EPS 9

Kelas sebelas A.

"Kenapa Lev? Galau banget muka lo," tanya Johan menarik sebuah kursi, dan duduk di dekat laki-laki tersebut.

Levi tidak menjawab pertanyaan dari Johan, ia malah sibuk berkutik dengan sebuah handphone yang dia pegang. Lalu, melemparnya begitu saja ke atas meja. Untung gak jatuh.

"Ck biasa Bejo, ayang nya lagi gak masuk hari ini," sahut Daren ikut bergabung bersama mereka.

"Owh," angguk Johan, bagi kalian yang belum tahu. Nama Bejo adalah nama panggilan akrab Daren kepada Johan. Awal mulanya sih cuman kebetulan aja, tapi lama kelamaan malah makin keterusan sampai sekarang.

"Kayla gak masuk? Tahu darimana lo? Kok lo jauh lebih tahu daripada gue pacar nya," sebal Levi bertanya. Dia tidak mendapat pesan apapun dari Kayla kalau hari ini anak itu tidak masuk sekolah.

"Dari temen dia Fanny, Kayla lagi sakit katanya. Lo sih terlalu serem jadi cowok, makanya cewek lo kurang terbuka sama lo," jawab Daren menyindir.

"Dia sakit apa? Perasaan kemarin malem di telpon dia baik-baik aja," batin Levi khawatir.

"Oh ya bro gue lupa kabarin kalian berdua, gue di kasih tahu guru matematika kalau kita bertiga disuruh ikut lomba buat Minggu depan," ujar Johan menyampaikan kabar.

"Ah males, buat apa gue harus ikut?" balas Daren. "Buang-buang waktu gue doang."

"Lo Lev?" tanya Johan kepada Levi, selepas mendapat penolakan dari Daren.

"Sama, mending turu," balas Levi sependapat dengan Daren.

Walaupun anak itu terlihat nakal, Levi juga masih mementingkan pendidikannya. Sampai sekarang, ia masih bertahan di posisi rangking tiga besar di kelasnya.

"Lah kenapa lo berdua gak mau ikut?" bingung Johan.

"Males Jo, pasti ujung-ujungnya nanti kita sendiri yang bayar uang pendaftarannya, sekolah mana mau. Kalau udah menang hasilnya dibagi dua," jawab Daren menyindir.

"Apalagi kalau dapat piala ya gan, gimana kata-katanya? Gue lupa," sahut Levi.

"Piala nya ditaruh di sekolah ya nak, sertifikat nya buat kamu," ucap dua laki-laki itu bersamaan, lalu tertawa terbahak-bahak. Gila, sampai hafal mereka.

"Ya udah deh, kalau lo berdua gak ikut gue juga," ujar Johan.

"Nah gitu dong, biarin anak-anak lain yang ikut, masa kita terus sih. Emang yang sekolah di sini cuman kita aja?" balas Daren.

...********...

"Lev, gue sama Johan ke kantin duluan ya, lo mau ikut juga gak?" ajak Daren kepada Levi. Jam pertama baru saja selesai, sekarang waktunya untuk istirahat.

"Duluan aja, gue mau selesai in ini sebentar, nanggung dikit lagi kelar," balas Levi sembari mengerjakan soal-soal di buku catatan.

"Oke deh," ucap Daren dan berjalan pergi bersama Johan menuju kantin.

Sebenarnya, Levi bukanlah tipikal anak yang rajin. Mungkin saja moodnya hari ini sudah cukup membaik, walaupun masih ada sedikit rasa kecewa sebab Kayla belum juga menghubungi dirinya sampai sekarang.

"Aarrhggg!!" kesal Levi mencoret-coret asal di lembaran kertas tersebut. Dia sama sekali tidak bisa fokus, sekarang pikiran anak itu sudah dipenuhi oleh Kayla—kekasihnya.

"Ck ah! Ngapain gue mikirin dia terus sih!" pikirnya membuang pulpen hitam itu ke sembarang tempat. Sial, kalau terus berlanjut seperti ini jiwa Levi tidak akan bisa tenang. Dia akan merasa baik-baik saja setelah bertemu dengan Kayla.

"Lo benar-benar sudah buat gue gila, Kay," senyum Levi pada dirinya sendiri, semakin dipikirkan semakin membuat Levi ingin memeluk tubuh gadis itu sekarang juga.

Padahal dulu, Levi adalah laki-laki playboy yang gemar sekali mempermainkan hati perempuan. Setiap harinya dia bisa mengganti pasangan sampai tiga kali, sudah seperti baju kotor lalu diganti yang baru.

Levi bisa menjalin hubungan paling singkat satu menit, setelah itu dia akan meninggalkan perempuan tersebut. Ia tahu kalau mereka tidak mencintai dirinya dengan tulus, mereka hanya menginginkan uang Levi dan status yang dia punya, itu saja.

