Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."

Setelah mobil lelaki tampan dan perlente, yang dikira Kazel itu adalah suaminya berlalu pergi, wanita ini pun terpaku, berdiri tergamam ditempatnya! Dia benar benar tak menyangka, kalo Devan sama sekali tak mau menoleh, apalagi menyapanya.

Ya allah, begitu hinanyakah diri saya? Hingga suami saya pun, kini bagaikan membenci saya... Dosa apa yang saya lakukan? Mengapa semua orang yang saya sayangi, pergi menjauhi bahkan meninggalkan hidup saya... Mengapa engkau tak ambil saja nyawa saya ini ya allah, kenapa saya harus koma? Dan kenapa saya harus hidup kembali, kalau hanya untuk menerima deraan ini...? Kazel mencoba tak menangis disitu...

Segumpal rasa sesak, terasa dalam dadanya. Dua tetes air mata, tiba tiba jatuh bergulir dipipinya...Ia ingin menjerit! Kenyataan ini sangat pedih untuk dirasakannya...

" Kazel, kemarilah nak..." Suara om Riyan terdengar perlahan, didekat tubuh Kazel.

" Om...!" Kazel menghambur kedalam pelukan om Riyan. Dia langsung terisak isak disana.

Om Riyan mendekap tubuhnya erat erat, ia juga membelai pucuk kepala Kazel dengan perlahan, " Sudah nak, jangan bersedih..." Kata om Riyan lagi.

" Saya hampir tak kuat... kenapa jalan hidup saya harus seperti ini, om...?" Sela Kazel dengan suara lirih. Ia membenamkan wajah ketengah dada om Riyan.

Om Riyan hanya terdiam, terus mendekapnya.

" Tapi belum tentu pria tersebut benar benar Devan. Mungkin ia punya wajah yang sama dengan rupa suamimu."

" Tidak om, pria itu benar Devan. Saya yakin dengan pandangan saya." Kazel kini menjauh, dari dalam pelukan om Riyan.

" Sekarang, lebih baik kembali kedalam, nak..." Ajak om Riyan lalu merangkul bahu Kazel. Dia Membawa wanita ini masuk kembali.

Tiba didepan meja kasir, om Riyan membayar minuman lantas menghampiri Bryan, "Permisi Bryan, kami pamit dulu ya..." Kata om Riyan.

" Iya tuan, terimakasih. tapi, apa nanti nona Kazel jadi bekerja disini?" Tanya Bryan.

" Iya Bryan, saya pasti jadi kerja. Kapan saya bisa memulainya?" Kazel menyela obrolan itu. Dia begitu semangat, karena ingin mengetahui...Apakah pria tadi itu adalah Devan atau bukan!

" Besok malam anda sudah bisa bekerja. Masuk jam setengah delapan ya." Jawab Bryan lalu tersenyum manis.

Selanjutnya,Om Riyan dan Kazel berpamitan dan meninggalkan tempat itu.

" Ingat Kazel, tujuan kamu kerja disana hanya untuk menyelidiki pria tadi. Saya berharap tidak lebih dari itu. Jaga diri baik baik ya, nak..." Kata om Riyan ketika sudah berada didepan pagar rumah Kazel.

" Iya om, saya akan mengingat pesan ini. Tapi, tolong om juga memantau saya ya." Jawab Kazel.

" Pastilah nak, sesekali om akan main kesana. Sekarang kamu istirahat ya, tenangkanlah diri dan jangan banyak berpikir. Om pamit ya, asalamualaikum..."

" Terimakasih om. Hati hati dijalan ya, waalaikumsalam..."

Kazelpun menatap kepergian mobil om Riyan, hingga hilang dari pandangan mata. Lalu ia masuk kedalam rumah.

**********

Ya allah, maafkan saya karena mulai malam ini dan selanjutnya saya harus melepaskan hijab. Saya terpaksa melakukannya ya allah. Saya juga sebenarnya tak mampu kerja dimalam hari, tapi demi untuk mencari bang Devan saya akan melakukan hal ini... Bila tindakan ini salah ya allah, saya mohon berilah maaf dan ampunan buat saya...Amin ya robbilalamin...

