Bab 15 - Hubungan Spesial

Cyra duduk di sofa bersama dengan Papa Daneen, ibu tirinya beserta putrinya. Ia mendengar alasan ketiganya mendatangi kantornya. Setelah semuanya berbicara, Cyra mengeluarkan pendapatnya.

"Perusahaan ini tetap aku yang jalani sesuai perintah Papa Daneen. Tissa lebih baik sekolah, jika menolaknya suruh saja menikah," kata Cyra. Karena wanita tua licik itu menginginkan kembali jabatan di perusahaan, begitu juga dengan Tissa mau bekerja tapi harus mendapatkan posisi nyaman.

"Aku belum mau menikah, Kak!" Tissa protes.

"Jadi para pria yang selalu bersamamu ketika mabuk tidak ada satupun menjadi kekasihmu," singgung Cyra mengarahkan pandangannya ke arah adiknya tepat dihadapannya.

Tissa terdiam.

"Ibu memang pantas di rumah saja, tiap bulan Papa memberikan nafkah. Kurang enak apa?" sindir Cyra.

"Tapi bosan selalu di rumah saja, tidak ada pekerjaan, Cyra!" Sonia memberikan alasan.

"Bukankah Papa sudah menarik tiga orang karyawan dari rumah Mama?" tanya Cyra.

"Karena itu Mama sangat capek, tak ada waktu pergi ke salon dan arisan," jawab Sonia.

"Mama tadi bilang menginginkan pekerjaan, di rumah begitu banyak kegiatan. Mungkin itu mampu mengusir rasa kebosanan," lagi-lagi Cyra menyindir.

"Tapi bukan menjadi babu, Cyra." Sonia memberikan alasan.

"Mana ada babu memiliki gaji bulanan yang begitu besar," celetuk Cyra.

"Uang bulanan yang kamu terima dari aku dapat membeli sepeda motor baru. Bukankah itu besar?" sahut Daneen menyindir istrinya.

"Tapi, Pa..." ucap Sonia seketika berhenti ketika suaminya mengangkat telapak tangan.

"Kalian pulanglah, aku ingin bicara dengan putriku," kata Daneen.

"Mama ini istrinya Papa, apa tidak boleh mendengarkan pembicaraan kalian?" tanya Sonia.

Daneen menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

Sonia memanyunkan wajahnya.

"Sudah sana pulang, Bu. Pekerjaan rumah telah menumpuk dan menunggu," ledek Cyra.

Sonia bangkit lalu dengan wajah kesal ia melangkah ke luar ruangan di susul putrinya. Cyra yang melihatnya mengulum senyum.

Daneen mengarahkan pandangannya kepada putrinya. "Cyra... kenapa kamu begitu baik kepada Andra?"

Cyra menoleh ke arah papanya, "Dia karyawan kita."

"Baru kali ini Papa melihatmu begitu akrab dengan karyawan rendahan seperti Andra, kalian semeja bersama," ucap Daneen.

"Aku merasa pernah kenal dan dekat dengan dia, padahal kami baru bertemu hari ini," ujar Cyra.

"Kamu sudah banyak berubah, Cyra. Papa sangat senang," kata Daneen.

"Benarkah, Pa? Aku merasa seperti biasanya," ucap Cyra.

"Jika Papa memberitahu sebenarnya, apa kamu masih mau bertemu dengan Andra," batin Daneen.

"Pa, aku minta menambahkan karyawan baru di bagian kebersihan. Kasihan Pak Mun dan Andra harus bekerja berdua membersihkan kantor ini," ucap Cyra.

"Kantor ini sekarang ada dalam pengawasan kamu, jadi semua keputusan adalah milikmu. Papa hanya ingin perusahaan semakin berkembang dan maju," kata Daneen.

"Iya, Pa. Perusahaan ini adalah usaha milik keluarga kita. Jadi sebagai anak, aku takkan membiarkannya jatuh kepada siapapun," ujar Cyra tersenyum kepada sang papa yang kelihatan sendu.

"Maafkan Papa, Nak. Seharusnya Papa tidak menikah dengan Sonia," Daneen merasa bersalah. Apalagi setelah apa yang terjadi kepada putrinya karena ulah istrinya.

"Semua sudah terjadi, kita hanya perlu menyingkirkan mereka secara perlahan. Menyiksanya dengan lembut dan jangan lengah," kata Cyra menyeringai.

"Papa ingin kamu berhati-hati, Nak. Jangan sampai mereka menyakitimu. Jika bukan kamu yang meminta menunda hukuman, Papa sudah menjebloskan mereka ke penjara," ucap Daneen geram mengingat perlakuan istri dan anak sambungnya kepada Cyra tentunya semua hasil penyelidikannya serta pengakuan Cyra.

