Bintang akhirnya membawa pujaan hatinya ke pantai dan mengajak ke salah satu pondok yang ada di sana.
"Wah!!" Karin merasa takjub dengan semua makanan di pondok tersebut.
Bintang tersenyum melihat kekasih hati yang terlihat begitu bahagia. Selama tiga bulan lebih perjuangan seorang Bintang untuk memiliki Karin akhirnya terwujud juga.
"Ayo kita makan sambil liat sunset bentar lagi." Bintang menatap jam tangannya bentar lagi menunjukkan sore.
Karin menyetujuinya dengan cepat, wanita itu menaruh nasi dan memberikan pada bintang. "Kak bi....."
"Jangan panggil nama ratuku!" Potong bintang dengan kesal.
Karin tersenyum kaku mendengar rengekan kekasih dengan penuh kegelian ia pun menurutinya. "Pa–pangeranku, mau Yanga mana." Akhirnya Karin berucap dengan senyuman melihat tingkah konyolnya sendiri.
Pria itu langsung menunjuk dua jenis ikan favorit. "Aku suka kepiting dan udang basah." Jelasnya.
Tentu saja ia ingin kekasihnya tau makanan favoritnya, walau tanpa diminta sekali pun.
Keduanya akhirnya menikmati makan sore, sambil menikmati sunset yang mulai menunjukkan jati dirinya. Sesekali terlibat obralan tentang seputar kegiatan keseharian, dan hal - hal apa yang di sukai dan tidak di sukai.
Bintang menatap sesuatu lengket di bibir kekasihnya pun langsung mengelap dengan jarinya tanpa jijik.
Tentu saja Karin kembali terkejut dan gugup melihat perhatian dan kebaikan Bintang terhadapnya.
"Ada nasi di sudut bibir kamu," tak ingin salah paham pada kekasih.
Karin mengangguk kepala tanda mengerti. Keduanya pun kembali makan sampai habis habis di piring masing-masing.
Karin melambaikan tangannya pada bintang yang masih duduk di pondok "Kak e–eh maksudnya," Karin melihat sekitar baru menyadari tidak ada satu orang pun di sini, memberanikan diri memanggil dengan sebutan.... "Pangerankuuu!!! Ayo kesini." Teriak Karin.
Bintang langsung datang setelah yang di tunggu - tunggu akhirnya gadisnya memanggil dengan sebutan favoritnya mulai sekarang. Tapi ingat!! Hanya Karin Barack seorang, tidak ada duanya.
Keduanya menghabiskan waktu dengan berfoto-foto, bermain air dan kejar-kejaran, seperti bocah tanpa beban.
Untung saja tadi ada pelajaran pjok jadi Karin masih punya ganti baju. "Pangeran ku kamu juga ada materi olahraga tadi?" Tanya Karin mengkerut kening bingung. Bukan tanpa alasan kelas Bintang terkenal dengan para cowok pemain terbaik berturut-turut dalam turnamen. Jadi tak heran para siswi- siswi langsung heboh. Di tambah lagi saat pria itu bermain basket selalu menoleh ke arah kelas, sambil membentuk love di jari padanya karena posisi bangkunya di dekat pintu kelas dan di pinggir jendela.
Tentu saja Karin mengingat kapan saja kelas pria itu pjok. Pria yang secara ugal-ugalan mencintai dirinya.
Bintang menggeleng "enggak, cuman lupa ngeluarin dari mobil."
Karin berdecak " pangeranku! Persis sekali dengan kak Iqbal. Suka sekali ngumpulin barang di mobil." Ujar terkekeh pelan, melihat semua para cowok yang ia kenal di keluarganya.
Berbeda dengan Bintang langsung menatap tajam ke arah Karin, kedua matanya menyipit mendengar sebutan nama pria lain. "Siapa Iqbal?" Tanyanya terdengar dingin.
Karin langsung meremang melihat tatapan menyeramkan dari kekasihnya, "i–itu saudara aku nomor dua." Jelas Karin menunduk merasa takut.
Bintang menyadari kesalahannya langsung menarik pelan perempuan itu ke pelukannya, yang tampak ketakutan akibat ulahnya. Ia baru mengingat Karin memiliki dua saudara perempuan dan laki-laki.
"Maaf, aku tidak suka kamu menyebut nama pria lain." Lirihnya. Mengusap lembut pipi gadisnya, ada rasa penyesalan karena membuat Karin takut padanya.
******
Hai semuanya! sebelum lanjut, jangan lupa beri rate bintang 🌟 5, like, komen dan gift-Nya.
Agar Author semakin semangat nulisnya teman - teman.
kalau mau lihat visual/ seputar info. Kalian bisa kunjungi Instagram: @Rehulinan_21dan Facebook: Rehu Lina.
Terimakasih banyak 😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments