Tiko menjelaskan jika gaji yang akan diterima Andra bekerja di perusahaan itu hanya cukup makan selama 2 pekan.
"Bagaimana kamu bisa membawa Dita berobat? Itu sangat kecil sekali, pantas saja karyawannya banyak mengundurkan diri dan melakukan protes di pecat tanpa pesangon," kata Tiko.
"Diantara lowongan pekerjaan yang aku datangi hanya perusahaan itu memberikan kesempatan padaku, Ko."
"Memang benar, tapi aku harap kamu segera mencari pekerjaan lainnya lagi nanti. Jangan lama bertahan di sana," saran Tiko. Membandingkan gajinya dengan temannya sangat jauh berbeda. Dia saja yang lebih besar terpaksa berhutang di akhir bulan.
"Ya, aku coba pekerjaan ini dulu," kata Andra.
"Sebelum pulang, kamu makan dan ini uang buat ongkos," Tiko menyodorkan 2 lembar kertas berwarna biru.
"Terima kasih, Ko. Kalau aku sudah punya, ku akan mengembalikannya," ucap Andra.
Tiko mengangguk mengiyakan.
-
Andra tiba di rumah setelah matahari terbenam, Dita begitu melihat pria yang 1 minggu lebih bersama dengannya tampak senang. Ia berlari menghampiri Andra lalu memeluknya.
Laila mendelikkan matanya ketika putranya mendapatkan pelukan.
Andra yang paham, melonggarkan pelukannya dan tersenyum. "Aku bau!"
"Aku kangen sekali dengan kamu!" ucap Dita tersenyum bahagia.
"Aku juga," kata Andra.
"Dita, biarkan dulu Andra membersihkan diri dan makan. Kamu nonton tivi saja, ya!" ucap Laila dengan lembut.
Dita mengangguk mengiyakan. Ia kembali ke ruang tamu menonton siaran televisi.
"Bu, setelah mandi. Aku ingin bicara," ujar Andra.
"Kita bicara setelah Dita tidur," ucap Laila kemudian diiyakan putranya.
Selepas Andra mandi dan makan malam, ia menemui ibunya di ruang tamu. Ia juga menanyakan apakah Dita sudah tidur atau belum.
"Sebentar ibu lihat!" Laila melangkah ke kamarnya memastikan apakah Dita benar-benar terlelap atau tidak.
Tak lama kemudian, Laila keluar dan mengatakan jika Dita sudah memejamkan matanya.
"Bu, aku ingin membawa Dita ke kota," Andra mengutarakan keinginannya.
"Kamu mau membawanya ke kota, siapa yang akan menjaganya di sana?" tanya Laila.
"Ibu mau 'kan dia kembali pada keluarganya?" Andra balik bertanya.
Laila mengangguk.
"Kita harus mengobatinya," ucap Andra.
"Biaya pengobatan sangat mahal. Bagaimana kamu bisa membayarnya?" tanya Laila.
"Ibu tenang saja, aku akan bekerja keras mencari uang," jawab Andra.
"Tapi siapa yang akan menjaganya?" tanya Laila lagi.
"Serahkan semuanya kepadaku, Bu."
"Tapi ingat, selama kalian tinggal bersama jangan pernah melakukan hubungan yang dilarang!" nasihat Laila.
"Aku akan meminta bantuan Tiko untuk menyebarkan foto Dita di media sosialnya," ujar Andra.
"Apa itu media sosial?" tanya Laila.
"Media sosial adalah alat komunikasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu," jawab Andra.
"Ibu makin tidak mengerti," ucap Laila.
"Lain waktu aku akan menjelasinya lagi," janji Andra.
Laila manggut-manggut paham.
"Dua hari lagi aku akan berangkat ke kota dan meminta Tiko mencari tempat tinggal di sana," kata Andra.
"Ya sudah kalau begitu, Ibu hanya minta jaga diri dan Dita. Jangan melakukan hal-hal yang melanggar norma," ucap Laila.
Andra mengangguk mengiyakan.
***
Dua hari kemudian...
Andra dan Dita berangkat ke kota, mereka harus melewati jalan yang biasa dilalui sebelum menaiki angkutan umum.
"Kenapa Ibu tidak kita ajak?" tanya Dita.
"Jika aku sudah memiliki gaji besar, ibu akan kita bawa," jawab Andra.
"Oh gitu," ucap Dita.
"Selama bekerja, kamu jangan pernah keluar rumah tanpa seizin aku," kata Andra.
"Kenapa begitu?"
"Aku tidak mau kamu bertemu dengan orang jahat yang menyakitimu."
Langkah Dita berhenti, ia jongkok dan memegang kepalanya. Air matanya tiba-tiba menetes.
