Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini

Cyra sudah berada di mobil dengan sabar ia menunggu Andra selesai bekerja. Selang 15 menit kemudian, Andra akhirnya keluar dari gedung perusahaan.

Sopir kantor segera mendekati Andra dan berkata, "Nona Cyra sudah menunggu di dalam, Tuan."

"Maaf, Mas. Saya bukan majikan anda, jangan panggil tuan," ucap Andra.

"Tuan Andra adalah temannya Nona Cyra dan orang yang sudah menolongnya," kata sopir lagi.

Andra meletakkan jemarinya di bibir lalu berucap, "Jangan bicarakan itu lagi, Mas!"

"Maaf, Tuan." Pria berusia 35 tahun itu sedikit menundukkan kepalanya.

Andra lalu pamit menuju mobil, namun langkahnya dihalangi sopir Cyra dengan cepat pria itu membukakan pintu bagian depan.

Andra mengerutkan keningnya karena ia duduk berada paling depan. "Ini tidak salah?"

"Nona Cyra yang akan membawa mobilnya, Tuan." Kata sopir mempersilakan Andra masuk.

Cyra yang kini duduk dibalik kemudi melemparkan senyumnya kepada Andra. "Ayo!"

Andra lalu masuk dan duduk.

Cyra segera memasangkan sabuk pengaman kepada Andra membuat pria itu terpaku. Bagaimana tidak? Wajah Cyra dapat terlihat jelas di depan matanya, bibirnya bahkan hampir mengecup pipinya Cyra. Namun dengan cepat menarik kepalanya sedikit menjauh.

Selepas memakaikan sabuk pengaman Andra, Cyra kembali ke posisi semula. Ia mulai menyalakan mesin mobilnya. Sementara Andra masih bergeming, detak jantung berdegup lebih kencang.

"Sebelum mengantarkanmu pulang, kita singgah ke supermarket," ucap Cyra sembari menoleh sekilas ke arah Andra yang mengangguk kecil.

Sepanjang perjalanan menuju supermarket, Andra memilih diam. Denyut jantungnya belum sepenuhnya normal. Ia masih merasa gugup dan grogi walaupun beberapa bulan lalu sempat sangat dekat.

Selang 20 menit kemudian, mobil yang dikendarai Cyra memasuki kawasan supermarket paling lengkap dan ramai pengunjung.

Cyra mematikan mesin mobil ketika sudah berada di parkiran. Sebelum keluar ia melihat ke arah Andra yang tidak bergerak. "Kamu mau tetap di sini?"

"Kalau Nona mengizinkannya," ucap Andra.

"Kamu harus ikut, kita akan berbelanja hari ini," ujar Cyra membuka sabuk pengamannya.

"Saya menunggu di sini saja, Nona." Andra malas harus ikut belanja, pastinya dirinya akan menjadi tatapan para pengunjung supermarket.

"Kamu tetap ikut saya belanja!" Cyra menegaskan ucapannya. "Atau kamu mau aku potong gajinya," lanjutnya.

Andra menggelengkan kepalanya, ia dengan cepat membuka sabuk pengamannya. Cyra melihatnya menarik ujung bibirnya lalu bergegas keluar.

Andra dan Cyra berjalan beriringan memasuki bangunan supermarket, Cyra lalu meminta Andra mendorong troli belanjaan. Cyra kemudian mulai mencari barang-barang yang diinginkannya.

Hampir 30 menit mengelilingi lorong supermarket, keduanya menuju meja kasir untuk menghitung seluruh belanjaannya.

Setelah membayar tagihan belanja, Cyra mengantarkan Andra pulang ke rumah. Selang 15 menit kemudian, mereka tiba di kediaman Andra.

Cyra keluar bersamaan dengan Andra, ia lalu berkata, "Belanjaan tadi semua untuk ibumu."

"Semuanya, Nona?" Andra masih belum percaya.

"Iya, buatnya karena sudah memasak makanan yang enak untukku," Cyra tersenyum.

"Nona, tidak salah?" tanya Andra.

"Tidak, Andra," jawab Cyra berjalan ke arah bagasi mobil lalu membukanya. Cyra mengambil 2 kantong plastik berukuran besar kemudian diserahkannya kepada Andra.

"Ini aku saja yang membawanya," ucap Cyra menunjuk ke arah 2 kantong berukuran sedang.

"Biar saya saja, Nona Cyra tunggu di sini," Andra segera membawa kantong berukuran besar ke dalam rumah.

Tak sampai 3 menit, Andra keluar bersama dengan Laila menghampiri Cyra yang menunggu di mobil. Ia mengambil lagi kantong dari dalam bagasi kemudian membawanya ke rumah.

"Nona Cyra, belanjaan sebanyak itu buat Bibi?" tanya Laila.

"Iya, Bi. Itu semua buat Bibi karena sudah membuat makan siang untukku," jawab Cyra.

