Bab 3 - Kepergok Pelukan

Laila dan Andra benar-benar tidak habis pikir dengan ucapan Dita yang asal bicara. Dia ingin dimandikan, tentunya ini tak mungkin dibiarkan.

"Hmm, Dita. Kamu 'kan sudah dewasa, lebih baik mandi sendiri. Kami tidak boleh melihat beberapa anggota tubuhmu," jelas Andra.

"Aku takut, Andra!" mata Dita kembali berkaca-kaca.

"Apa yang kamu takuti?" tanya Laila kali ini dengan suara pelan.

"Aku takut dia akan menyiksaku," jawab Dita.

Laila dan Andra saling pandang.

"Dia jahat!" ucap Dita.

"Di sini tidak ada orang jahat, semua sangat baik. Kamu jangan khawatir, jika ada yang berani macam-macam bilang pada Bibi!" kata Laila penuh percaya diri.

"Apa yang dikatakan Ibuku benar. Kamu tidak perlu takut dan cemas, kami siap menolongmu," ucap Andra.

Dita sedikit lega mendengar penjelasan dari Andra dan Laila. Ia akhirnya bersedia mandi.

Andra dengan cepat mengambil baju dan celananya dari kamarnya lalu diberikannya kepada Dita. "Sementara pakai ini saja!"

Dita mengiyakan, ia lalu melangkah ke kamar mandi dan Andra berdiri di depan pintu.

"Kamu mau apa di situ?"

"Menunggu Dita mandi, Bu."

"Jangan cari alasan, cepat bantu Ibu bawakan makanan ini di meja!" perintah Laila.

Andra segera melaksanakan perintah ibunya.

"Apa kamu akan melamar pekerjaan hari ini?" tanya Laila.

"Jika aku pergi, Dita dengan siapa, Bu?" Andra balik bertanya.

"Tinggalkan saja sendiri di sini," jawab Laila.

"Aku tidak mau, Bu. Bagaimana jika dia keluar rumah tanpa sepengetahuan kita? Pasti para tetangga akan banyak bertanya," ujar Andra.

"Kalau begitu kapan kamu bekerja? Anggota di rumah ini bertambah satu orang, sedangkan Ibu hanya buruh kebun yang hanya cukup makan," jelas Laila.

"Jika Dita telah pulih seratus persen dan mengerti dengan tugas hari-harinya, aku akan melamar pekerjaan," janji Andra.

Laila akhirnya setuju.

-

Dita duduk bersama dengan ibu dan Andra di meja makan. Wanita itu langsung melahap makanan yang diberikannya kepadanya.

Lagi-lagi sikapnya membuat Laila geleng-geleng kepala.

"Mau tambah lagi?" tanya Andra.

Dita mengangguk mengiyakan.

Andra menyiduk nasi dan lauk lalu diisikannya di piring. "Habiskan!"

Dita kembali melahapnya penuh semangat.

Laila meneguk salivanya melihat cara makan Dita seperti orang kelaparan.

"An, sepertinya kamu harus segera mencari tahu asal usulnya. Jika tiap hari begini, kita makan apa," ujar Laila.

"Iya, Bu. Nanti aku akan mencari keluarganya," kata Andra.

"Ibu makan di kebun saja," Laila lantas berdiri.

"Bu...." ucap Andra.

"Ibu beli pecal sayur untuk makan siang nanti, jangan biarkan dia keluar!" Laila memberikan peringatan.

Andra mengangguk mengiyakan.

Laila berangkat ke kebun, ia bekerja di tanah milik tetangganya dengan upah harian. Untuk sayuran makan, ia dan Andra menanamnya di halaman rumah.

"Mau tambah lagi?" tawar Andra melihat porsi ke dua telah habis.

"Aku sudah kenyang."

"Ya sudah, kini giliran aku makan, ya!" kata Andra gegas menyantap hidangannya karena sedari tadi perutnya terasa keroncongan.

Selesai makan, Andra membawa piring kotor ke tempat cucian. Dita turut membantunya, Andra mulai mencucinya. Andra juga mengajari Dita untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Setelah itu lanjut menyapu rumah, meskipun lelah mengajarinya Andra berusaha sabar. Jika dirinya berbicara dengan nada tinggi pastinya Dita akan ketakutan.

Selesai beberes rumah, Andra mencuci pakaiannya sendiri. Dita hanya melihatnya saja.

"Kamu di dalam saja, aku mau memetik sayuran di halaman," kata Andra.

"Aku ikut!" ucap Dita.

"Tidak bisa, Dita."

"Aku takut di sini!"

