Guru Mo menghela napas. Tangannya sibuk terus menyulut api. Malam ini dia memilih beristirahat di dalam mulut gua, di pinggir hutan Liujama. Rembulan bersinar terang, warna peraknya unik, bulan bulat berbentuk sempurna.
Sesekali dia melirik Yi Xing yang tertidur pulas, beralaskan daun. Gua itu berpasir dan cukup besar. Namun tidak lama kemudian, bocah berambut perak keputihan itu membuka matanya. Dia sudah sadar. Kelelahan karena kehabisan energi membuatnya seperti ini. Pingsan berjam-jam.
“Guru Mo.” Yi Xing berkata lirih.
“Minumlah.” Guru Mo melemparkan kantong minum kepada Yixing. Bocah bermata cokelat itu segera menyambutnya. “Tenagamu habis karena mengeluarkan terlalu banyak tehnik bawaan. Kau perlu istirahat.”
Yi Xing menggeleng selepas meneguk air minum. “Aku baik-baik saja guru Mo.”
Guru Mo sempat mendeham. Lalu diliriknya lagi bocah itu. Dia memerhatikan dengan teliti. Tulang-tulang di badan Yi Xing sangat kuat. Dia berbeda. Itulah mungkin alasan kenapa umurnya yang sekarang sudah memiliki battle ranking setara bocah berusia puluhan tahun. Guru Mo juga teringat tentang sepasang matanya yang tiba-tiba berubah. Merah di sebelah kiri dan emas di sebelah kanan. Dia belum pernah melihat perubahan kontak mata seperti itu sebelumnya.
“Ehm ..., dari mana kau mendapatkan tehnik bawaan itu?” tanya guru Mo. Dia penasaran. Tangan mengurut dagu. Ada jambang tipis.
Yi Xing menatap kedua tangannya. Kepala menggeleng. Masih agak terasa sakit. “Aku tidak tahu.”
“Apakah Yi Ning yang mengajarimu?”
Yi Xing menggeleng lagi. “Tidak. Bahkan bibi mungkin tidak tahu ini. Aku juga tidak mengerti apa yang terjadi.”
“Lantas, apakah kau tahu kalau kau memiliki tehnik bawaan ini?”
Yi Xing menatap guru Mo lekat-lekat. “Tidak.”
“Ehm ..., biar aku jelaskan. Tehnik bawaan yang kau keluarkan tadi adalah tehnik pesona dewi. Tehnik ini sangat langka. Kau mungkin tidak tahu mendapatkannya dari mana. Kemungkinan kau mendapatkannya dari darah orang tuamu.” Guru Mo menjelaskan, Yi Xing masih mendengarkan. “Tehnik ini sangat berguna, karena berfungsi sebagai tehnik perlindungan dan tehnik ketidakmungkin. Kau bisa menggunakannya saat terjebak dalam bahaya atau darurat. Tehnik pesona dewi sudah lama menghilang. Tidak ada yang memilikinya lagi. Tehnik ini sangat langka, sudah jarang orang-orang memiliki darah Dewi kecantikan.”
“Tehnik ini memungkinkan seorang saint tahap awal tidak mudah terdeteksi musuh atau secara ajaib menghilang, tak kasat mata. Sedangkan bagi pemilik saint, tehnik ini berguna untuk mendeteksi lawan. Jarak jangkauannya sangat luas. Bahkan dikatakan bisa menyapu pandangan di seluruh jagat raya.”
“Tehnik bawaan yang kau keluarkan adalah tehnik pertama. Tehnik itu membentuk formasi perlindungan. Semakin tinggi levelnya nanti, maka tehnik ini bisa mencapai ranah alam semesta. Dia juga bisa membentuk tameng tak kasat mata paling kuat. Dikatakan, Dewi kecantikan sebagai pemilik tehnik tidak terkalahkan di medan perang. Sayangnya, Dewi kecantikan lebih memilih mati bersama pesonanya.”
