Dengan posisi tangan ku yang masih digandeng oleh Levi, berjalan menyusuri lorong-lorong sekolah. Aku sama sekali tidak tahu kemana laki-laki itu akan membawa diriku pergi.
"Lev, lo mau bawa gue kemana?" tanya ku kepada Levi, namun sekali lagi dia tidak mau menjawab dan memilih hanya diam.
Sampai, kami berdua berpapasan dengan seorang siswa yang sama sekali tidak kami duga, terutama Levi. Manik mata elang milik anak itu semakin menekuk tajam, menatap penuh kebencian dengan sesosok remaja di hadapannya.
"Abimanyu," batin Levi mengeraskan rahangnya.
Abimanyu adalah saudara tiri dari Levi. Setelah kematian Ayah kandung Levi, anak itu tidak pernah menyangka kalau sang Ibu selama ini bermain busuk di belakang mereka berdua, sang Ibu tega berselingkuh dengan seorang pria dari pengusaha kaya yang memiliki anak bernama Abimanyu.
Levi dapat mengetahui semua rahasia besar tersebut, setelah kematian Ayah kandungnya, dan Ibunya sendirilah yang memperkenalkan mereka kepada dirinya, dan meminta kepada Levi agar menerima pria tersebut sebagai Ayah, serta Abimanyu sebagai saudaranya.
"Hai Lev!" sapa Abimanyu menatap sinis kepada Levi, lalu menggeser pandangannya kepada gadis cantik yang berdiri di sebelah laki-laki itu.
"Kenalin gue Abimanyu, saudara pacar lo," ucap Abimanyu mengulurkan jabatan tangannya kepada ku.
"Ck, berani lo sentuh dia, gue jamin hidup lo gak bakal tenang," kecam Levi menepis kasar tangan Abimanyu. "Dan satu hal lagi, gue gak pernah menganggap lo sebagai saudara," sambung Levi penuh kebencian.
"Haha, gue heran sama lo. Seharusnya lo dan Ibu lo itu bersyukur, kalau bukan karena Papa gue, sekarang kalian berdua sudah jadi gelandangan di luar sana. Papa gue bisa nikah sama Ibu lo, karena Ibu lo gatel!" sarkas Abimanyu sukses mengundang kemarahan dari Levi.
"Bang**sat! Jaga mulut lo baji**ngan!" marah Levi memukul keras wajah Abimanyu, sampai membuat anak itu mundur beberapa langkah dengan rembesan darah keluar dari dalam hidungnya.
"LEVI!" kejut ku langsung menarik tangan Levi, dan memisahkannya dari Abimanyu.
"Sekali lo ngomong lagi, gue pastikan mulut lo hancur," ucap Levi dengan napas memburu.
"Lev, sudah tenang," ujar ku berusaha meredam emosi anak itu.
"Haha, lihat Lev lo sudah bikin pacar lo takut," ujar Abimanyu menghapus rembesan darah tersebut menggunakan punggung tangannya.
"Dan lo, pacar lo itu mirip monster, bahkan dia ketua geng brutal yang hobinya cuman tawuran. Buat apa lo betah jalin hubungan sama orang gila macam dia?" sambung Abimanyu yang ditujukan kepada diriku.
Mendengar kata-kata itu, membuat emosi ku ikut tersulut. Nasib ku dan Levi sama sekali tidak jauh berbeda, kami berdua sama-sama berasal dari keluarga tidak harmonis.
"Memangnya kenapa? Apa lo keberatan?" balas ku dengan wajah datar. "Gue sama sekali tidak menyesal punya cowok seperti dia, setidaknya... Levi lebih baik daripada lo yang cuman bisa omong besar," pungkas ku menatap dingin. Aku dapat melihat reaksi kesal dari Abimanyu selepas mendengar perkataan ku.
"Cih, lo berdua sama aja," decak Abimanyu lalu berbalik badan pergi dari sana.
