Hari berikutnya datang lagi.
Wei Lin dan Yi Xing sudah tiba di arena pertandingan, di belakang bukit akademi Tianmen. Batu karst menjulang tinggi, dilindungi hutan di sekitarnya. Ada jurang terjal cukup dalam di bawahnya.
Arena pertandingan itu berbentuk lingkaran sempurna, dibuat dari bebatuan kokoh. Ada gambar burung api surga di atas permukaannya. Ada air terjun mengalir. Bangunan di seberang arena pertandingan itu sangat megah. Para tetua akademi menyaksikan pertandingan dari sana, jika latihan pertandingan dimulai. Beberapa guru akademi menggunakan tempat ini untuk berlatih.
“Ehm ..., pertama-tama, untuk mempelajari tipe kekuatan kalian, dalam pelatihan ini kalian harus mengeluarkan kekuatan terbaik kalian. Guru mau kalian bertarung habis-habisan!” Guru Mo buka suara.
Tangannya mengurut dagu. Dia menatap Wei Lin dan Yi Xing bergantian. Dua anak itu sudah memiliki BR, jadi sudah cukup bisa untuk diadu. Kekuatan mereka harus diuji. Guru Mo ingin menggali potensi mereka. Dua anak itu mengangguk. Dengan sopan mengiyakan perintah guru Mo. Yi Xing langsung ambil posisi, diikuti Wei Lin.
“Yi Xing, battle ranking dua puluh lima ribu, tehnik kupu-kupu roh!” Bocah lelaki itu langsung mengeluarkan cincin battle ranking-nya.
Wei Lin tak mau kalah. Dia juga mengeluarkan kekuatan miliknya. “Wei Lin, battle ranking delapan belas ribu, tehnik kupu-kupu roh!”
Kemudian dalam hitungan detik, Wei Lin menyerang Yi Xing duluan. Yi Xing telah siap. Kali ini dia bisa menghadapi Wei Lin. Jika kemarin dia kalah, maka hari ini Yi Xing memastikan meskipun tidak menang, setidaknya dia bisa mengimbangi kekuatan gadis itu. Dia jenius dari keluarga kaya. Wei Lin sudah memiliki bekal untuk menghadapi battle rangking lawan yang sebelumnya bahkan tidak pernah dilatih sama sekali.
“Kemenangan itu hanya milikku, Yi Xing!” Wei Lin memberitahu.
Satu serangan berhasil mengenai pertahanan tangan Yi Xing. Tidak cukup, Wei Lin menambahkan serangan tipe kecepatan. Akurasi serangannya sangat cepat. Yi Xing harus berusaha untuk tidak terjebak.
Dalam keadaan ini, Yi Xing mengeluarkan cincin dewanya. Tehnik pertama, pesona dewi. Mata bocah itu langsung berubah menjadi merah dan kuning emas. Bahkan berkilau. Sinarnya amat silau, membuat tehnik kupu-kupu roh Wei Lin patah. Dia terdorong mundur. Pikir Wei Lin, tehnik ini tidak bisa diremehkan. Karena tehnik itu baru dikeluarkan sedikit saja, tapi bisa membuatnya terdorong mundur. Sampai mengesot di tanah.
Guru Mo mengulum senyum tipis saat melihat pertandingan dua muridnya ini. “Bagus, Yi Xing sudah pandai mengendalikan tehnik bawaannya. Sebuah kemajuan yang baik.”
Giliran Wei Lin yang mengeluarkan tehnik bawaannya. “Tehnik pertama, serangan dewi malaikat!”
Sinar kekuatan besar muncul. Mengarah menuju Yi Xing. Bocah itu tidak lari atau menghindar, justeru menghadapinya.
“Tehnik pertama, pesona dewi!” Yi Xing masih menggunakan tehnik kekuatan yang sama. Namun kali ini, tehnik itu membentuk tameng tak kasat mata. Cukup untuk melindungi serangan dewi malaikat.
