“Pertandingan antar calon saint akan dimulai tahun depan. Waktu itu sangat singkat. Guru hanya meminta kalian untuk mempersiapkan diri.” Guru Mo berkata disela jalan mereka.
Pagi ini kelas latihan di luar lagi. Kembali menuju ke dalam hutan akademi yang agak gelap. Mengikuti jalan setapak di hutan dengan pohon besar. Jamur bercahaya.
Saat memasuki hutan, ada banyak hewan iblis yang bisa ditemui. Terutama yang umurnya masih belia. Sepuluh tahun hingga lima belas tahun. Tetapi bukan itu target guru Mo hari ini. Membunuh binatang iblis tingkat rendah tidak akan membuahkan hasil apapun. Maka dari itu, setiap orang di jalan saint tidak akan melakukan tindakan memusnahkan binatang iblis lemah. Sebab tidak ada gunanya sama sekali. Kecuali memusnahkan dengan tujuan tidak jelas.
“Guru, bagaimana pertandingan itu berlangsung?” Yi Xing bertanya pertama.
Guru menjelaskan dengan nada bicara tenang. “Pertandingan itu berlangsung sesuai nilai BR. Setiap murid wajib mengikutinya. Ada dua ratus lima puluh ribu murid dalam pertandingan ini. Dalam pertandingan, ada tiga kategori. Yang pertama kelas saint putra, kedua saint putri dan ketiga saint campuran.”
“Saint campuran itu apa, guru?” Wei Lin yang bertanya. Gantian.
Guru menjawab lagi. “Saint campuran itu pertandingan saint putra dan putri. Pertandingan ini adalah pertandingan tantangan yang menemukan dua lawan berbeda. Tidak mengenal kelompok kelamin. Asal battle ranking-nya memenuhi syarat, maka peserta siap menantang siapapun di arena.”
“Oh. Berarti aku bisa menantang Yi Xing di arena?” Wei Lin melirik teman seperguruannya itu.
Dahi Yi Xing mengerut. Kenapa harus dia? Guru menggeleng.
“Tidak. Kalian berdua sudah guru siapkan ikut dalam saint putra dan putri. Tidak ada yang boleh ikut dalam pertandingan campuran.” Guru menjabarkan. “Untuk sampai ke final pertandingan, maka peserta berjumlah ribuan ini akan dibagi dua kelompok. Kelompok A dan B. Dengan cara ini, untuk mencapai pertandingan lebih cepat dirasa sangat efektif.”
Wei Lin sebenarnya kecewa. Guru tidak asyik. Wei Lin tidak bisa menantang Yi Xing untuk bertarung lagi. Tetapi keputusan guru bisa jadi ada maksud dan tujuan tertentu. Yi Xing menghela napas tipis.
Langkah kaki guru dan murid sudah sampai di tengah hutan. Aura kian gelap. Sinar matahari tidak menembus dedaunan. Guru Mo mengurangi langkahnya. Anak-anak ikut berhenti.
“Guru—”
“Ssttt!” Guru Mo memotong ucapan Wei Lin. Jemarinya menutup bilah bibir. Matanya menatap ke depan. “Lihat. Itu adalah target kalian.”
Wei Lin melotot. Yi Xing tak kalah terkejut. Yang benar saja? Lawan mereka siluman rubah iblis sembilan ekor. Bulunya putih dan bercahaya. Hewan iblis itu sudah membentuk siluman. Kekuatannya setara saint di jalan menuju demi god. Itu bukan lawan mereka sesungguhnya. Terlebih, rubah ekor sembilan memiliki pesona mematikan. Yakni hipnotis iblis. Wei Lin tidak yakin dia bisa mengalahkan iblis betina itu sekarang.
“Guru ....” ucapan Wei Lin tidak dilanjutkan. Guru tidak mau mendengarkannya.
“Seperti yang sudah guru ajarkan. Dalam pertarungan ini, tehnik saja tidak cukup untuk mengalahkan makhluk itu. Gunakan kecerdasan dan kerja sama. Hanya dengan itu kalian bisa membuatnya kewalahan.” Guru berkata panjang.
