Bab 6 - Hari Pertama Bekerja

Tiko menjelaskan jika gaji yang akan diterima Andra bekerja di perusahaan itu hanya cukup makan selama 2 pekan.

"Bagaimana kamu bisa membawa Dita berobat? Itu sangat kecil sekali, pantas saja karyawannya banyak mengundurkan diri dan melakukan protes di pecat tanpa pesangon," kata Tiko.

"Diantara lowongan pekerjaan yang aku datangi hanya perusahaan itu memberikan kesempatan padaku, Ko."

"Memang benar, tapi aku harap kamu segera mencari pekerjaan lainnya lagi nanti. Jangan lama bertahan di sana," saran Tiko. Membandingkan gajinya dengan temannya sangat jauh berbeda. Dia saja yang lebih besar terpaksa berhutang di akhir bulan.

"Ya, aku coba pekerjaan ini dulu," kata Andra.

"Sebelum pulang, kamu makan dan ini uang buat ongkos," Tiko menyodorkan 2 lembar kertas berwarna biru.

"Terima kasih, Ko. Kalau aku sudah punya, ku akan mengembalikannya," ucap Andra.

Tiko mengangguk mengiyakan.

-

Andra tiba di rumah setelah matahari terbenam, Dita begitu melihat pria yang 1 minggu lebih bersama dengannya tampak senang. Ia berlari menghampiri Andra lalu memeluknya.

Laila mendelikkan matanya ketika putranya mendapatkan pelukan.

Andra yang paham, melonggarkan pelukannya dan tersenyum. "Aku bau!"

"Aku kangen sekali dengan kamu!" ucap Dita tersenyum bahagia.

"Aku juga," kata Andra.

"Dita, biarkan dulu Andra membersihkan diri dan makan. Kamu nonton tivi saja, ya!" ucap Laila dengan lembut.

Dita mengangguk mengiyakan. Ia kembali ke ruang tamu menonton siaran televisi.

"Bu, setelah mandi. Aku ingin bicara," ujar Andra.

"Kita bicara setelah Dita tidur," ucap Laila kemudian diiyakan putranya.

Selepas Andra mandi dan makan malam, ia menemui ibunya di ruang tamu. Ia juga menanyakan apakah Dita sudah tidur atau belum.

"Sebentar ibu lihat!" Laila melangkah ke kamarnya memastikan apakah Dita benar-benar terlelap atau tidak.

Tak lama kemudian, Laila keluar dan mengatakan jika Dita sudah memejamkan matanya.

"Bu, aku ingin membawa Dita ke kota," Andra mengutarakan keinginannya.

"Kamu mau membawanya ke kota, siapa yang akan menjaganya di sana?" tanya Laila.

"Ibu mau 'kan dia kembali pada keluarganya?" Andra balik bertanya.

Laila mengangguk.

"Kita harus mengobatinya," ucap Andra.

"Biaya pengobatan sangat mahal. Bagaimana kamu bisa membayarnya?" tanya Laila.

"Ibu tenang saja, aku akan bekerja keras mencari uang," jawab Andra.

"Tapi siapa yang akan menjaganya?" tanya Laila lagi.

"Serahkan semuanya kepadaku, Bu."

"Tapi ingat, selama kalian tinggal bersama jangan pernah melakukan hubungan yang dilarang!" nasihat Laila.

"Aku akan meminta bantuan Tiko untuk menyebarkan foto Dita di media sosialnya," ujar Andra.

"Apa itu media sosial?" tanya Laila.

"Media sosial adalah alat komunikasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu," jawab Andra.

"Ibu makin tidak mengerti," ucap Laila.

"Lain waktu aku akan menjelasinya lagi," janji Andra.

Laila manggut-manggut paham.

"Dua hari lagi aku akan berangkat ke kota dan meminta Tiko mencari tempat tinggal di sana," kata Andra.

"Ya sudah kalau begitu, Ibu hanya minta jaga diri dan Dita. Jangan melakukan hal-hal yang melanggar norma," ucap Laila.

Andra mengangguk mengiyakan.

***

Dua hari kemudian...

Andra dan Dita berangkat ke kota, mereka harus melewati jalan yang biasa dilalui sebelum menaiki angkutan umum.

"Kenapa Ibu tidak kita ajak?" tanya Dita.

"Jika aku sudah memiliki gaji besar, ibu akan kita bawa," jawab Andra.

"Oh gitu," ucap Dita.

"Selama bekerja, kamu jangan pernah keluar rumah tanpa seizin aku," kata Andra.

"Kenapa begitu?"

"Aku tidak mau kamu bertemu dengan orang jahat yang menyakitimu."

Langkah Dita berhenti, ia jongkok dan memegang kepalanya. Air matanya tiba-tiba menetes.

