Bab. 11 " Xania marah! "

Kazel dan pak Cristian sedang bertatapan. Kazel menunggu reaksi dari dalam ingatan pria itu.

" Haduh, saya belum bisa untuk mengingatnya. Suara dan kata kata itu dulu milik siapa ya..." Ujar pak Cristian dengan sangat pelan. Seperti bicara pada diri sendiri.

" Tak apalah pak, pelan pelan saja. Semoga nanti anda bisa teringat kembali pada pemilik suara itu ya..." Kazel tersenyum manis.

Wantia ini menghela nafas, tak apalah, minimal dia telah mendengar ucapan kenangan kami dulu. Nanti satu persatu, saya akan ingatkan lagi. Kata Kazel dalam hati.

" Permisi, selamat malam..." Sarah telah kembali dari ruang ganti pakaian. Kini dia telah memakai seragam kerja.

" Iya Sarah. Masuklah...Ini ada Kazel, dia casir disini." Kata pak Cristian.

Kazel mengulurkan tangannya kepada Sarah. " Halo Sarah, Selamat bergabung dengan kami..." Ucapanya tersenyum.

Sarah menyambutnya. " Terima kasih Kazel..." Balasnya dengan tawa kecil.

" Wah lagi pada kumpul ya!" Bryan telah ada disitu. Pria ini baru selesai beristirahat.

" Iya Bry, nanti tolong bimbing Sarah ya. Ajari dia membuat minuman dan lain lain." Sela pak Cristian.

" Baik pak. Mari Sarah..." Ajak Bryan.

Sarah lalu berdiri disamping Bryan. Selanjutnya keduanya memulai apa yang diucapkan oleh pak Cristian. Cara Bryan tampak sabar dan lembut saat

mengajari Sarah. Sarah juga terlihat cepat mengerti. Kazel dan pak Cristian bersama sama memandangi pada keduanya.

Hem, Sarah dan Bryan Fatner bartender yang cocok. Semoga saja mereka betah. Pikir pak Cristian. Sedangkan Kazel seorang casir. Dia bisa menjadi fatner buat Vixo. Nanti DJ Vixo bisa mengajari Kazel. Jadi, bila Vixo tak masuk kerja, Kazel bisa untuk menggantikannya.

" Maaf Kazel, saya permisi dulu ya." Kata pak Cristian. Dia pamit juga pada Bryan dan Sarah. Pria ini lalu berjalan masuk kedalam kantornya.

Sementara itu suasana didalam Club mulai ramai. Pengunjung berdatangan satu persatu. Kali ini sepertinya ada yang akan merayakan ulang tahun.

" Kazel, kalau kamu tak sibuk bisa tolong kami tidak?" Ujar Bryan pada Kazel. Lelaki ini dan Sarah sedari tadi tak berhenti membuat minuman. Karena banyaknya pesanan dari para undangan. pesta tersebut ternyata sangat ramai dan meriah.

" Iya Bryan, mari saya bantu..." Balas Kazel lalu ikut bergabung.

Dia membuat minuman dengan cepat. Karena memang sudah hampir semua jenis menu disitu telah mahir diolahnya.

Sarah hanya meletakan semua minuman keatas meja secara teratur. Lalu pesanan tersebut dibawa oleh watres dan waiter untuk diantar keatas meja para pengunjung.

" Selamat Ulang tahun...!" Teriak Vixo dari dalam ruang DJ. Dia meng MC sejenak, memberikan ucapan dan doa kepada yang sedang merayakan hari jadinya. Setelah itu, Vixo memutar music keras secara berdetum detum.

" Uhui...Asyik! Ayo kita menari dan bergoyang!!!" Suara Vixo kembali terdengar.

Para pengunjung pun segera bangun dari duduknya. Satu persatu memecahkan gaya, mengikuti irama yang semakin melaju dan semarak. Sambil tertawa tawa, tubuh tubuh para tamu itu melenggak lenggok... Ada juga menampilkan tarian goyang patah patah. Tapi ada pula, hanya menggetar getarkan kepalanya. Kekiri dan kekanan. Ser... Asik, asyek...!!!

