PERMINTAAN MAAF

Flashback off

"Astaga Sisy!!" Anastasya tak dapat membayangkan kelakuan dan hobi sahabatnya ini.

Karin yang ikut mendengar menggelengkan kepala. Keempatnya kembali fokus makan sambil sesekali bercerita tentang ujian tadi.

Sesekali Karin menoleh kiri - kanan, dan hal itu tak luput dari pengamatan Anastasya. "Cie yang lagi nungguin ayang" goda Tasya. Membuat wajah Karin mendadak merah merona.

"Mereka ada di basecamp"

"Kok Lo tau si?"

"I-iya tadi aku nggak sengaja liat geng mereka ke atas." Ralat Sisy.

Karin memicingkan mata, "Lo ngapain kelantai atas?"

Sisy berusaha setenang mungkin, "itu...tadi sebelum ke sini, gue nyuruh kalian duluan karena gue mau ke kamar mandi. Dan ya, gue nggak sengaja ketemu sama anggota Xander, bang Allon pacarnya Celine!! jadi gue sapa. Kita kan satu organisasi OSIS sama dia! Jadi tentu gue sapa."

Ketiganya manggut-manggut sebagai tanda paham. Keempat kembali makan di barengi obrolan santai hingga bel berbunyi.

.

.

"Rin Lo betulan nih nggak ikut bareng kita aja?" tanya Ella memastikan.

Karin tersenyum, " iya, jemputan aku belum dapat. Udah nggak usah khawatir!" Jelas Karin yang mengerti kekhawatiran para sahabatnya.

"Okelah, kalau gitu. Kami duluan ya!!" Teriak Sisy ikut masuk ke dalam mobil pribadi milik Ella.

Sedangkan Tasya membawa mobil sendiri. Karena arah jalan rumah mereka berbeda. Pandangannya beralih ke arah kompleks sebelah rumahnya. Rumah yang paling mewah di antara perumahan kompleks tersebut.

Tasya menatap ke arah tingkat dua tersebut, sebelum akhirnya masuk ke dalam gerbang rumahnya.

Di tempat arah parkir khusus sekolah mereka tampak Karin masih berdiam diri menunggu seseorang.

"Kenapa belum keluar sih!?" Karin mencari - cari seseorang yang dari tadi menganggu pikirannya.

Melihat orang yang ia cari berjalan ke arah parkiran membuat Karin berlari ke arah mobil pria itu.

"Kak Bintang!" Ucap Karin. Tangannya memegang lengan pria tersebut yang baru saja membuka pintu mobil miliknya.

"Ada apa lagi?"

Deg.

Karin terkejut mendengar ucapan pria yang membelakanginya tanpa menoleh sedikitpun. Terkesan ketus dan dingin, membuat Karin semakin merasa tak enak hati.

"Aku mau bicara, bolehkah?"

Bintang justru naik ke dalam mobil tanpa menjawab pertanyaan perempuan cantik itu. Karin menunduk kepalanya, secara tak langsung pria itu menolak untuk berbicara dengannya.

"Kenapa di situ? Cepat masuk." Titah bintang tanpa menoleh.

Karin yang mendengar tersenyum lebar, dengan cepat ia naik di sebelah pria itu. Walau tak tau bintang membawanya kemana, tapi ia juga senang bisa berbicara dengan pria di sampingnya.

"Mau ngomong apa?" Tanya bintang. Setelah mobil berjalan meninggalkan area sekolah.

"Kalau cuma bilang minta maaf, kamu nggak perlu mengatakan hal itu. Seharusnya aku yang bicara seperti itu sama kamu." Lanjut bintang, tak memberi celah pada Karin. Karena ia tau apa yang akan di bicarakan gadis ia cintai.

Sekali lagi Karin merasa tak enak hati. Seakan bintang menegaskan tak akan mendekatinya lagi. Ucapannya juga terkesan formal, berbeda dengan bintang yang dulu.

"Maafin aku kak bintang! Aku hanya ingin fokus pada sekolah ku , tanpa melibatkan perasaan dengan lawan jenis." Jelas karin menunduk.

Hening! Tak ada jawaban dari pria di sebelahnya. Bintang hanya fokus menyetir tanpa menoleh ke arahnya.

Karin menoleh ke arah pria itu, yang hanya diam saja tanpa menjawab permintaan maafnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!