RENCANA OUTBOUND

“Jel, lu kok tiba-tiba pergi gitu aja sih? Kan tadi aktingnya udah bagus banget tuh.” Ucap Nurul sambil berjalan cepat mengikuti Anjali yang sudah berada di depan.

Mendengar ucapan Nurul membuat Anjali langsung menghentikan langkahnya secara tiba-tiba dan menoleh ke arah Nurul membuat Nurul terkejut.

“Pertama! Gue beneran muak banget sama kata-kata sok manis nya si Calvin! Kedua, gue tadi liat bang Radit di sini sama temennya, gue ga tau mau ngapain dia.” Jelas Anjali.

“Bang Radit? Ngapain?” tanya Nurul heran.

“Lah, lu tanya gue, terus gue mau tanya siapa Nur...” balas Anjali dengan malas karena pertanyaan Nurul.

“Mau jemput lo kali Jel! Mau ngapain lagi coba tentara di sini?”

“Ga mungkin! Kalo jemput dia pasti nelpon gue, lagian ga mungkin kan sampe masuk ke dalam sekolah?” balas Anjali yang di balas anggukan oleh Nurul.

Karena penasaran, kedua abg itu pun akhirnya meneruskan langkah mereka untuk mengikuti ke mana tujuan Radit.

Walaupun tertinggal cukup jauh, tapi mereka sama sekali tidak kehilangan jejak Radit dan temannya karena warna pakaian mereka yang begitu mencolok memudahkan mereka untuk

mengikuti kedua tentara itu.

Sampai tibalah mereka di depan ruang kepala sekolah, keduanya berhenti tepat di depan pintu yang baru saja tertutup itu dan saling memandang satu sama lain.

“Ngapain mereka ke ruang kepsek?” tanya Anjali yang di balas gelengan kepala oleh Nurul.

“Jangan-jangan, lo mau di pindahin sekolahnya Jel!” balas Nurul tiba-tiba.

“Apa?! Ga mungkin lah! Gue ga mau! Lagian bentar lagi gue lulus, jadi gue ga mau di pindah!” tegas Anjali.

“Bisa jadi kan? Dia harus pindah tugas dan lo harus ikut dia.”

“Gak! Gue kan belum jadi istrinya, jadi ga perlu selalu ikut ke mana pun dia pergi.”

Ceklek! Saat kedua abg itu asik berbicara, tiba-tiba saja pintu ruang kepala sekolah terbuka membuat keduanya langsung menoleh ke arah pintu secara bersamaan.

“Kalian? Ngapain kalian ke ruangan saya? Mau melaporkan sesuatu?” tanya kepala sekolah kepada keduanya.

Mendengar ucapan kepala sekolah itu membuat Anjali dan Nurul langsung tersadar dan langsung menggelengkan kepala.

“Eh, maaf pak, kami kebetulan lewat aja tadi.” Balas Anjali yang di balas anggukan oleh Nurul.

Anjali melirik sekilas ke arah Radit yang ada di belakang kepala sekolah, lalu dia memutuskan untuk mengabaikan Radit.

Baru saja Anjali dan Nurul mau melangkahkan kaki mereka, kepala sekolah sudah memanggil mereka berdua.

“Kalian berdua! Kalian ini dari kelas berapa?” tanya kepala sekolah membuat langkah Anjali dan Nurut berhenti.

“Kami dari kelas dua belas pak.” Balas Nurul.

“Ada apa ya pak?” tanya Anjali menimpali.

“Tolong suruh semua

ketua kelas kelas dan wali kelas dua belas untuk ke ruangan saya.” Ucap kepala

sekolah.

“Ada apa emangnya pak? Ada yang buat masalah ya?” tanya Nurul dengan kepo nya.

“Bukan! Saya mau umumkan kalo kelas dua belas akan mengadakan outbound di hutan belakang sekolah.” Jelas kepala sekolah.

“Hah? pak, masa di hutan? Kalo saya di makan babi hutan gimana?” tanya Nurul dengan polosnya.

Kepala sekolah itu langsung menatap Nurul dari atas sampai ke bawah lalu ke atas lagi, seketika kepala sekolah itu menyeringai tipis.

“Babi hutan itu juga ga akan mau makan kamu kayaknya!” ucap kepala sekolah itu.

Mendengar ucapan kepala sekolah membuat Anjali menahan tawanya, begitu juga dengan Radit dan satu orang rekannya yang berada di belakang kepala sekolah.

Sedangkan Nurul merasa kesal dengan ucapan kepala sekolah, dia langsung menatap tajam ke arah Anjali yang tertawa.

“Enak aja! Bapak ga tau ya, kalo darah saya itu darah suci tau!” ucap Nurul tidak mau kalah.

“Lah? Sejak kapan babi hutan jadi vampir penghisap darah?” tanya bapak kepala sekolah yang malah meladeni Nurul.

“Ehem! Udah ya pak, kami akan segera memberitahu ketua kelas dan wali kelas setiap kelas dua belas!” ucap Anjali yang langsung memotong pembicaraan mengenai babi hutan dan vampir agar tidak semakin panjang.

Dengan cepat Anjali menarik tangan sahabatnya itu dan segera pergi dari ruang kepala sekolah menuju ruang guru yang berada tidak jauh dari ruang kepala sekolah.

“Apa kami juga harus ke ruang guru untuk memberikan evaluasi?” tanya Radit kepada kepala sekolah.

“Tidak perlu, saya akan mengumpulkan para wali kelas dan ketua kelas untuk berkumpul di aula, kalian bisa menjelaskannya di sana, mari saya antar.” Ucap kepala sekolah yang di balas anggukan oleh Radit dan rekannya.