" Hai!" Vixo mengejutkan Kazel dari belakang.

" Eh, Vixo!" Kazel terkaget. Dia mendongakan wajah. Rupanya Vixo ada berdiri dibelakangnya.

" Ciluk ba...!" Reflek Vixo berujar.

Saat Kazel mendongak, Vico langsung mendaratkan ciuman kekeningnya.

" Vixo, apa apaan kamu!" Kata Kazel tegas. Suara wanita ini terdengar lantang didalam hentakan irama music itu.

Kazel meluruskan kepalanya. Lalu memutar kursi kehadapan Vixo. Secara berhadapan, Kazel melihat Vixo sedang tertawa kecil. Bagai kesenangan, karena telah berhasil mengecup Kazel.

" Jangan marah dong, maaf ya, gua tak sengaja. Tadi kaki gua terpeleset..." Ucap Vico dengan nada penuh canda.

" Hem kamu...Untung tak ada yang melihat. Kalau ada, saya pasti jadi malu..." Ujar Kazel sambil melihat kesekeliling.

Saat itu, dalam ruang bartender, Bryan dan Sarah sedang tak ditempat. Jadi kelakuan Vixo tak ada yang menyaksikannya.

" Kenapa Kamu meninggalkan ruang DJ, nanti pak bos marah." Sambung Kazel.

" Gua kemari sebentar aja kok..." Balas Vixo. Pria ini mengulum ngulum bibir bawah, memain mainkan tindiknya disana. Saat sedang bicara, akcesoris lidah Vixo juga terlihat. seakan akan ikut menggoda Kazel. Wanita ini jadi terpaku didalam duduknya.

Kenapa semua yang ada pada pria ini, bagaikan menghipnotis saya. Padahal, styelannya saya tak suka. Saya hanya terpesona pada ketampanannya. Kenapa sekarang semua yang ada pada dirinya, bisa memikat saya ya? Dada saya pun bisa berdebar debar bila menatapnya...Bisik Kazel dalam hati.

" Hem...Sudah ya, gua kembali dulu kemeja DJ. Lagunya akan berakhir." Kata Vixo. Dia berlari kecil meninggalkan tubuh Kazel. Tak lupa juga melemparkan kiss bye dari jauh pada wanita itu...

Kazel tersenyum simpul pada Vixo. Hem, pecicilan sekali. Dia punya tingkah laku bagai anak kecil. Lucu...juga selalu riang. Vixo, Vixo...Hehehe... Pikir Kazel sambil terus menatap kearah Vixo, hingga leher jenjang itu jadi miring kesamping.

Kazel tak menyadari bahwa kini pak Cristian telah duduk didekat kursinya,." Kenapa melihat Vixo sampai begitu?" Tanya pak Cristian.

" Eh...Bapak, ti...ti, tidak pak..." Kazel kaget dan tergagap. Dia segera memandangi wajah pak Cristian.

" Tidak, tidak apa...?! sudah dari tadi saya perhatikan kok!" Balas pak Cristian lagi. Suaranya agak sinis.

" Hem... Maaf pak...Saya tak tau Vixo akan mendatangi saya..." Kazel melemahkan ucapannya.

" Oh begitu, lantas...mengapa saat vixo menciumi keningmu, kamu tak memarahinya?" Lanjut pak Cristian. dia semakin dalam menatap pada wajah Kazel.

Kazel tak menjawabnya. Wanita ini tertunduk dengan perasaan takut. Ya, kedua bola mata pak Cristian tampak menyala nyala.

" Kamu ikut kekantor sekarang!"

Pak Cristian keluar dari situ. Dia berjalan dengan langkah lebar. Wajahnya tampak kaku disana. Kazel berdiri, lalu ia mengejar tubuh pak Cristian.

