Bryan sedang menunggu Kazel kembali. Wanita itu sedang pergi membeli makanan. Tiba tiba perempuan kemarin yang mencari Pak Cristian, hadir dihadapannya.
" Selamat malam..." Sapa wanita cantik itu. Kali ini mengenakan gaun merah hingga kebawah lutut. Rambutnya pun dibentuk mengikuti model kekinian.
Bryan terpana sejenak menatap kewajahnya. Antara ingat dan lupa pada wanita tersebut. Dia kan perempuan yang mau ikut interviu kerja. Kalau tak salah namanya Sarah. Kata Bryan dalam hati.
" Selamat malam juga Sarah. Mau jumpa dengan pak Cristian ya?" Bryan menjawab sambil tersenyum.
Sarah mengangguk kecil lalu membaca flat nama staf yang terdapat dibagian dada kanan Bryan. " Iya bang Bryan." Balas sarah. Ikut tersenyum juga.
" Tunggu sebentar, ya..." Bryan lalu menelpon pak Cristian. Dia berbicara sejenak. Setelah itu, dia menutupnya kembali.
" Sarah, Sekarang mari ikut saya kekantor beliau..." Tukas Bryan. Dia berjalan mendahului Sarah. Wanita itu lantas mengiringinya.
Setelah menghantarkan Sarah kehadapan pak Cristian, Bryan pun kembali kedalam bar. Kok Kazel belum kembali ya, apakah mungkin dia makan diresto itu? Biasanya, dia makan diruangan istirahat khusus karyawan. Tapi sudah setengah jam, kok belum datang? Pikir Bryan sendiri.
Kemudian Bryan pergi keresto, yang berada tak jauh dari situ. Tiba didepan pintu, Bryan tak meneruskan langkahnya. Dia hanya berdiri dan memandang kearah tempat Kazel Duduk.
Oh pantas saja dia tak kembali, Rupanya Kazel beristirahat dan sedang menikmati makanannya bersama Vixo disini. Kata Bryan dalam hati. Dari jauh dia melihat sikap dari kedua orang tersebut sangat romantis. Vixo beberapa kali mengusapkan tissu pada wajah serta bibir Kazel. Kazel tampak tak menolaknya. Wanita itu tersenyum malu malu.
Hem, ya sudahlah, Biarlah Kazel berbahagia sejenak. Mungkin dia sudah menyukai Vixo. Lebih baik saya kembali kedalam bar. Ujar Bryan, bicara pada dirinya sendiri. Ada sedikit kekecewaan dari sinar Wajahnya. Pria ini pun meninggalkan tempat itu.
Bryan kini telah duduk dibalik meja kerjanya. Pak Cristian tiba tiba datang bersama Sarah. Keduanya lalu duduk dihadapan Bryan.
" Bry, ini Sarah. Mulai sekarang, Sarah menjadi fatner kerjamu." Ujar pak Kristian. Lalu lelaki ini berkata kepada sarah, " malam ini kamu sudah bekerja disini ya." Sambungnya.
" Oh... Terima kasih pak." Sarah menganggukan kepala sambil tersenyum.
" Bry, tolong berikan seragam kerja pada Sarah ya..."
" Baik pak." Jawab Bryan. Lalu ia mengambil baju dari dalam lemari. " Ini Sarah, kamu bisa mengenakannya didalam ruang ganti." Kata Bryan mengulurkan pakaian tadi.
" Terimakasih Bry." Sarah menerimanya, " dimana ruang salinnya? " Lanjut Sarah.
" Itu disamping tempat kerja bos." Jawab Bryan lagi. Dia lalu menunjuk kejalan yang sarah lalui tadi.
" Baiklah, saya permisi kesana dulu ya pak." Sarah pamit pada pak Cristian.
" Iya sarah." Jawab pak Cristian.
Sarah berlalu dari dalam bar. Kini Bryan dan pak Cristian melanjutkan obrolan.
" Oh ya Bryan, Kazel kemana? Dan kenapa ruangan DJ tampak kosong?" Tanya pak Cristian.
" Mereka sedang istirahat pak, makan diresto sebelah." Jawab Bryan.
Pak Cristian mengangguk kecil. Dahinya terlihat berkerut. " Ini tak boleh dilkukan, karyawan harus mengambil jam istirahat mesti bergantian. Sekarang ini kamu lihat, casir dan ruang DJ kosong. Bila Club sedang ramai pengunjung, jadi gimana? Kamu pasti keteteran..." Pak Cristian menggurutu didepan Bryan.
" Maaf pak, nanti saya beritahu pada mereka." Sela Bryan.
" Ini kan sudah peraturan Bry..." Sambung pak Cristian lagi.
