Tidak seperti biasanya nya Pak Cristian bangun pagi. Ia bahkan telah membereskan rumah dan juga membuat sarapan. Saat Kazel keluar dari kamar, dia melihat pria itu sudah duduk bersantai sambil menikmati segelas kopi, diruangan televisi.
" Selamat pagi Xania, kalau mau sarapan, makanan pagi sudah tersedia disana." Katanya lalu menunjuk kearah meja makan.
" Hem, tumben ni, memangnya anda membuat makanan apa?" Tanya Kazel sambil tersenyum.
" Nasi goreng kesukaanmu..." Pak Cristian balas tersenyum.
Hah, kapan saya pernah bilang padanya, kalau saya suka nasi goreng. Tapi kalau bang Devan, memang tahu. Apa beliau telah pulih ingatannya ya...Pikir Kazel. Dia menatap dalam dalam pada wajah pria itu.
" Anda tidak sarapan?" Kazel lalu duduk disamping pak Cristian, dia telah membawa sepiring nasi goreng dan makan disana.
" Sudah, Tadi selesai masak, saya langsung makan." Jawab pak Cristian.
Selanjutnya Kazel mulai merasa masakan lelaki itu. Rasanya tak berbeda dengan masakan bang Devan. jelas beginilah rasanya. Bisik Kazel dalam hati. Sambil berpikir, wanita ini menyantap makanannya dengan santai.
" Kalo boleh tahu, kapan saya boleh pulang kerumah? Tanya Kazel.
" Hem, sekarangpun boleh. Tapi saya yang akan mengantarkan kamu." Jawab Pak Cristian.
" Benarkah?"
" Ya, saya serius. Saya ingin mengetahui, dimana tempat tinggalmu "
" Oh, baiklah..." Ujar Kazel lagi.
Siang harinya keduanya pergi kerumah Kazel. Ketika tiba didepan rumah, Pak Cristian sempat terkejut. Dia ingat masa lalu hidupnya beberapa tahun silam bersama Kazel, didalam rumah ini.
" Ayo masuk pak..." Ajak Kazel saat melihat pria itu tertegun didepan pintu.
" Kenapa rumahmu sepi sekali?" Balas Pak Cristian, kini ia sudah duduk diruangan tamu.
" Iya, semua penghuninya telah pindah. ini rumah orang tua angkat saya. "
" Oh.." Sela pak Cristian lagi.
Saat Kazel mandi, pria tersebut melihat kesetiap ruangan. Dia pun terbayang kembali. Satu demi satu kenangan itu tampak didalam ingatannya.
Ya benar, disinilah Devan cahya berada. Saya dulu tinggal disini. Saya adalah pengusaha kaya dan terkenal. Dulu Rumah ini saya yang beli. Hem, dulu saya juga punya pengacara! Ya, saya ingat, saya akan mencari tahu melalui beliau. Sebagai langkah awal, Bagaimana nasib harta kekayaan dan jati diri saya...
" Pak, anda kenapa?" Suara Kazel membuyarkan lamunan pak Cristian.
" Eh tidak, tidak apa apa...kamu panggil saya bang Cristian saja ya..." Hampir saja pria itu salah menyebutkan namanya.
Kazel kaget lagi, " hem...Bang Devan atau bang Kristian...?" Pancing Kazel sambil menutup kegugupannya.
" Bang Devan? Siapa dia?" Balas pak Cristian, juga menyelimuti keresahannya.
Nyaris saja saya ketahuan! Pikir pria ini. Dia tersenyum didalam hati.
" Ya sudahlah kalau anda tak mengingat bang Devan..." Kata Kazel dengan rasa kecewa lagi.
Ada mendung diwajahnya.
Pak Cristian menatap wajah lembut itu. Sebenarnya ia iba. Ingin segera dia memberitahu Kazel, bahwa dia telah sembuh. Bahwa dialah Devan...Tapi pak Cristian harus menahan sikap itu, sampai dia menemukan seluruh kehidupannya yang dulu.
" Sekarang kita pulang lagi yuk, kerumah anda..." Kazel berjalan mendahului tubuh pria tersebut.
Kamu yang sabar ya sayang, kita bersama sama melalui ini semua. Walaupun dalam kepura puraan...Saya juga sedih. Tapi demi keutuhan cinta dan anak kita, kita harus begini. Kamu tak kenal saya, namun saya sangat mengenali kamu. Dan saya janji, mulai sekarang, saya yang akan menjagamu...Ucap pak Cristian dalam lubuk hatinya. Air mata pria ini tergenang disana...
Selanjutnya ia mengikuti Kazel dari belakang. Mereka masuk kedalam mobil, lantas pergi dari rumah terdebut.
