Hari sudah mulai petang karena sekarang sudah hampir jam 4 sore dan Ellen baru saja selesai bersiap-siap untuk menjemput Karel di sekolah.
...(Baju yang di pakai Ellen + masker.)...
Gadis itu berangkat pukul 15:45 sengaja berangkat lebih awal agar sampai di sana agar tidak bertambah gelap.
"Mau kemana sayang?" tanya Rissa saat melihat Ellen yang sudah rapi.
"Mau jemput Karel Mi. Sekalian mau ijin keluar boleh gak?"
"Boleh dong. Oh ya kamu perginya pakai mobil aja. Terserah mau pakai yang mana, nanti kucinya tanya mang Udin aja."
"Yaudah Ellen berangkat dulu ya Mi." pamit Ellen pada Rissa.
"Iya sayang, hati-hati ya."
"Okey." Setelah mengecup pipi Rissa, gadis itu langsung keluar dari rumah untuk megambil mobil di garasi.
Sesampainya di garasi pilihan Ellen langsung tertuju pada mobil hitam milik Karel. Salah satu alasannya karena mobil Karel yang paling mudah di keluarkan dari garasi daripada mobil lainnya.
...(Mobil Karel)...
"Non Ellen mau pergi ya?" Tanya Mang Udin saat melihat Ellen ada di garasi.
"Iya Mang. Tolong ambilin kunci mobilnya Karel ya Mang, soalnya mau Ellen pakai." pinta Ellen pada Mang Udin untuk mengambilkan kunci mobil yang akan ia gunakan.
"Oh iya Non, tunggu sebentar ya." ucap Mang Udin yang di balas anggukkan kepala oleh Ellen.
"Ini Non kuncinya. Biar Mang Udin bantuin keluar dari garasi ya Non." tawar Mang Udin pada Ellen.
"Gausah Mang, biar Ellen aja."
"Yaudah Ellen pergi dulu ya Mang Udin." pamit Ellen.
"Iya Non, hati-hati ya." Ellen hanya mengacungkan jari jempolnya sebagai balasan.
Ellen langsung menjalankan mobilnya untuk segera menjemput Karel, setelah itu dia juga berniat pergi ke Mall untuk membeli perlengkapan sekolahnya karena itu ia mau menjemput Karel.
Gadis itu tiba di sekolah Karel tepat pukul 16:10. Sekolah sudah lumayan sepi, mungkin hanya ada beberapa siswa siswi saja.
Ellen keluar dari mobil dan menyandarkan tubuhnya di kap mobil sedangkan tangannya sibuk mengotak atik ponsel untuk memberitahu Karel jika ia sudah sampai.
"Gue udah di depan. Lama gue tinggal." ucap Ellen saat panggilan itu terhubung dan setelah mengatakan itu ia langsung menutup telponnya begitu saja.
......................
Sedangkan Keenan dan teman-temannya termasuk Karel masih berada di dalam sekolah, tepatnya di lapangan basket.
Tiba-tiba ponsel Karel berdering, pemiliknya sedang pergi ke toilet. Mau tak mau Keenan mengangkatnya ponsel Karel berada di dekatnya.
"Gue udah di depan. Lama gue tinggal." ucap seorang gadis di sebrang sana.
Bahkan setelah mengatakan itu ia langsung mematikan panggilannya. Membuat Keenan speechless bahkan sempat diam beberapa detik.
"Kenapa bang?" tanya Karel pada Keenan yang baru saja kembali dari toilet.
"Ada yang telfon. Tadi gue angkat karena gak berhenti bunyi." Jelas Keenan.
"Siapa yang nelfon?" tanya Karel.
"Ellen." jawaban Keenan sontak membuat mata Karel membulat.
"Beneran? Terus dia bilang apa?"
"Udah di luar, kalau Lo lama mau di tinggal." jawab Keenan membuat Karel melotot tidak percaya.
"Yaudah gue duluan ya." pamit Karel tergesa-gesa.
"Bareng aja. Kita juga mau pulang kali." sahut Juna membuat Karel mengangguk setuju.
"Yaudah ayo cepet." ucap Karel lagi karena ia benar-benar tidak mau di tinggal oleh Ellen.
Mereka semua berjalan keluar sekolah untuk segera pulang. Saat tiba di parkiran mereka melihat seorang gadis yang bersandar di kap mobil.
Dia adalah Ellen. Sedangkan gadis itu masih sibuk dengan ponselnya karena merasa bosan terlalu lama menunggu Karel.
