Hari berikutnya.
“Guru Mo, kita mau ke mana?” tanya Yi Xing pagi itu.
Keduanya melangkah pergi sepagi ini, meninggalkan kediaman, memasuki lembah hutan. Guru Mo tidak mengatakan apapun. Yang dia perintahkan hanya meminta Yi Xing bangun pagi, menyiapkan sarapan lalu berangkat. Yi Xing kecil hanya bisa mengikutinya saja tanpa banyak membantah.
“Kita akan ke hutan Liujama.” Guru Mo menjawab pendek.
“Untuk apa kita ke sana, guru Mo?” Yi Xing bertanya lagi. Dia penasaran. Dia belum pernah memasuki itu.
“Berburu binatang iblis,” jawab guru Mo. Matanya melirik bocah yang berjalan menyamai langkahnya. “Kau akan tahu nanti. Ikuti saja apa perintahku tadi!”
Yi Xing mengangguk. Ya, dia akan mengikutinya. Yi Xing tidak akan bertanya apapun lagi. Sampai akhirnya mereka tiba di depan pintu masuk hutan Liujama.
Guru Mo mengeluarkan sepercik kekuatannya untuk membuka tabir pelindung hutan. Maka terciptalah portal pintu untuk masuk. Di hutan ini, jika kekuatan tidak mencapai level saint gold, maka tidak bisa membuka tabir pelindung hutan. Terutama orang biasa. Hutan ini dilindungi demi kebaikan umat manusia.
“Guru Mo, gelap sekali.” Yi Xing mencicit pelan.
Guru Mo melirik anak itu sekali lagi. “Gunakan cincin dewamu.”
Paman mengeluarkan hewan rohnya berbentuk kupu-kupu. Lalu Yi Xing menambahkan kekuatan rohnya pada kupu-kupu roh itu. Maka roh itu menjadi lentera penerang jalan. Oh, hebatnya.
“Kupu-kupu ini bisa digabungkan dengan kekuatan apapun. Namun dia tidak bisa digunakan untuk menyerang lawan, melainkan hanya untuk pelindung saja. Kecuali untuk skala level yang lebih tinggi.” Guru Mo menjelaskan.
Yi Xing mengerti. Mereka berjalan mengikuti jalan setapak. Di sisi kiri dan kanan ditumbuhi pohon besar. Gelap. Menakutkan. Alasan kenapa hutan ini dilindungi dengan tabir kekuatan, karena banyak hewan iblis berkeliaran di dalamnya.
Beberapa di antaranya sedang mengawas dan mengintai setiap langkah kaki guru Mo dan Yi Xing. Namun karena level guru Mo berada di ranah immortal, maka hewan iblis tak berani menyerang.
“Guru, level dewa terbagi dalam berapa tahap?” Yi Xing bertanya sembari menyamai langkah guru Mo.
Sedangkan mereka telah melangkah jauh masuk ke dalam hutan. Kengerian di dalam tempat itu sudah sangat terasa. Apalagi udaranya sangat dingin. Jika orang biasa yang masuk ke hutan ini, bisa jadi mereka akan langsung mati. Sebab terserang kutukan dingin.
Guru Mo mengeluarkan kekuatannya. Yakni tipe gelembung menghangatkan tubuh, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Yi Xing tadi.
“Level dewa terbagi dalam beberapa tahap. Yang pertama ada level saint. Tingkatan ini memiliki battle ranking seratus ribu. Syarat untuk dapat gelar ini biasanya ketika memasuki fase remaja umur lima belas tahun. Lalu level saint jiwa dengan battle ranking dua ratus ribu. Syarat untuk bisa mencapai level ini harus bisa membunuh lebih banyak binatang iblis level di bawahnya.”
Guru Mo masih menjelaskan. Yi Xing jelas menjadi pendengar yang baik.
