EPS 12

Dalam perjalanan jantungku benar-benar sudah tidak bisa berdetak normal, bagaimana tidak setiap kali aku mencoba melepas sebentar pelukanku di perut Levi, laki-laki itu langsung memegang tanganku seakan-akan melarang diriku untuk melepasnya sebentar saja.

Hingga, sampailah kami berdua di perempatan, beberapa kendaraan terpaksa berhenti karena lampu merah. Aku menolehkan kepala ke sekeliling jalan, tepat di sebuah kafe seberang jalan tak jauh dari tempat kami berada.

"A-Ayah, dia... dia sama siapa?" batin ku tercengang menatap ke arah seorang pria berpakaian kaos polos dengan setelan celana jeans, sedang mengobrol santai bersama wanita berdandan menor mengenakan pakaian sedikit terbuka.

"Lev!" panggil ku kepada Levi.

"Iya Kay?" tanya Levi menolehkan kepalanya ke samping.

"Gue gak jadi pulang dulu, gue mau lo anter gue ke kafe seberang jalan itu," pinta ku sembari menunjuk ke arah toko kafe yang aku maksud.

"Hm oke," angguk Levi, lalu kembali mengendarai sepeda motornya setelah lampu sudah berubah menjadi hijau.

...********...

"Mas kapan kamu mau nikahin aku?" tanya wanita dengan baju sedikit terbuka itu, kepada pria yang duduk semeja di depannya.

"Nanti, pasti aku bakal nikahin kamu sayang. Sekarang, aku masih cara supaya bisa pisah dari istri aku, dan mengambil alih perusahaan dia," jawab pria itu memegang telapak tangan wanita tersebut.

"AYAH!!!" teriak ku naik pitam setelah mendengar apa yang mereka berdua bicarakan, seketika atensi semua orang beralih ke arah kami.

"Dasar wanita ja**lang! Mau lo apa hah!" marah ku menjambak kasar rambut wanita tersebut. Ia berteriak kesakitan, meminta tolong kepada Ayah.

"Kayla! Lepaskan dia!" bentak sang Ayah mendorong tubuh putrinya, sampai tersentak ke belakang dan hendak jatuh. Namun, dengan sigap Levi langsung datang membantu ku.

"Lo nggak kenapa-kenapa?" tanya Levi memegang kedua bahu ku sembari memasang raut wajah khawatir. Dia merasa tidak terima menyaksikan kekasihnya diperlakukan seperti ini. 

"Satu kali ini aja Kay, biarin gue hukum mereka," bisik Levi lalu menatap tajam ke arah dua orang dewasa itu, aura mengerikan serasa keluar dari dalam tubuh Levi. Ia benar-benar marah sekarang, tangannya sangat gatal tak sabar untuk segera melampiaskan pukulannya.

"Yo yo ceweknya cantik juga Om, ketemu dimana? tempat pros**titusi, pantes sih," ujar Levi menatap jijik.

"Hey! Jaga bicara kamu!" marah Ayah Kayla menunjuk tegas kepada Levi.

"Kok marah Om? Cih, dasar orang dewasa otak kalian terlalu sempit untuk memikirkan tentang kesehatan mental anak kalian sendiri," ujar Levi. "Dan gue tadi sempet denger, kalau Om mau ambil alih perusahaan milik Bunda Kayla, kalau miskin tahu diri juga lah Om, penjilat!" sarkas Levi tersenyum smirk.

Ayah Kayla dibuat tidak terima dengan perkataannya barusan, ia berjalan penuh amarah menghampiri anak tersebut, namun sebelum itu Levi langsung memberikan tendangan dolke chagi dan sukses mengenai kepalanya.

//BUGH//

Ayah Kayla terjatuh sampai menabrak meja, dan mengenai wanita selingkuhannya itu. Bibir Levi tersenyum puas, saat menyaksikan dua orang itu jatuh bersamaan di tanah. 