"Kakkk" teriak Karel heboh memanggil Ellen. Sedangkan gadis itu hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah adiknya itu.
"Ehh buset bening bener. Walaupun gak kelihatan mukanya gue yakin pasti cakep." ucap Arkan. jiwa playboy-nya meronta-ronta.
"Beneran kaya cimol woy. Putih bener." sahut Aksa setelah melihat kulit putih Ellen.
"Kalau gini sih gue juga mau Rel. Kenalin dong." ucap Juna ikut ikutan seraya merangkul pundak Karel.
"Gue juga." ucap Bian dan Andra bersamaan.
"Gak ada! Muka kalian berlima gak ada yang meyakinkan." ucap Karel kesal seraya menghempaskan tangan Juna dari pundaknya.
"Gue duluan ya bang." pamit Karel pada Keenan dan Bara. Keduanya menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan Karel pergi lebih dulu.
"Ganteng gini kurang meyakinkan gimana coba." Arkan menggerutu tidak terima.
Karel pergi mendekati Ellen, baru lima langkah meninggalkan teman-temannya, Ellen langsung melemparkan kunci mobil pada Karel secara tiba-tiba. Untung saja dengan sigap Karel bisa menangkapnya jika tidak bisa benjol kepalanya.
Apa yang di lakukan Ellen sontak membuat Keenan dan yang lainnya merasa cengo. Bahkan gadis itu berjalan masuk ke dalam mobil dengan santai seperti tidak pernah melakukan apa-apa.
"Njir telat dikit udah benjol tuh kepala bocah." ucap Aksa menatap ngeri pada Ellen.
"Ngeri banget cuy. Jadi takut mau deketin." ucap Juna bergidik ngeri.
"Cepet pulang udah sore." Suruh Keenan pada yang lainnya.
"Cewek mulu otaknya." Ucap bara blak blakan. Mulutnya memang tidak ramah.
"Emangnya Lo. Gak normal." Ucap Arkan bercanda pada Bara.
"Pulang lewat mana Lo?" tanya Bara seraya menggulung lengan jaketnya membuat Arkan merasa ngeri.
"Gue balik duluan. Tuh mulut cabe kalau marah serem banget anjir." Teriak Arkan seraya berlari terbirit-birit membuat semuanya menggeleng gelengkan kepala.
Setelah Arkan pulang kini hanya tinggal mereka berenam. Mereka melihat kearah mobil Karel yang baru saja berjalan meninggalkan area sekolah.
"Lo pada mau langsung pulang?" tanya Keenan pada kelima temannya yang masih tersisa.
"Gue sih mau pulang aja soalnya kalau gaada Karel ga seru. Gatau kalau Andra." ucap Bian menjelaskan setelah itu menunjuk Andra dengan dagunya.
"Gue juga langsung pulang aja deh, Bang." jawab Andra pada Keenan membuat Keenan mengangguk.
"Yaudah kalau gitu kita balik duluan ya, Bang." pamit Bian pada mereka berempat.
Setelah mendapat anggukan dari mereka, Bian dan Andra menaiki motornya untuk segera pulang.
Saat Bian dan Andra sudah tidak terlihat, Keenan mengalihkan pandangannya kearah tiga temannya yang masih tersisa yaitu Aksa, Juna dan Bara.
"Kalian ga pulang?" tanya Ken pada mereka bertiga.
"Bar, Lo mau kemana?" bukannya menjawab pertanyaan Keenan, Juna malah bertanya pada Bara.
"Nanti Gue ke rumah Lo, tapi sekarang mau jemput Ara dulu." ucap bara menatap Keenan setelah memeriksa ponselnya karena adiknya memintanya untuk menjemput.
"Emang Ara belum pulang sekolah?" Tanya Aksa penasaran. Bukankah anak SMP biasanya pulang siang hari.
"Les." ucap bara memberitahu.
"Yaudah kalau gitu Gue juga iku ke rumah Lo deh Ken." putus Juna karena Bara juga ingin ke rumah Keenan.
"Gue juga ikut." sahut Aksa.
Mereka berdua membuat Keenan dan Bara mendengus kesal. Pasti nanti Arkan juga akan menyusul ke rumah Keenan.
Bara berpisah dengan mereka bertiga karena harus menjemput adiknya terlebih dulu. Sedangkan Juna dan Aksa mengikuti Keenan pulang ke rumahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments