Kenyataan Menyakitkan

"Apa kabar kak Gabriel?" Tanya Tasya lalu menoleh pria yang sudah lama ia kagumi.

"Baik," balasnya nada dingin tanpa menoleh sedikitpun. Dia hanya fokus pada bunga yang ada di taman belakang sekolah.

Tasya tersenyum mendengarnya. "Udah lama kak, kita enggak kayak gini lagi." Tasya menjeda ucapannya, kedua jemari tangan mungil itu saling bertautan. Sedikit airmata di bola mata indah miliknya, dengan sekuat tenaga menahan.

Pria itu tidak menjawab, pandangannya tetap lurus dengan wajah dingin khas miliknya.

"Maaf kak Daniel, kamu pasti enggak suka ya! Nama panjang kakak yang aku sebut. Aku minta maaf, tapi tolong jangan jauhi aku seperti ini. A–aku rindu masa dulu kak!?" Timpal Tasya mencurahkan isi hati kecilnya. Kedua bola mata indah miliknya seketika mengeluarkan butiran airmata di saat pria bernama Daniel Gabriel Clovis pergi begitu saja.

Ada rasa sesak yang dirasa, ingatannya kembali pada masa remaja dengan rok biru. Sosok yang selalu bersamanya, di dekatnya dan selalu ada di sampingnya. Walau dengan cara berbeda, wajah kaku dan omongan pedas itu kerinduan baginya.

"Aku tidak tau kenapa tiba - tiba sewaktu kak Gabriel lulus menjauh seperti ini? Seolah lupa dengan pertemanan kita, kak." Gumam Tasya sembari pandangan menatap ke arah langit biru yang begitu indah, tapi berbeda dengan suasana hati yang sulit di jelaskan.

"Nenek, Ana rindu...kenapa? Kenapa hidup ini sulit sekali. Ana tidak sekuat apa yang di katakan nenek, datanglah ke mimpi ana sekali...saja! Aku rindu..." Bahkan ketika kedua mata tertutup, tetesan airmata terus mengalir di pipi cantik miliknya.

.

.

🌵🌵🌵🌵

"Terimakasih pangeran ku..!" Ujar Karin tersenyum manis, hatinya semakin menghangat dengan perlakuan manis kekasihnya.

"Sama - sama, seterusnya seperti ini ya! Aku udah bilang sama kepala sekolahnya, jadi kamu tidak perlu datang ke kantin sekolah. Cukup datang kesini tiap hari, biar tidak ngantri." Kata Bintang menatap hangat kekasihnya, tangan kanannya mengelus rambut aroma strawberry.

"Kok pangeran tidak tanya dulu sama aku? Seharusnya, tanya dulu orangnya mau atu enggak?"

Bintang mencerna, ini adalah pertama kalinya ia bisa sebucin dan sesayang ini sama lawan jenis. Bisa di bilang ia masih lugu. "Gitu ya! Maaf, aku terlalu memaksa."

Bintang menyadari kesalahan seakan terlalu memaksa tanpa orang itu suka atau tidak. Ia menunduk sebagai bentuk mengakui kesalahan yang telah di perbuat.

Kedua alis Karin terangkat, bisa - bisanya cosplay jadi anak kucing seperti bersama induknya. Bibir mungilnya melengkung membentuk senyum manis, lucu sekali cara pria tampan ini meminta maaf.

"Aku enggak apa - apa kok, tapi! Lain kali harus tanya atau izin sama orang yang bersangkutan ya!" Karin jadi tidak tega melihatnya, kedua tangan berkulit putih bersih itu merangkup pipi kekasihnya.

"It's okey," mengelus pelan. Keduanya berada dalam sedekat ini jadi grogi.

Seketika buyar, mereka tersadar saat mendengar suara pintu terbuka. Seorang pria berwajah dingin melangkah masuk.

Dengan buru - buru Karin beranjak, "Pangeran aku pergi dulu ya!" Ucap Karin pergi berlalu. Ketika melewati Daniel ia hanya menunduk sebagai bentuk pamit.

"Sorry gue ganggu,"

"Yeh!!! Udah tau tapi tetap masuk juga." Cerocos Bintang, sungguh sahabatnya ini datang tanpa ada wajah bersalah sedikitpun.

Daniel duduk di sofa single tepat Karin duduk tadi. Pria berwajah dingin mengambil ponsel di saku jas sekolahnya, lalu seperti biasa ia hanya fokus pada layar kecil itu.

Bintang sampai di buat geleng kepala, terbesit ide jahil dalam benaknya. Senyuman smrik tercetak, kedua bola mata coklat indah itu membidik.

Deniel menyadari seseorang menatap kearahnya, seketika menoleh keningnya mengkerut melihat ekspresi wajah sahabatnya.

"Apa?"

"Jomblo ya!! Kasihan...sia- sia wajah tampan, enggak ada yang berani dekati. Makanya jangan pasangan wajah kaku kayak kanebo kering." Ejek Bintang, benar - benar memperagakan wajah menyebalkan.

"What! Kanebo kering, wah!!" Satu bibir Daniel melengkung ke atas sebagai bentuk tidak terima. Wajah dingin berubah melotot tak terima.

"Siapa kanebo kering, hah! Gue yang engga mau menerima mereka, Lo lihat gue mau menerima orang yang suka ngejar - ngejar! Lagian gue udah punya orang yang gue suka." Jelas Daniel panjang lebar, jika sudah bersama sahabatnya yang satu ini sudah pasti keduanya ribut tidak ada lagi wajah dingin dan kaku.

"Hah! Masa, siapa? Tunjukkin wajah atau fotonya."

"Rahasia, enak aja nanti Lo embat lagi." Kata Daniel yang mana berhasil membuat Bintang tak terima.

"Enak aja kalau ngomong, gue udah punya pacar. Cantik, baik, pintar kurang apa lagi coba? Mana mungkin gue embat!!" Ujar Bintang dengan wajah kesal, seketika pula kedua bibir Daniel melengkung ke atas. Ternyata ketua geng Xander terpancing dengan cara ini.

"Ada kekurangannya?" Balas Daniel, saat itu pula Bintang mengeram wajah marah.

"Bisa suka sama manusia kayak Lo." Timpal Daniel, menaikkan kedua alis tebal miliknya.

"Wah!!! Parah Lo ya, enka aja. Lo.." Bintang semakin tidak terima langsung melempar bantal sofa, sesuai dengan prediksi kedua manusia berbeda sifat jika disatukan maka akan menjadi satu. Ribut, lempar - lemparan seperti anak bocah.

Tanpa ada yang tau, seorang gadis cantik terkejut mendengar perkataan Daniel. Niatnya ingin mengembalikan jam tangan yang tadi tak sengaja jatuh, kini malah mendapati kenyataan menyakitkan.

Tak ingin semakin sakit hati, Tasya pergi begitu saja sembari menghapus airmata yang terus mengalir.

"Sya, woy! Tasya!"

"Eh..i–iya sorry!" ucap Tasya kebanyakan melamun.

"Lo kenapa sih? ngelamun aja. kenapa? ada masalah." Tanya Karin bingung, dari tadi wajah sahabat ini diam murung terus. Padahal di ruang kelas, untung saja gurunya baru masuk. Kalau tidak, sudah pasti di tegur guru.

"Enggak kok," balas Tasya tersenyum tipis. Keduanya fokus kembali saat guru memulai pelajaran selanjutnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!