Bab 12 - Kembalinya Cyra

Enam bulan berlalu.......

Cyra keluar dari mobil merah mewahnya, menggunakan kacamata hitam, dress selutut dengan lengan tangan panjang. Berjalan angkuh memasuki gedung perusahaan.

Mendengar bos perusahaan kembali, para karyawannya menyambutnya dengan senyuman dan sambutan hangat. Diantara mereka yang berdiri berjajar rapi ada Andra tampak gugup serta grogi. Bagaimana tidak? Dirinya sangat begitu merindukan sosok Dita kini menjadi Cyra. Ketika melangkah tepat di depan Andra, wanita itu berhenti lalu menoleh ke samping menatap Andra sedikit menundukkan kepalanya.

"Angkat wajahmu!" titah Cyra.

Andra mengikuti perintah atasannya.

"Siapa nama kamu?" tanya Cyra tanpa membuka kacamatanya.

"Saya Andra, Dit--" hampir saja Andra mengucapkannya. "Saya Andra, Nona."

"Oh," Cyra manggut-manggut paham. "Aku merasa tidak asing melihat wajahmu," lanjutnya.

"Kita pernah serumah bahkan sekamar, Nona." Andra membatin.

"Sejak kapan kamu bekerja di sini?" tanya Cyra lagi.

"Tujuh bulan lalu, Nona," jawab Andra.

Cyra manggut-manggut paham, ia kemudian lanjut melangkah ke ruangan kerjanya.

Sesampainya di sana Cyra mengedarkan pandangannya, ia merasa ruangan tempatnya bekerja mengalami perubahan dan ia mengendus aroma orang lain.

"Apa sebelumya ada orang yang mengisi tempatku?" tanya Cyra kepada wanita di belakangnya.

Wanita itu maju ke depan dan menjawab, "Ada, Nona."

"Siapa?"

"Nyonya Sonia, Nona."

Mendengar nama ibu tirinya, Cyra mengepalkan tangannya. Ia sangat geram kepada wanita itu, rasanya ingin mencampakkannya ke jalanan bersama putrinya namun diurungkannya. Cyra akan membalas mereka dengan cara halus.

"Untuk hari ini aku minta tolong dibersihkan lagi dan mulai besok seluruh perabotan serta warna dinding harus sudah berganti," titah Cyra.

"Baik, Nona. Saya akan panggilkan cleaning service," ucap sekretaris pribadi bernama Wika.

"Ya, cepatlah!" kata Cyra.

Wika gegas keluar ruangan dan mencari keberadaan Andra. Biasanya dirinya akan tinggal telepon, namun petugas kebersihan di perusahaan hanya ada 2 orang. Kemungkinan di ruang istirahat itu tak ada yang menjaga.

Wika bernapas lega, ia bertemu Andra ketika berpapasan di ruang karyawan bagian marketing. "Kebetulan sekali, An."

"Kenapa Mba Wika?"

"Kamu dipanggil Nona Cyra ke ruangannya."

"Apa salah saya, Mba?"

"Tidak ada salah. Kamu diminta untuk membersihkan ulang ruangannya."

"Tapi tadi sudah saya bersihkan dan berikan pengharum ruangan kesukaan Nona Cyra," jelas Andra, ia sangat capek jika harus dilakukan ulang. Apalagi sejak dikabarkan kembalinya Cyra ke perusahaan, ia terpaksa lembur hingga jam 9 malam selama 2 hari ini.

"Ini perintah, An. Kamu harus laksanakan, mau dipecat?"

Andra menggelengkan kepalanya.

"Makanya cepat ke ruangannya!" ucap Wika.

"Baik, Mba. Sebentar saya ambil peralatannya!" kata Andra.

Beberapa menit kemudian, keduanya memasuki ruangan kerja Cyra.

"Kenapa lama-- ?" tanya Cyra yang ingin marah, namun mendadak menghentikan suaranya ketika melihat pria dibelakangnya Wika muncul dihadapannya.

"Maaf, Nona. Andra harus melayani karyawan di sini juga," jawab Wika menjelaskan.

"Karyawan? Memangnya tidak ada office boy?" tanya Cyra.

"Tidak ada, Nona. Hanya ada Andra dan Pak Mun," jawab Wika.

"Besok buka lowongan pekerjaan mencari office boy dan cleaning service!" perintah Cyra.

"Berapa banyak, Nona?" tanya Wika.

"Empat orang," jawab Cyra.

"Baik, Nona!" kata Wika.

"Keluarlah!" ucap Cyra.

Andra masih berdiri, ia sangat bingung karena Cyra tetap di ruangan sedangkan dirinya harus membersihkan ulang tempat meskipun tidak kotor.

"Kenapa masih di situ? Cepat kerjakan tugasmu!"

"Maaf, apa Nona mau di sini saja?" tanya Andra.

"Jadi aku harus di mana?" Cyra balik bertanya.