Andra pun menoleh, ia mendekati Dita. "Kenapa?" tanyanya.
"Kepalaku sakit sekali!" jawab Dita masih menunduk.
Andra yang bingung, lantas berjongkok memeluknya. "Kita akan berobat, sekarang ayo bangun!" bujuknya dengan lembut.
Dita masih memegang kepalanya, Andra merangkul tubuhnya sembari melangkah.
"Aku merasa pernah ke tempat ini," ucap Dita.
Andra mengerutkan keningnya.
"Andra, apa kita pernah lewat sini?" tanya Dita.
"Tidak," jawab Andra.
"Aku merasa tidak asing," ucap Dita.
"Apa dia mengingat sesuatu?" batin Andra bertanya. Lokasi penemuan Dita 2 minggu lalu sudah mereka lewati.
"Andra...."
"Dita, nanti saja kita bicarakan. Lebih baik cepat jalannya, angkutan sudah menunggu," Andra beralasan. Ia takut tiba-tiba Dita menjerit, dipikir orang-orang dirinya akan berbuat jahat.
Dita pun mengangguk.
-
Sejam berlalu, mereka akhirnya tiba di kota. Tiko mengantarkan keduanya ke tempat kos-kosan. Beruntung Andra masih memiliki tabungan jadi bisa membayar uang sewa 1 bulan.
"Kamu yakin tidak tergoda dengan dia?" tanya Tiko melihat Dita yang sangat cantik.
"Dia sedang sakit, tidak mungkin mengambil kesempatan," jawab Andra pelan.
"Kita tinggal di sini?" tanya Dita memperhatikan kamar berukuran kecil yang menurutnya lebih besar di rumah Laila.
"Iya. Kita sementara di sini," ucap Andra.
"Di sini?" Dita tampak tak suka.
"Iya. Aku harus mengobati sakit kepala agar tak selalu mengeluh," Andra memberikan alasan.
Mendengar penjelasan Andra, Dita pun paham kalau dirinya tak ingin terus menerus merepotkan.
"Jika sudah sembuh, bolehkah aku mencari pekerjaan?" tanya Dita.
Andra mengiyakan.
***
Hari ini Andra mulai bekerja, ia meminta Dita untuk tidak keluar kamar. Andra juga menyiapkan makanan dan cemilan agar Dita tak bosan.
Dita menuruti semua permintaan Andra karena pria itu sekarang menjadi pelindungnya dan sangat menyayanginya.
Andra sampai di perusahaan tersebut pukul 6 lewat 30 menit, ia mulai menjalankan pekerjaannya sebagai cleaning service.
Selang 1 jam kemudian, beberapa karyawan telah hadir. Andra dapat mendengar sayup-sayup dari mulut mereka jika pemimpin baru perusahaan sangat pelit dan kejam.
"Bayangkan saja dia sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun tapi dipecat tanpa alasan. Bukankah itu mencurigakan?"
"Ya, sejak Nona Muda menghilang semua orang kepercayaan Tuan Besar di pecat," sahut yang lainnya.
"Huss... kalian hati-hati jika bicara. Mau dipecat seperti mereka," ucap wanita satu lagi, 2 orang lainnya menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Ketiga wanita itu pun dengan cepat meninggalkan toilet.
Andra menghentikan sejenak pekerjaannya, ia lantas berpikir apakah gajinya ada hubungannya dengan pimpinan baru perusahaan.
Selesai membersihkan seluruh ruangan bersama 1 orang rekan kerjanya. Andra ke ruang istirahatnya untuk mengisi perutnya yang belum sempat sarapan.
"Andra, dua hari lagi aku akan berhenti bekerja," ucap teman Andra yang sudah 5 tahun di perusahaan.
"Kenapa berhenti?" tanya Andra.
"Aku akan kembali ke kampung saja, gaji di sini sudah tak seperti biasa. Mereka memotongnya seenak jidat," jawabnya.
"Jadi aku sendirian di sini?"
"Tak ada orang yang mau bekerja dengan gaji segitu. Apalagi ini perusahaan sangat besar."
Andra diam, ia bingung mencari pekerjaan di mana lagi. Ia juga memikirkan keadaan Dita yang harus segera diobati.
"Aku sarankan, kamu pikirkan ulang lagi. Mumpung masih sehari."
"Aku tidak mungkin pergi dari sini," ucap Andra.
"Aku berharap semoga kamu betah."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓
jangan² nona muda yg mereka bicarakan dita ya 🤔
2024-05-23
1
Murni Zain
berarti Dita pimpinan d perusahaan tempat kerja Andra
2024-02-07
1