“Lalu ada tingkatan saint perunggu, saint perak, saint emas, saint dewa, demi god, immortal, dewa agung dan yang terakhir kaisar dewa. Setiap tingkatan naik seratus ribu battle ranking. Jadi ada sepuluh tahap untuk mencapai titik tertinggi, yakni kaisar dewa. Setiap level juga memiliki cincin dewa tersendiri. Biasanya didapatkan dari keturunan darah dewa, tapi ada juga yang bisa mengembangkan cincin dewa sendiri.”
“Cincin dewa terbagi dalam dua bentuk. Yang pertama cincin dewa belakang punggung, di mana ada sepuluh level. Namun kebanyakan saint hanya bisa mencapai level immortal. Maka cincin dewanya hanya berada di tingkat delapan. Sedangkan cincin dewa di tangan, levelnya berdasarkan battle ranking. Untuk mencapai cincin dewa battle ranking, tidak ada batasan. Sementara cincin dewa di punggung bisa naik level jika menambahkan armor dan kekuatan senjata.”
“Lalu, guru Mo telah berada di level apa?” Yi Xing menarik kalimat pertanyaannya.
Langkah mendadak terhenti. Guru Mo menatap lamat-lamat wajah polos anak di depannya ini. Kemudian tanpa aba-aba mengeluarkan cincin dewanya. Yakni di belakang punggung dan di tangan.
Sangat indah. Cincin dewa guru Mo berbentuk dirinya yang perkasa dengan delapan tangan. Setiap roh dewanya memiliki senjata masing-masing di tangan. Lalu cincin battle ranking-nya berada di tingkat kedelapan. Warnanya beragam. Emas, merah dan hitam. Artinya guru Mo memiliki battle ranking delapan ratus ribu. Itu batasannya.
Ketika guru Mo mengeluarkan cincin dewanya, aura sekitar diserbu badai angin berkecepatan tinggi. Hampir menumbangkan pohon-pohon besar. Yi Xing sampai harus dibuat tutup mata. Debu besar tercipta. Hewan-hewan dengan tingkat BR kecil lari tunggang langgang, takut terkena serangan seorang immortal.
Yi Xing dibuat takjub. Benar-benar orang hebat. Ranahnya sudah berada ditingkatan sejati. Dewa abadi. Ini termasuk langka. Jalan menuju dewa sangat sulit. Guru Mo pasti sudah melalui ribuan kesulitan dan puluhan puluhan kematian yang menyakitkan. Untuk menuju menjadi seorang dewa, darah dewa perlu dibangkitkan. Seorang dewa harus bisa melindungi umat manusia dari kekejaman iblis, binatang iblis, manusia jahat yang berkolusi dengan iblis dan sebagainya.
Namun ketakjuban Yi Xing segera sirna manakala satu binatang iblis mendadak datang. Lekas menyerang dari atas kepala guru Mo. Hewan itu besar. Levelnya tinggi. Yi Xing tahu itu.
Seketika saja Yi Xing terpental jauh, tetapi tidak sampai cidera. Sedangkan guru Mo balas menyerang. Lawannya kuat. Sekali-dua kali guru Mo dibuat kewalahan. Bahkan cincin dewa guru Mo digigit oleh binatang iblis singa berekor naga itu.
“Awas!” Guru Mo berseru.
Ekor singa naga ingin menghantam Yi Xing, tetapi bocah itu memiliki akurasi kecepatan luar biasa. Guru Mo bahkan dibuat terkejut. Lumayan juga bisa menghindar. Tingkat refleksifitas Yi Xing cukup akurat.
Yi Xing melompat ke sana-kemari, menghindari serangan sang monster. Hanya itu yang bisa dilakukannya. Jika Yi Xing melawan, maka dia pasti akan kalah. Monster singa itu bukan lawannya. Bahkan guru Mo saja dibuat harus mengeluarkan tenaga ekstra. Sebab level keduanya hampir setara.
“Guru Mo, hati-hati!” Yi Xing berteriak. Memperingati.
Ya, guru Mo paham. Dia mengerti. Dia cepat menghindari serangan monster. Lalu mengeluarkan pedangnya. Guru Mo menunjukkan skill satu, yakni hujan pedang. Itu cukup membuat monster singa kewalahan. Berlari menghindari serangan.