“Guru Mo ....” Yi Xing memotong ucapan. Guru Mo mendengarkannya. “Apakah tehnik pesona dewi ini bisa terus ditingkatkan?”
Guru Mo mengangguk. “Ya, kau bisa terus meningkatkan kekuatannya. Namun untuk usiamu sekarang, tehnik ini belum bisa menghipnotis lawan yang lebih kuat. Kau perlu terus menempanya hingga menjadi tameng tak tertembus.”
“Jika usiaku sudah di atas sepuluh tahun, apa yang akan terjadi pada tehnik bawaan ini, guru Mo?” Yi Xing bertanya lagi.
Guru Mo terus menjelaskan. “Fisikmu akan berubah. Mereka yang menatap matamu dengan tehnik dewi ini secara alamiah akan menganggapmu dewa sempurna. Kau dianggap sangat cantik, orang-orang akan memujamu. Sehingga tanpa sadar mereka akan patuh denganmu. Namun dengan catatan, lawan yang kau hadapi memiliki battle ranking yang sama denganmu. Jika ranah lawanmu ada di level saint gold atau saint dewa, maka kau tidak bisa menghipnotis mereka.”
“Baik guru, aku mengerti.” Yi Xing mengangguk.
Penjelasan guru Mo bisa dimengerti. Yi Xing memahami itu. Entah dari mana asal-usul tehnik ini, setidaknya akan berguna bagi Yi Xing. Dia harus melatihnya supaya menjadi tehnik bawaan yang kuat.
Guru Mo mendeham lagi sebelum berkata kembali. “Berhubung kau memiliki tehnik bawaan ini, maka aku akan memberikan tulang binatang iblis ini padamu. Dia sepertinya sangat cocok untuk tehnik pesona dewi. Tulang ini sama-sama memiliki cincin yang sama dengan tehnik itu. Tehnik pesona dewi. Di mana kucing akan memikat mangsa dengan tingkah mereka yang terlihat lucu.”
Yi Xing terus menganggukkan kepalanya. “Baik guru, aku akan melakukannya.”
Yi Xing ambil posisi, duduk bersila. Matanya terpejam, tangan telah bersiap. Guru Mo mengeluarkan tulang binatang iblis untuk diserap Yi Xing. Tulang binatang iblis adalah tulang milik dewa. Dalam legenda, dewa pencipta meninggalkan dunia untuk berlebur menjadi alam semesta. Darah dan tulang belulangnya tersebar ke seluruh alam semesta. Jika manusia memiliki garis darah dewa, maka sudah dipastikan mereka bisa menaiki tahap saint untuk menjadi dewa seutuhnya.
Perlahan tulang itu mulai memasuki tehnik pesona dewi Yi Xing. Tehnik itu memang benar-benar langka. Selain itu, tehnik pesona dewi itu tidak mengenal battle ranking. Sebab dia akan menyerapnya dengan mudah tanpa kendala. Berbeda dengan cincin dewa. Setiap cincin dewa harus menyesuaikan diri dengan tulang binatang iblis yang akan mereka serap.
“Sungguh tehnik bawaan yang menakjubkan.” Guru Mo bergumam pelan.
••••
Esok hari kemudian.
Matahari sudah meninggi. Sekeluarnya dari hutan Liujama, Yi Xing merasa kekuatan tehniknya mulai meningkat. Dia jauh lebih peka.
Bocah itu mengikuti langkah kaki guru Mo. Mereka pulang hari ini ke desa saint jiwa. Mengikuti jalan setapak di bawah kaki bukti. Ada semak-semak indah, lalu jauh mata memandang ke depan, bunga merah muda telah bermekaran. Banyak kupu-kupu berterbangan ke sana-sini.
“Setelah hari ini, kita akan ke ibukota Guiyang.” Guru Mo memberitahu.
Yi Xing cepat-cepat menyamai langkah kaki pria di depannya. “Untuk apa guru Mo ke sana?”
“Masa libur akademi telah berakhir. Aku harus kembali mengajar murid-murid di akademi Tianmen.”
