“Dalam ujian pertandingan tahun ini, yang mendapatkan battle point tertinggi, maka dia berhak diajukan sebagai calon saint di istana Guiyang.” Tetua akademi menjelaskan.
Hari berikutnya berlangsung lagi. Kali ini Yi Xing mengikuti kelas bersama enam puluh murid lainnya. Kelas tempat belajar Yi Xing sangat besar dan luas. Tetua di depannya itu adalah guru dari murid lainnya. Tetapi dia mengisi kegiatan kelas saat ini. Ada jam burung hantu di sana. Yi Xing menghela napas pendek. Di sampingnya ada Wei Lin. Mereka duduk bersebelahan. Murid-murid akademi mendengarkan takzim.
“Promosi yang luar biasa,” Wei Lin berkata lirih.
Yi Xing menoleh ke arahnya. “Kau ingin mendapatkan battle point itu?”
Wei Lin mengangguk. “Tentu saja. Jika aku tidak berhasil mendapatkannya, bagaimana mungkin aku disebut jenius dari keluarga Wei. Kau jangan meremehkan aku. Tempat pertama akan aku isi sebagai peraih battle point tertinggi.”
Yi Xing menggeleng pelan. Benar-benar ambisius. Belum pernah Yi Xing menemukan orang yang lebih ambisius dan tingkat percaya diri setinggi Wei Lin. Kendati demikian, Yi Xing mencoba menghargai niat ambisius teman seperguruannya itu.
Kemudian kelas berakhir. Semua murid meninggalkan ruangan. Wei Lin dan Yi Xing menyusul. Jalan santai di sekitar halaman bundar akademi. Ada air mancur di tengahnya. Ada patung pendiri akademi juga. Ada taman hijau dengan ribuan bunga bermekaran. Mereka membincangkan hal-hal sederhana kala itu.
Tetapi langkah kedua anak itu terganggu, manakala Tian Heng dan komplotan memblokir jalan. Masih dengan wajah sombongnya, dia menatap remeh Wei Lin dan Yi Xing. Sangat angkuh.
“Penghinaan yang lalu-lalu akan aku balas di arena pertandingan nanti!” Tian Heng berkata bengis.
Tangannya menunjuk kasar ke arah Yi Xing. Anak yang ditantang tidak bergeming. Yi Xing sedang enggan untuk adu kekuatan hari ini. Dia diam. Tidak ingin membuat keributan. Namun Wei Lin tidak tinggal diam. Dia akan menantang siapapun yang berani merendahkannya dan teman pria di sebelahnya. Wei Lin anak keluarga bangsawan. Dia tidak bisa diinjak-injak seperti ini.
“Kau kurang ajar, Tian Heng ....”
“Jangan!” Yi Xing menahan bahu temannya. “Biarkan dia berkata sesuka hatinya.”
“Tapi dia membuatku marah!” Wei Lin bersungut-sungut.
Yi Xing menggelengkan kepalanya pelan. “Itu tidak akan mengakhiri semuanya.”
Wei Lin mendengus. Dia sebal. Tian Heng tertawa makin sombong. Ambil langkah, meninggalkan tempat itu. Tidak lupa menabrak bahu Yi Xing. Dia mencari perkara. Sayangnya Yi Xing tidak akan menanggapi hal itu. Dia takkan terpancing sama sekali.
“Biarkan saja,” kata Yi Xing lirih.
“Huh. Aku akan membalasnya nanti.”
“Ayo, kita harus berlatih.” Yi Xing melangkah pertama. Meninggalkan tempat tadi.
Sementara itu, di tempat lain, guru Mo sedang mengamati puluhan buku milik akademi. Dia berada di perpustakaan. Mencari informasi penting. Sesekali dia mengurut dagunya. Dia belum menemukan catatan mengenai cincin dewa berbentuk alam semesta itu. Apakah kekuatannya besar dan mengerikan, guru belum bisa mengambil kesimpulan.
“Cincin dewa alam semesta. Apakah tetua akademi belum pernah melihatnya? Sehingga tidak ada catatan apapun tentang cincin dewa itu?” Guru Mo bergumam pelan.
Buku yang lainnya diraih. Dia mencari lagi. Sayangnya belum ditemukan informasi mengenai cincin dewa ini. Padahal guru Mo sangat penasaran. Apalagi cincin dewa itu benar-benar membuat guru Mo tidak bisa berkomentar apapun.
“Aku belum pernah melihat cincin dewa seperti itu. Apakah itu cincin dewa baru?” Guru mendeham sekali lagi.
Dia dibuat harus bekerja ekstra. Sayangnya, pekerjaan ini tidak membuahkan hasil. Guru gagal mengidentifikasi kekuatan cincin dewa Yi Xing. Bukan apa-apa, guru Mo takut kalau itu cincin dewa milik darah iblis. Takutnya membahayakan Yi Xing.
••••
“Kau tahu siapa kedua orang tuaku?” Yi Xing mengajukan pertanyaan.
Sore itu dia berada di pinggir hutan akademi. Berlatih sendirian. Tanpa Wei Lin. Dia duduk bersila. Kekuatan cincin dewa muncul. Sementara itu, Yi Xing tengah masuk ke dalam dunia spritualnya lagi. Berkomunikasi dengan Dewi roh. Di dunia spritual gelap dan kosong, hanya ada rembulan besar, milyaran galaksi dan planet dan satu pohon besar—yang Yi Xing sendiri tidak tahu apa jenis pohon itu.
“Aku hanya roh. Aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu ini.” Dewi roh itu menjawab.
Yi Xing menatapnya lamat-lamat. “Lalu kenapa kau ada di sini?”
“Aku datang karena kau yang menciptakanku.”
