Bab 19 - Bertemu Masa Lalu

Selesai membersihkan ruangan Presdir, Andra duduk tak jauh dari meja kerjanya Cyra. Dia diam seperti orang bodoh yang bingung harus melakukan apa lagi. Dirinya seperti tertahan di sisi wanita cantik itu.

"Baca majalah atau koran biar tidak bosan," ucap Cyra tanpa menatap.

"Saya balik ke ruangan saja, Nona. Membantu karyawan baru," kata Andra memberikan alasan, ia tak betah berdua dengan Cyra apalagi wanita itu sangat menggoda hatinya.

"Ada Wika dan Pak Mun, biarkan mereka yang mengaturnya," ujar Cyra.

"Tapi Nona..."

Cyra mendongakkan wajahnya lalu menatap Andra yang sudah berdiri. "Kamu ingin membantah perintah saya?"

Andra menggelengkan kepalanya.

"Duduk!" titah Cyra.

"Nona...!" sentak Andra.

Cyra terdiam.

"Maaf!" lirih Andra.

"Silahkan keluar!" perintah Cyra dengan pelan.

"Nona, saya tidak bermaksud...."

"Kamu ingin keluar dari ruangan ini, kan? Ya sudah, silahkan!" ucap Cyra dengan mata berkaca-kaca.

"Nona, saya minta maaf karena bersuara tinggi. Saya hanya ingin menghindari fitnah," kata Andra.

"Memangnya kita melakukan apa?" Cyra mengerutkan dahinya.

"Saya hanya karyawan rendahan di perusahaan ini, mereka menganggap saya memakai ilmu hitam untuk menggaet Nona," jelas Andra.

Cyra seketika tertawa kecil.

"Nona, saya di sini hanya ingin bekerja dan menerima gaji seperti karyawan lainnya," ujar Andra.

"Kamu 'kan di sini memang bekerja khusus melayani saya. Salahnya di mana?" tanya Cyra.

"Saya cuma takut--"

Cyra menautkan alisnya, ia menunggu perkataan Andra selanjutnya.

"Saya cuma takut jika Tuan Daneen marah besar," Andra dengan cepat menyambung ucapannya.

"Papa saya tidak sekejam itu, apa yang harus kamu takutkan?"

"Saya ingin melakukan pekerjaan seperti karyawan lainnya!"

"Karyawan lainnya ingin mendapatkan pekerjaan yang enak seperti kamu," ucap Cyra.

"Tapi saya tidak suka, Nona!" Andra menegaskan ucapannya.

"Kamu tidak menyukai saya?" Cyra menatap Andra penuh harap.

"Bukan begitu, Nona. Hubungan kita hanya antara atasan dan bawahan, tidak lebih!" ucap Andra.

"Kamu memangnya mau berharap lebih dari saya?"

Andra menarik napasnya lalu dihembuskannya. Pertanyaan Cyra sangat berbelit-belit, sepertinya ingin menjebak.

"Andra.."

"Permisi, Nona!" Andra lantas pergi meninggalkan ruangan kerja Cyra.

"Dia kenapa, sih? Apa aku salah menjadikannya asisten pribadi?" gumam Cyra.

-

Jam makan siang, Cyra pergi ke ruangan Andra seorang diri. Sesampainya di sana, ia tak menemui pria itu. Hanya ada beberapa karyawan sedang beristirahat.

"Di mana Andra?" tanya Cyra kepada gadis dengan lesung pipi dan berkacamata.

"Kami tidak tahu, Nona." Jawabnya dengan mimik wajah ketakutan maklum karena dia karyawan baru.

"Kenapa tidak tahu?" tanya Cyra lagi.

"Karena Andra tidak memberitahu kami, Nona." Jawab gadis bernama Lani itu.

Cyra menghela, ia lalu menghubungi nomor telepon Andra namun tak dijawab. Cyra membalikkan badannya hendak bergegas pergi.

"Nona, tunggu!" cegat Lani.

Cyra berbalik, "Ada apa?"

"Tadi Andra menitipkan sesuatu!" Lani dengan cepat mengambil kotak makanan di atas meja lalu diserahkannya kepada Cyra.

"Suruh Andra yang mengantarkannya ke ruangan saya!" perintah Cyra kemudian berlalu.

Selang 20 menit, Andra kembali ke ruangannya. Teman-temannya sudah selesai makan siang. Andra lantas duduk dan mulai menyantap bekalnya.

"Tadi Nona Cyra kemari, dia meminta Mas Andra untuk mengantarkannya ke ruangannya," kata Lani.

Andra sejenak menghentikan suapannya. Ia diam dan berpikir lalu lanjut memakannya.

