Bab 3. " Sebuah kartu nama."

Om Riyan mengemudikan mobil dengan perlahan. Pria yang lima tahun menduda tanpa anak ini, tak memerlukan waktu lama untuk tiba dikediaman bik Tini. Karena letaknya, tak jauh dari sudut keramaian kota.Disebuah area rumah liar mobil berhenti. Keduanya lalu berjalan kaki, memasuki sebuah gang sempit, yang ada disana.

" Asalamualaikum...!" Kata om Riyan, mulai mengetuk pintu rumah bik Tini. Beberapa saat menunggu, lalu..."Sepertinya tak ada orang disini." Sambungnya sambil melihat kekiri kanan sisi rumah.

" Iya om, mungkin bik Tini tak ada dirumah." Kazel membalas.

Dia memandang kearah depan. Ada rumah para tetangga disitu. Jaraknya hanya sekitar satu meter dari tempatnya berada. Kediaman tersebut nyaris berdempetan dan terkesan sangat sederhana.

" Mencari siapa?" Seorang ibu berusia tiga puluh tahun berdiri dihalaman sebelah. Ia menatap kearah om Riyan dan Kazel dengan tersenyum.

" Saya mau mencari Bik Tini, bu. Apa beliau ada?" Jawab om Riyan secara sopan.

" Oh, kemarin bik Tini sudah pulang kekampung, tuan." Balas ibu tersebut.

" oh begitu ya, beliau pulang dengan siapa bu?" Om Riyan melangkan maju mendekati ibu tadi. Kazel juga mengikutinya.

" Bik Tini telah pulang bersama keluarganya. Mereka tidak lagi menyewa rumah ini."

" Jadi, keluarga pemulung buta itu juga tak tinggal disini lagi bu?" Kazel menyela.

" Iya nona. Mereka semua akan menetap dikampung. Begitulah informasi yang saya dengar."

" Oh..." Om Riyan dan Kazel saling melongo. Berpandangan dengan rasa kecewa.

" Apakah anda yang bernama nona Kazel?" Ibu tetangga itu bertanya kembali. Kali ini ia menatap jelas, pada raut wajah Kazel.

" Iya bu, saya Kazel, dan ini om saya." Jawab Kazel.

Ibu tersebut tersenyum lagi. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya, " Ini ada titipan dari bik Tini non." Katanya, lalu memberikan kartu nama pada Kazel.

" Buat saya bu? Terimakasih ya." Ujar Kazel dengan perasaan heran, lalu membaca sebuah nama dan alamat yang tertera disitu.

" Baiklah bu, kami permisi dulu." Kata om Riyan memutuskan obrolan kedua wanita tersebut.

" Iya tuan, hati hati dijalan..." Ibu tadi melambaikan tangan. Kazel dan om Riyan membalasnya. Selanjutnya, keduanya segera pergi meninggalkan tempat itu.

" Om, ini kartu nama siapa ya? Kenapa pula ada ditangan bik Tini?" Tanya Kazel, saat sedang berada diperjalanan pulang.

Om Riyan melirik wajah Kazel dari kaca spion depan kemudi mobil, " Itu atas nama siapa, Zel?" Katanya.

" Disini tidak ada nama om, hanya ada tempat dan alamat. Sepertinya sebuah club malam om."

" Hem, ini semakin aneh saja..." Sahut om Riyan perlahan. Kini dia membelokan arah kemudi, membawa mobil kepekarangan rumah Kazel. Keduanyapun lalu turun, masuk kedalam rumah.

Kenapa bik Tini mempunyai kartu nama ini. Dari mana bibik mendapatkannya? Bukankah beliau tak punya kenalan diclub tersebut? Ucap Kazel sendiri.

" Om sebentar ya, saya akan mencari berkas penting milik bang Devan. Sekalian surat surat perusahaannya." Kata Kazel. Dia meninggalkan om Riyan diruang tamu. Lalu masuk kekamarnya. Lima belas menit kemudian dia kembali lagi.

" Ini om, semua documen ada disini." Ujar Kazel. Setumpuk berkas penting ia letakan diatas meja. " Mudahan saja, melalui surat surat ini kita mendapatkan info lagi dalam urusan ini..."

