Hari ini club sudah dibuka. Para karyawan juga telah bekerja seperti biasanya. Bryan dan Sarah untuk sementara waktu berperan ganda, menjadi Casir dan bartender. Keduanya saling bergantian untuk melakukan tugas Kazel. Wanita itu belum diperbolehkan oleh pak Cristian untuk masuk kerja.
Begitu pula halnya dengan Vixo, selain berada diruang Dj, dia mesti mengerjakan beberapa urusan didalam kantor, sebagai perwakilan dari pak Cristian.
" Alhamdulillah ya, pelanggan kita tetap setia disini." Kata Bryan pada Vixo, ketika mereka sedang beristirahat.
" Iya, Bryan...Semoga tempat usaha ini bisa berjalan seperti biasanya." Sahut Vixo.
" Oh ya Vix, kemarin ada orang datang kemari mencari pak Cristian..." Bryan berujar lagi.
" Siapa?" Tanya Vixo.
" Dia sepasang suami istri."
" Terus, apa katanya?"
" Mereka tak berpesan apa apa. Karena kamu adalah wakil dari pak Cristian, makanya saya kasih tahukan alamatmu pada mereka."
" Oh, siapa mereka ya, dan ada keperluan apa?" Vixo tercenung berpikir sendiri.
" Saya juga tidak tahu, tapi saya kemarin menyuruhnya untuk datang lagi, kemari." Bryan menatap kewajah Vixo, Lalu...
"Saya mau beritahukan nomor handphonemu, namun saya tak berani..." Lanjutnya.
" hem, mereka juga ada datang kerumah kontrakan gua, Bry. Namun gua sedang diluar. Jadi kami tak sempat bertemu." Vixo berkata lirih.
" Oh begitu ya. Saya penasaran juga ni..." Gumam Bryan.
Selanjutnya kedua pria tersebut kembali dalam kesibukan. Vixo pergi keruang DJ. Sedangkan Bryan, membantu Sarah dimeja bar. Wanita ini tampak sedang memisahkan jenis lembar uang dari dalam laci Casir.
" Hem, nona Casir sedang sibuk ya? Banyak ya pemasukan hari ini?" Tanya Bryan mencandai Sarah.
Wanita berdada montok ini lalu melihat kewajah Bryan. Kedua bola mata lentiknya terpancar indah disana. Dia tersenyum malu malu.
" Alhamdulillah Bryan, hasil kita malam ini puluhan juta rupiah." Balas Sarah.
Dia berusia paling muda disitu. Gaya dan cara bicaranya, selalu tampak manja. Terkadang bisa membuat para lelaki menjadi gemes melihatnya.
" Hem syukurlah. Nanti pulang kerja, kita sama sama antarkan uang ini langsung kerumah pak Cristian ya." Kata Bryan. Sarah menganggukan kepalanya.
Bryan pamit untuk membeli makanan. Lalu sepuluh menit kemudian, dia kembali lagi.
" Mari kita makan bareng." Ajak Bryan menyodorkan satu kotak paket nasi ayam kepada Sarah.
" Ah Bry, mengapa setiap hari mentraktir saya? Saya sungkan loh..." Ujar Sarah.
" Tak apa Sarah, kamu kan baru bekerja. Kamu belum dapat gaji. Nanti kalau kamu telah gajian, kamu bisa traktir saya, hehehe." Bryan tertawa renyah. Lantas duduk dihadapan sarah.
Keduanya segera menyantap makanan sambil bercanda riang. Bryan selalu membuat suasana yang ceria. Hingga sesekali Sarah tersedak sedak dibuatnya.
" Ini minumlah dulu..." Ujar Bryan menyodorkan segelas air putih.
Sarah menerimanya. Dengan sedikit tersengal sengal, wanita ini meminum air putih tersebut hingga habis.
" Bry...tolong jangan bercanda dulu ya...uhuk uhuk!" Sela sarah terbatuk sesaat.
" Maafkan saya ya..." Ujar Bryan. perlahan lahan dia mengusap mulut Sarah dengan selembar tissu kecil.
Sarah diam membiarkannya. Dia juga memejamkan mata.
Bryan, Kamu lelaki baik dan penuh kelembutan...Bisiknya dalam hati.
" Terimakasih..." Hanya itu yang dapat diucapkan oleh Sarah.
Lalu dengan khas manjanya, ia juga membalas gerakan tadi. Bryan pun tampak terdiam dan terpejam.
" Hem, kok kamu ikutin gerakan saya sih! Ah kamu Bryan..." Sarah memukul lembut dada Bryan secara berulang ulang sambil tertawa kecil.
Bryan malah membalasnya, dia mencubit cubit pipi kiri sarah dengan pelan, Lantas terkekeh kekeh mengejek perempuan itu.
