Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."

Ketika waktu pulang kerja tiba, Kazel masih duduk menunggu Xania dan pak Cristian keluar dari dalam kantor. Tapi kedua orang itu tak ada kelihatan juga. " Bryan, Kalau Club sudah tutup, Apakah pak Cristian terbiasa pulang lambat dari kita?" Kata Kazel.

Bryan tak menjawabnya, pria ini mematikan semua lampu ruang bar Lalu menutup pintunya. Dia mengajak Kazel meninggalkan ruangan itu.

" Pak Cristian memang selalu pulang telat dari kita, kadang beliau tidur didalam kantornya." Sahut Bryan, kini mereka sudah berdiri didepan pintu luar Club.

" Apa mau saya antar pulang?" Tanya Bryan. Dia belum melihat kehadiran om Riyan disitu.

" Tidak Bry, Terimakasih. saya menunggu om Riyan saja." Ujar Kazel sambil tersenyum.

" Baiklah, tunggu sebentar ya, saya mau keparkiran." Bryan meninggalkan Kazel. Lalu lima menit kemudian, pria ini sudah kembali. Sekarang telah berada diatas motornya, ikut menunggu disamping Kazel berdiri.

" Kenapa kamu tak terus pulang, Bry?" Tanya Kazel keheranan.

" Saya tak tega meninggalkan kamu disini. Apalagi ini sudah jam tiga subuh." Sahut Bryan dengan wajah was was.

Kazel tersenyum padanya. Pria ini sungguh sangat baik. Mau peduli pada saya. Padahal, kami baru saja sehari kenalan, tapi sikapnya sungguh perhatian...

" Maaf ya, saya jadi merepotkan

kamu, Bry..." Kata Kazel lagi.

" Tidak Kazel, saya tidak repot kok, biasa saja ya. Janganlah berperasaan begitu..." Bryan membalas senyuman Kazel.

Dia mengedipkan sebelah mata dan tertawa renyah. Kazel pun jadi ikut tertawa, melihat semua kelucuan dari sikap Bryan. Pria ini telah berhasil menghiburnya.

Tak beberapa lama kemudian, om Riyan datang ketempat mereka berada. Kazel pamit dan masuk kedalam mobil.

" Terimakasih Bryan, karena mau menemani keponakan saya menunggu..." Kata om Riyan dibalik kemudi mobilnya.

Bryan menjawabnya, " Iya om, sama sama..." Katanya.

" Hati hati dijalan, Permisi..." Ujar Kazel lantas melambaikan tangan pada Bryan.

Bryan membalasnya. Dia terus berdiri, sambil menatapi mobil itu pergi melaju kejalan raya.

Hem, kenapa hati saya merasa berdebar debar, bila menatap pada kedua bola mata Kazel...? Bisik hati Bryan. Lelaki yang mempunyai tindik dilidahnya ini, lalu mengendarai motor balap miliknya. Tubuhnya yang tegap dan tinggi itu, tampak serasi menaiki kendaraan tersebut.

Tiba didepan rumah, Bryan masuk kedalam kamarnya. Dia langsung merebahkan tubuh diatas bed. Dengan perlahan lahan ia mengadahkan wajah keatas, terbayang pada seraut wajah milik Kazel. Dia senyum senyum sendiri. Sepertinya, pria ini sedang jatuh cinta...

**********

Kazel baru saja membersihkan diri. Lalu setelah itu, ia duduk ditepi ranjang. Dia mengingat ingat kembali peristiwa diclub tadi.

Kenapa saya tak menanyakan alamat pak Cristian ya...Kalau saya sudah dapat tahu, sudah pasti saya akan minta tolong om Riyan untuk mengeceknya. Siapa sebenarnya lelaki itu... Kata Kazel dalam hati.