Tak berapa lama, dia melihat Vixo dan Kazel berjalan masuk secara beriringan. Vixo masih menggenggan tangan Kazel. Hem...Kenapa sikap keduanya sudah tampak akrab ya? Pak Cristian berpikir sendiri. Mata pria tersebut terus mengikuti langakah Vico dan Kazel. Tiba didepan ruang DJ, Vixo masuk kedalam. Sedangkan Kazel terus berjalan menuju kemeja casirnya.
" Selamat malam pak..." Sapa Kazel dengan sikap hormat kepada pak Cristian. Dia lalu tersenyum pada Bryan.
" Ini pesanan kamu Bry..." Katanya seraya menyerahkan makanan pesanan pria itu.
" Terimakasih, Kazel." Bryan menerimanya. " Permisi ya pak, saya istirahat dulu..." Bryan pamit pada pak Cristian.
" Iya Bryan, silahkan." Pak bos membuka jalan buat Bryan. Lalu Bryan pergi keruangan istirahat khusus buat karyawan, segera menikmati makanannya disana.
" Kazel, sesama staf dilarang berpacaran. Ini aturan paling utama." Kata Pak Cristian.
Kazel jadi terkejut, " Maaf pak, saya baru mendengarnya. Dan saya akan menjaga sikap untuk itu..." Balas Kazel melihat wajah pak Crisrian.
Ya allah, saat bertatapan mata pun, bang Devan tak merasakan apa apa. Sikapnya datar saja. Padahal saya ini kan istrinya... Kata Kazel dalam hati. Dia coba menembus kedalam kedua bola mata pak Cristian dalam dalam. Kerinduan mulai mengisi relung bhatinnya.
" Tolong jangan terlalu dekat dengan para pria ditempat ini. Nanti kalian bisa saling tertarik dan jatuh cinta. Bila itu terjadi, saya tak segan segan untuk memecat kalian berdua..." Ujar pak Cristian dengan suara yang tegas.
Lelaki berkumis tipis ini juga membalas pandangan Kazel. Sesaat kedua bertatapan.
" Bang Devan..." Kazel berucap perlahan. Dia sengaja menyebut nama itu, Untuk melihat reaksi apa yang akan terjadi dari diri milik pak Cristian.
" Kenapa kamu menatap saya begitu? Apa kamu tak senang dengan peraturan ini?" Tanya Pak Kristian.
Ya allah, benar benar pria ini tak mengingat namanya. Padahal saya tadi menyebutkannya! Ujar Kazel dalam diamnya. Bibirnya kini sedikit bergetar, menahan rasa sesak dan kerinduan yang kian terasa...
" Tidak pak, saya justru senang mendengarnya. Bila saya hanya berdekatan dengan anda, apa itu akan melanggar aturan?" Kazel tersenyum hambar.
Dada Pak Cristian bergetar...Dia tak menyangka Kazel berani mengucapkan kalimat tersebut. Bukankah wanita ini merupakan type pemalu dan pendiam? Tapi kenapa sekarang bisa berkata bagai menantang saya...
" Ya, Kalau untuk mendekati diri saya, itu tak dilarang. Apalagi terhadap kamu. Saya senang menerimanya." Sela pak Cristian dengan suara pasti. Pria mana yang sanggup menolakmu? Kecantikanmu begitu sangat mempesona. Apalagi saat ini kamu sedang ternganga, kedua bibir bar bar milikmu itu, seperti memancarkan sejuta rasa...
Bola mata pria ini menulusuri wajah Kazel dalam dalam. Sinar itu tajam dan menghujam, tepat kerelung hati milik Kazel.
" Terimakasih, anda sungguh baik sekali..." Kazel memasang suara manjanya. Ciri khas yang dulu selalu dia ungkapkan pada pak Cristian. Sewaktu masih bersama menjadi suami istri.
Tubuh Pak Crisrian mendadak bergetar. Dengan cepat pria ini mengalihkan pandangan, lalu...
" Coba kamu ulangi kalimat itu." Katanya. Tampaknya sedang memasang telinganya dengan baik.
" Ya honey, kamu pria yang baik yang sudah sangat saya kenal." Ulang Kazel, makin bersuara syahdu. Pak Cristian tercenung, dia menatap lurus pada satu arah.
Apa kamu mengingat siHoney? Itu nama panggilan dari kamu buat saya...Semoga kamu bisa mengingatnya. Pikir Kazel lagi. Dia menangkap sikap bingung dari pancaran mata milik pak Cristian. Lelaki itu juga seperti sedang mengingat sesuatu!
" Kamu..." Pak Cristian perlahan lahan kini memandangi wajah Kazel. Dia juga terpana disana...
" Haduh, saya seperti mengenal nada suara kamu, tapi dimana? Siapa ya...?"
Ya allah, sadar bang! Cepatlah sadari, bhwa saya ini adalah istri kamu...! Bisik hati Kazel dengan penuh semangat.
karya ini merupakan karya jalur kreatif"
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
It Is.
sdarrr Devan...
2024-03-07
1
wes boi
nah gitu dong tor,buat kazel sekali kali bhagia...
2024-03-05
1