Bab. 18 Dilema pak Cristian."

Tidak seperti biasanya nya Pak Cristian bangun pagi. Ia bahkan telah membereskan rumah dan juga membuat sarapan. Saat Kazel keluar dari kamar, dia melihat pria itu sudah duduk bersantai sambil menikmati segelas kopi, diruangan televisi.

" Selamat pagi Xania, kalau mau sarapan, makanan pagi sudah tersedia disana." Katanya lalu menunjuk kearah meja makan.

" Hem, tumben ni, memangnya anda membuat makanan apa?" Tanya Kazel sambil tersenyum.

" Nasi goreng kesukaanmu..." Pak Cristian balas tersenyum.

Hah, kapan saya pernah bilang padanya, kalau saya suka nasi goreng. Tapi kalau bang Devan, memang tahu. Apa beliau telah pulih ingatannya ya...Pikir Kazel. Dia menatap dalam dalam pada wajah pria itu.

" Anda tidak sarapan?" Kazel lalu duduk disamping pak Cristian, dia telah membawa sepiring nasi goreng dan makan disana.

" Sudah, Tadi selesai masak, saya langsung makan." Jawab pak Cristian.

Selanjutnya Kazel mulai merasa masakan lelaki itu. Rasanya tak berbeda dengan masakan bang Devan. jelas beginilah rasanya. Bisik Kazel dalam hati. Sambil berpikir, wanita ini menyantap makanannya dengan santai.

" Kalo boleh tahu, kapan saya boleh pulang kerumah? Tanya Kazel.

" Hem, sekarangpun boleh. Tapi saya yang akan mengantarkan kamu." Jawab Pak Cristian.

" Benarkah?"

" Ya, saya serius. Saya ingin mengetahui, dimana tempat tinggalmu "

" Oh, baiklah..." Ujar Kazel lagi.

Siang harinya keduanya pergi kerumah Kazel. Ketika tiba didepan rumah, Pak Cristian sempat terkejut. Dia ingat masa lalu hidupnya beberapa tahun silam bersama Kazel, didalam rumah ini.

" Ayo masuk pak..." Ajak Kazel saat melihat pria itu tertegun didepan pintu.

" Kenapa rumahmu sepi sekali?" Balas Pak Cristian, kini ia sudah duduk diruangan tamu.

" Iya, semua penghuninya telah pindah. ini rumah orang tua angkat saya. "

" Oh.." Sela pak Cristian lagi.

Saat Kazel mandi, pria tersebut melihat kesetiap ruangan. Dia pun terbayang kembali. Satu demi satu kenangan itu tampak didalam ingatannya.

Ya benar, disinilah Devan cahya berada. Saya dulu tinggal disini. Saya adalah pengusaha kaya dan terkenal. Dulu Rumah ini saya yang beli. Hem, dulu saya juga punya pengacara! Ya, saya ingat, saya akan mencari tahu melalui beliau. Sebagai langkah awal, Bagaimana nasib harta kekayaan dan jati diri saya...

" Pak, anda kenapa?" Suara Kazel membuyarkan lamunan pak Cristian.

" Eh tidak, tidak apa apa...kamu panggil saya bang Cristian saja ya..." Hampir saja pria itu salah menyebutkan namanya.

Kazel kaget lagi, " hem...Bang Devan atau bang Kristian...?" Pancing Kazel sambil menutup kegugupannya.

" Bang Devan? Siapa dia?" Balas pak Cristian, juga menyelimuti keresahannya.

Nyaris saja saya ketahuan! Pikir pria ini. Dia tersenyum didalam hati.

" Ya sudahlah kalau anda tak mengingat bang Devan..." Kata Kazel dengan rasa kecewa lagi.

Ada mendung diwajahnya.

Pak Cristian menatap wajah lembut itu. Sebenarnya ia iba. Ingin segera dia memberitahu Kazel, bahwa dia telah sembuh. Bahwa dialah Devan...Tapi pak Cristian harus menahan sikap itu, sampai dia menemukan seluruh kehidupannya yang dulu.

