Bab. 15. " Rasa kerinduan..."

Hari ini dokter memperbolehkan pak Cristian pulang. Setelah melalui perjalanan selama satu jam, lelaki ini pun tiba dirumah.

" Jalan pelan pelan saja, pak." Kata Kazel membimbing pria itu masuk.

" Jangan panggil saya pak lagi, sebut sayang dong..." Jawab pak Cristian.

Sejak tadi Xania hanya melihat pada keduanya dengan wajah cemberut. Begitu pula dengan Vixo.

" Pokoknya setelah hari ini, gua mesti melarang Kazel untuk tidak bersama dengan pak Cristian lagi!" Bisik Vixo dalam hati.

Sesaat kemudian Xania mulai membereskan kamar. Karena memang dia sudah terbiasa disitu. Pak Cristian lalu tidur dibednya. Kazel hanya duduk disisinya.

" Kenapa kamu tak pulang saja?" Ujar Xania pada Kazel.

" Kalau saya pulang, nanti pak Cristian akan teriak lagi mencari saya."Jawab Kazel dengan wajah polos. Dia sengaja begitu, supaya Xania makin keki.

" Biar saja Xania disini. Bila perlu dia tinggal dirumah ini saja untuk merawat saya. " Pak Cristian ikut bicara.

" Hem sebel. Pak Cristian tetap menyebut nama Xania pada diri Kazel..." Xania berpikir sendiri.

" Iya pak, eh sayang, saya akan tinggal bersama anda dirumah ini. Terimakasih ya, sudah mau menerima saya disini." Kazel bersuara manja. Dia menatap mesra kewajah pak Cristian.

Xania lalu nyelonong keluar. Dia duduk dihadapan Vixo.

" Kenapa cemberut, Xan?" Tanya Vixo.

" Saya kesal Vix, sekarang pak Cristian benar benar lupa pada saya... saya jadi sedih..." Jawab Xania. Dia mulai terisak.

" Hem, elo yang sabar ya. Saat ini pak Cristian sedang sakit. Makanya dia jadi begitu. Kita semua harus mengerti dengan keadaannya..." Vixo menghibur wanita itu.

Xania menganggukan kepala sambil terus menangis. Vixo membiarkannya...

" Gua juga sebenarnya tak suka melihat Kazel berdekatan terus dengan beliau." Kata Vixo lagi.

" Kenapa begitu Vix?"

" Karena gua mencintai Kazel."

" Oh, kalau begitu, kamu harus mendapkannya dong."

" Iya Xan, makanya sekarang ini gua selalu ada disisinya..." Vixo meyakinkan.

Xania terdiam. Dia mulai akan merencanakan sesuatu agar Vixo selalu membatasi sikapnya terhadap pak Cristian.

" Kamu bawa saja dia pulang sekarang, Vix." Tukas Xania lagi.

" Baiklah, gua permisi masuk kedalam ya..." Vixo lalu berjalan mendatangi Kazel.

Saat berada dalam kamar, pak Cristian tampak sedang tertidur. Sedangkan Kazel duduk dengan mata terpejam.

" Kazel, mari kita pulang..." Kata Vixo mengusap bahu Kazel.

" Oh iya Vix, saya hampir tidur disuni. Ayo kita pulang..." Kazel menjawab perlahan.

Keduanya pun kembali pada hadapan Xania.

" Kami pamit ya Xan." Kata Vixo.

" Iya, hati hati dijalan..." Sahut Xania. Dia tak mau melihat kearah Kazel. Namun Kazel tetap tersenyum padanya.

" Kamu istirahat dulu ya. Lain kali kami akan datang lagi..." Kata Kazel dengan lembut.

Xania tak menjawabnya. Dia lantas menutup pintu rumah dengan wajah cemberut.

**********

Kazel telah sampai ditempat tinggalnya. Setelah Vico pulang, dia kembali pergi kepasar. Kazel akan membeli Camera Cctv.

" Akan saya pasang alat alat ini didalam rumah pak Cristian. Jadi saya bisa tahu, apa saja yang dilakukan oleh Xania, kak Lola dan Om Riyan. Saya juga akan menyimpannya, sebagai bukti. Kelak saya pasti tunjukan pada pak Cristian." Ujar Kazel dalam hati.