**********
Sekitar jam tujuh malam, pak Cristian sudah tidur. Xania datang bersama dengan kak Lola. Mereka duduk diruangan tamu. Sepertinya, keduanya mau membicarakan hal yang sangat serius.
" Bagaimana kak, apa kakak sudah mencetak undangan pernikahan itu?" Tanya Xania.
" Sudah, nanti kamu tunjukan pada pak Cristian ya." Jawab kak Lola.
Hah, undangan apa? Ujar Kazel sendiri dari dalam kamarnya. Dia menatap kehandphonenya lekat lekat.
" Kapan tanggal penikahan itu kakak tulis kak?"
" Tepat satu bulan lagi."
" Kenapa lama sekali kak, kok tidak minggu depan saja..." Ujar Xania.
" Kita harus meyiapkan semua urusan kita. Kata papa, sekitar satu bulanan lah... Sekalian kita menunggu perkembangan pak Cristian, mana tahu dalam waktu sebulan, beliau segera mengenali kamu sebagai Xania. Kamu sabarlah dulu..." Kata kak Lola lalu menyerahkan kotak kecil, yang berisikan undangan tersebut pada Xania.
" Baiklah kak...Besok saya akan tunjukan undangan pernikahan kami ini padanya." Jawab Xania.
" Kamu sudah ingat kan, kata kata yang nanti kamu ucapkan pada pak Cristian?"
" Iya kak. Sudah dua hari saya menghafalnya."
" Baguslah, sekarang saya mau pulang dulu ya."
" Iya kak hati hati dijalan..." Ujar Xania. Dia menghantar kak Lola hingga kedepan rumah.
Hem, jadi sebulan lagi pesta itu akan dilaksanakan...Saya akan menggagalkannya. Lihat saja nanti Xania, kamu jangan terus berharap untuk dapat memiliki suami saya! Ujar Kazel dalam hati.
Sementara itu, Xania masuk kedalam kamar pak Cristian. Kebetulan pria tersebut sudah terbangun.
" Kenapa kamu masih disini?" Tanya pak Cristian.
" Saya ini calon istri anda pak." Jawab Xania.
" Apa maksud kamu? Saya saja tak mengenali diri kamu..."
" Iya tentu saja anda tak kenal, anda sedang amnesia. Anda masih sakit. Jadi anda lupa pada hidup anda yang dulu. Kita adalah sepasang kekasih yang sudah sering mereguk madu asmara. Hingga sekarang saya telah mengandung anak anda." Xania berkata dengan nada perlahan. mencoba meluluhkan perasaan lelaki itu.
" Hah, kamu jangan mengada ada ya...apa buktinya?" Kini pak Cristian tampak kaget.
" Iya, besok kita buktikan. Kita pergi tes kedokter. Benar atau tidak, benih yang ada didalam kandungan saya ini adalah darah daging anda!" Balas Xania dengan nada tegas.
Waduh, kalau itu benar anak saya, gimana ya?! Kenapa dulu saya melakukannya? Ah, saya menyesal sekali... Tapi, dulu kan memang kami berpacaran. Jadi, gimana sekarang? Pak Cristian berpikir keras.
" Iya, besok kita pergi periksa ya..." Katanya pada Xania.
Dia prihatin juga pada wanita ini. Karena ia ingat, dulu mereka memang saling mencintai. Dia tak akan mungkin menolak, bila benih yang telah disemaikannya kedalam rahim Xania itu adalah anaknya...
" Terimakasih sayang..." Jawab Xania dengan gerakan manja.
Dia mendekati tubuh lelaki itu. Bersandar ditengah dadanya. Perlahan lahan tangannya membelai wajah pak Cristian dengan tatapan mesra...
" Apa anda belum mengingat hubungan kita? Sebulan lagi kita akan menikah. Kita juga telah lama mencetak undangan pesta perkawinan kita nanti. " Jelas Xania.
Pak Cristian terdiam didalam duduknya. Membiarkan Xania bermanja manja disisinya. Dia juga tak bisa munafik, bahwa masih ada rasa sayang pada wanita itu. Namun setelah tahu, bahwa dirinya adalah Devan, ia pun berusaha untuk melupakan Xania. Namun kini, Xania hamil.
Pria ini kembali simpati pada Xania. Pak Cristian, jadi dilema!
**********
"karya ini merupakan karya jalur kreatif"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
It Is.
hayo Devan!/Facepalm/
2024-03-07
2
wes boi
cristian playboy juga ni tor😂
2024-03-05
1
Ucu Borneo.
iya sabar ya.. ikuti trus kisahnya. Trimakasih selalu setia. semoga kita semua selalu sehat walafiat, amin😀🙏
2024-03-04
1