Bab. 17 " Masalah Xania! "

Hari ini, tempat kerja libur. vixo bisa bersantai dirumah. Kini ia sedang memanjakan diri diatas tempat tidurnya.

Labih baik gua menghubungi Kazel. Apakah besok malam ia telah diizinkan bekerja oleh pak Cristian...

Saya : Morning (Selamat pagi) Kazel... √√

Kazel : Morning too (Selamat pagi juga) Vixo... √√

Saya : Sudah sarapan? √√

Kazel : Alhamdulillah, tadi sudah makan bubur, bersama pak Cristian... √√

Saya : Hah, jadi elo udah berada dirumah pak bos? √√

Kazel : Iya Vix, Saya menginap disini. √√

Saya : Ya, sudahlah... Selamat bersenang senang ya! √√

Kazel : Terimakasih Vix. Kamu sudah sarapan belum? √

Vixo tak membuka lagi balasan chat dari Kazel. Dia terbawa emosi.

Huh, sekarang malah tambah parah. Kazel mau tidur dirumah Pak Cristian. Kini gua yakin kalo Kazel juga suka dengannya. Ujar Vixo termenung sendiri.

Uh dasar!!!

Vixo lalu melemparkan telepon genggamnya keatas ranjang. Dia terlihat sangat dongkol. Hatinya terbakar cemburu. Wajahnya menatap keplafon kamar. Lalu melamun disana.

" Asalamualaikum!" Seseorang memberikan salam dari pintu ruang tamu. Mengejutkan Vixo dari rasa galaunya.

Pria itu beranjak, lalu berjalan keluar..." Walaikum salam!" Ujar Vixo.

" Selamat pagi, apa benar ini rumahnya Vixo?" Tanya seorang ibu separuh baya. Dia datang bersama suaminya.

" Oya, bu. gua orangnya. Ada apa,bu? Mari silahkan masuk..." Kata Vixo lalu mempersilahkan kedua ibu dan bapak tersebut masuk.

Merekapun duduk dikursi ruang tamu, secara berhadapan.

" Maaf Vixo, kami adalah orang tua dari Xania. Kami kemari ingin menanyakan kabar anak kami. Apakah kamu tahu, nak?" Kata Sibapak memulai obrolan itu.

" Iya pak, tentu saja gua kenal. Kenapa ya pak?" Tanya Vixo.

" panggil saja saya pak muslim, dan ini ibu Lela. Kami mencari Xania. Karena dalam tiga bulan ini dia tak pulang kerumah." Ujar pak Muslim lagi.

" Oh...Apa Xania tak pernah menghubungi bapak dan ibu?"

" tidak Vixo, Xania pergi dengan membawa semua pakainya. Dia kabur dari rumah. Kami sudah mencari kemana mana, hingga sekarang ini."

" Kenapa bisa begitu pak?" Vixo bertanya kembali.

Pak Muslim melihat kewajah ibu Lela sesaat, bagai meminta persetujuannya. Wanita separuh baya ini pun menganggukan kepala. Lalu pak Muslim bicara lagi.

" Xania mau kami tunangkan dengan anak sahabat saya. Tapi dia tak mau, makanya dia pergi meninggalkan kami..." Lanjut pak Muslim. Wajahnya terlihat sedih.

" Oh begitu ceritanya,pak." Kata Vixo, menatap kedua orang tua tersebut dengan pandangan penuh rasa simpati.

" Terakhir kami mendapat info, bahwa dia berpacaran dengan pak Cristian. Makanya kami datang ketempat usaha beliau. Namun kami tak bertemu."

" Iya pak, saat ini pak Cristian baru keluar dari rumah sakit. Alhamdulillah, sekarang Beliau mulai sembuh dan sedang dirawat dirumahnya." Vixo menjelaskan.

" Oh syukurlah...Tapi, Bisakah kamu mengantarkan kami ketempat tinggalnya?" Sela ibu Lela.