“Akademi Tianmen?” Yi Xing mengulangi. Ucapannya sangat polos.
Guru Mo mendeham, membenarkan ucapan Yi Xing tadi. “Aku mengajar murid di sana.”
“Mengajar murid menjadi saint?” Yi Xing bertanya lagi.
“Ya.”
“Apakah aku bisa masuk akademi Tianmen, guru Mo?”
Guru Mo mengangguk. “Tentu bisa. Aku akan mengajakmu ke sana dan tinggal di akademi. Aku akan mengajarimu.”
Yi Xing berseru girang. Dia belum pernah ke ibukota kekaisaran. Bibi tidak pernah mengajaknya ke sana. Selama hidupnya, Yi Xing hanya tinggal di desa saint jiwa yang indah. Tidak pernah keluar.
Desa saint jiwa memiliki gunung, bukit, sungai yang jernih, kebun bunga yang luas, ladang bunga yang cantik, desa yang asri. Semua itu hanya ada di sini. Bibi bilang bahwa hanya desa saint jiwa yang paling baik. Tetapi sesekali dia bilang kalau kota Guiyang juga tak kalah hebat. Orang terkuat di kekaisaran ini tinggal di sana.
Guru Mo tertawa melihat antusiasme Yi Xing. Dia berlari ke sana-sini, mengejar kupu-kupu. Perasaan itu muncul karena Yi Xing sebentar lagi akan sampai di ibukota kekaisaran.
“Guru, apakah murid-murid akademi juga memiliki battle ranking yang besar?” Yi Xing kembali menyamai langkah kaki pria itu.
Guru Mo mengangguk. “Ya. Ada cukup banyak pemilik BR di atas sepuluh ribu yang seusiamu.”
“Wah, luar biasa.”
“Ketika sampai di sana, cobalah untuk tidak menunjukkan tehnik bawaanmu. Rahasiakan semuanya. Kau gunakan saat ikut dalam pertandingan calon saint.” Guru Mo memberitahu.
Dahi Yi Xing sempat mengerut. Dia heran. “Memangnya kenapa, guru?”
“Di ibukota tidak semua yang kau lihat adalah orang-orang baik. Dengan menyembunyikan tehnik bawaan, setidaknya—tidak akan ada orang jahat yang mengincar darahmu.”
“Baik guru, aku mengerti.” Anak itu mengangguk sopan.
Guru tersenyum hangat. Yi Xing bocah yang mudah diatur dan diajak bicara. Dia kelihatan jenius. Dia juga sopan. Guru Mo merasa cocok dengannya.
Hingga tidak terasa mereka telah sampai di desa saint jiwa. Beberapa saint jiwa di sana menyapa guru Mo. Dia terkenal di desa ini. Siapa yang tidak tahu tentang dirinya. Salah satu dekan paling populer di akademi Tianmen.
“Guru Mo, terima kasih, berkat Anda, putraku berhasil menjadi saint silver. Dan sekarang dia sudah menjadi anggota prajurit elit di kekaisaran.” Satu orang berkata. Kala itu dia mendatangi guru Mo yang berjalan di tengah desa. Dia pria tua.
Yi Xing melihatnya sekali. Tetapi dia tidak ingin mendengarnya. Itu bukan urusan bocah enam tahun itu.
Guru Mo mengangguk pelan. “Semua itu karena kemampuan putra Anda. Aku hanya mengarahkan. Aku berharap semakin banyak saint terlahir di desa ini.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Ahmad Chris Sevin
Halo kak aku baru baca 3 bab, nanti aku lanjut lagi, mampir juga ya kak ke Novelku yg berjudul
Pentra En-Gib
2024-07-26
0
Ismaeni
ceritanya bagus ,cuma kurang pas ada bahasa asingnya. ..jadi kurang kena dalam mengikuti jalannya cerita....
2024-06-27
2
y@y@
👍🏻🌟👍🏼🌟👍🏻
2024-05-20
0