" Bry, sebenarnya waktu kita pergi kepanti asuhan itu, saya baru saja tau, bahwa saya telah diadopsi mama dan papa disitu. om Riyan baru mengatakannya. Pantas saja, setiap dihari ulang tahun saya, mama dan papa selalu merayakan disana." jelas Kazel berkata pada Bryan, saat mereka sudah berada ditempat kerja.
" Oh ya, terus?" Sahut Bryan.
" Ya, Kak Lola juga diadopsi oleh om Riyan disana. Jadi, kita bertiga adalah anak dari panti asuhan yang sama..." Sambung Kazel lagi.
" Siapa kak Lola?" Tanya Bryan.
" Dia adalah anak om Riyan. Om dan tante, tak mempunyai anak kandung hingga tante tiada."
Hari ini Kazel sudah mau bicara semua urusan pribadinya pada Bryan. Pria ini pintar menggali kedalam arah pembicaraan itu. Sehingga, sedikit demi sedikit Kazel jadi terpancing olenya.
" Oh begitu ceritanya. Kenapa kak Lola dan om Riyan berniat merahasiakan jati diri suamimu ya? Dan kenapa pula, pak bos tak menyadari hal itu?" Bryan tercenung.
Urusan ini sangat tak masuk akal. Sebenarnya apa tujuan om Riyan dan kak Lola berbuat begitu...? Tanya Bryan dalam hati.
" Entahlah Bry, semua keluarga saya sepertinya mau menjauh dari hidup saya. Saya juga tidak mengerti..." Kini Kazel juga ikut termenung.
Saat keduanya terpaku, mereka dikejutkan oleh seorang cowok seumuran dengan Bryan.
" Selamat malam...!" Sapanya dengan wajah riang.
" Hai Vixo, apa kabar? " Teriak Bryan kesenangan, " Gimana liburanmu? Pastilah happy, ya..."
Vixo melempar kepalan tinju kedepan, disambut oleh Bryan. Toss! Salam khas dari mereka, sebagai pria jantan. Bagai difilm action! Vixo adalah DJ diClub itu.
" Gua baik bray, liburan gua juga happy...!" Jawab siMr DJ. Dia berasal dari jakarta. Jadi bicara betawinya masih lekat padanya.
" Syukurlah Vix..." Sahut Bryan.
" Kapan elo menyusul? Tak lama lagi kan elo bisa cuti." Kata Vixo menunjukan semua kharisma yang ada padanya. Sungguh tampak keren dan Macho. Dia juga punya tindik seperti Bryan. Tapi tindik miliknya, ada dilidah, dibibir dan ada juga disebelah telinga. Bentuknya berderet, dari bawah hingga pada pucuk kuping sebelah kanan.
Kazel terpesona padanya. Mata wanita ini menatapi wajah Vixo bagai tak berkedip,
" Oh iya kenalin vixo, ini casir baru kita. namanya Kazel." Kata Bryan.
Vico dan Kazel bersalaman. indah sekali kedua bola mata gadis ini, wajahnya cantik dan anggun. Tubuhnya pun langsing semampai. Sempurna banget. Bisik Vixo dalam hati. Selama Berapa menit ia menggenggam tangan Kazel, dengan terpana. Kazel juga begitu.
" Ehem...ehem..." Gumam Bryan mengejutkan keduanya. Vixo dan Kazel saling tersipu malu. Lalu mereka Saling melepaskan tangan.
" Kamu apa kabar?" Kata Vixo seraya tersenyum.
" Alhamdulillah, saya baik saja." Sahut Kazel tertunduk dengan wajah memerah.
" Oh syukurlah, semoga betah ya kerja disini..."
" Iya, terima kasih..." Balas Kazel lagi.
Vixo lalu pamit dari hadapan Bryan dan Kazel. Dia memasuki ruang kerjanya, Yang berada disamping kanan meja bar. Tepatnya, ada didekat pintu masuk. Vixo mulai memutar lagu lagu rancak. Sesekali, dia memainkan alat dJ yang ada disitu.
" Pantas saja dimalam malam kemarin tak terdengar detum detum suara music yang keras." Kata Kazel.
" Iya, selama Vixo cuti, Scurity dan Cleaning servicelah, secara bergantian menggantikannya. Maka music kemarin, terdengar berbeda seperti biasanya." Jawab Bryan. Mereka melihat Vico dari samping bar. Tubuh pria itu sesekali bergerak gerak, sesuai dengan irama yang ada.
Dari jauh, gambaran seorang DJ profesional jelas terlihat disana. Vico tampak lincah memainkan dan menyentuh peralatan itu. Membuat ruangan jadi makin semarak. Ditambah lagi dengan lenturan lenturan tangan, kepala serta gaya tubuh machonya itu, memancarkan jiwa glamournya disana.
Hem, sejak disekolah saya suka pada gaya DJ. Entah kenapa... setiap melihat mereka beraksi, memainkan alat alat music itu, saya terpesona. Dulu saya bisa menyaksikan divideo atau pada dunia maya. Kini, saya langsung melihatnya. Vixo keren sekali... Bisik hati Kazel.
Wah, Vixo telah bisa menarik perhatian Kazel. Ya, itu sudah biasa. Siapa saja yang melihat sosok bad boy tersebut, pasti akan terpesona padanya. Vixo ganteng, macho dan berasal dari keluarga terpandang. Papa dan mama Vixo Mempunyai harta dan perusahaan dimana mana. Pikir Bryan. Dia melirik kearah Kazel.