" Oh tentu bisa, bu. Kebetulan, gua juga mau kesana. Tunggu sebentar ya, gua bersiap siap dulu..." Kata Vixo lalu pamit dari hadapan pak Muslim dan ibu Lela.

Sepuluh menit kemudian,Vixo sudah kembali. Pria ini telah mandi dan wangi. Dia memakai kaos oblong dan celana pendek.

" Mari kita berangkat bu, pak..."

Ajak Vixo.

Pria ini berjalan mendahului kedua orang tersebut, menuju kearah mobil Sport miliknya. Mereka segera masuk kedalam. kendaraan mewah berwarna silver itu pun lantas melaju kejalan raya.

**********

Tiba dikediaman pak Cristian. Kazel menyambut mereka.

" Mari silahkan diduduk..." Kata wanita itu sambil tersenyum.

" Terimakasih..." Sahut Vixo dan kedua orang tua Xania, hampir bersamaan.

" Kenalkan, ini pak Muslim dan Ibu Lela, orang tuanya Xania." Kata Vixo mempetkenalkan.

Kazel lalu menyalami kedua orang tua tersebut. Kemudian Vixo mulai menceritakan tujuan mereka datang kemari. Sekalian mengatakan urusan apa saja yang telah terjadi didalam diri Xania.

" Begitulah Zel, kisah yang kini terjadi pada keluarga ini." Vixo mengakhiri kalimatnya.

" Oh begitu..." Sela Kazel dengan mulut setengah menganga.

" Sekarang apa Xania ada disini, Zel?" Ucap Vixo lagi.

" Dia baru saja pulang kerumah kontrakannya, Vix. Tapi saya tak tahu, berapa lama dia disana. Xania tak ada pesan apa apa..." Jawab Kazel.

" Hem, gimana ya..." Sesaat Vixo berpikir, lalu melihat pada wajah pak Muslim dan ibu Lela.

" Sebaiknya apa kita menunggu Xania disini, atau sekarang kita pergi kerumahnya pak?" Tanya Vixo.

" Kita datangi saja Xania disana, Vix...Saya takut nanti, pada saat kami bertemu, dia akan shock. Kami tak mau ada keributan dirumah ini. Maklumlah, Xania gampang marah dan suka bersuara keras. Kami sangat tahu akan sifatnya itu..." Jawab pak Muslim dengan nada pasti.

Sesaat Vixo mengangguk kecil, lalu., " Baiklah, Mari sekarang kita kesana." Vixo pun langsung bangun dari duduknya.

" Oh ya Vix, Apa tak sebaiknya kamu menelepon Xania? Siapa tahu dia tak ada dirumahnya..." Kata Kazel.

" Iya juga ya..." Vixo menyetujui saran itu. Lantas mengjubungi Xania. sejenak ia bicara dengan diteleponnya. Setelah itu, Vixo pamit dari situ.

" Hati hati dijalan ya..." Kazel melambaikan tangan.

" Terimakasih..." Vixo dan kedua orang tua Xania membalasnya. Mobil Vixo pun lantas berjalan, menuju kearah tempat tujuan.

**********

Xania mungkin akan tambah bingung, karena dia pasti takut ketahuan oleh orang tuanya! sebab, sekarang dirinya sedang mengandung. Bisik Kazel dalam hati. wanita ini duduk diruangan tamu. Termenung sendiri.

" Siapa orang orang tadi?" Pak Cristian mendadak muncul dijadapannya. Kazel menjadi terkejut...

" Tadi ada Vixo dan orang tua Xania datang, pak." Jawabnya.

" Oh ya, ada urusan apa?"

" Mereka mencari Xania. Tapi mereka selisih jalan. Xania baru saja pulang." Jelas Kazel.

" Xania yang mana lagi? Saya jadi bingung, sebenarnya yang bernama Xania...ada berapa orang sih?" Pak Cristian tampak memperlihatkan wajah berpura puranya.