"Hm pasangan pela**cur yang romantis," ucap Levi dan berbalik badan menghadap ke arahku.

"Kay, apa lo mau gue hukum ceweknya juga?" tanya Levi kepada ku.

Bola mata ku membulat, aku dibuat tercengang dengan apa yang barusan Levi lakukan. Jujur saja, hati ku merasa kasihan melihat Ayah ku diperlakukan seperti itu, namun apakah pantas mengasihani orang yang bahkan tidak pernah memikirkan keluarganya sendiri? Bahkan tega berselingkuh dengan wanita lain.

"Lev, gue mau pergi dari sini," pinta ku menundukkan kepala, aku tak mau berlama-lama berada di sana.

"Oke," balas Levi bisa mengerti bagaimana posisinya saat ini, pasti rasanya sangat berat. Mau tak mau Levi harus lebih mengutamakan Kayla, walaupun ia ingin lebih lama lagi menyiksa mereka. 

"Ayo!" lirih Levi sembari memegang kedua bahu ku, mengajak ku berjalan menuju sepeda motornya yang terparkir di tepi jalan. 

"Lo mau gue langsung anter pulang?" tanya Levi merasa tak tega, melihat wajah ku yang tidak bersemangat sama sekali.

"Yaudah," sambung Levi seperti sudah paham, lalu kami berdua pun segera pergi meninggalkan tempat itu.

Sepanjang motor itu melaju, pikiran ku masih belum bisa berhenti memikirkan tentang kejadian itu. Bagaimana bisa Ayah setega ini kepada kami, mengapa dia hanya mengedepankan keegoisannya sendiri? Apa Bunda saja masih belum cukup? Apa keberadaan aku dan Valencia tidak berarti apa-apa dalam hidupnya?

Pada saat aku tengah sibuk bergelut dengan isi pikiran ku sendiri, aku baru menyadari kalau jalan yang kami tempuh bukanlah jalan pulang menuju ke rumah ku. "Levi, dia mau ngajak gue kemana?" batin ku penasaran.

...***********...

Sesampainya di sebuah tempat yang sama sekali tidak aku kenali, terdapat bangunan yang cukup besar dengan pagar besi mengitari bangunan tersebut. Hal pertama yang membuat mata ku takjub adalah sebuah gambar tiga kepala serigala terlukis di satu tembok besar dengan tulisan ALPHA WOLF.

"Jadi ini markas mereka," gumam ku, meskipun aku telah menjalin hubungan dengan Levi cukup lama. Tapi baru kali ini aku datang ke markas geng ALPHA WOLF.

"Selamat datang di rumah gue," sambut Levi sesudah memarkirkan kendaraannya.

Aku pun turun dari atas motor, dan melihat beberapa anggota ALPHA WOLF berjalan menghampiri kami.

"Cieee yang dateng bareng ayang," goda Ucok.

"Welcome Kay, anggap aja rumah sendiri," ujar Johan.

"Daren dimana?" tanya Levi.

"Ada di dalem sama anak-anak," balas Johan.

"Maya sama Ellen?" tanya Levi sekali lagi, menanyakan tentang dua anggota perempuan ALPHA WOLF.

"Ada kok Lev, kenapa emang?" balas tanya Ucok.

"Kalian ajak Kayla ke dalem, ajak dia main sama kalian. Gue ada urusan sebentar," ucap Levi.

"Siap bos!" jawab Johan dan Ucok bersamaan.

"Kay, lo sama mereka dulu ya, tenang aja anaknya baik-baik kok, kalau mereka macem-macem sama lo telpon gue," ujar Levi kepada ku.

"Oke," angguk ku dan mendapat belaian lembut di kepala dari laki-laki itu.

"Pinter."

"Yaudah yuk Kay! Ikut kita masuk ke dalam," ajak mereka berdua, lalu aku pun pergi bersamanya menuju ke markas ALPHA WOLF.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!