Setelah kepergian Abimanyu, dari arah belakang, Levi melingkarkan kedua tangannya kepada dua bahu ku. Sembari membenamkan wajahnya pada rambut ku. "Gue senang cara lo bela gue barusan," ujar Levi tetap dalam posisi yang sama.
"I-iya, gue cuman ngomong apa adanya kok," balas ku gugup, tangan kekar yang masih melingkar di bahu ku ini, sedikit terasa sesak, dikarenakan detak jantungku yang berpacu cepat.
"Lo bahagia jadi kekasih gue kan?" tanya Levi memastikan.
"Mmmm i-iya."
"Lo jawabnya masih ragu," kesal Levi sedikit mengeratkan pelukannya.
"Iya-iya, gue seneng kok banget malah," jawab ku pasrah.
"Oh ya Lev, katanya lo mau beri gue hukuman?" tanya ku kembali teringat, apa alasan anak itu membawanya kemari.
Levi melepaskan pelukannya, dan berdiri berhadapan dengan ku. "Gak jadi, karena lo sudah berhasil buat hati gue seneng. Untuk hari ini gue bebasin lo, tapi selanjutnya jika lo berani ninggalin gue lagi, jangan harap lo bisa kabur," balas Levi.
"Balik ke kelas gih! Sebentar lagi mau masuk," titah Levi, menatap jam dinding di dekat papan pengumuman sekolah.
"Apa mau gue anterin?" tawarnya menggoda.
"Gak perlu, gue bukan anak kecil," jawab ku ketus, dan berlalu pergi meninggalkan Levi menuju ke kelas.
"Lo selamanya milik gue Kay, gue gak akan biarin siapapun merebut lo dari gue," batin Levi sembari memandang punggung gadis itu yang mulai menjauh.
...********...
Kelas sebelas B.
Aku melangkah masuk ke dalam kelas tersebut, sepertinya belum ada guru yang datang, aku bisa mengerti dari suara berisik anak-anak dari arah luar. Ternyata benar, tidak ada guru di dalam kelas kami. Kalian pasti sudah bisa menebaknya sendiri, apa yang murid-murid lakukan jika tidak ada guru di kelas.
"Kay, tumben lo telat? Kayaknya tadi gue lihat lo berangkat sekolah duluan," ujar Fanny—teman Kayla.
"Hehe iya, tadi ada urusan sebentar," balas ku cengengesan.
"Ngomong-ngomong, tugas bahasa Indonesia lo sudah gak? Gue lihat dong, gue belum ngerjain soalnya," ujar Fanny.
"Sudah dong, gue kan rajin anaknya," balas ku percaya diri, lalu mengeluarkan sebuah buku tulis bersampul coklat dari dalam tas ransel. "Nih!" aku pun memberikannya kepada Fanny.
"Hm iya deh si paling," ujar Fanny sembari menerima buku itu.
"Eh, yang masuk kok cuman separuh laki-lakinya? Yang lain pada kemana?" heran ku sambil mengambil duduk samping siswi tersebut.
"Lagi kumpul," jawab Fanny yang sedang menyalin tugas di buku catatannya.
"Hah kumpul?"
"Iya kumpul, kan pacar lo si Levi yang nyuruh, tadi Daren sama temen-temennya pada datang ke sini minta anak-anak ALPHA WOLF ikut sama mereka," jelas Fanny.
"Ehem, rasanya punya cowok idaman cewek-cewek gimana sih Kay? Pasti enak ya, gue tebak lo pasti di treated like a queen sama dia," tanya Fanny penasaran.
"Haha, lo mikirnya jauh banget Fan, biasa aja kok," jawab ku tertawa menanggapi pertanyaan Fanny. Tapi, kalau boleh jujur, ya itu benar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments
Filanina
ceritanya menarik, Thor. Tapi POV nya dirapihin.
2024-02-24
0
Filanina
Thor, ini Kay ga mungkin denger batin Levi.
2024-02-24
0
Rey
di tunggu kelanjutannya kak 🤗
2024-02-14
1