-

Sore harinya, Cyra keluar dari ruangannya. Papa Daneen 2 jam lalu telah pulang. Cyra menuruni lift bersama Wika. Begitu sampai di lantai paling bawah, Cyra tak segera melangkah ke pintu masuk melainkan memutar arah ke kanan.

"Nona mau ke mana?" tanya Wika.

"Aku ingin ke ruangan Andra," jawab Cyra.

"Andra si cleaning service?" tanya Wika lagi.

"Ya, aku ingin bertemu dengannya," jawab Cyra terus melangkah.

Andra keluar dari ruangan dengan memegang gagang sapu dan pengki. Ia tampak terkejut melihat kemunculan Cyra yang tiba-tiba. "Nona!"

Cyra tersenyum.

"Ada apa, ya?" Andra bertanya dengan nada gugup seraya melirik Wika.

"Ayo pulang!" ajak Cyra.

"Hah!" Andra dan Wika seketika terpelongo mendengar ajakan Cyra.

"Bukankah waktu kerjamu sudah selesai?" tanya Cyra.

"Saya pulang lima belas menit lagi, mau membersihkan ruangan manajer," jawab Andra.

"Besok saja, sekarang ayo pulang!" ucap Cyra.

"Saya naik bus, Nona." Kata Andra.

"Saya yang akan mengantarkanmu pulang," Cyra menawarkan diri.

"Tidak usah, Nona. Saya naik bus saja," Andra menolaknya dengan sopan.

"Kamu harus pulang bersama saya, kalau tidak saya akan memecatmu!" Cyra memberikan ancaman.

Andra meneguk salivanya, dia bingung apakah menerima tawaran Cyra atau memilih dipecat. Ia tak mau dekat dengan Cyra takutnya tak mampu menghilangkan rasa cintanya kepada wanita itu.

"Bagaimana?" tanya Cyra menatap Andra yang kelihatan ragu.

"Baiklah, Nona. Saya akan pulang," jawab Andra.

Cyra tersenyum mendengarnya.

Andra masuk ke dalam ruangannya meletakkan peralatan kebersihan, mengambil tas dan buru-buru keluar menemui Cyra.

Setelah melihat Andra sudah memakai tasnya, Cyra membalikkan badannya dan melangkah.

"Nona, apa saya boleh menumpang juga?" tanya Wika yang berjalan di samping Cyra.

"Kamu ke sini naik motor," jawab Cyra tanpa menatap.

Wika menepuk jidatnya, "Astaga, kenapa aku lupa, ya?"

"Aku tidak mau kamu lupa juga dengan jadwalku," sindir Cyra.

"Nona tenang saja, kalau itu semua aman!" ucap Wika.

Sopir pribadi Cyra membukakan pintu dan ia masuk, sementara Andra masih berdiri.

"Ayo masuk!" titah Cyra.

"Saya duduk di depan saja, Nona!" kata Andra.

"Kamu di sini dekat saya!" ucap Cyra.

"Sudah masuk saja!" bisik sopir.

Andra pun masuk, sopir menutup kembali pintu mobil.

Wika beranjak pergi setelah mobil yang ditumpangi Cyra dan Andra berlalu.

Di dalam mobil Andra yang grogi, hanya tertunduk sesekali memperhatikan jalanan.

"Kamu tidak ingin mengajakku berbicara?" tanya Cyra.

Andra menoleh ke arah Cyra kemudian menjawab, "Saya bingung mau memulai obrolan."

"Tanya saja apa yang ingin kamu ketahui dariku," kata Cyra.

"Sangat lancang jika saya bertanya hal pribadi kepada Nona," ucap Andra.

Cyra tertawa kecil.

Andra memperhatikan tawa wanita yang beberapa bulan ini selalu dirindukannya. Begitu sangat indah.

Merasa diperhatikan, Cyra menghentikan tawanya. "Kenapa?"

Andra dengan cepat memalingkan wajahnya.

"Apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Cyra.

Andra menggelengkan kepalanya.

"Andra, entah kenapa kita sepertinya sudah pernah bertemu dan sangat dekat padahal baru hari ini aku melihatmu. Apa sebelumya diantara kita memiliki suatu hubungan spesial?" tanya Cyra.

Andra mendengar pertanyaan keluar dari bibir Cyra membuatnya terdiam. Ya, dia ingin menjawab kalau diantara mereka memang sangat dekat bahkan Cyra menginginkan pernikahan.

"Andra...."

Andra tertawa getir lalu berkata, "Mungkin Nona lagi bermimpi, tidak mungkin kita memiliki hubungan spesial. Pasti Nona salah orang."

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

knp gak jujur sih

2024-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!