"Terima kasih, Nona." Laila tersenyum senang karena mendapatkan sembako gratis, aneka daging, sayuran serta ikan.

"Sama-sama, Bibi." Cyra balas memberikan senyuman.

Andra kembali menemui Cyra dan mengucapkan terima kasih.

"Aku pamit, besok jangan lupa bawakan bekal makan siang untukku," ucap Cyra menatap Andra yang mengangguk mengiyakan.

Cyra kemudian masuk ke mobil dan berlalu.

Laila memutar balik tubuhnya menyusul putranya yang terlebih dahulu melangkah. "Pasti Dita mengeluarkan banyak uang untuk belanja sebanyak itu," tebaknya.

"Benar, Bu. Seperempat gajiku yang diberikan Tuan Besar Daneen," ucap Andra.

"Itu 'kan sangat besar sekali," kata Laila tak percaya.

"Kalau tahu semua belanjaan ini untuk kita, aku sudah melarangnya," ujar Andra.

"Kenapa kamu larang? Biarkan Dita memberikannya," ucap Laila.

"Aku tidak mau memanfaatkan kebaikannya, Bu." Kata Andra menarik kursi, menuangkan air ke dalam gelas lalu meneguknya.

Laila pun setuju dengan ucapan putranya.

"Bu, malam ini Tiko akan datang. Tolong masakan makanan untuk kita," ucap Andra.

Laila tersenyum, "Iya, An. Nanti Ibu masakan, sudah lama tidak bertemu dengannya."

-

Tepat jam 7 malam, Toko datang ke rumah Andra. Ibu dan anak itu menyambutnya, apalagi Laila sudah dianggap seperti ibu kandungnya sendiri. Ketiganya saling bertukar kabar.

"Aku ingin penjelasan dari Andra tentang Dita," tagih Tiko.

"Wanita yang kamu temui di restoran memang Dita. Dia adalah bos tempatku bekerja," jelas Andra.

"Jadi kamu anak buahnya Dita?" tanya Tiko belum yakin.

"Iya, dia Cyra bukan Dita," jawab Andra.

"Apa dia tahu kalau kamu yang sudah menolongnya?" tanya Tiko lagi.

"Belum," Andra menjawab sembari menggelengkan kepalanya.

"Kenapa kamu tidak memberitahunya saja?" tanya Tiko.

"Biarkan saja Cyra mengetahuinya sendiri," jawab Andra lagi.

-

Andra, ibunya dan Tiko kini menikmati makan malam bersama setelah 30 menit mengobrol. Di tengah-tengah aktivitas mereka, ponselnya Andra berdering ia gegas mengangkatnya.

"Halo!" ucap Andra.

"Halo, Andra!"

"Nona Cyra?" Andra mencoba menebak sosok peneleponnya.

"Kamu ternyata mengenal suaraku," kata Cyra tertawa kecil, ia merasa sangat senang.

"Ada apa, Nona?" tanya Andra.

"Kamu sedang apa?" Cyra balik bertanya.

"Saya lagi makan bersama ibu dan Tiko," jawab Andra.

"Tiko teman kamu dari kampung?" tanya Cyra.

"Iya, Nona."

"Lain waktu aja aku makan malam bersama kalian," ucap Cyra.

"Iya, Nona. Saya nanti akan mengajak Nona makan malam bersama," janji Andra.

"Andra, terima kasih buat hari ini," kata Cyra.

Andra mengerutkan keningnya, apalagi terdengar suara tawa kecil dari ujung teleponnya.

"Hari ini aku begitu senang, kita makan siang dan belanja bersama. Aku merasa sebelumnya pernah melakukannya," ucap Cyra.

"Kemarin siang kita 'kan makan bersama di restoran," ungkap Andra.

"Iya, sih. Tapi aku merasa kita pernah melakukannya, aku lupa entah di mana dan kapan," ujar Cyra.

"Mungkin Nona pernah melakukannya dengan orang lain," ucap Andra.

"Tidak, Andra. Aku yakin bersamamu," kata Cyra.

Andra tak tahu harus berkata apa lagi.

-

Selesai mengobrol dengan Cyra di telepon selama 10 menit. Andra kembali melanjutkan makannya.

"Dita yang telepon, ya?" tanya Laila.

"Iya, Bu. Dia hanya bilang terima kasih dan mengatakan jika mengingat sesuatu," jawab Andra.

"Ingat jika kalian pernah bersama!" sahut Tiko yang mendengar percakapan antara Andra dan Cyra.

Andra mengangguk mengiyakan.

"Beritahu saja, An. Sepertinya bos kamu itu menyukaimu," ujar Tiko.

"Tidak mungkin, dia cantik dan kaya raya. Cyra hanya cocok dengan pria setingkat keluarganya," ucap Andra merendah. Ia tak mau berharap lebih takutnya semakin sakit.

Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!