" Betul katamu, Zel. coba saya mencari beberapa alamat, dari fatner bisnis suamimu disini." Om Riyan mulai mengamati.

Satu demi satu ia buka sambil mempelajarinya. Setengah jam kemudian ia pun menutup kembali surat surat tersebut.

"Ada baiknya kita mendatangi club itu. Mana tahu, bik Tini memberikan sebuah jalan pada kita..." Kata om Riyan.

" Saya juga berpikir begitu om. Kira kira, kapan kita kesana?"

" Nanti malam saja. Sekitar jam delapan."

" Baiklah om, saya tunggu om disini ya." Tukas Kazel dengan nada penuh semangat.

Om Riyan tersenyum pasti. Lalu membuka tas kerjanya. Sebuah Handphone ia berikan pada Kazel. " Kamu gunakan ini dulu, agar om bisa menghubungimu."

" Terimakasih, om." Sahut Kazel menerimanya.

" Baiklah, sekarang om pulang dulu. Nanti malam kita bertemu lagi. Asalamualaikum..."

" Waalaikumsalam..." Kazel lalu mengantar Om Riyan hingga kedepan rumah.

**********

Tepat pukul delapan tiga puluh malam, Om Riyan dan Kazel telah tiba diclub. Mereka masuk dan duduk didepan meja bar.

" Selamat malam, Mau pesan minuman apa?" Tanya seorang bartender pada mereka.

" Kami pesan dua air mineral saja bang." Jawab Om Riyan.

" Baik tuan. Tunggu sebentar..." Lima menit kemudian, minuman yang dipesan tadi telah tersedia diatas meja. Lalu Om Riyan dan Kazel mulai meminumnya.

" Maaf bang, disini adakah yang bernama Devan Cahya?" Kata om Riyan saat menelan tegukan pertamanya. Kemudian melihat kearah bartender tersebut.

Sejenak bartender terdiam, dia tersenyum kaku, " Tidak ada tuan. maaf, saya tidak pernah mendengar nama itu. Ada apa tuan?" Jawabnya perlahan.

" Tidak ada apa apa, saya hanya ingin berjumpa dengan beliau. Mau menanyakan lowongan kerja disini..." Om Riyan asal menjawab saja.

Kazel jadi terkejut mendengar ucapan itu. Ada ada saja akal om Riyan ini, bisiknya dalam hati. Sejak kapan om memiliki ide tersebut...

" Maaf, siapa yang mau kerja?" Suara bartender mengejutkan Kazel dari lamunanya.

" Eh, iya...saya yang mau kerja, bang..." Jawab Kazel dengan gelagapan. Dia pun tak tahu, kenapa ia bisa menjawabnya secara tiba tiba...Seolah olah, ia telah memahami apa yang sedang direncanakan oleh om Riyan.

" Oh, kalau buat anda, mungkin saja ada nona. karena saat ini, kami sedang membutuhkan seorang bartender wanita."

" Tapi saya belum mempunyai pengalaman apapun bang..."

" Itu tak jadi masalah, karena nanti saya sendiri yang akan mengajari anda bekerja." Jelas bartender. Dia memperlihatkan wajah pasti pada Kazel.

" Kenalkan, nama saya Bryan Malik." Sambungnya menyalami Kazel dan om Riyan.

" Saya Kazel, dan ini om Riyan. Paman saya." Sambut Kazel dengan sikap ramah.

Haduh, ada ada saja om Riyan ini. Manalah mungkin saya bisa kerja ditempat ini, saya saja tak bisa bergadang. Saya juga tak menyukai jenis music diclub ini. Bisa bisa jantung saya putus, bila mendengarkan hentakan hentakan iramanya. Pikir Kazel dalam diamnya. Wanita cantik ini tersenyum sendiri ditempat duduknya.

Ketika sedang asyik mengobrol, tiba tiba seorang pria tampan berpenampilan perlente tampak berjalan, tak jauh dari tempat duduk mereka. Kazel segera memandang kearahnya. sosok tersebut menuju kepintu dan pergi keluar dari dalam ruangan itu.