" Sekarang kita pulang lagi yuk, kerumah anda..." Kazel berjalan mendahului tubuh pria tersebut.

Kamu yang sabar ya sayang, kita bersama sama melalui ini semua. Walaupun dalam kepura puraan...Saya juga sedih. Tapi demi keutuhan cinta dan anak kita, kita harus begini. Kamu tak kenal saya, namun saya sangat mengenali kamu. Dan saya janji, mulai sekarang, saya yang akan menjagamu...Ucap pak Cristian dalam lubuk hatinya. Air mata pria ini tergenang disana...

Selanjutnya ia mengikuti Kazel dari belakang. Mereka masuk kedalam mobil, lantas pergi dari rumah terdebut.

**********

Sekitar jam tujuh malam, pak Cristian sudah tidur. Xania datang bersama dengan kak Lola. Mereka duduk diruangan tamu. Sepertinya, keduanya mau membicarakan hal yang sangat serius.

" Bagaimana kak, apa kakak sudah mencetak undangan pernikahan itu?" Tanya Xania.

" Sudah, nanti kamu tunjukan pada pak Cristian ya." Jawab kak Lola.

Hah, undangan apa? Ujar Kazel sendiri dari dalam kamarnya. Dia menatap kehandphonenya lekat lekat.

" Kapan tanggal penikahan itu kakak tulis kak?"

" Tepat satu bulan lagi."

" Kenapa lama sekali kak, kok tidak minggu depan saja..." Ujar Xania.

" Kita harus meyiapkan semua urusan kita. Kata papa, sekitar satu bulanan lah... Sekalian kita menunggu perkembangan pak Cristian, mana tahu dalam waktu sebulan, beliau segera mengenali kamu sebagai Xania. Kamu sabarlah dulu..." Kata kak Lola lalu menyerahkan kotak kecil, yang berisikan undangan tersebut pada Xania.

" Baiklah kak...Besok saya akan tunjukan undangan pernikahan kami ini padanya." Jawab Xania.

" Kamu sudah ingat kan, kata kata yang nanti kamu ucapkan pada pak Cristian?"

" Iya kak. Sudah dua hari saya menghafalnya."

" Baguslah, sekarang saya mau pulang dulu ya."

" Iya kak hati hati dijalan..." Ujar Xania. Dia menghantar kak Lola hingga kedepan rumah.

Hem, jadi sebulan lagi pesta itu akan dilaksanakan...Saya akan menggagalkannya. Lihat saja nanti Xania, kamu jangan terus berharap untuk dapat memiliki suami saya! Ujar Kazel dalam hati.

Sementara itu, Xania masuk kedalam kamar pak Cristian. Kebetulan pria tersebut sudah terbangun.

" Kenapa kamu masih disini?" Tanya pak Cristian.

" Saya ini calon istri anda pak." Jawab Xania.

" Apa maksud kamu? Saya saja tak mengenali diri kamu..."

" Iya tentu saja anda tak kenal, anda sedang amnesia. Anda masih sakit. Jadi anda lupa pada hidup anda yang dulu. Kita adalah sepasang kekasih yang sudah sering mereguk madu asmara. Hingga sekarang saya telah mengandung anak anda." Xania berkata dengan nada perlahan. mencoba meluluhkan perasaan lelaki itu.

" Hah, kamu jangan mengada ada ya...apa buktinya?" Kini pak Cristian tampak kaget.

" Iya, besok kita buktikan. Kita pergi tes kedokter. Benar atau tidak, benih yang ada didalam kandungan saya ini adalah darah daging anda!" Balas Xania dengan nada tegas.

Waduh, kalau itu benar anak saya, gimana ya?! Kenapa dulu saya melakukannya? Ah, saya menyesal sekali... Tapi, dulu kan memang kami berpacaran. Jadi, gimana sekarang? Pak Cristian berpikir keras.

" Iya, besok kita pergi periksa ya..." Katanya pada Xania.