“Tidak mungkin!”
Dewi roh menjelaskan, “Ketika dua darah bersatu, maka terciptalah dunia spiritual yang luas. Di saat itu terjadi, aku akan muncul menjadi guru spiritualmu yang akan terus membimbingmu dari dalam.”
“Untuk apa? Aku tidak butuh!”
Dewi roh mendekati Yi Xing. Tangannya yang lentik, mengangkat badan anak itu, membuatnya melayang di udara. “Di dunia ini, kekuatan setiap calon saint dewa terbatas. Apalagi cincin dewanya. Satu-satunya cincin dewa yang besar adalah alam semesta ini, milik ciptaanmu sendiri. Kau tidak bisa mengubah ini. Karena kau yang melahirkannya.”
“Kau bilang ini berasal dari darah penyatuan. Apa makna tersebut?”
Dewi roh berputar, mengelilingi badan Yi Xing lagi. “Darah penyatuan itu ditinggalkan oleh kedua orang tua pemilik cincin dewa. Semakin kuat mereka, maka akan kuat juga cincin dewa yang ditinggalkannya.”
“Lalu, kau ....” Yi Xing menelan ludahnya. Napas tersengal.
“Tingkat kultivasimu sangat rendah. Saat berhadapan dengan lawan yang kuat, kau tidak punya cukup peringkat pertempuran. Untuk memenangkan pertempuran, kau harus mengandalkan dirimu sendiri. Jika kau ingin mengetahui rahasia alam semesta, kau harus bisa terus meningkatkan kekuatan di jalan dewa.”
“Apakah dengan begini, aku memenuhi syarat untuk bisa mengetahui siapa orang tuaku?” Yi Xing menatap Dewi roh di depannya.
“Sebagai seorang roh dalam dunia spritual ini, aku tidak bisa menjangkau lebih banyak misteri tentang masa lalu di luar dunia kehampaan ini. Jadi aku tidak bisa memberikanmu jawaban memuaskan.” Dewi roh kemudian lenyap.
Tidak membekas. Meninggalkan Yi Xing sendirian di dunia spiritualnya. Sesaat kemudian, Yi Xing lebih memilih meninggalkan tempat itu. Kembali lagi ke dunia nyatanya. Matanya terbuka perlahan.
“Kemampuan roh dewi itu terbatas.” Yi Xing menatap tangannya. Bergumam pelan.
Detik berikutnya, Yi Xing berlari cepat. Dia tidak ambil pusing. Rahasia kedua orang tuanya biarkan seperti ini. Biarkan perlahan terbuka. Yi Xing harus cepat meningkatkan kekuatan. Dengan begini dia bisa memenuhi ekspektasi bibi Ning untuk tahu siapa orang tuanya. Jika tidak, maka Yi Xing selamanya tidak akan pernah tahu siapa dan bagaimana rupa kedua orang tuanya itu.
Yi Xing memasuki hutan akademi. Dalam sekejap mata dia sudah berada di luar perbatasan hutan akademi. Tempat itu jauh lebih berbahaya. Murid akademi dilarang ke sana. Tangannya memegang pedang tajam. Dia menebas leher binatang iblis yang menghalangi langkahnya. Yi Xing sudah berlatih keras sejauh ini.
“Tehnik pertama, hujan pedang!” Ribuan roh pedang menghantam binatang iblis dengan BR lima puluh ribu.
Memang jauh sekali perbedaan kekuatan antara keduanya. Tapi guru bilang, meski BR tidak seimbang, asal memiliki taktik bertarung yang bagus dan kecerdasan yang tinggi, itu pasti akan memenangkan pertempuran.
Hewan yang dihujani senjata roh itu mengaum kesakitan. Meski tidak bisa membunuhnya langsung, tapi tehnik pertama hujan pedang roh dari guru bisa membuat luka gores di kulit binatang iblis.
“Tehnik ketiga, pesona dewi!” Mata Yi Xing memancarkan cahaya putih tipis. Dia menghalau serangan binatang iblis. Kekuatannya besar. Tapi untungnya Yi Xing sudah melatih pesona dewi hingga tahap keempat. Itu takkan kalah melawan kekuatan binatang iblis ini.
Binatang iblis mengangkat cakar depannya, bersiap mengoyak badan Yi Xing dengan menambahkan serangan. Yi Xing segera waspada. Dia mengantisipasi serangan.
“Tehnik kedua, sayap kupu-kupu roh!” Yi Xing berhasil menghindar. Sayap kupu-kupu membawanya terbang tepat di belakang binatang iblis.
Pedang anak itu berhasil menghantam kepalanya hingga terjatuh. Binatang iblis belum menyerah. Mulutnya mengeluarkan bola api. Menyerang lawannya lagi.
“Tehnik dewa, penyatuan alam semesta, serang!” Kali ini Yi Xing mengeluarkan cincin dewanya.
Cincin dewa alam semesta. Yi Xing tidak menghindari bola api binatang iblis. Malah menunggu serangan itu datang. Tangannya memutar, membentuk lingkaran. Cincin dewa muncul, diperintahkan balas menyerang.
Dua kekuatan besar bertabrakan. Menciptakan sebuah dentuman besar. Api membumbung tinggi. Hewan-hewan di hutan itu lari carut marut. Ketakutan.
Sayap kupu-kupu roh lenyap. Yi Xing menapakkan kakinya di tanah. Dia sempat tertunduk lemas. Darah keluar dari sudut bibirnya. Dia segera menghapus cairan merah itu.
“Apakah berhasil?” Tatapannya tajam ke depan.
Dalam hitungan detik, serangan binatang iblis harimau itu menyerang lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Jemmy Mangkey
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
2024-05-16
0