Setelah selesai berdoa, Kazel melepaskan mukenah. sholat Isya baru saja diahirinya. Dia kini mulai berdandan, lantas memakai pakaian yang sangat sederhana. Tidak terlalu sopan, namun tidak juga sangat sexy.

Tadi sore ia sempat membuka sebuah aplikasi didunia maya. Dimana disitu, ia membaca dan memahami tentang cara kerja Bartender serta penampilannya.

Semoga allah metestui langkah saya ini, amin...Bisiknya dalam hati. Dia pun melangkah keluar. Menjumpai om Riyan yang telah datang untuk mengantarnya.

" Terimakasih om..." Kata Kazel setelah tiba ditempat tujuan. Ia juga mencium tangan om Riyan.

Sejak kecil, Sikap santun inilah yang tidak pernah ia lupakan.

" Semangat ya, nak..." Jawab om Riyan sambil tersenyum.

Kazel lalu meninggalkan om Riyan dan masuk kedalam Pub. Tiba didepan meja bar, Bryan telah menunggunya.

" Hai Kazel, saya pikir kamu tak jadi datang..." Sambut pria yang memiliki penampilan modis dan bermata biru ini. Setiap bicara, ia selalu tersenyum, hingga dua buah lesung pipit, tampak pada kedua belah pipinya.

" Iya, saya tak terbiasa untuk mengingkari janji..." Jawab Kazel sedikit kikuk. Maklumlah, ini kesan pertamanya dalam hal bersosialisasi. Apalagi saat ini, yang ada dihadapannya, adalah seorang lelaki. Ia harus mampu menjaga sikap sebagai wanita yang beriman...

" Oh iya, silahkan kamu pakai seragam ini ya, baju ini memang diberikan buat semua karyawan disini." Bryan menyodorkan satu set busana kerja. Satu kemeja lengan pendek berwarna putih dan rok mini berukuran diatas lutut.

" Hah, eh iya...terimakasih." Kata Kazel agak tergagap. Ragu ragu ia menerima pakaian itu.

Ya allah, saya akan memakai rok pendek ini...Apakah saya bisa...? Bisiknya dalam hati.

" Kamu boleh mengenakannya diruang samping kantor bos. Itu kamar salin khusus, buat para staf disini." Jelas Bryan lagi.

" Baiklah Bryan, dimana letak ruangan itu?" Tanya Kazel.

" Kamu jalan lurus, lalu belok kekanan. Nah pada ruangan kedua, itulah tempatnya. Hati hati, jangan salah masuk, ruang pertama, adalah kamar kerja sibos loh..." Bryan tertawa kecil seraya menunjuk kearah yang dimaksudkan olehnya.

Kazel menganggukan kepala. Ia kemudian berjalan ketempat itu.

Saat berada didalam, ia mulai mengganti pakainnya. Selang lima menit, wanita ini selesai. Ia keluar lagi. Ketika akan melalui depan pintu kantor bos, Kazel berpapasan dengan pria yang kemarin. Nyaris saja keduanya bertabrakan...

" Eh, maaf, maaf pak..." Katanya sambil meluruskan tubuh. Tadi ia hampir saja tersungkur, karena satu kakinya tersangkut pada ujung sepatu lelaki itu.

" Kamu tidak apa apa?" Tanya bos, seraya membantu kazel untuk berdiri.

Reflek Tatapan mata mereka saling berpandangan. Kazel terpana dan terkaget kembali... Suara dan wajah itu begitu amat dikenalinya. Namun dia harus bisa mengendalikan diri. Dia takut salah. Dia teringat kata kata om Riyan. Mungkin, pria ini hanya mempunyai kesamaan dengan wajah Devan.

" Iya pak, saya tidak apa apa. Maafkan saya, tadi tak melihat kehadiran anda." Ucap Kazel. Dia menundukan wajah.

" Sudahlah tak apa apa, tidak ada yang perlu dimaafkan. Apa anda karyawan baru disini?"