" Awas loh, kamu jatuh cinta pada Vixo..." Canda Bryan tiba tiba. Pria ini tertawa pada Kazel yang langsung tersenyum kecil.
" Ah, kamu ada ada saja, Bry...." Balas Kazel, lalu mengalihkan perhatiannya.
" Vixo itu lulusan fakultas loh. Tetapi bukan jurusan music. Cuma karena hoby, makanya ia memilih menjadi DJ."
" Oh...Sudah lama ya dia kerja disini?" Tanya Kazel.
" Sejak Bar ini buka, dia sudah ada. Dia merantau kemari. Coba coba hidup mandiri. Padahal dia anak orang kaya. Namun dia tak bahagia."
" Kok bisa begitu?" Kazel jadi semakin tertarik mendengarkan cerita hidup vixo.
" Karena papa dan mamanya sangat sibuk. Mereka jarang berjumpa. Hingga Vico sering merasa kesepian. Dia tak punya adik atau pun kakak. Vico anak tunggal!" Sambung Bryan lagi.
" Oh..." Sela Kazel dengan mulut melongo.
" Begitulah kisah hidupnya. Dia dan saya bersahabat sangat dekat. Karena kami sama sama cocok dan senasib." Bryan kini melihat kembali kearah Vixo. Kazel mengikuti pandangannya. Wanita ini jadi simpati kepada Vixo. Ternyata nasib hidup pria itu, nyaris serupa dengannya.
Selanjutnya Bryan, Kazel dan Vixo tenggelam dalam kerjaan masing masing. Tempat itu kini mulai dipenuhi oleh para tamu. Apa lagi, saat ini adalah malam minggu. Mayoritas pengunjung minum dan duduk disitu hingga larut malam.
" Kazel, Kamu istirahat dulu ya. Sedari tadi kamu belum makan." Kata Bryan, ketika jam istirahat telah tiba.
" Iya Bry, terima kasih. Gantian ya istirahatnya..." Jawab Kazel. Perutnya memang sudah terasa lapar.
" Baiklah. Mumpung tamu yang lain belum ada masuk kemari. Ayo, kamu beli dulu makanan. Saya titip ya, boleh tidak?"
" Iya Bry, kamu mau makan apa? Nasi atau mie goreng?"
" Tolong belikan mie goreng ya." Jawab Bryan sambil memberi selembar uang lima puluh ribu.
" Bayar pakei uang saya saja, termasuk makanan kamu."
" Bry, saya ada uang. Tak usah begini ya..." Tolak Kazel.
" Ayolah, tak baik menolak. Ini rezeki loh. Lain kali kamu yang mentraktir saya, hehehe..." Ujar Bryan memaksa Kazel dengan cara halus.
Sesaat Kazel diam, menimbang nimbang, lalu..." Baiklah Bryan, terimakasih sebelumnya ya."
" Iya, sama sama." Sahut Bryan.
Kazel segera meninggalkannya. Wanita ini berjalan kearah pintu. Saat ia melewati barisan kursi yang ada didepan ruangan DJ, seorang waitres menatapnya dengan mencibirkan mulutnya.
" Heh, lihat itu. anak baru yang sok cantik itu...Mungkin pacar gelapnya pak Cristian!" ujarnya pada temannya. Mereka saling berbisik bisik. Tetapi suara itu bisa terdengar oleh Kazel.
" Iya ya, kalo tak ada hubungan special, mana mungkin dia bisa cepat diangkat menjadi casir. Pasti sudah tidur dengan sibos."
Ser...Darah Kazel hampir naik keubun ubunnya. Dia terbakar emosi. Nyaris menghentikan langkah pada kedua orang itu. Tapi ia segera mengendalikan diri.
Astaga, benar saja pada pikiran saya kemarin. Pasti pelayan pelayan wanita disini, akan ada yang membencinya. Mereka iri melihat posisi saya sekarang ini. Bisik Kazel dalam hati. Kazel pura pura tak mendengarnya. Dia terus maju, lewat dihadapan mereka.
" Kazel...Kamu mau kemana?" Vixo berdiri didepan pintu ruang DJ.
" Saya mau membeli makanan." Jawab Kazel. Dia pun berhenti dihadapan tubuh lelaki itu.
" Oya, kalau begitu...Ayo sama sama. Gua juga mau kesana. Kita makan bareng ya..." Vixo meraih jemari kanan Kazel. Lalu menggenggamnya.
" Vixo..." Secara perlahan, Kazel berusaha menarik tangannya. merasa tak enak dilihat oleh para staf yang sedari tadi masih memperhatikan dirinya. Vixo malah tertawa, meng eratkan gengaman itu. Dia mengajak Kazel berjalan beriringan, keluar dari situ.
" Lihatlah kelakuannya, semua lelaki disini mau diladeninya! Uh dasar!!!" Teriak salah seorang dari penggosip tadi. Dia dengan sengaja bersuara keras, seolah olah mau mendengarkan pada Kazel.
" Iya tu, awas dia...Nanti saya kasih omongan yang tegas padanya!" Sahut yang lain.
Sayup sayup Kazel memang mendengarnya. Tetapi ia terus saja berlalu. Walaupun dengan perasaan penuh kecemasan... Ya allah, ada lagi masalah dalam hidup saya. Berilah kekuatan dan ketabahan dalam langkah saya, ya allah. Katanya terisak pada hati yang paling dalam...
"karya ini merupakan jalur karya kreatif"
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments
It Is.
sabar zel...
2024-03-07
2
wes boi
ksian banget kazel ini disyirikin trus ama org tor😒
2024-03-05
1