Yi Xing adalah murid yang tidak banyak bicara. Dia cenderung mendengarkan perintah sang tetua. Namun bukan berarti Yi Xing akan gentar. Jika guru memerintahkannya melakukan itu, Yi Xing akan berusaha, meski nanti hasilnya nihil. Yi Xing tahu dia akan kalah melawan makhluk hebat di depannya. Tetapi Yi Xing tidak akan pantang mundur.
“Izinkan aku mencobanya, guru.” Yi Xing melangkah pertama.
Rubah sembilan ekor sedang tidur di atas batu besar. Di sekelilingnya hutan lebat. Sedikit agak gelap. Wei Lin mendengus sebal. Yi Xing melakukan semuanya semaunya sendiri. Dia tidak bertanya apakah Wei Lin setuju atau tidak untuk bertarung.
“Huh! Baiklah. Aku akan melakukan yang terbaik!” Wei Lin menyerah. Dia mengikuti ego Yi Xing.
Keduanya kini berada tepat di depan iblis rubah sembilan ekor. Melihat dua anak itu, iblis rubah putih itu nampak girang. Fisiknya langsung berubah menjadi perempuan cantik. Sangat cantik. Kulitnya putih sekali, bak porselen.
“Adik manis. Apa yang kalian lakukan di sini?” Iblis betina itu tersenyum bahagia. Dia melangkah pelan mendekati Yi Xing dan Wei Lin.
Yi Xing tidak mengeluarkan sepatah kata. Justru langsung mengeluarkan kekuatan tehniknya. Tehnik pertama, jiwa kupu-kupu. Tehnik yang sudah dilatihnya setahun terakhir.
Yi Xing memiliki tipe kekuatan lain. Yaitu kecepatan cahaya. Lalu ada juga pesona dewi. Sedangkan Wei Lin memiliki tipe kekuatan yang sama, tetapi kecepatan petir dan serangan dewi malaikat.
Iblis rubah sembilan ekor itu terbang mundur. Dia terperangah. “Oh, rupanya calon saint.”
“Iblis sepertimu harus kami musnahkan. Kau telah banyak memakan anak-anak di desa perbatasan!” Wei Lin menunjuk kasar. Sarat akan tantangan.
Iblis rubah tertawa sombong. “Dengan BR-mu itu? Kau yakin ingin membunuhku?”
“Kau belum mencobanya!” ucap Wei Lin ketus.
Tehnik pertamanya keluar. Kupu-kupu mutasi. Yi Xing dengan kecepatannya mulai menyerang. Tiba-tiba di belakang iblis rubah. Menyerang dengan tinju mematikan, ajaran guru Mo. Namun hebatnya, iblis itu tahu. Dia dengan cepat berhasil menghindari serangan Yi Xing.
“Bocah usia tujuh tahun seperti kalian ingin mengalahkan iblis level saint demi god? Sungguh sia-sia, haha!” Iblis rubah membalikkan keadaan.
Dia balas menyerang Yi Xing. Bocah itu cepat menghindar. Giliran Wei Lin ambil alih. Kecepatan petirnya tepat berada di depan iblis rubah. Dia melepaskan satu pukulan keras. Iblis rubah berhasil menahannya. Dia terdorong mundur.
“Baiklah, baiklah. Aku meremehkan bocah-bocah seperti kalian.” Iblis rubah itu marah. Tatapannya murka.
Dia mengeluarkan kekuatannya. Cincin dewa yang sangat besar. Dahsyat sekali. Bahkan menciptakan angin ribut. Yi Xing dibuat memejamkan mata. Debu mengganggu pemandangan.
Serangan pertama mengarah ke Wei Lin. Gadis itu sempat tak menyadari kalau kecepatan iblis rubah menyasarnya. Namun untungnya ada Yi Xing di sana. Dia menarik Wei Lin menghindari serangan. Lantas dua anak itu mengeluarkan tehnik masing-masing.