" Mau membeli berapa banyak nona?" Tanya sipenjual.

" Empat saja pak." Sahut Kazel.

" Baiklah, saya akan pilihkan yang terbaik buat anda..."

Lalu, sipenjual tadi meraih satu persatu Cctv tersebut lantas memasukannya kedalam tas. Selanjutnya ia berikan kepada Kazel.

" Ini nona pesanan anda."

" Terimakasih pak." Lalu Kazel membayar. Dia segera keluar dari dalam toko itu.

**********

Baru satu jam Kazel berada didalam rumah. Tiba tiba pak Cristian menelponnya...

" Iya pak, eh, iya sayang... Ada apa?" Jawab Kazel ditelpon itu.

" Kamu cepatlah kemari..." Balas pak Cristian dari seberang.

" Hem, saya mandi dulu ya. Baru setelah itu saya membersihkan rumah saya."

" Sudahlah, itu tak perlu kamu lakukan, saya akan mengirim orang kesana. Untuk menjaga dan membersihkan tempat tinggalmu."

" Tapi, pak!" Elak Kazel.

" Sudah, sekarang mandilah. Nanti bawa semua pakaianmu kesini. Kamu sudah berjanji akn tinggal dirumah saya." Ucapan Pak Cristian membuat Kazel tergamam.

" Baiklah pak, saya siap siap dulu ya, sabar ya sayang..." Kata Kazel meyakinkannya.

" Saya tunggu secepatnya ya, sampai nanti, asalamualaikum." Pak Cristian menutup telepon itu.

Kazel pun lantas menyimpan handphonenya kembali. Lalu pergi masuk kedalam kamar mandi. Setelah merasa semua selesai dilakukannya, dia segera pergi kerumah pak Cristian. Kali ini dia tak memberitahu Vixo. Wanita ini datang sendiri saja.

" Tolong kamu panasi bubur pak Cristian ya. Jangan lupa untuk memberikan obat padanya, setelah dia makan..." Ujar Xania pada Kazel. Dia akan pulang kerumahnya.

" Baik Xania. Hati hati dijalan..." Kazel menjawab perlahan.

" Eh, mana Vixo? Tumben pria itu tak bersamamu? Tanya Xania dengan dahi berkerut.

" Dia tak sempat mengantar saya kesini. Banyak urusan, katanya..." Kazel meyakinkan.

" Oh begitu ya. Baiklah, saya pamit dulu. Kamu jangan nakal!" Xania melototkan mata pada Kazel. Dia mulai cemburu.

" Tenang Xania, saya tahu batas kok..." Sahut Kazel lagi.

Xania lalu pergi meninggalkan tubuh Kazel. Ia masuk kedalam mobil dan melaju kearah tempat tinggalnya. Kazel pun segera mendatangi pak Cristian dalam kamarnya. Setelah berbasa basi sejenak, dia meninggalkan pria itu, ia kembali keruangan tamu.

" Sekarang, saya pasangi saja semua Cctv ini. Mumpung pak Cristian telah tidur." Katanya, berujar pada diri sendiri.

Selanjutnya wanita ini mulai meletakkan satu persatu alat alat tersebut, dengan rapi pada ruangan tamu, dapur, ruang tivi dan diruang kamar pak Cristian.

Sejenak dia mencobanya, lalu setelah merasa yakin, Kazel masuk lagi kedalam kamar.

" Eh sudah bangun. Cepat sekali tidurnya..." Kata Kazel pada pak Cristian.

Pria ini sekejap menguap, lalu...

" Kamu sudah makan sayang?" Ucapnya pada Kazel.

" Belum. Anda sendiri?" Kazel balik bertanya.

" Belum juga..." Balas pria itu lantas duduk disisi ranjang.

" Baiklah, kita makan sama sama ya sayang..." Kazel lalu mengambil dua mangkok bubur dari ruang makan. Setelah itu ia kembali lagi.

" Ini makanlah dulu. Setelah itu, baru minum obat ya..." Kazel menyodorkan semangkuk pada pak Cristian.

" Terimakasih sayang..." Ujar pak Cristian, menerimanya.

