Bab. 19. " Lamunan Vixo."

Pak Cristian dan Xania masih bicara didalam kamar. Mereka tidak tahu, bahwa Kazel melihat kelakuan keduanya dari camera cctv yang tersambung pada handphonenya.

Sungguh Kazel merasa sangat sedih, saat ia melihat Xania bermanja manja disamping tubuh suaminya.

Ya allah, betapa pedih rasa hati saya, tapi saya ikhlas...Suami saya waktu itu tak sadar, hingga dia mau memacari Xania. Saya akan memaafkannya. Tetapi, bantulah saya ya allah, supaya perkawinan mereka tak terjadi. Jangan pisahkan kami lagi ya allah...Saya ingin kembali untuk selamanya, menjadi keluarga yang kekal abadi...amin...

Kazel menangis terisak isak sendiri. Dadanya terasa sesak, menahan kepiluan yang begitu mendalam. Tapi dia tak bisa berbuat apa apa...

" Sekarang, tolong tinggalkan saya sendiri." Kata pak Cristian. Pria ini perlahan lahan menjauh dari Xania.

" Kenapa sayang, malam ini saya ingin tidur disini." Jawab Xania. Wajahnya tampak kesal.

" Tapi saya tidak mau. Kita tak boleh lagi tidur bersama."

" Hah, tapi dulu anda mau..."

" Saya minta maaf, itu karena saya belum tahu siapa diri saya sebenarnya...Saya khilaf, maaf saya minta maaf ya..."

Dek! Jantung Kazel terkejut. Dia mendengar ucapan itu. Jadi... Pak Cristian sudah tau siapa dirinya? Benarkah, ya allah...? Ucap Kazel perlahan, bicara pada diri sendiri.

" Cristian, apa maksud anda?!" Xania juga terbelalak...

" Ya...Saya ini bukan Cristian! Saya telah menikah dan punya seorang anak. Ini harus kamu ketahui... " Jelas pak Cristian. Dia bingung harus berkata apa, supaya Xania tak mengusiknya lagi.

Hah, apakah pria ini telah ingat pada dirinya? Apakah kini yang ada dihadapan saya, adalah... Devan? Pikir Xania sambil terus menatap kewajah pak Cristian dalam dalam.

" Kalau begitu, anda ini siapa?" Tanya Xania.

" Saya, saya...haduh, kepala saya sakit! Haduh, to...tolong ambilkan obat saya..." Tubuh pak Cristian ambruk diatas tempat tidur.

Xania segera menghampiri pak Cristian. Dia menggoyangkan badan pria tersebut berulang ulang kali. Sambil memanggil manggil namanya. Kazel tiba tiba sudah hadir disana.

" Tolong Kazel, tolong ambilkan obatnya..." Seru Xania terbata bata.

" Iya, iya... baiklah..." Lalu Kazel berlari kecil mengambil air minum dan obat pak Cristian.

Pak Crsitian tampak mengerang erang kesakitan. Ia memegangi bagian kepalanya.

" Sayang...minum dulu obatnya ya..." Ujar Kazel lalu merangkul tubuh pak Cristian. Dia segera meminumkan obat tersebut.

" Sayang, kamu kemana saja, tolong jangan tinggalkan saya..." Sela pak Cristian saat ia selesai menelan obat obat tersebut. Dia memeluk Kazel erat erat.

" Iya sayang, saya akan disini bersama anda. Sekarang, anda istirahat dulu ya..." Kazel lantas membelai pucuk kepala lelaki itu.

" iya sayang, terimakasih..." Pak Cristian memejamkan matanya.

Xania kini menyaksikan kedua orang itu dengan perasaan tak menentu. Dia cemburu, ingin marah, tapi juga prihatin pada keadaan pak Cristian. Akhirnya, ia hanya bisa menarik nafas panjang lalu berbaring diujung tempat tidur.

" Sekarang, saya mau istirahat juga. Saya sudah mengantuk." Kata Xania.

Posisi tubuhnya disamping kiri. Sedangkan Kazel disamping kanan pak Cristian. Keduanya sama sama menjaga tubuh pria tersebut.

Pak Cristian masih memeluk Kazel. Sepertinya dia berhasil melakukan sandiwaranya.