"Mas Andra mau mengantarkannya, kan?" tanya Lani ragu.

"Iya, nanti saya antarkan!" jawab Andra tanpa menatap.

Lani tersenyum lega.

-

Hingga jarum jam menunjukkan pukul 2 siang, Andra tak kunjung datang ke ruangan Cyra. Wanita itu terus memandangi dinding dan memegang perutnya yang mulai terasa sakit.

"Dia kemana, sih? Kenapa tidak datang ke sini? Apa karyawan baru tadi tak memberitahunya?" gumam Cyra.

Cyra meraih gelas berisi air putih lalu meneguknya. Mengambil ponsel di samping kanannya lalu mencari kontak nama Andra kemudian menghubunginya. Lagi-lagi Andra tak menjawab panggilannya. Hal itu membuat Cyra kesal dan marah.

Cyra beranjak dari tempat duduknya, ia memilih meninggalkan kantor lebih awal.

Wika melihat Cyra keluar ruangan sembari menenteng tas lantas bertanya, "Nona mau pulang?"

"Ya."

-

Cyra memilih mengendarai mobilnya seorang diri menuju sebuah kafe. Sesampainya di sana ia memesan kentang goreng dan jus alpukat. Ia tak habis pikir Andra bisa-bisanya bersikap cuek kepadanya.

Cyra yang seorang diri duduk terperanjat kaget melihat sosok dihadapannya, pria itu melemparkan senyuman kepadanya.

"Mau apa kamu?" Cyra memasang wajah datar dan ketus.

"Apa kabar, sayang?" pria itu menarik kursi lalu duduk.

Cyra lantas berdiri namun tangannya di pegang pria yang sangat dibencinya itu. "Lepaskan aku!" Cyra melemparkan tatapan tajam.

"Kenapa buru-buru? Apa kamu ingin kita bermain-main seperti waktu itu?"

Cyra mengeraskan rahangnya, ia sangat membenci pria yang ada dihadapannya sekarang. Karena dialah, Cyra harus terpisah dengan ayah kandungnya beberapa bulan.

"Cyra, aku minta maaf!" lirihnya.

"Sebentar lagi aku akan menjebloskanmu dan mereka!" Cyra merapatkan giginya menahan emosi.

"Apa kamu memiliki bukti, sayang?" godanya.

"Tentunya. Papaku lebih mempercayai ucapan aku daripada wanita gila yang menjadi selingkuhanmu itu!" Cyra menekankan kata-katanya.

Pria tersebut melepaskan genggamannya.

"Aku hanya sedang mengulur waktu saja, selebihnya kalian akan menikmati waktu yang tersisa di balik jeruji!" Cyra tersenyum menyeringai.

"Kamu mengancam kekasihmu ini?"

"Kamu bukan kekasihku!" Cyra menegaskan ucapannya.

"Ayolah, sayang. Kenapa kamu berkata seperti itu? Bukankah waktu setahun cukup untuk menyakinkanmu?"

"Harusnya aku tidak mengenalmu dan tak tertipu bujuk rayumu. Brengseek...!"

"Oh, sayang. Sekarang kamu banyak berubah," lagi-lagi pria dihadapan Cyra menunjukkan senyuman meledek.

"Aku berubah karena perlakuanmu!" Cyra menatap penuh emosi.

"Kamu salah, sayang. Aku melakukannya karena aku sangat cinta padamu dan ingin mendidikmu agar tidak menjadi wanita yang sombong!"

"Ya, kamu benar. Sang Pemilik Kehidupan memberikan kesempatan kedua agar aku semakin sombong dan membalas satu persatu orang-orang yang sudah menyakitiku!"

Pria itu tertawa menyeringai.

"Cepat atau lambat, kalian akan mendapatkan hukumannya!" Cyra dengan cepat meninggalkan tempat duduknya.

Di dalam mobil, Cyra meremas setir mobil dan memukul benda tersebut. Hari ini dirinya begitu sial. Andra menolak makan siang bersamanya, tadi ia tak sengaja bertemu pria yang sudah membuatnya trauma dan menjadi amnesia.

"Saat ini kamu masih dapat tersenyum, Franco. Tapi nanti lihatlah, apa yang akan aku lakukan untuk membuatmu menderita termasuk kekasihmu itu!" geram Cyra memukul-mukul setir mobil.

Sementara itu, Andra tak melihat keberadaan mobilnya Cyra. Ia merasa lega karena hari ini ia pulang menaiki bus tanpa perlu diantar Cyra.

Andra berjalan ke halte bus yang tempatnya hanya berjarak 150 meter dari gedung perusahaan. Ia berdiri menunggu bersama calon penumpang lainnya.

Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!