Kepala sekolah segera mengantar Radit dan rekannya ke aula sekolah yang memang biasa di gunakan untuk rapat dan acara lainnya.

“Silahkan tunggu di sini dulu, sebentar lagi para wali kelas dan ketua kelas akan ke sini, saya akan segera kembali.” Ucap kepala sekolah tersebut.

Radit dan rekannya pun mengangguk dan duduk di kursi yang ada di samping panggung, keduanya hanya diam tanpa melakukan apa-apa membuat suasana sangat tidak menyenangkan.

Radit tiba-tiba saja berdiri membuat rekannya yang ada di sebelahnya terkejut.

“Mau ke mana bang?” tanya Anton, junior Radit.

“Saya mau keliling sekolah dulu Ton, kamu mau ikut?” tanya Radit.

“Engga deh bang, saya istirahat aja di sini lah takut nanti kepala sekolah dateng ga ada siapa-siapa nanti.” Balas Anton.

“Oke deh, bentar ya! Nanti kalo ada cilok saya beliin.” Ucap Radit.

“Lah, di kira anak SD bang di beliin cilok.” Balas Anton yang tidak di gubris oleh Radit karena dia sudah melangkahkan kakinya menjauh dari Anton.

Radit keluar dari aula, dia menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat para siswa dan siswi yang sedang berlalu lalang karena memang mereka di pulangkan lebih cepat untuk mendukung tim sekolah mereka yang sedang bertanding basket.

Radit melihat papan di atas pintu yang tertuliskan kelas masing-masing. Dan saat ini dia sedang berada di koridor kelas dua belas.

Radit melanjutkan langkahnya sambil menoleh ke dalam kelas seperti orang yang sedang mencari seseorang.

Sepanjang koridor, ada banyak sekali siswi yang menatap Radit dengan tatapan genit, begitu juga dengan para guru wanita yang terlihat mencoba untuk mencari perhatian Radit.

“Halo bang..” sapa salah satu guru wanita yang lewat di sana.

“Iya bu.” Balas Radit sambil mengangguk perlahan.

“Ih, kok bukan halo dek sih!” balas guru wanita itu.

“Kan kamu bukan adek saya.” Balas Radit.

“Saya juga kan bukan ibu kamu!”

“Tapi kan kamu ibu guru anak-anak di sini.”

Mendengar ucapan Radit membuat guru wanita itu kesal dan akhirnya dia berjalan meninggalkan Radit tanpa berpamitan.

Sedangkan Radit yang merasa kebingungan dengan sikap guru wanita itu hanya bisa menggeleng pelan lalu kembali melanjutkan langkahnya untuk melihat ke dalam kelas dua belas.

Episodes
1 WHAT!? MENIKAH?
2 AYAH INGIN KAMU MENIKAH SEBELUM ADIKMU MENIKAH
3 ANJALI!!!
4 ADA APA TANTE?
5 CINTA MATI SAMA ADIK SAYA
6 PERTUNANGAN
7 ALAMAK! KECEPLOSAN!
8 PERTUNANGAN
9 TURUT PRIHATIN
10 KUNCI MULUT
11 TERKEJUT
12 TUKANG SELINGKUH
13 RENCANA BALAS DENDAM
14 RENCANA OUTBOUND
15 MUAK!
16 OUTBOND
17 OUTBOUND 2
18 OUTBOND 3
19 HILANG
20 KETEMU
21 BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA
22 SOMBONG
23 MELURUSKAN KESALAH PAHAMAN
24 ICU
25 SIUMAN
26 KERJA SAMA
27 TERPAKSA
28 ADA DUA!?
29 ARUMI
30 LOLOS
31 RENCANA PERNIKAHAN?
32 MOKONDO
33 SEMUDAH ITU?
34 APA BEDANYA DOKTER BEDAH DAN DOKTER ANAK?
35 FLASHBACK
36 FLASHBACK 2
37 DI BULLY
38 MENGANTAR DENGAN SELAMAT
39 MERENCANAKAN SESUATU
40 PERNIKAHAN
41 ADIK IPAR
42 TIDUR BERSAMA
43 BERSEMBUNYI
44 MEMBERITAHU
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
Episodes

Updated 85 Episodes

1
WHAT!? MENIKAH?
2
AYAH INGIN KAMU MENIKAH SEBELUM ADIKMU MENIKAH
3
ANJALI!!!
4
ADA APA TANTE?
5
CINTA MATI SAMA ADIK SAYA
6
PERTUNANGAN
7
ALAMAK! KECEPLOSAN!
8
PERTUNANGAN
9
TURUT PRIHATIN
10
KUNCI MULUT
11
TERKEJUT
12
TUKANG SELINGKUH
13
RENCANA BALAS DENDAM
14
RENCANA OUTBOUND
15
MUAK!
16
OUTBOND
17
OUTBOUND 2
18
OUTBOND 3
19
HILANG
20
KETEMU
21
BELUM SELESAI DENGAN MASA LALUNYA
22
SOMBONG
23
MELURUSKAN KESALAH PAHAMAN
24
ICU
25
SIUMAN
26
KERJA SAMA
27
TERPAKSA
28
ADA DUA!?
29
ARUMI
30
LOLOS
31
RENCANA PERNIKAHAN?
32
MOKONDO
33
SEMUDAH ITU?
34
APA BEDANYA DOKTER BEDAH DAN DOKTER ANAK?
35
FLASHBACK
36
FLASHBACK 2
37
DI BULLY
38
MENGANTAR DENGAN SELAMAT
39
MERENCANAKAN SESUATU
40
PERNIKAHAN
41
ADIK IPAR
42
TIDUR BERSAMA
43
BERSEMBUNYI
44
MEMBERITAHU
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!