Ketika masih melamun, tiba tiba Handphonenya bergetar. Tanda ada Pesan masuk disitu. Kazel lalu membacanya,

Bryan : Kazel, kamu sudah tiba dirumah? √√

Saya : Iya, saya sudah dirumah. Kamu? √√

Bryan : Oh syukurlah. Selamat beristirahat ya...√√

Saya : Terimakasih Bry, kamu juga ya...√√

Lalu pesan watsaff tersebut pun berakhir. Kazel tersenyum senyum membacanya. Dia lalu membayangkan sosok Bryan. Pria yang telah tiga tahun putus dari pacarnya itu, mengucapkan selamat tidur buatnya.

Membuat perasaan Kazel jadi senang dan tenang. Sejenak, Dia bisa melupakan pak Cristian dan Xania dari dalam benaknya. Kini, selain om Riyan...Kazel memiliki orang lain lagi, sebagai pelengkap dalam hidupnya. Semoga saja Bryan selalu tulus padanya. Ujar Kazel dalam hati.

**********

Keesokan harinya, pada jam sepuluh pagi, Pak didi datang menjumpai Kazel dirumah. Mantan sopir itu memberikan sebuah apmlop tebal pada Kazel.

" Titipan dari siapa pak?" Tanya Kazel.

" Itu dari orang tua non kazel..." Jawab pak Didi.

Kazel lalu membukanya, melihat isi amplop tersebut. Tampaklah setumpukan Uang ratusan ribu disana. Jumlahnya kira kira dua puluh juta rupiah.

" Kata nyonya, nanti non buat nomor rekening dibank. Lalu beritahukan pada saya. Beliau akan mentransfer uang setiap bulan buat non..." Jelas pak Didi lagi.

" Hem begitu ya, dimana mama dan papa berada pak?" Tanya Kazel.

" Maaf non, saya juga tidak tahu tempat tinggal mereka. Beliau tadi malam datang kerumah saya, untuk minta tolong agar menyampaikan amplop ini pada non Kazel." Pak Didi menatap wajah kazel dengan perasaan pasti.

" Oh, apa bapak tahu nomor telepon mereka?"

" Maaf non, itu juga saya tidak tahu..."

Kazel dan pak Didi membisu sejenak. Lalu setelah lewat lima menit, pak Didi pun berpamitan.

" Pak, pak tunggu!" Kata Kazel setengah teriak, saat lelaki itu akan masuk kedalam mobilnya.

" Ada apa non?" Jawab pak Didi dengan wajah keheranan.

" Saya minta nomor telepon bapak ya, boleh tidak?"

" Oh, tentu saja boleh non. Ini nomor saya." Pak didi segera menyebutkan beberapa angka pada Kazel.

" Terima kasih pak..." Wanita ini pun mencatat dan menyimpan didalam kontak Handphonenya. Selanjutnya pak Didi pergi dari tempat itu.

Kazel duduk lagi diruang tamu. Dia melihat lagi isi dari amplop tersebut. Ternyata mama dan papa masih peduli pada saya. Terimakasih mama, papa. Saya berjanji, suatu saat saya akan membalas semua kebaikan kalian ini...Ucap Kazel dengan penuh linangan air mata. Yah, dia menyadari, dia tak bisa memiliki kedua orang tua asuh itu. Karena dirinya hanyalah seorang anak angkat dari mereka.

" Asalamualaikum...!" Om Riyan telah berdiri didepan pintu.

" Walaikumsalam, mari silahkan masuk om...kebetulan ni, ada kabar baik om." Jawab Kazel.

Om Riyan melangkah kearah Kazel lalu duduk disampingnya. " Ada berita apa, Zel?" ujarnya.

" Mama dan papa memberi saya uang om. Tadi pak didi menyampaikannya kemari."

" Oh syukurlah. Berarti mereka masih perhatian pada dirimu."

" Iya om, besok saya membuat rekening. Setiap bulan Mama akan memberikan uang pada saya, om."

" Baguslah Zel, nanti kita pergi kesana ya." Om Riyan tertawa kecil. Dia merasa ikut bahagia, mendengar hal itu. Semoga saja Kazel makin semangat serta tak bersedih lagi.