Dia memblokir kekuatan besar serangan ini. Wei Lin dibuat susah payah, sebab tidak mudah membobol tameng pesona dewi. Sangat kuat. Entah tehniknya yang masih lemah, atau memang tehnik pesona dewi yang unggul?
“Yi Xing, kau curang! Kau berani menindas lawan yang peringkat pertarungannya di bawahmu!” Wei Lin berkata dengan napas berat. Masalahnya, gadis itu sudah tidak bisa menahan tameng Yi Xing. Malah tehnik dewinya terdorong perlahan-lahan.
“Dalam arena pertandingan, tidak ada namanya curang. Celah antara level BR tidak akan mengubah apapun. Kecuali kau menolak untuk menantang!” Yi Xing menjawab santai.
Lalu dalam sekali dorongan, dia berhasil mematahkan kekuatan dewi malaikat milik Wei Lin. Gadis itu terdorong mundur, sempat berputar beberapa kali di udara. Wei Lin kalah. Yi Xing tidak menyangka kalau dia berhasil mengalahkan tehnik milik Wei Lin.
Padahal Yi Xing mengira mereka akan seri. Namun bukan berarti Yi Xing akan akan sebal pada gadis itu. Seharusnya Yi Xing membiarkan saja Wei Lin terpental jatuh di lantai. Tetapi Yi Xing memilih tidak melakukan itu sama sekali. Yi Xing pikir, buat apa? Dia bukan orang yang memendam perasaan dendam.
“Tehnik pertama, kupu-kupu roh, melayang!” Yi Xing mengeluarkan lagi tehnik yang dipelajarinya.
Kali ini sayap kupu-kupu biru muncul di punggungnya. Dengan kecepatan sedang, Yi Xing berhasil terbang. Lalu menangkap tubuh Wei Lin sebelum jatuh ke tanah. Yi Xing membawa Wei Lin mendekati guru Mo.
“Guru, apakah pertandingan masih dilanjutkan?” tanya Yi Xing.
Guru Mo menggeleng. “Cukup sampai di sini untuk latihan hari ini.”
Yi Xing membungkuk sopan. “Baik guru.”
“Untuk pertandingan kalian hari ini, aku cukup terkesan. Kalian ambisius. Memiliki nilai pertandingan yang cukup kuat. Namun untuk Wei Lin, seharusnya kau tidak kalah tadi. Kau unggul, karena sudah berpengalaman. Tetapi kau malah terdesak dalam setiap gerakan.” Guru Mo berkomentar, ditatapnya wajah Wei Lin yang sedang malu dan tidak enak hati pada guru di depannya ini.
“Maaf guru.”
“Kau tahu apa yang membuatmu kalah?” Guru Mo bertanya.
Wei Lin menggeleng. “Tidak, guru!”
“Kau meremehkan Yi Xing. Itu yang membuatmu kalah darinya. Padahal kau tahu? Selama guru melatihmu, kau belum terkalahkan. Bahkan jika lawanmu adalah pemilik BR di atasmu, kau tetap menang.” Guru menambahkan.
Wei Lin mendongak, menatap guru di depannya ini. “Tehnik yang dikeluarkan Yi Xing sangat sulit ditembus, guru.”
Guru Mo menggeleng, dihelanya napas tipis. “Kau bisa saja mengalahkan tehnik milik Yi Xing jika saja kau tidak buta akan kesombongan. Kunci dalam pertandingan ini, jangan pernah meremehkan musuh. Selagi Yi Xing menahan tehnikmu, kau harusnya bisa bergerak lebih cepat, mendekati tubuhnya dan menyerang dari berbagai lini.”
“Baik, guru.” Wei Lin mengangguk. Dia menyadari ini. Dia memang sombong, itulah kenapa dia bisa kalah.
Sebenarnya alasan lain kenapa Wei Lin selama ini bisa jadi pemenang dalam menantang BR yang lebih tinggi, itu karena lawan-lawannya tersulut emosi. Mereka tidak bisa diremehkan oleh gadis kecil ini di akademi. Jika saja lawannya seperti Yi Xing, tidak emosional dan pandai mengatur taktik, maka Wei Lin pasti akan kalah.
