Bab 8. " Obrolan rahasia. "

Setelah kepergian pak Cristian dan Xania, Bryan menghampiri Kazel.

" Sabar ya Zel, semua orang diClub ini tahu kok, siapa Xania itu. Makanya, walau telah dua tahun berpacaran, pak Cristian belum mau menikahinya..." Kata pria itu, meredakan tangisan Kazel.

" Iya Bryan, saya tak apa apa. Hanya sedih saja, mengapa dia bisa melupakan persahabatan kami dulu. Padahal Xania sudah dianggap bagian dari keluarga saya." Jawab Kazel, kemudian menyeka air matanya.

" Hem, sudahlah, dia tak layak untuk kamu pikirkan lagi." Bryan memandang wajah Kazel dalam dalam. Bagaimana sebenarnya kehidupan Kazel? apa benar dia bakalan menjanda, dan dia juga pernah koma bertahun tahun lamanya. Berarti dulu ia sakit keras...Kasihan sekali wanita ini. Bisik Bryan dalam hati.

" Selamat malam..." Tiba tiba seorang wanita cantik berdiri didepan meja bar. Dia bicara pada Bryan.

" Iya selamat malam..." Jawab Bryan.

" Saya ada janji dengan bapak pimpinan disini." Ucap wanita itu lagi sambil menyunggingkan senyuman. " Apa beliau ada...?"

Bryan diam sesaat, lalu, " Maaf, kalau boleh tahu, ada urusan apa ya, nona?"

" Saya dipanggil untuk interviu kerja..."

" Oh tunggu sebentar ya, nanti saya sampaikan." Lalu Bryan menelpon pak Cristian.

" Oh iya, siapa nama anda?" Tanya Bryan. Wanita tadi lantas menyebutkan namanya.

Beberapa saat Bryan bicara ditelepon itu. Setelah selesai dia berkata lagi, " Maaf nona, Kata pak Cristian anda boleh datang lagi, besok siang ya. Beliau ada meeting bersama cliennya."

" Baiklah, terimakasih ya. Saya permisi." Lalu wanita tersebut berlalu dari situ.

" Pak Cristian mau nambah karyawan lagikah Bry?" Tanya Kazel.

" Iya Kazel. Buat diperkerjakan dirumahnya. Sebagai model bisnis on line." Bryan bercanda sambil tertawa lebar.

" Oh begitu ya." Ujar Kazel lagi.

Tak lama kemudian, Xania lewat dihadapan mereka. Dia berjalan dengan wajah angkuh, menuju keluar.

" Heh, lihat tu, tampaknya Xania sudah diputuskan oleh pak Cristian. Rasain..." Kata Bryan. Mereka memandang kearah pintu, tempat dimana tubuh Xania menghilang.

Hem, ternyata Bryan kepo juga ya dengan urusan ini. seperti sangat tak menyukai Xania. Ujar Kazel dalam hati.

" Sudah Bry, kita tak usah lagi mikirin dia. Semoga saja Xania bisa memperbaiki dirinya." Sela Kazel sambil tersenyum.

**********

Kazel baru saja bangun. Tubuh wanita ini seperti enggan untuk beranjak. Tadi malam ditempat kerja, ramai didatangi oleh para pengunjung. Dia merasa sangat lelah.

Haduh, semua tulang saya sakit serta nyilu nyilu, Mungkin efek dari begadang...Pikir Kazel. Sudah selama seminggu Kazel kerja ditempat hiburan malam itu. Dia Tak ada menemukan informasi apa apa. Pak Cristian mungkin bukan Devan, Hanya punya kemiripan saja dengan suaminya.

Tiba tiba Bryan meneleponnya, " Halo!" Jawab Kazel.

" Kamu ada dimana, Zel?" Tanya Bryan.

" Saya sedang dirumah, ada apa Bry?"

" Bisakah kamu menemani saya pergi?"

" Mau kemana?" Ujar Kazel lagi.

" Saya mau berkunjung kepanti asuhan, apa kamu bersedia?"

Kazel lalu berpikir sejenak. Dari pada diam dirumah, lebih baik saya ikut bersama Bryan. Moga saja pikiran saya menjadi lebih tenang. Katanya dalam hati.

" Baiklah Bry, saya akan temani kamu kesana." Sahut Kazel lagi.

" Terima kasih ya, satu jam lagi saya akan menjemput dirimu dirumah."

" Iya Bry, saya bersiap siap dulu ya..." Kazel pun lalu menutup obrolan tersebut.

Bryan menepati janjinya. Dia tiba dirumah Kazel dalam satu jam. Kedua orang itu menaiki motor Bryan. Lalu pergi menuju ketempat tujuan.

