EPS 11

Tangan kekar laki-laki itu terus menggenggam tangan ku menuju sepeda motornya yang terparkir di sebrang jalan.

"Lev lepasin sakit!" ronta ku merasakan nyeri, sebab Levi memegang tepat di pergelangan tangan kanan ku yang terluka.

Menyadari aku merasa kesakitan, dengan cepat-cepat Levi langsung melepaskan genggaman tangannya. "Tangan lo kenapa?" tanya Levi tajam, menatap penuh tanya ke arah area pergelangan tangan kanan ku yang terbalut perban.

"Ng-nggak, kenapa-kenapa," jawab ku memalingkan muka.

"Kay! Jujur sama gue," pinta Levi memaksa, dan akhirnya aku pun menceritakan semua kejadian tadi pagi kepada dirinya.

"Itu sebabnya gue gak masuk sekolah hari ini," pungkas ku setelah menceritakan semuanya kepada laki-laki tersebut.

Wajah Levi memerah, rahang anak itu mengeras, kedua tangannya mengepal kuat sampai timbul otot-otot pada kulitnya. Levi merasa kesal kepada dirinya sendiri, sebab dia tidak bisa melindungi orang yang dia cintai.

"Apa tangan lo masih sakit? Gue bisa obati kalau lo mau," tanya Levi sembari memegang tangan kanan ku, aku bisa melihat jelas ekspresi khawatir dari raut wajahnya. Levi berusaha menyingkirkan terlebih dahulu seluruh amarahnya, walaupun hati anak itu masih kesal.

"Sorry, gue gak bisa bela lo waktu lo dipukul sama dia," tambah Levi lalu mencium singkat punggung tangan ku.

"Ng-nggak kenapa-kenapa kok Lev, lagipula kita kan beda rumah, jadi mana mungkin lo bakal selalu ada di sisi gue," jawab ku berusaha terlihat tenang, walaupun kondisi jantung ku sekarang berdegup kencang.

"Kan gue sudah bilang, kenapa kita nggak nikah aja? Dan gue bakal bawa lo menjauh dari sini, lalu kita berdua bisa hidup bahagia," goda Levi sambil menatap lekat ke arah ku.

"AAARRRGGG, nih anak kok makin jago ngegombal sih!" batin ku berteriak.

"Kita masih sekolah Levi, nikah mulu isi pikiran lo," kesal ku menonyor dahi Levi menggunakan jari telunjuk.

"Hm, yaudah sekarang gue anter lo pulang," ucap Levi mengeluarkan kunci motor dari dalam kantong jaketnya.

"Lo gak sekolah? Sekarang masih jam berapa, jangan bilang lo bolos!" heran ku sembari menunjuk ke arah laki-laki itu.

"Guru-guru rapat jadi murid-murid dipulangin lebih awal, lo jangan asal nuduh gue bolos ya, gini-gini gue juga perduli sama sekolah gue," balas Levi.

"Owh," angguk ku paham.

"Udah sekarang ayo cepetan naik atau gue gendong nih!"

"Huh iya-iya gue naik," balas ku pasrah dan segera naik ke atas motor Levi.

"Kok gak jalan-jalan sih? Kalau begini terus kapan nyampenya?" tanya ku bingung sebab Levi belum juga menyalakan mesin motornya.

"Gue gak bakal jalan kalau lo belum pegangan," balas Levi sontak membuat ku terkejut.

"Hah? Maksud lo apa sih, udah gak usah kebanyakan tingkah cepetan jalan!" tanpa sadar pipi ku kembali menyemu merah, dasar! Laki-laki ini memang pandai membuat ku malu.

"Yaudah biarin aja, gue sampai besok di sini terus juga gak masalah," balas Levi cuek.

Mendengar hal itu ada sedikit rasa takut timbul di dalam benak ku, semua yang dikatakan oleh Levi bersifat mutlak, walaupun kedengarannya seperti candaan tapi bisa saja dia akan menyeriusi perkataannya.

Aku menelan ludah, rasanya tenggorokan ku benar-benar kering sekarang. Dengan kondisi telapak tangan yang berkeringat karena gugup, perlahan aku mencoba memegang pinggang Levi.

Namun tiba-tiba saja, hal yang tak pernah aku duga pun terjadi. Kedua tangan Levi menyahut kedua tangan ku dari arah belakang, dan menaruhnya pada perut laki-laki itu.

"Nih pegangan itu kayak gini," ujar Levi, kini kedua tangan ku melingkar pada area perut anak itu. Aku bisa melihat jelas senyum kemenangan dari spion motornya.

"Iya deh, sekarang cepetan jalan!" jawab ku sebal.

"Oke, eh tapi," ucap Levi lalu menjeda perkataannya, sontak kening ku berkerut karena penasaran.

"Tapi kenapa?" tanya ku bingung.

"Gue lagi kepikiran gimana kalau kita ada panggilan khusus satu sama lain," balas Levi sambil sibuk bergelut dengan isi pikirannya sendiri.

"Mulai deh mulai," batin ku.

"Oh ya gimana kalau mulai sekarang lo panggil gue... sayang," ucap Levi tepat pada kalimat terakhir menggunakan nada selembut mungkin, reflek kedua tangan tangan ku langsung mencubit kecil perutnya.

"Lo makin lama makin ngelunjak ya! Udah dikasih hati maunya jantung!" emosi ku sambil masih mencubit kecil perut Levi, bodoh amat walau sekarang dia menggeliat seperti cacing kepanasan.

"Auch i-iya Kay iya, gue minta maaf!" balas Levi merasakan nyeri bercampur panas, dan Kayla langsung menyudahi cubitannya.

"Makanya jangan macem-macem!"

"Huh emang kenapa sih Kay? Gue kan cuman pingin aja punya panggilan khusus sama lo, biar kelihatan romantis dikit gitu," ujar Levi mencurahkan isi hatinya.

Aku menyadari raut wajah kecewa dari Levi, nada bicara anak itu terdengar lebih lemas daripada sebelumnya. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa bersalah telah berbuat seperti itu kepadanya.

Aku kembali mengeratkan pelukan ku, kini lebih lembut, kepala ku bersandar di punggung Levi. "Bukannya gue gak mau punya panggilan khusus sama lo," ucap ku.

"Cuman.... cuman menurut gue panggilan 'sayang' itu terlalu umum, gue mau kita punya panggilan sendiri yang berbeda dari orang lain," sambung ku dan didengarkan baik-baik olehnya.

"A-apa.... apa gue boleh panggil lo 'Mi rey'? Mi rey berasal dari bahasa Spanyol yang artinya raja ku. Gue pikir karena lo pemimpin geng, jadi panggilan ini cocok buat lo," kedua mata ku tertutup rapat-rapat, sebab belum juga mendengar respon jawaban dari Levi.

"Bagus, kalau begitu gue bakal panggil lo 'Mi tesoro', mi tesoro juga dari bahasa Spanyol yang artinya harta karun ku. Karena bagi gue, lo adalah sosok paling berharga dalam hidup gue Kay. Jujur, gue nggak pernah mencintai seseorang sedalam ini sebelumnya," balas Levi sembari memegang tangan ku.

"I-iya, itu juga cantik," ucap ku tidak bisa menjawab apapun lagi selain itu, mungkin saja dia juga merasakan hal yang sama.

"Gue juga Lev, entah sejak kapan gue bisa cinta sedalam ini sama lo," batin ku.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!