Ya ampun, kenapa Xania tak mau pergi. Padahal saya sudah berusaha membuatnya dirinya cemburu. Tapi, tampaknya dia biasa saja. Bisik pak Cristian didalam hatinya.

Sedangkan yang ada didalam perasaan Kazel, kini ia merasa sangat bahagia. Malam ini, adalah doa pertamanya yang dikabulkan oleh Allah SWT. Bisa terlelap bersama dengan suaminya lagi. Walaupun hanya semalam.

Malam itu, rembulan bersinar terang. Tetapi bintang bintang tampak sangat redup. Seredup isi hati milik Xania...

*********

Keesokan harinya pagi pagi sekali Xania sudah pulang kerumahnya. Dia mengantarkan orang tuanya kekediaman mereka. Letaknya diluar kota. Xania lupa dengan janjinya terhadap pak Cristian.

" Xania, tinggalah beberapa hari bersama kami nak, disini..." Kata ibu Lela. Saat telah tiba dirumah mereka.

" Iya nak, apa kamu tak kangen pada kami dan Baim, adikmu?" Sela pak Muslim.

Setelah berpikir sejenak, Xania pun menjawab.

" Baiklah, saya akan disini untuk beberapa hari. Asal bapak janji, tak akan menjodohkan saya lagi." Jawab Xania.

" Iya nak, bapak janji..." Sahut pak Muslim dengan wajah penuh penyesalan.

Xania Lalu masuk kedalam kamarnya. Sudah berbulan lamanya ruangan itu kosong.

Ya, tak salah juga kalau saya sejenak berada disini. Untuk menenangkan diri dari rasa kecewa terhadap pak Cristian. Pikir Xania.

" Kak, apa kabar?" Adik lelakinya datang dihadapan Xania.

" Eh, Baim...!" Setengah teriak Xania memeluki tubuh adiknya.

" Kabar kakak baik, kamu makin ganteng saja! Gimana kabarmu juga sayang?" Sambung Xania.

" Saya tak baik kak, hidup saya sepi tanpa kakak, tak ada lagi yang menemani saya main basket." Jawab Baim.

Keduanya kini duduk dikursi meja makan. Mereka saling bertukar cerita. Terutama dengan Baim, Remaja yang masih sekolah lanjutan atas ini menceritakan kehebatannya bermain Basket dan juga prestasi nilai mata pelajaran dikelasnya.

" Syukurlah kamu makin pinter sayang, nanti bisa lulus sekolah dengan nilai yang sangat baik." Kata Xania, saat Baim selesai bercerita.

" Iya kak, nanti saya mau kuliah dikota ya, kak. saya boleh kan tinggal dirumah kakak?" Tanya Baim dengan mata berbinar binar.

" Tentu saja boleh sayang. Kita akan bersama sama hidup disana ya..." Ujar Xania.

Merekapun tertawa bahagia. Lalu Xania mengajak baim untuk membantunya. Mereka membersihkan ruangan kamar dengan penuh semangat dan tawa canda. Masing masing saling melepaskan rasa rindu, yang sekian lama telah hilang, Karena kepergian Xania dari Rumah tersebut...

**********

Dikediaman Vixo, tampak sepi. Seharian ini dia hanya berbaring sambil memainkan telepon genggamnya. Pria ini sedang memerangi perasaannya. Rasa rindu terhadap Kazel, rasa ingin selalu bertemu dan rasa curiga.

Sungguh sulit untuk menghapus bayangan dirimu, apalagi untuk melupakan elo,Zel...Bisik Vixo dari dalam hati.

" Vixo, apa kamu ada didalam?" Suara Bryan terdengar dari luar.

Namun Vixo tak mendengarnya. Dia terus melamun...

Kazel, kenapa elo tak mengerti? Kenapa tak mau membalas perasaan gua... Elo bahkan tak pernah peduli lagi. Elo semakin jauh. Apakah elo mencintai pak cristian? Ataukah elo sengaja untuk memanasi perasaan gua?

Vixo tercekam dalam perasaan sedih. Tak pernah dia mencintai wanita segila ini. Biasanya para perempuanlah yang tergila gila padanya. Tapi kini, malah terjadi sebaliknya! Ah, kenapa gua bisa begini...?

" Vixo...!!! Bryan teriak keras.