Tidak ada cinta yang tulus di dunia ini, semuanya akan digantikan oleh seseorang yang menurut mereka jauh lebih baik. Benar, sama seperti apa yang Ibu Levi lakukan kepada Ayahnya. Semua wanita itu sama, mereka sama seperti Ibunya.

Namun, ketika Levi dipertemukan oleh seorang perempuan manis bernama Kayla. Semua pikiran itu seketika runtuh, kedatangan Kayla seakan-akan seperti palu besar yang mampu menghancurkan tembok dalam hati Levi. Untuk pertama kalinya, ia bisa merasakan apa itu cinta yang sebenarnya.

...-Flash back-...

Malam itu, Levi sedang bertengkar hebat dengan sang Ibu Nyonya Andriana. Levi menolak keras dengan permintaan sang Ibu, agar menerima pria selingkuhannya itu bersama anak laki-lakinya menjadi bagian keluarga mereka.

Levi kecewa, bisa-bisanya seorang wanita yang dari dulu ia puja bahkan ia bangga-banggakan bisa berbuat sekotor itu di belakang mereka. Bahkan, setelah kematian sang Ayah Nyonya Andriana lebih memilih untuk mempertahankan hubungan bej*at tersebut.

Dengan emosi yang masih tersulut, Levi memilih kabur dari rumah dengan kondisi di luar pada saat itu tengah hujan deras. Anak itu berlari tak tahu arah, menerjang derasnya hujan yang menghujam kota Azura. Isi pikiran Levi benar-benar berantakan, ia tidak tahu lagi harus berbuat apa selain mencari tempat ketenangan.

Hingga, sepasang kaki tanpa mengenakan alas itu berhenti di samping lampu jalan. Kepala Levi tertunduk, merasakan guyuran air dingin membasahi setiap sel-sel kulit, sampai menyeruak masuk ke dalam. Ia kedinginan, tetapi sama sekali tidak ia rasa sebab api amarah yang masih terbakar di dalam dirinya.

Sampai, tubuh tinggi itu meringkuk seorang diri dekat lampu jalan, samping jalan raya yang sepi.

"Hei, lo baik-baik aja?" tiba-tiba terdengar suara seseorang yang begitu lembut, sembari membagi payungnya dengan Levi. Mendengar namanya dipanggil, Levi sedikit mengangkat kepalanya menatap wajah perempuan tersebut.

Seorang gadis SMA yang masih mengenakan baju seragam putih abu-abu, dengan name tag 'Kayla'tersemat di dadanya.

"Lo ngapain ada di sini sendirian? Sekarang lagi hujan, lo gak takut sakit?" tanya Kayla perlahan jongkok di hadapan Levi.

Bibir Levi tersenyum smirk, ia merasa lucu setelah mendengar perkataan dari gadis itu. Bukan sakit, namun hancur!

Aku—Kayla merasa bingung, kening ku berkerut. Sebenarnya, apa yang sudah terjadi kepada anak itu? Mengapa dia terlihat sangat berantakan. Sayangnya, aku tidak bisa melihat wajahnya sekarang, karena tertutup tirai poninya yang panjang dan basah.

"Lo gak mau jawab pertanyaan gue?" ucap ku namun tidak mendapatkan respon apapun. "Huh yaudah," hela ku membuang napas berat.

"Ini, gue punya coklat. Emang gak seberapa sih, cuman kalau mood gue lagi buruk bisa baik lagi. Mungkin lo bisa coba," ujar ku sembari memberikan coklat tersebut kepadanya. Lagi-lagi, laki-laki itu hanya diam, terpaksa aku harus membuka sendiri telapak tangan kanannya untuk menaruh benda tersebut di atasnya.

"Diterima ya! Coklatnya enak kok, gak beracun," pungkas ku.

"Mendingan sekarang lo pergi dari sini, jangan main hujan-hujanan! Gue gak tahu lo siapa, bahkan kita gak saling kenal. Tapi setidaknya lo pikirin tentang kesehatan lo sendiri."

"Karena di dunia ini, gak ada yang perduli sama lo kecuali diri lo sendiri," hujan turun semakin deras, ditambah hembusan angin yang semakin dingin saja. Tubuh ku sedikit menggigil, sebab kain baju seragam yang cukup tipis dan berlengan pendek.

"Gue pulang dulu ya, bye!" pamit ku, lalu berlari-lari kecil meninggalkan laki-laki itu.

Kepala Levi kembali terangkat, lalu menatap ke arah punggung perempuan tersebut yang sedikit tersamarkan akibat hujan. Levi kembali teringat, tentang apa saja yang anak itu katakan kepada dirinya, terutama.

"Karena di dunia ini, gak ada yang perduli sama lo kecuali diri lo sendiri."

Ya mungkin itu benar, bahkan ketika Levi pergi dari rumah tidak ada satu pun dari anggota keluarganya yang cemas mencari keberadaan dirinya.

Sepasang manik mata Levi menatap lekat, ke arah sebuah coklat di telapak tangan kanannya, "semoga kita bisa bertemu lagi, Kayla," ucap Levi tersenyum kecil.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!