Andra pun menoleh, ia mendekati Dita. "Kenapa?" tanyanya.

"Kepalaku sakit sekali!" jawab Dita masih menunduk.

Andra yang bingung, lantas berjongkok memeluknya. "Kita akan berobat, sekarang ayo bangun!" bujuknya dengan lembut.

Dita masih memegang kepalanya, Andra merangkul tubuhnya sembari melangkah.

"Aku merasa pernah ke tempat ini," ucap Dita.

Andra mengerutkan keningnya.

"Andra, apa kita pernah lewat sini?" tanya Dita.

"Tidak," jawab Andra.

"Aku merasa tidak asing," ucap Dita.

"Apa dia mengingat sesuatu?" batin Andra bertanya. Lokasi penemuan Dita 2 minggu lalu sudah mereka lewati.

"Andra...."

"Dita, nanti saja kita bicarakan. Lebih baik cepat jalannya, angkutan sudah menunggu," Andra beralasan. Ia takut tiba-tiba Dita menjerit, dipikir orang-orang dirinya akan berbuat jahat.

Dita pun mengangguk.

-

Sejam berlalu, mereka akhirnya tiba di kota. Tiko mengantarkan keduanya ke tempat kos-kosan. Beruntung Andra masih memiliki tabungan jadi bisa membayar uang sewa 1 bulan.

"Kamu yakin tidak tergoda dengan dia?" tanya Tiko melihat Dita yang sangat cantik.

"Dia sedang sakit, tidak mungkin mengambil kesempatan," jawab Andra pelan.

"Kita tinggal di sini?" tanya Dita memperhatikan kamar berukuran kecil yang menurutnya lebih besar di rumah Laila.

"Iya. Kita sementara di sini," ucap Andra.

"Di sini?" Dita tampak tak suka.

"Iya. Aku harus mengobati sakit kepala agar tak selalu mengeluh," Andra memberikan alasan.

Mendengar penjelasan Andra, Dita pun paham kalau dirinya tak ingin terus menerus merepotkan.

"Jika sudah sembuh, bolehkah aku mencari pekerjaan?" tanya Dita.

Andra mengiyakan.

***

Hari ini Andra mulai bekerja, ia meminta Dita untuk tidak keluar kamar. Andra juga menyiapkan makanan dan cemilan agar Dita tak bosan.

Dita menuruti semua permintaan Andra karena pria itu sekarang menjadi pelindungnya dan sangat menyayanginya.

Andra sampai di perusahaan tersebut pukul 6 lewat 30 menit, ia mulai menjalankan pekerjaannya sebagai cleaning service.

Selang 1 jam kemudian, beberapa karyawan telah hadir. Andra dapat mendengar sayup-sayup dari mulut mereka jika pemimpin baru perusahaan sangat pelit dan kejam.

"Bayangkan saja dia sudah bekerja lebih dari sepuluh tahun tapi dipecat tanpa alasan. Bukankah itu mencurigakan?"

"Ya, sejak Nona Muda menghilang semua orang kepercayaan Tuan Besar di pecat," sahut yang lainnya.

"Huss... kalian hati-hati jika bicara. Mau dipecat seperti mereka," ucap wanita satu lagi, 2 orang lainnya menggelengkan kepalanya dengan cepat.

Ketiga wanita itu pun dengan cepat meninggalkan toilet.

Andra menghentikan sejenak pekerjaannya, ia lantas berpikir apakah gajinya ada hubungannya dengan pimpinan baru perusahaan.

Selesai membersihkan seluruh ruangan bersama 1 orang rekan kerjanya. Andra ke ruang istirahatnya untuk mengisi perutnya yang belum sempat sarapan.

"Andra, dua hari lagi aku akan berhenti bekerja," ucap teman Andra yang sudah 5 tahun di perusahaan.

"Kenapa berhenti?" tanya Andra.

"Aku akan kembali ke kampung saja, gaji di sini sudah tak seperti biasa. Mereka memotongnya seenak jidat," jawabnya.

"Jadi aku sendirian di sini?"

"Tak ada orang yang mau bekerja dengan gaji segitu. Apalagi ini perusahaan sangat besar."

Andra diam, ia bingung mencari pekerjaan di mana lagi. Ia juga memikirkan keadaan Dita yang harus segera diobati.

"Aku sarankan, kamu pikirkan ulang lagi. Mumpung masih sehari."

"Aku tidak mungkin pergi dari sini," ucap Andra.

"Aku berharap semoga kamu betah."

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

jangan² nona muda yg mereka bicarakan dita ya 🤔

2024-05-23

1

Murni Zain

Murni Zain

berarti Dita pimpinan d perusahaan tempat kerja Andra

2024-02-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!