Sesaat Vixo menghela nafas, panjangnya, Lalu keluar dari dalam kamar.

" Eh Bryan, masuklah..." Katanya sambil menatap kearah Bryan yang sedari tadi telah duduk diruangan tamu.

" Gua pikir elo masih tidur..." Gumam Bryan.

" tidak Bry, gua berbaring saja diranjang..."

" Jadikah kita pergi?" Ujar Bryan lagi.

" Ya, ampun Bry, Maaf gua lupa!" Balas Vixo lalu menepuk nepuk jidatnya. Hari ini kan dia berjanji dengan Bryan, mengunjungi pak Cristian.

" Hem, tumben? biasanya kamu yang paling semangat kesana, bahkan sering pergi diam diam tak mengajak saya!" Bryan tertawa tawa melihat kewajah Vixo. Mengejek pria itu.

" Iya Bryan, maaf...Gua lupa..."

" Ya sudahlah, ayo sekarang kita pergi. Kita nanti jemput Sarah dulu dirumahnya."

" Oh, Sarah mau ikut juga?"

" Iya Bry, dia sudah kangen dengan Kazel. Motor saya titip disini ya. Kita pakai mobil kamu saja."

" Iya, baiklah. tunggu sebentar..." Jawab Vixo. Dengan tergesa gesa dia kembali masuk dalam kamar.

Pria ini mengganti kimononya dengan kaos oblong dan celana pendek. Tak lupa memakai topi cupu. Ciri khasnya.

" Mari Bry kita berangkat." Kata Vixo setelah mengunci jendela dan pintu rumah.

Selanjutnya keduanya masuk kedalam mobil. Mereka segera pergi menuju kerumah sarah.

"karya ini merupakan karya jalur kreatif"

Terpopuler

Comments

Nana

Nana

👍👍👍

2024-03-18

0

It Is.

It Is.

👍👍👍

2024-03-07

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian Aneh.
2 Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3 Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4 Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5 Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6 Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7 Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8 Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9 Episode. 9 " DJ Vixo..."
10 Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11 Bab. 11 " Xania marah! "
12 Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13 Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14 Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15 Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16 Bab. 16. " Xania hamil. "
17 Bab. 17 " Masalah Xania! "
18 Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19 Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20 Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21 Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22 Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23 Bab. 23. " Vixo sakit."
24 Bab. 24 " Mami! "
25 Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26 Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27 Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28 Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29 Bab. 29 " Ternyata..."
30 Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31 Bab 31 " Salah paham! "
32 Bab 32 " Kandungan Xania..."
33 Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34 Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35 Bab 35 " Obrolan bertiga."
36 Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37 Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38 Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39 Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40 Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41 Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42 Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43 Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44 Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45 Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46 Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47 Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48 Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49 Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50 Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51 Bab. 51 " Siasat Sarah."
52 Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53 Bab. 53 " Berita disosmed. "
54 Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55 Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56 Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57 Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58 Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59 Bab. 59 " Sarah menguping! "
60 Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61 Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62 Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63 Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64 Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65 Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66 Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67 Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68 Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69 Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70 Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71 Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72 Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73 Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74 Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75 Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76 Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77 Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78 Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79 Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80 Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81 Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82 Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83 Bab. 84. " Ahir pencarian..."
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Kejadian Aneh.
2
Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3
Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4
Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5
Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6
Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7
Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8
Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9
Episode. 9 " DJ Vixo..."
10
Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11
Bab. 11 " Xania marah! "
12
Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13
Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14
Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15
Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16
Bab. 16. " Xania hamil. "
17
Bab. 17 " Masalah Xania! "
18
Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19
Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20
Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21
Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22
Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23
Bab. 23. " Vixo sakit."
24
Bab. 24 " Mami! "
25
Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26
Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27
Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28
Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29
Bab. 29 " Ternyata..."
30
Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31
Bab 31 " Salah paham! "
32
Bab 32 " Kandungan Xania..."
33
Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34
Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35
Bab 35 " Obrolan bertiga."
36
Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37
Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38
Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39
Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40
Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41
Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42
Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43
Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44
Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45
Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46
Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47
Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48
Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49
Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50
Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51
Bab. 51 " Siasat Sarah."
52
Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53
Bab. 53 " Berita disosmed. "
54
Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55
Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56
Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57
Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58
Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59
Bab. 59 " Sarah menguping! "
60
Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61
Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62
Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63
Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64
Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65
Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67
Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68
Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69
Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70
Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71
Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72
Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73
Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74
Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75
Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76
Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77
Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78
Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79
Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80
Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81
Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82
Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83
Bab. 84. " Ahir pencarian..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!