" Bray, ini tempat saya juga loh. Mama dan papa mengadopsi saya dipanti asuhan ini." Ujar Kazel kala telah tiba disana.

" Wah kebetulan dong, disinilah saya dirawat dan dibesarkan." Balas Bryan tersenyum kecil.

" Sayangnya, mungkin dari bayi kita sudah terpisah. Jadi tak sempat untuk berkenalan. Baru sekarang kita berjumpa." Bryan berucap kembali.

" Mama dan papa dulu selalu membawa saya kemari, setiap hari ulang tahun saya. Keluarga merayakannya, bersama anak anak serta ibu dan bapak panti asuhan."

" Oh iya, berarti kamu terkenal dong disini."

" Iya, begitulah Bry..." Jawab Kazel lalu tersenyum.

Selanjutnya mereka melangkah masuk kedalam. Kedua orang tersebut langsung disambut dengan tawa riang oleh anak anak disana. Terutama dengan Kazel. Bocah bocah itu tak segan segan memeluk serta menciuminya. Karena sudah selama tiga tahun ini Kazel tak pernah datang kesitu lagi. Ibu dan bapak panti juga terkejut. Mereka tak menyangka dapat bertemu kembali dengan Kazel.

" Bry, saya main sebentar ya bersama anak anak." Kata Kazel setelah selesai bicara dengan ibu dan bapak panti asuhan.

" Iya silahkan..." Jawab Bryan.

Pria ini menjadi terharu berada didalam suasana itu. Kebaikan keluarga Kazel, rupanya sangat berarti bagi semua penghuni panti asuhan. Kazel terlihat jadi semangat kembali. Tadi pun dia mengatakan, bahwa dia selalu bahagia bila berada disini. Dia merasa mempunyai keluarga. Tak henti hentinya dia bercanda dan bermain dengan anak anak.

" Sekarang hari telah sore, mari kita pulang." Bisik Bryan pada Kazel. Kazel jadi tersadar...

" Hah, tak terasa ya Bry, waktu hampir menjelang pukul tiga..." Sahutnya. Lalu pamit pada anak anak.

Merekapun melangkah menuju kekantor, menjumpai ibu dan bapak panti asuhan. Lalu Kazel dan Bryan pergi dari tempat itu.

" Kamu tak masuk dulu Bray?" Ujar Kazel ketika sudah sampai didepan rumahnya.

" Terimakasih, Saya langsung pulang saja ya. Badan saya sudah gerah, pingin mandi Zel." Jawab Bryan.

" Baiklah, hati hati dijalan ya..." Ujar Kazel lalu melambai kearah Bryan. Pria itu pun berpamitan.

**********

Kebetulan malam ini saya off kerja. Lebih baik, sekarang saya pergi kerumah om Riyan. Hari pun masih sore. Saya datang sendiri saja, tak usah dijemput olehnya. Ucap Kazel dalam hati.

Seperti biasa, Kazel memesan ojec on line untuk tiba disana.

Selama dua puluh menit, Kazel telah sampai didepan rumah om Riyan. Pintu pagar tampak masih tertutup. Dia lantas membukanya. Dengan pelan pelan dia melangkah menuju keteras. Tiba disitu, ia tertegun. Dia mendengar suara om Riyan dan kak Lola sedang berbicara. Kak Lola adalah putri tunggal om Riyan.

" Mengapa papa membiarkan Kazel kerja ditempat Devan?" Tanya kak Lola.

" Bik Tini yang memberikan info pada Kazel. Makanya, mereka bertemu disitu..." Jawab om Riyan.

Hah, mereka menyebut nama suami saya? Kazel jadi terkejut mendengarnya.

" Terus gimana, apa Kazel dan Devan saling mengenali?"

" Kalau Devan, tidak mengenali Kazel. Tapi Kazel, seperti punya insting yang dalam, dia yakin bahwa pak Cristian atasannya itu adalah suaminya." Om Riyan bicara sambil berbisik. Bagai takut didengar oleh orang lain.

Jadi, pak Cristian itu benar benar adalah Devan, suami saya. Kata Kazel dalam hati. wanita ini tiba tiba saja berlari kecil, bersembunyi didalam garasi. Karena disaat itu, dia melihat kak Lola akan pergi keluar rumah.

" Sebentar pa, saya ambil dulu surat kuasa dari pengacara." Kak Lola lalu berdiri, berjalan menuju kemobilnya. Untung saja tubuh Kazel tak terlihat. Karena wanita ini berjongkok dibagian samping kendaraan milik om Riyan.

Setelah meraih barang yang dimaksudkannya, kak Lola pun kembali masuk kedalam. Lalu Kazel mengintip lagi.

" Ini pa, tolong disimpan dengan baik ya..." Kak Lola memberikan sebuah amplop berwarna putih kepada om Riyan.

