Benar
52 AAC □ 52. Kita Sama-sama Tidak Berhutang Apapun
53 AAC □ 53. Ciuman Pedas
54 AAC □ 54. Fitting
55 AAC □ Part 55. Jejeran Mantan
56 AAC □ 56. Si Bunglon
57 AAC □ 57. Rasanya Aku Sayang Kamu
58 AAC □ 58. Memilih Cinta
Episodes

Updated 58 Episodes

1
AAC □ 1. Mama Menyuruh Selingkuh
2
AAC □ 2. Perjodohan Kehilangan Fondasinya
3
AAC □ 3. Kamu Akan Mengerti
4
AAC □ 4. Jangan Desak Aku
5
AAC □ 5. Sahabat yang Sesungguhnya
6
AAC □ 6. Ke Mana Arah Hubungan
7
AAC □ 7. Ternyata Ada di Dunia Nyata
8
AAC □ 8. Calon Suami tapi Bukan Pacar
9
AAC □ 9. Aku Norak
10
AAC □ 10. Otoritas
11
AAC □ 11. Step yang Terbalik
12
AAC □ 12. Lupakan Max
13
AAC □ 13. Harus Ada Cinta
14
AAC □ 14. Meraih Keyakinan
15
AAC □ 15. Menuntut Sebuah Akhir
16
AAC □ 16. Tidak Menghargai Cinta
17
AAC □ 17. Kita Putus!!
18
AAC 18. Keadaan Hati
19
AAC □ 19. Go Public
20
AAC □ 20. Peran Baru
21
AAC □ 21. Semua Lelaki Sama
22
AAC □ 22. Kartu Hitam
23
AAC □ 23. Jaga Jarak Aman
24
AAC □ Part 24 Alasan Paling Hakiki
25
AAC □ Part 25. Jangan Urusin Mantanku
26
AAC □ 26. Gracia
27
AAC □ Part 27. Gaun Pengantin Warna Merah
28
AAC □ 28. Ciuman dan Roti
29
AAC □ 29. Alasan Tidak Memilih
30
AAC □ 30. Bukannya Sudah Putus?
31
AAC □ 31. Cinta yang Aku Inginkan
32
AAC □ 32. Aku Ingin Menikah dan Bahagia
33
AAC □ 33. Mulai Tidak Rela
34
AAC □ 34. Interogasi Calon Istri tentang Mantan
35
AAC □ 35. Romantis
36
AAC □ 36. Mulai Belajar
37
AAC □ 37. Perjanjian Lucu-lucuan
38
AAC □ 38. Sebuah Kalimat Sederhana
39
AAC □ 39. Kamu Banget
40
AAC □ 40. Aku yang Dia Kecewakan
41
AAC □ 41. Membayar Jam Tangan Mantan
42
AAC □ 42. Tidak Harus Bergantung
43
AAC □ Part 43. Kamu yang Mulai
44
AAC □ 44. Genting dan Penting
45
AAC □ 45. Kegalauan Bertahta
46
AAC □ 46. Terorr Baru
47
AAC □ 47. Mengalihkan Rasa
48
AAC □ 48. Sedramatis dan Seromantis ini
49
AAC □ 49. Side B
50
AAC □ 50. Jangan Ragu Lagi
51
AAC □ 51. Ini Tidak Benar
52
AAC □ 52. Kita Sama-sama Tidak Berhutang Apapun
53
AAC □ 53. Ciuman Pedas
54
AAC □ 54. Fitting
55
AAC □ Part 55. Jejeran Mantan
56
AAC □ 56. Si Bunglon
57
AAC □ 57. Rasanya Aku Sayang Kamu
58
AAC □ 58. Memilih Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!