" Benar pak, ini malam pertama saya mulai bekerja..."

" Oh baiklah. Selamat bekerja ya, selamat bergabung dengan kami." Pria itu menyalami Kazel dengan sikap ramah.

" Terimakasih pak..." Kazel juga membalasnya dengan sopan.

Selanjutnya, mereka berpisah. Kembali ketempatnya masing masing.

" wah, kamu kelihatan sangat serasi, memakai styealan ini..." Bryan memuji Kazel dengan wajah riang. Dia menatap tubuh Kazel dari atas, hingga keujung kaki.

Kazel tersipu malu malu, " Hem, kamu ada ada saja Bryan, moga penampilan saya, tak membuat semua kecewa ya..." Balasnya.

Kedua orang itu pun lalu mulai melakukan aktifitas. Sebagai pemula, Kazel banyak diajarkan oleh Bryan, tentang semua tata cara kerja dan sebagainya.

Malam itu mereka bisa saling bekerja sama dengan cukup baik. Karena sikap dari Kazel yang cepat memahami serta penuh semangat. Yah, Kazel berniat akan segera mencari tahu, infomasi tentang sibosnya itu! Apakah dia Devan, atau hanya seseorang yang mirip dengannya...

"karya ini merupakan jalur kreatif"

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

It Is.

It Is.

Hem tor pnasaran...

2024-03-07

2

Ucu Borneo.

Ucu Borneo.

terimakasih karna terus setia mengikuti cerita saya, semoga kita sellu sehat ya, amin..😀🙏

2024-02-20

2

Mmadnan

Mmadnan

makin penasaran

2024-02-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian Aneh.
2 Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3 Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4 Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5 Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6 Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7 Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8 Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9 Episode. 9 " DJ Vixo..."
10 Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11 Bab. 11 " Xania marah! "
12 Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13 Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14 Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15 Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16 Bab. 16. " Xania hamil. "
17 Bab. 17 " Masalah Xania! "
18 Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19 Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20 Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21 Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22 Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23 Bab. 23. " Vixo sakit."
24 Bab. 24 " Mami! "
25 Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26 Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27 Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28 Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29 Bab. 29 " Ternyata..."
30 Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31 Bab 31 " Salah paham! "
32 Bab 32 " Kandungan Xania..."
33 Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34 Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35 Bab 35 " Obrolan bertiga."
36 Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37 Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38 Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39 Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40 Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41 Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42 Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43 Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44 Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45 Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46 Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47 Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48 Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49 Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50 Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51 Bab. 51 " Siasat Sarah."
52 Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53 Bab. 53 " Berita disosmed. "
54 Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55 Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56 Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57 Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58 Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59 Bab. 59 " Sarah menguping! "
60 Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61 Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62 Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63 Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64 Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65 Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66 Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67 Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68 Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69 Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70 Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71 Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72 Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73 Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74 Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75 Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76 Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77 Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78 Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79 Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80 Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81 Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82 Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83 Bab. 84. " Ahir pencarian..."
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Kejadian Aneh.
2
Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3
Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4
Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5
Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6
Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7
Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8
Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9
Episode. 9 " DJ Vixo..."
10
Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11
Bab. 11 " Xania marah! "
12
Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13
Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14
Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15
Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16
Bab. 16. " Xania hamil. "
17
Bab. 17 " Masalah Xania! "
18
Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19
Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20
Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21
Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22
Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23
Bab. 23. " Vixo sakit."
24
Bab. 24 " Mami! "
25
Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26
Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27
Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28
Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29
Bab. 29 " Ternyata..."
30
Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31
Bab 31 " Salah paham! "
32
Bab 32 " Kandungan Xania..."
33
Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34
Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35
Bab 35 " Obrolan bertiga."
36
Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37
Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38
Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39
Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40
Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41
Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42
Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43
Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44
Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45
Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46
Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47
Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48
Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49
Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50
Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51
Bab. 51 " Siasat Sarah."
52
Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53
Bab. 53 " Berita disosmed. "
54
Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55
Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56
Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57
Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58
Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59
Bab. 59 " Sarah menguping! "
60
Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61
Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62
Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63
Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64
Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65
Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67
Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68
Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69
Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70
Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71
Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72
Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73
Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74
Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75
Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76
Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77
Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78
Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79
Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80
Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81
Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82
Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83
Bab. 84. " Ahir pencarian..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!