Guru Mo lalu menatap Yi Xing. “Untukmu, Yi Xing. Pertahankan pertandingan tenang ini. Jangan terganggu oleh hasutan lawan. Guru bisa merasakan kau sangat pandai dalam mengambil keputusan.”
Yi Xing mengangguk. “Tentu, guru.”
“Untuk hari ini, kalian lanjutkan mempelajari tumbuhan beracun. Guru akan kembali ke kantor akademi.” Guru memberitahu lagi.
Guru memang bilang kalau hari ini tetua akademi mengadakan pertemuan, membahas pertandingan dunia dewa nantinya.
Selepas mengatakan itu, guru meninggalkan kedua muridnya. Guru telah menjauh dari pelupuk mata. Wei Lin langsung menatap Yi Xing. Yang ditatap malu-malu meliriknya.
“Katakan, bagaimana kau melakukan tadi?” Wei Lin bertanya.
“Tentang apa?”
“Tehnik roh kupu-kupu. Kenapa kau bisa mengeluarkan sayap? Sedangkan aku tidak!”
Yi Xing menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. “Itu ..., aku ....”
“Kau mempelajari ilmu rahasia?” Wei Lin menuding.
Yi Xing cepat-cepat menggeleng dan membantah. “Tidak, tidak, tidak. Mana mungkin aku melakukan itu!”
“Lalu apa? Katakan padaku?”
Yi Xing ragu-ragu menjawab. “Ehm ..., aku mempelajari teknik itu semalam. Aku pergi ke perpustakaan akademi, lalu menemukan buku tehnik kupu-kupu. Kau ingat? Guru bilang tehnik ini awalnya memang dikira tidak terlalu unik dan menarik. Tetapi seiring bertambahnya nilai pertempuran, kita akan menyadari bahwa ternyata roh kupu-kupu memiliki kekuatan yang besar. Kelak tehnik ini bisa digunakan sebagai tehnik serangan, jika kita bisa melatihnya sangat keras. Guru hanya mengajari teorinya saja. Selebihnya kita yang mempraktikkannya.”
“Ho ..., begitu rupanya!” Wei Lin terbayang-bayang sejenak. Cerita Yi Xing kedengarannya masuk akal. Tanpa sadar Wei Lin tertarik untuk mencoba mempelajari tehnik ini. “Ajari aku.”
“Apa?” Mata Yi Xing melotot.
“Aku ingin memiliki sayap juga. Supaya bisa terbang! Setidaknya, aku memiliki tehnik lain agar tidak hanya mengandalkan tehnik kecepatan guntur.”
Yi Xing menelan ludah gugupnya. Wei Lin mendekati Yi Xing, wajah keduanya hanya satu senti. Bahkan hidung tajam keduanya sudah saling menempel.
“Aku tidak akan memusuhimu jika kau mau mengajariku tehnik ini.” Wei Lin menambahkan.
Yi Xing dibuat makin gugup. Namun karena Wei Lin terlalu memaksa, maka Yi Xing tidak punya pilihan lain. Dia harus menuruti Wei Lin.
“Baiklah, baiklah. Aku akan mengajarimu tehnik ini. Aku juga ingin mempelajarinya lebih dalam lagi. Ayo, ikut denganku!” Yi Xing menarik tangan gadis itu. Dibawanya berlari keluar dari bukit belakang akademi.
Wei Lin mengekorinya saja. Tetapi dia terkesan. Yi Xing yang selama ini diremehkannya, ternyata memiliki sisi hangat seperti ini. Wei Lin bahkan dibuat gugup.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Widya Wati
Masih anak2 tapi licik
2024-09-03
0
Ethizay
masih anak2 ini author 😅😅😂
2024-07-26
0
y@y@
🌟👍👍🏼👍🌟
2024-05-27
0