Ya allah, mudah mudahan pak Cristian tak marah pada saya. Semoga dia tak memecat saya. Kata Kazel dalam hati.

"Ingat ya Kazel, lain kali saya tak segan segan untuk menegur Vixo, bahkan memecat dia dari sini!" Tukas pak Cristian saat mereka sudah berada didalam.

Kazel duduk dikursi. Sedangkan pak Cristian berdiri ditepi meja. Tepat dihadapan Kazel. Pria itu menyilangkan kedua tangannya ketengah dada.

" Pak...Tolong..." Perlahan lahan Kazel membalas pandangan pak Cristian. Dia menebarkan wajah teduh. Mencoba untuk, menenangkan emosi pria itu.

" Saya tak main main, Kazel. Ini peringatan terahir...!" Lanjut Pak Cristian. Wajah kedua orang itu kini saling memandang...

Tanpa sadar tubuh pak Cristian sedikit menunduk, hingga jarak mereka terlihat sangat dekat. Kazel masih tak melepaskan pandangannya. Begitu pula, dengan Pak Cristian. Dada keduanya terasa bergetar...

" Eh wanita tak tau diri! Masih juga berduaan dengan kekasih aku! Dasar!!!"

Suara Xania terdengar lantang! Tiba tiba, Dia telah berdiri tegak didepan pintu. pak Cristian dan Kazel pun reflek terkejut...

"karya ini merupakan karya jalur kreatif"

Bersambung....

Terpopuler

Comments

It Is.

It Is.

hadich xania😅

2024-03-07

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian Aneh.
2 Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3 Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4 Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5 Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6 Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7 Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8 Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9 Episode. 9 " DJ Vixo..."
10 Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11 Bab. 11 " Xania marah! "
12 Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13 Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14 Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15 Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16 Bab. 16. " Xania hamil. "
17 Bab. 17 " Masalah Xania! "
18 Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19 Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20 Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21 Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22 Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23 Bab. 23. " Vixo sakit."
24 Bab. 24 " Mami! "
25 Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26 Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27 Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28 Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29 Bab. 29 " Ternyata..."
30 Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31 Bab 31 " Salah paham! "
32 Bab 32 " Kandungan Xania..."
33 Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34 Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35 Bab 35 " Obrolan bertiga."
36 Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37 Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38 Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39 Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40 Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41 Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42 Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43 Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44 Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45 Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46 Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47 Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48 Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49 Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50 Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51 Bab. 51 " Siasat Sarah."
52 Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53 Bab. 53 " Berita disosmed. "
54 Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55 Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56 Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57 Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58 Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59 Bab. 59 " Sarah menguping! "
60 Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61 Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62 Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63 Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64 Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65 Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66 Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67 Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68 Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69 Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70 Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71 Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72 Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73 Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74 Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75 Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76 Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77 Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78 Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79 Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80 Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81 Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82 Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83 Bab. 84. " Ahir pencarian..."
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Kejadian Aneh.
2
Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3
Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4
Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5
Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6
Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7
Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8
Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9
Episode. 9 " DJ Vixo..."
10
Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11
Bab. 11 " Xania marah! "
12
Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13
Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14
Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15
Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16
Bab. 16. " Xania hamil. "
17
Bab. 17 " Masalah Xania! "
18
Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19
Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20
Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21
Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22
Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23
Bab. 23. " Vixo sakit."
24
Bab. 24 " Mami! "
25
Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26
Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27
Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28
Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29
Bab. 29 " Ternyata..."
30
Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31
Bab 31 " Salah paham! "
32
Bab 32 " Kandungan Xania..."
33
Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34
Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35
Bab 35 " Obrolan bertiga."
36
Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37
Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38
Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39
Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40
Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41
Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42
Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43
Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44
Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45
Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46
Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47
Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48
Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49
Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50
Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51
Bab. 51 " Siasat Sarah."
52
Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53
Bab. 53 " Berita disosmed. "
54
Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55
Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56
Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57
Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58
Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59
Bab. 59 " Sarah menguping! "
60
Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61
Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62
Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63
Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64
Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65
Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67
Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68
Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69
Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70
Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71
Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72
Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73
Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74
Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75
Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76
Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77
Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78
Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79
Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80
Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81
Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82
Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83
Bab. 84. " Ahir pencarian..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!