"Nona bisa keluar sebentar, sementara saya harus bersih-bersih," jawab Andra.

"Mengapa kamu jadi mengatur aku?"

"Bukan begitu...."

"Sudah cepat kerjakan! Jangan membantah!" hardik Cyra.

Andra mengangguk mengiyakan.

Andra mulai membersihkan ulang ruangan, sementara Cyra membaca beberapa berkas yang ada di atas meja kerjanya.

Andra yang sangat grogi tak sengaja menjatuhkan benda berukuran kecil sebagai pajangan pecah. Hal itu membuat Cyra menoleh ke arahnya.

"Maaf, Nona." Andra menggelengkan pelan kepalanya lalu berjongkok.

Cyra tak marah, ia lanjut mengerjakan pekerjaannya.

Andra memungut pecahan keramik dan memasukkannya ke tong sampah. Setelah bersih, ia berdiri kemudian menyapu lantai yang dekat meja kerjanya Cyra.

Sambil bersih-bersih Andra sesekali melirik Cyra yang menurutnya semakin cantik dan mempesona. Jauh berbeda dengan Dita meskipun sama.

Cyra mengetahui Andra mencuri pandang ke arahnya menoleh dan bertanya, "Ada apa?"

"Tidak ada, Nona." Andra menghentikan aktifitas menyapunya dan menatap atasannya.

"Fokuslah bekerja. Tolong jaga pandanganmu!" sindir Cyra.

"Maaf, Nona!" Andra mengaku salah karena sudah berani meliriknya.

Lanjut menyapu lantai lagi. Selepas itu mulai mengepel. Hampir 15 menit berada di ruangan Cyra, Andra pamit meninggalkan ruangan.

"Andra, tunggu!" panggil Cyra ketika pemuda itu hendak pergi.

Andra membalikkan badannya, "Iya, Nona. Ada apa?"

"Di mana rumah kamu?"

Andra menyebut nama sebuah jalan tak jauh dari gedung perusahaan dan kos-kosan lamanya.

"Mengapa aku merasa pernah mengenal kamu dan kita sangat dekat," ungkap Cyra.

"Saya baru sekali bertemu dengan Nona," jawab Andra berbohong.

"Tidak, An. Aku merasa kamu itu....."

"Mungkin Nona salah orang, saya belum pernah bertemu dengan Nona," Andra cepat-cepat membantah.

"Apa kamu punya kekasih?" tanya Cyra. Entah kenapa dirinya harus mengeluarkan kata-kata begitu.

"Belum, Nona," jawab Andra.

"Nanti siang kita makan bersama!" ajak Cyra.

Andra terdiam.

"Keluarlah dan temui aku jam dua belas," ucap Cyra.

"Baik, Nona!" Andra gegas keluar ruangan.

-

Tepat pukul 12 malam, Cyra keluar ruangan. Ia berdiri sambil melihat arloji di tangannya lalu bertanya kepada Wika. "Panggilkan Andra dan siapkan mobil! Saya ingin makan siang diluar bersamanya!" titahnya.

Wika yang mendengar Cyra mengajak Andra makan siang tampak tak percaya. Ia masih berdiri dan diam.

"Wika, kamu tidak mendengar apa yang aku ucapkan?" tegur Cyra.

"Maaf, Nona. Baiklah, tunggu sebentar. Saya akan panggilkan!" ucap Wika dengan cepat mencari Andra.

Tak sampai 3 menit, keduanya muncul dengan langkah tergopoh-gopoh. Cyra tanpa sadar melemparkan senyuman.

"Ayo gerak sekarang!" ucap Cyra.

Andra mengangguk mengiyakan.

"Wika, jika papa mencari aku. Katakan padanya aku sedang diluar," kata Cyra memberikan perintah.

"Baik, Nona!" ucap Wika.

"Ayo Andra!" ajak Cyra berjalan lebih dahulu.

"Ini mimpi atau bagaimana? Mengapa Nona Cyra semanis itu dengan cleaning service? Mantra apa yang digunakan Andra," gumam Wika.

Bukan hanya Wika yang tercengang dengan sikap Cyra kepada Andra. Karyawan lainnya juga terheran-heran, bagaimana bisa petugas kebersihan jalan beriringan dengan putri Presdir. Bukankah ini tak masuk akal. Sulit dipercaya gumam mereka.

Cyra lebih dahulu masuk ke mobil lalu di susul Andra. Sopir memperhatikan keduanya dari kaca spion juga bingung.

"Apa Nona Cyra ingat jika Tuan Andra adalah orang yang sudah menolongnya beberapa bulan lalu?" pikir sopir pribadi Cyra. Ya, dia memang mengetahui kisah antara putri atasannya dengan cleaning service perusahaan.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

makan siang jam 12 malam 🤔🤔😂

2024-05-23

1

Keho

Keho

ngopi dulu thor

2024-02-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!