“Tehnik pertama, seribu pukulan. Serang!” Kekuatan Yi Xing menyerang pertama.
Serangan itu beruntun. Iblis rubah itu berhasil menahan dan menghalau serangan cepat ini. Giliran Wei Lin melakukannya.
“Tehnik pertama, serangan dewi malaikat!” Pedang cahaya keluar. Itu cincin dewa Wei Lin.
Pedang cahaya itu menghunus dan menebas ke arah iblis rubah. Iblis itu mengeluarkan gelembung perlindungan. Dua tehnik itu takkan mampu menembus dinding pertahanannya.
Iblis rubah menyeringai. “Hanya itu? Lemah sekali. Maka kalian harus menerima tehnik pertamaku. Tehnik roh, pesona iblis rubah!”
Mata iblis rubah berkilau. Kekuatan besar dilepaskan. Itu tehnik hipnotis. Sebelum tehnik itu terlihat oleh mata Wei Lin, Yi Xing segera membuka tehnik pertamanya.
“Tehnik kedua, pesona dewi!” Tameng pesona dewi milik Yi Xing keluar. Warna putih itu melindungi dua bocah calon saint itu dari pesona iblis.
Dua kekuatan saling bergesekan. Sadar kalau pesona iblis bisa ditahan oleh pesona dewi milik Yi Xing, rubah iblis mendesis kesal. Ternyata lawannya ini memiliki sesuatu yang cukup untuk menghalau kekuatannya.
Iblis rubah terdorong mundur. Pesona dewi memiliki kekuatan hipnotis yang jauh lebih besar. Itu alasan kenapa dia kalah.
“Kurang ajar!” Iblis rubah mendesis. “Tehnik ketiga, badai iblis rubah ekor sembilan.”
Serangan berikutnya datang. Sebelum serangan itu menyangsang, Wei Lin mengeluarkan tehnik lainnya. “Tehnik kedua, serangan kupu-kupu mutasi!”
Serangan tidak ada yang mengelak. Saling berbenturan. Dua kekuatan besar bertempur. Sayangnya, Wei Lin kalah. Iblis rubah bukan sesuatu yang bisa dilawan.
Wei Lin terdorong mundur. Sayap kupu-kupu roh dibuat patah di beberapa bagian. Iblis rubah mengeluarkan tehnik keempatnya. Siap menyerang Wei Lin lagi. Namun sebelum kekuatan itu tiba, Yi Xing berusaha melindungi lagi temannya ini.
“Pesona dewi, serang!” ujar Yi Xing.
Tangannya menahan serangan itu. Sedangkan tehniknya membentuk tameng. Iblis rubah terdorong mundur. Wei Lin memegang dadanya. Itu sakit.
Iblis rubah mengeluarkan tehnik kelimanya. Ratapan bulan. Serangannya cepat. Yi Xing terpaksa menggunakan lagi kekuatan yang sama. Pesona dewi. Sayangnya, itu tidak akan cukup. Ingat, lawan mereka kali ini adalah iblis mutasi. Bukan binatang iblis.
Iblis rubah menyeringai. “Kalian akan mati di sini. Bersiaplah jadi santapan makan malamku.”
Tehnik ratapan bulan mampu menekan kekuatan Yi Xing yang sangat kecil. Yi Xing menekan dadanya. Itu terasa sesak. Sedangkan tangan kanannya menahan kekuatan tehnik kelima ini.
“Yi Xing ....” Wei Lin menatap lirih.
“Kita harus melakukan tehnik gabungan.” Yi Xing berseru dengan nada tinggi.
Wei Lin mengangguk. Dia paham. Maka tangannya langsung disatukan dengan tangan Yi Xing.
“Tehnik penyatuan, kupu-kupu roh, serang!”
Kupu-kupu roh biru keluar. Kekuatannya besar. Besar sekali kupu-kupu itu. Dalam sepersekian detik, kupu-kupu roh langsung menghantam iblis rubah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
y@y@
⭐👍👍🏻👍⭐
2024-05-28
0
Jemmy Mangkey
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
2024-05-16
0