Eh iya, saya lupa. Lelaki ini kan menganggap diri saya adalah Xania. Pikir Kazel dalam diam. Dia jadi tersenyum sendiri. Ah, kalau terus begini, saya juga bisa ikutan amnesia ni...Lanjut Kazel, lantas memandangi pada wajah pak Cristian.

" Hem, sekarang kita sarapan yuk, sayang..." Kazel mencoba mengalihkan pembicaraan.

" Iya, saya juga sudah lapar." Jawab Pak Cristian.

Lalu kedua orang itu sama sama berjalan masuk kedalam.

Hem sekarang saya punya dua bukti, untuk ditunjukan kepada lelaki ini. Kata Kazel dalam hati, saat dia mulai duduk dimeja makan.

Tapi, Lebih baik saya jangan mengatakannya sekarang. Saya akan memainkan sandiwara ini untuk membalas mereka. Lanjut Kazel lagi. Dia pun memulai suapan pertamanya.

Sedangkan, pikiran yang ada didalam benak pak Cristian adalah...Ya syukurlah, sekarang Kazel terus bersama saya. Jadi pelan pelan saya bisa menjauhi Xania. Amnesia ini akan saya lanjutkan, sampai saya dapat tahu, kenapa saya bisa menjadi pak Cristian. Apa tujuannya...?!

"karya ini merupakan karya jalur Kreatif."

Terpopuler

Comments

It Is.

It Is.

antap...

2024-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian Aneh.
2 Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3 Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4 Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5 Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6 Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7 Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8 Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9 Episode. 9 " DJ Vixo..."
10 Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11 Bab. 11 " Xania marah! "
12 Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13 Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14 Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15 Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16 Bab. 16. " Xania hamil. "
17 Bab. 17 " Masalah Xania! "
18 Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19 Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20 Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21 Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22 Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23 Bab. 23. " Vixo sakit."
24 Bab. 24 " Mami! "
25 Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26 Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27 Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28 Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29 Bab. 29 " Ternyata..."
30 Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31 Bab 31 " Salah paham! "
32 Bab 32 " Kandungan Xania..."
33 Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34 Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35 Bab 35 " Obrolan bertiga."
36 Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37 Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38 Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39 Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40 Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41 Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42 Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43 Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44 Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45 Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46 Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47 Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48 Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49 Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50 Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51 Bab. 51 " Siasat Sarah."
52 Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53 Bab. 53 " Berita disosmed. "
54 Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55 Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56 Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57 Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58 Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59 Bab. 59 " Sarah menguping! "
60 Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61 Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62 Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63 Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64 Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65 Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66 Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67 Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68 Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69 Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70 Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71 Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72 Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73 Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74 Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75 Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76 Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77 Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78 Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79 Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80 Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81 Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82 Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83 Bab. 84. " Ahir pencarian..."
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Kejadian Aneh.
2
Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3
Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4
Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5
Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6
Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7
Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8
Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9
Episode. 9 " DJ Vixo..."
10
Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11
Bab. 11 " Xania marah! "
12
Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13
Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14
Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15
Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16
Bab. 16. " Xania hamil. "
17
Bab. 17 " Masalah Xania! "
18
Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19
Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20
Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21
Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22
Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23
Bab. 23. " Vixo sakit."
24
Bab. 24 " Mami! "
25
Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26
Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27
Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28
Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29
Bab. 29 " Ternyata..."
30
Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31
Bab 31 " Salah paham! "
32
Bab 32 " Kandungan Xania..."
33
Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34
Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35
Bab 35 " Obrolan bertiga."
36
Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37
Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38
Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39
Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40
Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41
Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42
Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43
Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44
Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45
Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46
Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47
Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48
Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49
Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50
Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51
Bab. 51 " Siasat Sarah."
52
Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53
Bab. 53 " Berita disosmed. "
54
Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55
Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56
Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57
Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58
Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59
Bab. 59 " Sarah menguping! "
60
Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61
Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62
Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63
Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64
Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65
Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67
Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68
Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69
Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70
Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71
Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72
Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73
Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74
Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75
Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76
Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77
Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78
Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79
Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80
Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81
Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82
Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83
Bab. 84. " Ahir pencarian..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!