Bab 9 - Menyerahkan Dita

Hari ini Andra akan mempertemukan Dita dengan seseorang yang diyakini adalah ayah kandung wanita itu. Dia berharap jika Dita segera kembali kepada keluarganya. Meskipun terasa berat namun dirinya harus ikhlas. Karena dia tak mau bahagia di atas penderitaan orang lain.

"Dita, aku mandi. Kamu siap-siap, ya. Kita akan pergi," ucap Andra setibanya di rumah.

"Memangnya kita mau kemana, An?" tanya Dita.

"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan agar tidak bosan," jawab Andra berbohong.

"Baiklah," ucap Dita semangat.

Andra melangkah ke kamar mandi membersihkan diri. Beberapa menit kemudian ia keluar dan sudah berpakaian rapi. Andra menatap cermin sembari menyisir rambutnya.

Selesai berpenampilan rapi, keduanya ke luar dari rumah. Mereka menaiki sebuah mobil tepat di depan jalan kos-kosan yang sopirnya merupakan anak buahnya Lucas.

Dita yang heran dirinya menaiki kendaraan mewah lantas bertanya, "Bagus sekali mobilnya. Pasti ongkosnya mahal. Kenapa kita tidak menggunakan bus saja?"

"Naik bus kita akan lama tiba," jawab Andra.

"Dari mana kamu mendapatkan uang untuk membayar ongkos?" tanya Dita lagi.

"Aku mendapatkan bonus besar dari kantor makanya sesekali ingin mentraktir kamu menaiki mobil mewah," jawab Andra kembali berbohong.

"Oh, begitu!" Dita tersenyum lebar bahkan ia merangkul lengan Andra membuat sopir melihat kemesraan keduanya dari kaca spion.

Mereka akhirnya sampai di salah satu rumah yang belum pernah dikunjungi keduanya. Dita tak melepas genggaman tangannya dari Andra.

"Kita di mana, An?" tanya Dita pelan di telinga Andra.

"Aku ingin bertemu seseorang," jawab Andra membuat Dita mengangguk paham.

Pintu terbuka lebar, Andra memasuki bangunan itu dengan jantung berdegup kencang. Bagaimana tidak? Dirinya takut disalahkan jika Dita adalah Nona Cyra.

Seorang pria yang membuka pintu menunduk hormat kepada Andra dan Dita lalu mengangkat wajahnya kemudian berkata, "Mari ikut saya!"

Andra dan Dita mengikuti pria muda itu ke suatu ruangan.

Tuan Daneen yang duduk di kursi roda. Di samping kanan dan kirinya berdiri Pak Mun dan Lucas.

Begitu pintu ruangan dibuka oleh 2 orang pengawal wanita, langkah kaki Dita terhenti. Ia melihat ke arah ketiga pria yang sangat tidak asing di matanya. Kepalanya mendadak terasa sakit.

"Aaarghh ........." Dita berteriak histeris memegang kepalanya dengan kedua tangannya.

Melihat Dita tampak kesakitan, membuat semua orang yang berada di ruangan mendekatinya.

"Dita..."

"Nona Cyra!"

"Cyra, putriku!" Daneen.

Dua orang wanita merangkul Dita, sementara Pak Mun menarik tangan Andra menjauh dari Dita.

Lucas menghampiri Andra dan berkata, "Biarkan dia menjadi urusan kami!"

Lucas kemudian menyusul Daneen yang kursi rodanya di dorong anak buahnya.

"Pak Mun, Dita membutuhkan saya!" ucap Andra yang sangat khawatir.

"Tenanglah, An. Nona Cyra aman bersama keluarganya," ujar Pak Mun.

"Tidak, Pak. Saya harus memastikan Dita benar-benar baik," kata Andra lagi.

"Kamu jangan khawatir!" Pak Mun menenangkannya.

"Apa saya bisa bertemu lagi dengan Dita, Pak?" tanya Andra.

"Bisa," jawab Pak Mun.

"Bagaimana jika mereka melarang saya, Pak?" tanya Andra karena dia takut kalau keluarga Dita akan menjauhkannya.

"Saya yang akan berbicara pada Tuan Lucas," jawab Pak Mun.

Dita telah dibawa keluarganya dan Andra diantar pulang kembali ke kos-kosannya dengan sopir yang menjemput mereka.

-

Dita kini tertidur pulas di ranjang kamar miliknya. Daneen duduk di sampingnya sembari memandang wajah putrinya yang sangat mirip dengan mendiang istrinya.

Daneen dapat kembali tersenyum karena anak yang telah menghilang lebih dari sebulan.