" Hem...Sudah ah...Mari kita makan lagi..." Ajak Sarah, dia meliukan sedikit tubuhnya, pada bahu Bryan. Sesaat ia Bermanja disitu.
Keduanya lalu makan kembali. Tampaknya mereka telah saling menyukai. Bryan kini berniat untuk bisa melupakan diri Kazel, jadi merasa sedikit terhibur oleh kehadiran Sarah. Bahkan pria ini mungkin saja, telah jatuh cinta. Ya, begitulah dengan Bryan. Dia type lelaki, yang tak mau hanyut dan tenggelam didalam rasa kekecewaannya!
**********
Dikediaman pak Cristian. Kazel telah berbaring diatas bed. Kini dia telah diberikan oleh pak Cristian, sebuah kamar pribadi. Letaknya berdampingan dengan ruangan tidur pria itu.
Melaui handphone ini, Sekarang saya akan bisa melihat aktifitas mereka. Bisik Kazel dalam hati. Dia lantas membuka telepon genggamnya. Kebetulan malam ini Xania ada bersama dengan kak Lola. Keduanya sedang duduk diruangan tamu.
" Kak, saya ingin cepat menikah dengan pak Cristian." Xania berkata.
" Kenapa begitu?" Tanya kak Lola keheranan.
" Saya sudah hamil kak..." Xania berujar dengan wajah polos.
" Hah! Haduh...kamu, dihamili oleh siapa?!" Kak Lola melotot, setengah tak percaya.
" Ya sama pak Cristianlah alias siDevan itu..." Kata Xania mulai terisak sedih.
Tidak saja kak Lola yang kaget, Kazel juga tampak terkejut. jadi, jadi... Xania sekarang sedang mengandung?! Kazel tergamam didalam duduknya. Hampir saja telepon genggam itu terjatuh dari genggamannya.
ya allah, benarkah suami saya menghamili Xania?! Ujarnya dalam hati.
" Ya ampun Xania, kenapa bisa terjadi?! Mengapa kamu mu menyerahkan dirimu? Haduh... Terus gimana sekarang, pak Cristian kini lupa ingatan, haduh Xania!" Kak Lola lalu bersandar dikursinya.
Xania hanya bisa terdiam. Dia menutup wajah dan menangis disana. Kak Lola juga membisu. Pandangannya melihat keatas. Berpikir kemana mana, Mencari cara untuk menyelesaikan hal ini.
" Kak maafkan saya, dimalam kejadian itu, kami telah saling mengutarakan perasaan dan mengikat janji. Hingga saya lupa diri...Maafkan saya kak..." Xania berujar secara terbata bata.
" Kamu pasti juga jatuh cinta padanya kan?!" Kak Lola mulai emosi.
" Sudah saya katakan, kamu hanya berperan untuk pura pura mencintainya, kenapa malah beneran...kamu saya bayar buat berperan saja. Bukan sampai main hati...Huh!!!" Sambung kak Lola lagi, dia menghembuskan nafasnya dengan sangat kuat.
Rona murka tampak jelas didalam kedua bola mata kak Lola. Membuat Xania tak berani untuk mengangkat wajahnya. Xania lalu menelungkupkankan tubuh diatas kursi panjang, terisak isak sejadi jadinya. Dia tak tahu harus berucap apa!
" Nantilah saya mencari solusi dalam masalah ini. Saya akan membicarakannya pada papa." Ujar kak Lola, akhirnya dia melihat iba kerah Xania.
Yang dilihat, lalu mengangguk angukan kepala. Perlahan lahan Xania mengusap air matanya. Lalu... "Iya kak, terima kasih..." Ujar Xania lirih.
" Sekarang, saya pamit ya..." Kak Lola berdiri. Kemudian menatap wajah Xania dalam dalam.
" Kamu nginap disini juga?" Katanya lagi.
" Iya kak. Saya bimbang, nanti pak Cristian dan Xania akan berbuat macam macam." Jawab Xania.
Huh, kalau saya yang berbuat macam macam, ya wajarlah. Saya masih menjadi istri pak Cristian. Sedangkan kamu... wanita macam apa?! Ujar Kazel dari dalam kamarnya. Dasar kamu Xania! Gerutunya lagi. Tubuh Kazel sedikit bergetar, menaham rasa geram yang tertahan.
Dia melihat kembali keLCDnya lagi. Disitu kak Lola tampak berjalan keluar. Xania lalu segera menutup pintu.
Xania mau segera menikah dengan pak Cristian... Kamu Jangan berharap, saya tak akan membiarkannya! Kata Kazel dalam hati. Lihat saja nanti!
"karya ini merupakan karya jalur kreatif"
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
It Is.
smngat zel...
2024-03-07
2