Dia prihatin juga pada wanita ini. Karena ia ingat, dulu mereka memang saling mencintai. Dia tak akan mungkin menolak, bila benih yang telah disemaikannya kedalam rahim Xania itu adalah anaknya...

" Terimakasih sayang..." Jawab Xania dengan gerakan manja.

Dia mendekati tubuh lelaki itu. Bersandar ditengah dadanya. Perlahan lahan tangannya membelai wajah pak Cristian dengan tatapan mesra...

" Apa anda belum mengingat hubungan kita? Sebulan lagi kita akan menikah. Kita juga telah lama mencetak undangan pesta perkawinan kita nanti. " Jelas Xania.

Pak Cristian terdiam didalam duduknya. Membiarkan Xania bermanja manja disisinya. Dia juga tak bisa munafik, bahwa masih ada rasa sayang pada wanita itu. Namun setelah tahu, bahwa dirinya adalah Devan, ia pun berusaha untuk melupakan Xania. Namun kini, Xania hamil.

Pria ini kembali simpati pada Xania. Pak Cristian, jadi dilema!

**********

"karya ini merupakan karya jalur kreatif"

Terpopuler

Comments

It Is.

It Is.

hayo Devan!/Facepalm/

2024-03-07

2

wes boi

wes boi

cristian playboy juga ni tor😂

2024-03-05

1

Ucu Borneo.

Ucu Borneo.

iya sabar ya.. ikuti trus kisahnya. Trimakasih selalu setia. semoga kita semua selalu sehat walafiat, amin😀🙏

2024-03-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian Aneh.
2 Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3 Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4 Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5 Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6 Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7 Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8 Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9 Episode. 9 " DJ Vixo..."
10 Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11 Bab. 11 " Xania marah! "
12 Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13 Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14 Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15 Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16 Bab. 16. " Xania hamil. "
17 Bab. 17 " Masalah Xania! "
18 Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19 Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20 Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21 Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22 Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23 Bab. 23. " Vixo sakit."
24 Bab. 24 " Mami! "
25 Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26 Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27 Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28 Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29 Bab. 29 " Ternyata..."
30 Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31 Bab 31 " Salah paham! "
32 Bab 32 " Kandungan Xania..."
33 Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34 Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35 Bab 35 " Obrolan bertiga."
36 Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37 Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38 Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39 Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40 Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41 Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42 Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43 Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44 Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45 Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46 Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47 Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48 Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49 Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50 Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51 Bab. 51 " Siasat Sarah."
52 Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53 Bab. 53 " Berita disosmed. "
54 Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55 Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56 Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57 Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58 Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59 Bab. 59 " Sarah menguping! "
60 Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61 Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62 Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63 Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64 Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65 Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66 Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67 Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68 Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69 Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70 Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71 Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72 Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73 Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74 Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75 Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76 Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77 Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78 Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79 Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80 Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81 Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82 Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83 Bab. 84. " Ahir pencarian..."
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Kejadian Aneh.
2
Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3
Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4
Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5
Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6
Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7
Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8
Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9
Episode. 9 " DJ Vixo..."
10
Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11
Bab. 11 " Xania marah! "
12
Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13
Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14
Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15
Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16
Bab. 16. " Xania hamil. "
17
Bab. 17 " Masalah Xania! "
18
Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19
Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20
Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21
Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22
Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23
Bab. 23. " Vixo sakit."
24
Bab. 24 " Mami! "
25
Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26
Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27
Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28
Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29
Bab. 29 " Ternyata..."
30
Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31
Bab 31 " Salah paham! "
32
Bab 32 " Kandungan Xania..."
33
Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34
Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35
Bab 35 " Obrolan bertiga."
36
Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37
Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38
Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39
Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40
Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41
Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42
Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43
Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44
Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45
Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46
Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47
Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48
Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49
Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50
Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51
Bab. 51 " Siasat Sarah."
52
Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53
Bab. 53 " Berita disosmed. "
54
Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55
Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56
Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57
Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58
Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59
Bab. 59 " Sarah menguping! "
60
Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61
Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62
Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63
Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64
Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65
Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67
Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68
Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69
Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70
Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71
Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72
Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73
Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74
Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75
Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76
Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77
Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78
Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79
Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80
Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81
Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82
Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83
Bab. 84. " Ahir pencarian..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!