Keduanya segera menyantap makanan tersebut dengan rasa bahagia. Telah sangat lama mereka berpisah, Kazel menjadi terharu. Suami yang selama ini dicari carinya, telah kembali. Walaupun dia belum bisa untuk membuktikan pada semua orang. Tetapi, sejak sekarang hidup Kazel menjadi tambah bersemangat.

Sedangkan yang ada didalam benak pak Cristian, ini sebuah kenyataan yang hampir tak dipercayainya. perempuan ini apakah benar istri saya...? Tanyanya dalam hati. Ternyata saya sudah pernah menikah serta mempunyai seorang anak dari dirinya...Untung saja saya belum mengawini Xania. kalau tidak, sudah pasti Kazel akan kecewa dan sedih...Lanjut pak Cristian lagi. Berpikir sendiri.

" Sekarang minum obat ya." Kata Kazel, setelah sama sama menyelesaikan makanannya. Pak Cristian mengangguk. Lalu menegak semua obatnya.

Selanjutnya ia mendekati tubuh Kazel. Jemarinya mengusap bibir bar bar itu. Dada Kazel sesaat bergemuruh. Mulutnya bergetar perlahan, menunggu dengan rasa berdebar debar...

" Saya mencintaimu sayang..." Bisik pak Cristian perlahan. Dia mendekatkan wajah kehadapan muka Kazel.

Sejenak mereka berpandangan. Ingin Kazel segera memeluki tubuh lelaki itu. Menumpahkan kerinduannya disana. Namun dia hanya bisa terdiam dalam perasaannya. Pak Cristian bisa mengetahui sikap tersebut...

Dia meraih tubuh Kazel dengan perlahan lahan, membawanya masuk kedalam pelukannya. Selanjutnya, adam dan hawa ini saling menumpahkan kerinduan dengan hasrat yang membara. Kazel pasrah menerimanya. Dia bahkan berserah diri, menikmati suasana itu dengan ketulusan hati...

"karya ini merupakan karya jalur kreatif"

Bersambung....

Terpopuler

Comments

It Is.

It Is.

akhirnya kazel bhagia juga..