Namun itu tidak cukup untuk melumpuhkan si hewan buas. Karena dia ahli dalam bertempur. Bahkan guru Mo harus terbang supaya bisa membalikkan keadaan.
“Tehnik ketiga dewa immortal, keruntuhan langit!” Guru Mo mengeluarkan tehnik lainnya.
Yaitu badai awan dan petir. Secepat kilat kekuatan itu menyambar hewan iblis. Tepat sasaran. Makhluk itu tersengat bahayanya kekuatan tehnik ketiga guru Mo. Petir kematian.
Yi Xing berseru. Guru Mo hampir berhasil memenangkan pertempuran. Namun ketika kekuatan tehnik ketiga guru Mo berakhir, singa iblis itu melancarkan serangan balasan dengan menyasar ke arah Yi Xing. Bukan ke arah lawannya.
Guru Mo berseru, “Awas!”
Yi Xing belum bisa menghindar. Dia tidak bisa bergerak. Jarum beracun milik singa iblis telah melesat ke arahnya. Bahkan guru Mo saja tidak bisa menghentikannya.
Kurang sepersekian detik, jarum itu seharusnya menusuk kepala Yi Xing. Tetapi mendadak jarum itu melayang di udara, bergerak berputar diam di tempat. Tepat di depan mata Yi Xing.
Kekuatan Yi Xing keluar. Yaitu tehnik bawaan pesona dewa. Matanya yang indah dengan lensa merah dan emas itu bisa menghipnotis siapa saja. Alhasil, jarum beracun itu tidak berhasil menembus pertahanannya. Tertahan sekuat tenaga.
“Tehnik keempat, hujan pedang!” Guru Mo mengeluarkan tehniknya lagi. Itu sukses menumbangkan singa iblis.
Dalam sekali serangan, hewan iblis level saint emas itu terlempar jatuh. Punggungnya menabrak pohon. Membuat pohon itu patah. Jarum beracun yang dilepaskannya juga terjatuh di tanah.
Bukan hanya jarum saja yang terjatuh, Yi Xing juga ikut tumbang. Guru Mo yang melihat itu, gegas terbang cepat, menangkap badan anak itu sebelum jatuh ke tanah.
Guru Mo memeriksa denyut nadi Yi Xing. “Untung dia tidak kenapa-kenapa. Nampaknya konsumsi teknik bawaannya sangat besar, menyebabkan dia kelelahan.”
Guru Mo menghela napas lega. Tangan menggendong Yi Xing, dibawa pergi menjauh diikuti dengan membawa hewan iblis itu. Dia membutuhkannya, sebagai cincin dewa pertama Yi Xing. Sebuah ketidaksengajaan yang bagus.
“Pesona dewi. Nampaknya teknik bawaan ini sangat langka. Sangat jarang bocah laki-laki bisa memiliki tehnik milik perempuan.” Guru Mo bergumam lagi.
Dia memahami sesuatu. Pesona dewi adalah tehnik kuat. Yakni tehnik pertahanan yang sulit dijebol oleh musuh. Karena tehnik ingin mengandalkan intuisi hipnotis.
Fungsinya bukan hanya memanipulasi lawan untuk tertarik pada pemilik tehnik. Tetapi juga sebagai tameng tak terlihat yang tidak akan bisa ditembus oleh senjata apapun. Tehnik pesona dewi dimiliki oleh seorang dewi kecantikan. Rupanya yang memikat, membuat siapa saja jatuh cinta. Selain itu, tehnik ini sebenarnya lebih banyak dimiliki perempuan.
“Sayangnya teknik ini agak lemah. Harus terus diasah supaya bisa menjadi teknik pelindung utamanya.” Guru Mo menambahkan. Lantas sesaat kemudian dia menjauhkan dirinya dari hutan Liujama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Raysonic Lans™
malam... hampir pagiii...
2024-09-30
0
Ahmad Chris Sevin
immortal itu bahasa Indonesia nya Abadi
2024-07-26
0
Falah35
akselerasi harusnya thor🗿
2024-06-27
1