" Nanti saya beritahukan, kapan surat ini akan digunakan. Yang penting kita telah memilikinya."

" ya, baiklah." om Riyan segera membaca isi berkas tersebut. Selanjutnya ia menganggukan kepala.

" Nanti saya juga akan bicara dengan Xania. Papa pura pura tidak tahu saja..." Lanjut kak Lola.

" Tapi gimana kalau ternyata Xania dan Devan tak menikah? Hal ini pasti tambah rumit."

" Sudahlah pa, itu urusan saya. Saya yang akan mengaturnya. Yang penting Xania melakukan peran sandiwaranya dengan baik." Kak Lola tersenyum pada om Riyan.

Hem, ahirnya saya tahu, bahwa om Riyan dan Xania sama sama telah membohongi saya. Bisik Kazel dalam hati. Rupanya, Kak Lolalah yang menjadi otak dari semua ini. Tapi kenapa, Devan tak menyadarinya? Mengapa pula dia tak mengenali saya? Dia bagai mengalami Amnesia! Kazel lalu berjalan mengendap endap, pergi dari rumah itu.

**********

Ya allah, saya tidak percaya lagi pada om Riyan, saya kecewa pada beliau. Sampai hati om Riyan membohongi saya...Ya allah, kemana lagi saya harus bersandar, untuk melalui jalan hidup saya ini...Saya merasa tidak punya siapa siapa lagi. Berikanlah jalan agar suami saya kembali mengingat saya ya allah...Amin...

Kazel menyelesaikan doa dalam sholat mahgribnya. Air matanya bercucuran. Kesedihan terjadi kembali dalam hatinya. Saat ini ia harus kuat, ia mesti bersabar. Agar ia dapat segera menyatu dengan suami dan anaknya lagi. Dimanakah kesadaran Devan? Dan dimanakah putranya kini berada?

Dengan mengumpulkan tekad dan semangat, ia berjanji pada diri sendiri. Bahwa kelak harus bisa mengungkap misteri ini... Walaupun ia harus berpura pura baik kepada om Riyan, Xania, juga pada kak Lola. Justru saya akan berusaha untuk mendekati mereka! Katanya dalam hati.

"karya ini merupakan karya jalur kreatif"

Bersambung....

Terpopuler

Comments

It Is.

It Is.

smngat kazel...

2024-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian Aneh.
2 Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3 Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4 Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5 Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6 Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7 Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8 Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9 Episode. 9 " DJ Vixo..."
10 Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11 Bab. 11 " Xania marah! "
12 Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13 Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14 Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15 Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16 Bab. 16. " Xania hamil. "
17 Bab. 17 " Masalah Xania! "
18 Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19 Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20 Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21 Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22 Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23 Bab. 23. " Vixo sakit."
24 Bab. 24 " Mami! "
25 Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26 Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27 Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28 Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29 Bab. 29 " Ternyata..."
30 Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31 Bab 31 " Salah paham! "
32 Bab 32 " Kandungan Xania..."
33 Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34 Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35 Bab 35 " Obrolan bertiga."
36 Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37 Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38 Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39 Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40 Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41 Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42 Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43 Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44 Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45 Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46 Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47 Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48 Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49 Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50 Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51 Bab. 51 " Siasat Sarah."
52 Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53 Bab. 53 " Berita disosmed. "
54 Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55 Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56 Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57 Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58 Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59 Bab. 59 " Sarah menguping! "
60 Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61 Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62 Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63 Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64 Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65 Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66 Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67 Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68 Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69 Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70 Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71 Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72 Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73 Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74 Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75 Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76 Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77 Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78 Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79 Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80 Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81 Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82 Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83 Bab. 84. " Ahir pencarian..."
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Kejadian Aneh.
2
Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3
Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4
Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5
Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6
Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7
Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8
Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9
Episode. 9 " DJ Vixo..."
10
Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11
Bab. 11 " Xania marah! "
12
Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13
Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14
Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15
Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16
Bab. 16. " Xania hamil. "
17
Bab. 17 " Masalah Xania! "
18
Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19
Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20
Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21
Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22
Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23
Bab. 23. " Vixo sakit."
24
Bab. 24 " Mami! "
25
Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26
Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27
Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28
Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29
Bab. 29 " Ternyata..."
30
Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31
Bab 31 " Salah paham! "
32
Bab 32 " Kandungan Xania..."
33
Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34
Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35
Bab 35 " Obrolan bertiga."
36
Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37
Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38
Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39
Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40
Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41
Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42
Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43
Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44
Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45
Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46
Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47
Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48
Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49
Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50
Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51
Bab. 51 " Siasat Sarah."
52
Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53
Bab. 53 " Berita disosmed. "
54
Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55
Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56
Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57
Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58
Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59
Bab. 59 " Sarah menguping! "
60
Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61
Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62
Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63
Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64
Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65
Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67
Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68
Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69
Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70
Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71
Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72
Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73
Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74
Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75
Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76
Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77
Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78
Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79
Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80
Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81
Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82
Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83
Bab. 84. " Ahir pencarian..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!