2024-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Kejadian Aneh.
2 Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3 Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4 Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5 Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6 Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7 Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8 Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9 Episode. 9 " DJ Vixo..."
10 Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11 Bab. 11 " Xania marah! "
12 Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13 Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14 Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15 Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16 Bab. 16. " Xania hamil. "
17 Bab. 17 " Masalah Xania! "
18 Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19 Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20 Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21 Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22 Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23 Bab. 23. " Vixo sakit."
24 Bab. 24 " Mami! "
25 Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26 Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27 Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28 Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29 Bab. 29 " Ternyata..."
30 Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31 Bab 31 " Salah paham! "
32 Bab 32 " Kandungan Xania..."
33 Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34 Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35 Bab 35 " Obrolan bertiga."
36 Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37 Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38 Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39 Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40 Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41 Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42 Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43 Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44 Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45 Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46 Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47 Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48 Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49 Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50 Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51 Bab. 51 " Siasat Sarah."
52 Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53 Bab. 53 " Berita disosmed. "
54 Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55 Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56 Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57 Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58 Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59 Bab. 59 " Sarah menguping! "
60 Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61 Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62 Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63 Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64 Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65 Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66 Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67 Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68 Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69 Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70 Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71 Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72 Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73 Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74 Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75 Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76 Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77 Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78 Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79 Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80 Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81 Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82 Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83 Bab. 84. " Ahir pencarian..."
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1. Kejadian Aneh.
2
Bab 2." Mengungkap sebuah rahasia."
3
Bab 3. " Sebuah kartu nama."
4
Bab. 4 " Malam pertama kerja diClub."
5
Bab. 5 " Jumpa sahabat lama."
6
Bab. 6 " Amplop dari mama dan papa."
7
Bab 7. " Pertengkaran dibar. "
8
Bab 8. " Obrolan rahasia. "
9
Episode. 9 " DJ Vixo..."
10
Bab. 10. " Obrolan Kazel dan pak Cristian."
11
Bab. 11 " Xania marah! "
12
Bab. 12 " Masuk rumah sakit."
13
Bab. 13 " Diantara dua pilihan."
14
Bab. 14. " Rapat dikantor. "
15
Bab. 15. " Rasa kerinduan..."
16
Bab. 16. " Xania hamil. "
17
Bab. 17 " Masalah Xania! "
18
Bab. 18 Dilema pak Cristian."
19
Bab. 19. " Lamunan Vixo."
20
Bab. 20 " Niat pak Cristian. "
21
Bab 21 " Kazel Mendapat keterangan baru..."
22
Bab. 22 " Om Riyan dan kak Lola pindah!"
23
Bab. 23. " Vixo sakit."
24
Bab. 24 " Mami! "
25
Bab.25 " Diantara dua perasaan."
26
Bab. 26 " Kazel pergi kejakarta."
27
Bab 27 " Xania dan kak Lola mengintai..."
28
Bab 28 " Keinginan orang tua Vixo."
29
Bab. 29 " Ternyata..."
30
Bab 30. " Suasana Lucu dirumah pak Cristian..."
31
Bab 31 " Salah paham! "
32
Bab 32 " Kandungan Xania..."
33
Bab 33. " Kekuatan cinta pak Cristian..."
34
Bab 34 " Kazel bertemu ibu kandungnya..."
35
Bab 35 " Obrolan bertiga."
36
Bab 36 " Nyonya Sheren. "
37
Bab 37 " Vixo suda dioperasi.
38
Bab. 38 " hayalan didalam mimpi pak Cristian..."
39
Bab. 39 " Cekcok kecil! "
40
Bab 40 " Sikap yang membuat pak Cristian cemburu! "
41
Bab. 41. " Kepribadian Bryan..."
42
Bab. 42 " Rencana Perjodohan."
43
Bab. 43. Xania dan kak Lola cekcok!"
44
Bab. 44 Pesta Kazel dan pesta pernikahan pak Cristian.
45
Bb. 45 " Kelakuan Lolita. "
46
Bab. 46. Pertemuan yang tak disengaja..."
47
Bab. 47 Sikap Lolita dan Diana.
48
Bab. 48 " Perasaan bimbamg Kazel! "
49
Bab. 49 Perkenalan Xania dan Rafi.
50
Bab. 50 " Kazel mendadak datang! "
51
Bab. 51 " Siasat Sarah."
52
Bb. 52. " Foto foto kemesraan Kazel dan Vixo. "
53
Bab. 53 " Berita disosmed. "
54
Bab. 54 " obrolan Xania dan Rafi"
55
Bab 55 " Nyonya Sheren marah!"
56
Bab. 56. " Info dari penerbangan Kazel dan Rafi. "
57
Bab. 57 " Vixo sekarat ditengah lautan..."
58
Bab. 58 " Selamat jalan Vixo..."
59
Bab. 59 " Sarah menguping! "
60
Bab. 60 " Rasa takut om Riyan. "
61
Bab. 61 " Semua Cctv telah didapatkan oleh pak Cristian."
62
Bab. 62. " Emosi Sarah!"
63
Bab 63. " Rasa Curiga Xania pada Sarah..."
64
Bab. 64 " Xania membawa cctv pergi..."
65
Bab. 66 " Rafi kecewa! "
66
Bab. 67 " Suasana hangat dikediaman nyonya Sheren. "
67
Bab. 68 " Penyesalan Xania dan Sarah terhadap Kazel. "
68
Bab. 69 " Pertemuan Xania dan Bryan. "
69
Bab. 70 " Kantor pak Cristian terbakar! "
70
Bab. 71 " Pembicaran Sarah, Xania dan Bryan..."
71
Bab. 72. " Bertemu disebuah taman kota. "
72
Bab 73 " Tak tik Rafi dan Rio..."
73
Bab. 74 " Memiliki bukti lainnya."
74
Bab. 75 " Bisik hati kecil Rafi! "
75
Bab. 76 " Ungkapan kedatangan Sarah dirumah Kazel. "
76
Bab. 77. " Suasana haru milik pak Cristian dan Kazel..."
77
Bab. 78 " Perjumpaan Xania dan Rafi. "
78
Bab. 79. " Rencana Rafi didepan area Mall. "
79
Bab. 80 " Sebuah kejadian..."
80
Bab. 81 " Penemuan om Riyan! "
81
Bab. 82 " Verry tertangkap! "
82
Bab. 83 " Keputusan Kazel."
83
Bab. 84. " Ahir pencarian..."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!