" Kazel, saya juga membawa kabar baik buatmu..." Kata om Riyan setelah sejenak berdiam diri.

" Hah, kabar apa om?" Kazel memandangi wajah om Riyan dengan mata berbinar binar.

" Saya telah mencari alamat pak Cristian. Dan saya juga telah mendapatkannya, dari scurity yang menjaga diclub tersebut." Jelas om Riyan lagi.

" Alhamdulillah om. Dimanakah alamatnya om?"

" Kalo tak salah, tempat tinggal beliau, tak jauh dari club itu."

" Oh, begitu ya..." Sela Kazel dengan perlahan.

" Gimana kalau sekarang kita datangi rumahnya?" Usul om Riyan penuh semangat.

Sejenak Kazel termenung, lalu...

" Tapi, apa alasan kita kesana nanti, om?" Sambungnya.

" Kita bilang saja, kalau kita sedang mencari sebuah rumah kontrakan, jadi kita pura pura bertanya disana..." Om Riyan menatap kazel dalam dalam. Menunggu persetujuan dari wanita itu.

Kazel tersenyum, mengangukan kepalanya, " Benar juga om. Ayo kita pergi sekarang!" Ajaknya, lantas berdiri. Om Riyan juga mengikutinya.

Keduanya lalu keluar dari dalam rumah. Pergi menuju kearah mobil, Kemudian masuk disana. Kendaraan roda empat itu pun segera melaju, ketempat yang dituju...

"karya ini merupakan karya jalur kreatif"

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Romy.

Romy.

hati hati dijalan y kazel,om...hehee

2024-04-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian Aneh.
2 Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3 Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4 Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5 Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6 Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7 Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8 Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9 Episode. 9 " DJ Vixo..."
10 Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11 Bab. 11 " Xania marah! "
12 Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13 Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14 Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15 Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16 Bab. 16. " Xania hamil. "
17 Bab. 17 " Masalah Xania! "
18 Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19 Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20 Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21 Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22 Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23 Bab. 23. " Vixo sakit."
24 Bab. 24 " Mami! "
25 Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26 Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27 Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28 Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29 Bab. 29 " Ternyata..."
30 Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31 Bab 31 " Salah paham! "
32 Bab 32 " Kandungan Xania..."
33 Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34 Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35 Bab 35 " Obrolan bertiga."
36 Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37 Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38 Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39 Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40 Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41 Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42 Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43 Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44 Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45 Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46 Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47 Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48 Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49 Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50 Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51 Bab. 51 " Siasat Sarah."
52 Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53 Bab. 53 " Berita disosmed. "
54 Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55 Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56 Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57 Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58 Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59 Bab. 59 " Sarah menguping! "
60 Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61 Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62 Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63 Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64 Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65 Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66 Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67 Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68 Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69 Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70 Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71 Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72 Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73 Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74 Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75 Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76 Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77 Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78 Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79 Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80 Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81 Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82 Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83 Bab. 84. " Ahir pencarian..."
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Kejadian Aneh.
2
Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3
Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4
Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5
Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6
Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7
Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8
Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9
Episode. 9 " DJ Vixo..."
10
Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11
Bab. 11 " Xania marah! "
12
Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13
Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14
Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15
Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16
Bab. 16. " Xania hamil. "
17
Bab. 17 " Masalah Xania! "
18
Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19
Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20
Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21
Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22
Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23
Bab. 23. " Vixo sakit."
24
Bab. 24 " Mami! "
25
Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26
Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27
Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28
Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29
Bab. 29 " Ternyata..."
30
Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31
Bab 31 " Salah paham! "
32
Bab 32 " Kandungan Xania..."
33
Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34
Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35
Bab 35 " Obrolan bertiga."
36
Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37
Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38
Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39
Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40
Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41
Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42
Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43
Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44
Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45
Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46
Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47
Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48
Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49
Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50
Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51
Bab. 51 " Siasat Sarah."
52
Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53
Bab. 53 " Berita disosmed. "
54
Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55
Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56
Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57
Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58
Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59
Bab. 59 " Sarah menguping! "
60
Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61
Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62
Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63
Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64
Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65
Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67
Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68
Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69
Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70
Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71
Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72
Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73
Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74
Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75
Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76
Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77
Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78
Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79
Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80
Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81
Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82
Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83
Bab. 84. " Ahir pencarian..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!