" Om...itu...! Bukankah, itu Devan om...!" Kata Kazel dengan suara setengah berteriak. Ia menunjuk pada muka pintu.

" Apa kamu yakin, Zel?" Sahut om Riyan, ikut melihat kesana.

" Iya om, saya sangat yakin itu Devan om...!" Kini Kazel berdiri dari duduknya. " Ayo om, kita datangi dia disana." Reflek Kazel melangkah. Dengan rasa penasaran om Riyanpun ikut mengiringi langkahnya dari belakang.

Ketika keduanya sudah berada diluar, mereka melihat pria yang perlente dan tampan tadi, baru saja menduduki kursi kemudi mobilnya. Kazel lantas berlari mendekatinya,

" Bang Devan! Tunggu bang...!" Teriak Kazel, saat berada depan kaca jendela kendaran itu.

Namun sipria tadi bagaikan tak mendengar atau mengenalinya. Dia terus menjalankan mobil, meninggalkan Kazel dengan wajah kaku dan datar. Seperti, sama sekali tak melihat, adanya kehadiran Kazel disitu!

Kini Kazel terpaku ditempatnya. Dia terkejut pada apa yang baru saja terjadi, terhadapnya... Dia yakin, lelaki tersebut adalah suaminya. Walau sudah lama tak melihatnya, tapi dia percaya, sosok lelaki itu adalah Devan Cahya...

"karya ini merupakan jalur karya kreatif"

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Romy.

Romy.

makin pnasaran tor,helppp...

2024-03-23

0

Yuli a

Yuli a

kembarannya x zel...

2024-03-19

0

wes boi

wes boi

penasaran torrrrr!

2024-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian Aneh.
2 Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3 Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4 Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5 Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6 Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7 Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8 Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9 Episode. 9 " DJ Vixo..."
10 Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11 Bab. 11 " Xania marah! "
12 Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13 Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14 Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15 Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16 Bab. 16. " Xania hamil. "
17 Bab. 17 " Masalah Xania! "
18 Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19 Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20 Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21 Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22 Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23 Bab. 23. " Vixo sakit."
24 Bab. 24 " Mami! "
25 Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26 Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27 Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28 Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29 Bab. 29 " Ternyata..."
30 Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31 Bab 31 " Salah paham! "
32 Bab 32 " Kandungan Xania..."
33 Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34 Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35 Bab 35 " Obrolan bertiga."
36 Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37 Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38 Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39 Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40 Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41 Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42 Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43 Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44 Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45 Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46 Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47 Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48 Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49 Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50 Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51 Bab. 51 " Siasat Sarah."
52 Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53 Bab. 53 " Berita disosmed. "
54 Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55 Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56 Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57 Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58 Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59 Bab. 59 " Sarah menguping! "
60 Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61 Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62 Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63 Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64 Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65 Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66 Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67 Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68 Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69 Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70 Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71 Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72 Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73 Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74 Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75 Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76 Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77 Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78 Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79 Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80 Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81 Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82 Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83 Bab. 84. " Ahir pencarian..."
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Kejadian Aneh.
2
Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3
Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4
Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5
Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6
Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7
Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8
Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9
Episode. 9 " DJ Vixo..."
10
Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11
Bab. 11 " Xania marah! "
12
Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13
Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14
Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15
Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16
Bab. 16. " Xania hamil. "
17
Bab. 17 " Masalah Xania! "
18
Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19
Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20
Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21
Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22
Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23
Bab. 23. " Vixo sakit."
24
Bab. 24 " Mami! "
25
Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26
Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27
Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28
Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29
Bab. 29 " Ternyata..."
30
Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31
Bab 31 " Salah paham! "
32
Bab 32 " Kandungan Xania..."
33
Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34
Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35
Bab 35 " Obrolan bertiga."
36
Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37
Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38
Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39
Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40
Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41
Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42
Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43
Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44
Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45
Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46
Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47
Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48
Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49
Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50
Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51
Bab. 51 " Siasat Sarah."
52
Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53
Bab. 53 " Berita disosmed. "
54
Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55
Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56
Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57
Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58
Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59
Bab. 59 " Sarah menguping! "
60
Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61
Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62
Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63
Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64
Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65
Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67
Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68
Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69
Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70
Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71
Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72
Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73
Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74
Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75
Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76
Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77
Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78
Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79
Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80
Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81
Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82
Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83
Bab. 84. " Ahir pencarian..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!