Pintu kamar terbuka, seorang wanita berusia 42 tahun masuk dan mendekati ranjang putri suaminya. "Cyra.... akhirnya kamu ditemukan. Mama begitu merindukanmu!" memasang wajah bahagia diiringi air mata kepalsuan.

Sonia menatap suaminya. "Sayang, di mana kamu menemukan putri kita?" pura-pura menyeka air mata.

"Aku menemukan dia seorang diri di jalanan kota," jawab Daneen bohong. Ia tak mau memberitahu jika Andra karyawan di perusahaannya yang sudah menolong putrinya. Dia ingin melindungi pemuda itu dari orang-orang jahat.

Sonia memandang kembali putri sambungnya. "Ya ampun, sayang. Pasti selama ini hidupmu sangat tersiksa!" menyentuh lembut pipi Dita.

"Dia mengalami amnesia," ucap Daneen.

"Apa!" Sonia pura-pura terkejut. Padahal dalam hatinya ia tersenyum senang.

"Aku akan membawanya berobat ke luar negeri, jadi tolong urus masalah perusahaan," ucap Daneen.

"Tenang saja, sayang. Aku akan memimpin perusahaan, bawalah Cyra berobat," kata Sonia. "Tapi, di negara mana kamu mau membawanya?" lanjutnya bertanya.

"Aku belum tahu pastinya rumah sakit terbaik di negaranya," jawab Daneen lagi-lagi berbohong.

Sonia mengangguk paham.

-

Selepas menemui suami dan putri sambungnya, Sonia pulang ke rumahnya. Ya, bangunan mewah berlantai 2 itu sudah ditempatinya sejak menikah dengan Daneen.

"Kenapa mereka berhasil menemukan dia?" kesal Sonia meluapkan amarahnya ketika berada di kamar. Selama perjalanan tadi ia bersikap manis dan selalu memasang wajah tersenyum karena tadi di antar sopir Deenan.

"Harusnya Franco membuangnya di pulau terpencil!" gumam Sonia.

"Percuma aku mengeluarkan uang banyak tapi dia malah kembali!" gerutunya.

Sonia mulai memikirkan cara lain untuk menyingkirkan Cyra. Dia tak mau putri sambungnya menjadi pemimpin perusahaan.

Ponsel Sonia berdering, wanita itu meraihnya dan menjawabnya, "Halo!"

"Ada apa, Ma? Kenapa tadi menelepon? Mengganggu kesenangan aku saja!"

"Apa kamu bilang Mama mengganggu, hah? Ini kabar penting, Tissa!" hardik Sonia dari balik ponselnya.

"Kabar apa, Ma?" tanya Tissa.

"Dia sudah kembali ke keluarga ini!" jawab Sonia.

"Dia siapa?" tanya Tissa lagi.

"Siapa lagi kalau bukan putri emas," jawab Sonia.

"Apa!" Tissa tampak terkejut. "Ini tidak mungkin, pasti dia bukan Cyra!" lanjutnya.

"Dia Cyra. Bagaimana mungkin Papa Daneen tidak mengenal putri kandungnya!"

"Bukankah Franco sudah membuangnya?" tanya Tissa.

"Jika memang dibuangnya, kenapa dia masih hidup?" Sonia balik bertanya.

"Ma, jangan-jangan itu orang lain yang kebetulan mirip," jawab Tissa.

"Tidak, Nak. Dia itu Cyra, cuma kabarnya mengalami amnesia. Jadi kemungkinan dia lupa dengan perbuatan Franco," ucap Sonia.

"Baguslah kalau begitu, berarti kita aman!" kata Tissa santai.

"Kita belum aman, Tissa. Papa Daneen akan membawanya berobat ke luar negeri," ucap Sonia.

"Kalau begitu kita gagalkan keberangkatannya!" saran Tissa.

"Mama tidak tahu negara mana yang akan menjadi pilihan pengobatan Cyra," ucap Sonia.

"Mama harus terus mengorek informasi dari Papa Daneen," ujar Tissa.

"Dua tahun belakangan ini Papa Daneen sepertinya selalu tertutup. Ia lebih sering menghindar ketika diajak mengobrol. Sekarang saja, perusahaan Mama pimpin karena Papa Daneen tidak punya pilihan lain dan kondisinya semakin buruk," kata Sonia.

"Jadi kita harus bagaimana?" tanya Tissa.

"Berbuat baiklah kepada Cyra ketika sadar dan dia bisa melupakan semua perlakuan buruk kita selama ini," jawab Sonia.

"Masalah itu serahkan padaku, Ma. Aku mampu membuat orang lain luluh," ucap Tissa.

Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!