"Jarak kita hanya beberapa meter," ucap Andra.

"Aku mau ikut!"

Andra yang tak tahu mencari alasan apa, akhirnya terpaksa mengajak Dita keluar.

-

Dita dilarang Andra melakukan apapun, wanita itu hanya disuruhnya duduk sambil memperhatikannya.

Andra memupuk tanaman cabai lalu memetik kangkung dan kacang panjang. Dua jenis sayuran tersebut akan dimasak buat makan malam.

Andra tidak berlama-lama di luar takut jika ada warga yang bertanya mengenai sosok Dita.

Di dalam rumah, Andra menyuruh Dita untuk beristirahat. Tanpa membantah, Dita masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya di ranjang.

Jika siang hari, Dita berani sendirian berada di kamar karena pintu terbuka dan terang. Kalau malam dirinya begitu sangat ketakutan.

Selesai dengan rutinitasnya, Andra menikmati makan siangnya seorang diri. Lanjut, membuka ponselnya mencari informasi pekerjaan.

Andra membaca pesan dari temannya jika ada lowongan pekerjaan menjadi kuli bangunan di perusahaan ternama.

"Jika aku pergi bekerja, Dita dengan siapa? Ibu pasti menolak mengurusnya," gumamnya.

Andra membalas pesan temannya yang kini bekerja di kota, ia menolak tawaran untuknya. "Lebih baik aku tidak memberitahu ini kepada ibu, dia akan marah jika mengetahuinya," batinnya.

-

"Lepaskan aku!" rintih Dita dengan mata terpejam.

Andra yang mendengarnya lantas terbangun, ia memasang jelas telinganya yang ternyata dari kamarnya.

Andra segera bangkit dan berjalan menuju kamarnya, ia melihat Dita menangis namun matanya tertutup.

"Apa salahku? Aku mohon tolong lepaskan aku!" ucap Dita mengigau.

"Dita!" panggil Andra dengan pelan. Ia lalu menepuk-nepuk lembut pipinya.

Dita terperanjat, ia terbangun dan memundurkan tubuhnya. "Siapa kamu? Pergi!" sentaknya.

"Aku Andra, Dita. Kamu bermimpi, ya?" tanya Andra penuh kehati-hatian.

Dita terdiam ia berusaha mengingat apa dia bermimpi atau tidak. Seketika ia memegang kepalanya dan berteriak, "Aaarghh......"

Andra yang panik dan bingung, reflek memeluk Dita.

"Lepaskan aku!" Dita mendorong dan memukul dada pria yang memeluknya diiringi tangisan.

"Dita tenanglah!" Andra mengelus rambutnya tanpa melepaskan pelukannya.

Seketika tangis Dita mereda.

Andra melepaskan pelukannya, ia menangkup wajah Dita yang tampak pucat dan penuh keringat. "Apa kamu ingat sesuatu?"

"Dia-"

Andra tak sabar menunggu apa yang diucapkan Dita. "Dia kenapa?"

"Aku benci dia, dia sangat kasar dan kejam," jawab Dita.

"Dia siapa?"

Dita terdiam.

"Apa kamu kenal wajah atau namanya?" tanya Andra.

Dita menggelengkan kepalanya.

Andra menghela napas kecewa, ia tak dapat mengorek informasi.

"Jangan pernah tinggalkan aku!" Dita kembali memeluk Andra.

"Apa-apaan ini?" sergah Laila.

Andra yang terkejut lantas mendorong tubuh Dita walaupun tidak kasar, ia lantas berdiri dan membalikkan badannya. "Ibu!"

"Apa yang kalian lakukan di kamar?" tanya Laila mulai menunjukkan taringnya.

"Kami tidak melakukan apa-apa, Bu!" jawab Andra memberikan alasan.

"Kalian pelukan," ucap Laila.

"Aku bisa jelasin, Bu."

"Cepat jelaskan!" desak Laila.

Andra menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa ia sampai memeluk Dita.

"Jadi dia sudah ingat?" tanya Laila.

"Belum, Bu. Aku rasa dia sangat trauma sehingga mengalami amnesia," jawab Andra.

"Kasihan sekali dia, siapa yang sudah tega melakukan ini kepadanya?" Laila bertanya lirih.

...----------------...

Jangan Lupa Tinggalkan Jejak, Bahagia Selalu 🤗

Happy Weekend..

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

Dita mengalami trauma berat keknya 🤔🤔

2024-05-23

1

HARTIN MARLIN

HARTIN MARLIN

lanjut

2024-03-05

0

Murni Zain

Murni Zain

lanjutkan Thor d tunggu update terbaru

2024-02-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!