Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari

Cyra tiba di kantor pukul 9 pagi, begitu sampai ia meminta Wika memanggil Andra ke ruangannya. Tentunya membuat Wika kewalahan harus mencarinya, apalagi hanya ada Andra dan Pak Mun sedangkan penerimaan karyawan baru hari ini dimulai.

Wika harus naik turun lift karena dia tidak memiliki kontak telepon Andra jikapun ada belum tentu Andra selalu membawa ponselnya selama bekerja.

Wika berhenti ketika melihat Andra hendak mengantarkan minuman ke ruangan manajer. Ia mengatur napasnya agar dapat berbicara lancar.

"Nona Wika, ada apa?" tanya Andra.

"Kamu dipanggil Nona Cyra ke ruangannya," jawab Wika.

"Saya akan ke sana, tapi mengantarkan minuman ini dulu," ucap Andra, tatapannya ke arah cangkir berisi teh.

"Biar saya saja yang mengantarkannya, kamu cepat ke ruangan Nona Cyra!" titah Wika.

"Tapi..."

Wika mengambil nampan, "Sudah sana cepat!"

Andra mengangguk kemudian gegas menuju ruangan kerjanya Cyra. Ia mengetuk pintu dengan perlahan. Setelah mendengar suara Cyra mengizinkan, ia pun masuk dan menutup kembali secara hati-hati.

Andra melangkah ke arah meja kerja Cyra, sedari tadi wanita itu sudah melemparkan senyuman, ia lalu bertanya, "Apa Nona butuh sesuatu?"

"Apa kamu tidak lupa bekal makan siang untuk saya?" Cyra balik tanya.

"Tidak, Nona. Bekal makan ada di ruangan saya, apa perlu saya bawakan ke sini," jawab Andra.

"Biarkan saja di sana, nanti siang saya ambil," ucap Cyra.

Andra mengangguk mengiyakan.

"Andra, jika karyawan baru sudah diterima hari ini mulai besok kamu hanya boleh melayani saya," kata Cyra.

"Melayani?" Andra tampak bingung.

"Maksud saya, kamu saja membersihkan ruangan ini. Menemani saya makan, membuatkan minuman," jelas Cyra.

Andra manggut-manggut paham.

"Saya tidak tahu nomor ponselmu, apa saya boleh memintanya?"

"Buat apa, Nona?" tanya Andra.

"Agar komunikasi diantara kita lancar dan mudah," jawab Cyra.

"Tapi Nona, saya bukan pejabat di perusahaan ini. Pekerjaan saya tidak berhubungan dengan bisnis," ucap Andra.

"Memang tidak berhubungan, tapi saya ingin lebih dekat dengan kamu!" kata Cyra tersenyum membuat jantung Andra berdegup kencang.

"Cepat berikan nomor ponsel kamu!" Cyra mengambil secarik kertas dan pulpen lalu diletakkannya di ujung meja kerjanya agar mudah Andra meraihnya.

Andra dengan gugup mengambil kertas lalu menulis nomor kontak telepon pribadinya.

Cyra mengambil kertas yang telah berisi angka-angka dengan tersenyum. "Terima kasih!"

Andra tersenyum tipis dan mengangguk.

"Kamu boleh melanjutkan pekerjaan, tapi ingat mulai besok tugasmu berubah. Aku akan meminta Pak Mun mengaturnya," ucap Cyra.

"Iya, Nona." Andra pun meninggalkan ruangan atasannya.

-

Jam 12 siang Cyra keluar dari ruangannya, ia berjalan seorang diri menemui Andra. Begitu sampai di lantai bawah, menoleh ke kanan dan kiri lalu bertanya kepada karyawan yang kebetulan melintas serta menyapanya, "Apa kamu melihat Andra?"

"Andra si cleaning service, Nona?" tanya karyawan wanita itu dijawab dengan anggukan kecil Cyra.

"Dia baru keluar membeli makanan dan obat Pak Mun, Nona."

Cyra manggut-manggut, ia lalu berucap, "Ya sudah, saya ke ruangannya saja. Terima kasih!" Cyra tersenyum singkat.

Cyra berjalan menuju ruang istirahat karyawan OB dan kebersihan, mengetuk pintu lalu membukanya perlahan.

Pak Mun mendongakkan kepalanya melihat sosok yang mendatangi ruangannya, ia lantas berdiri dan bertanya, "Ada yang bisa saya bantu, Nona?"

"Tidak, Pak." Cyra menarik kursi lalu duduk.

Pak Mun masih berdiri.

"Duduk saja, Pak!" titah Cyra. "Pak Mun sakit apa?" lanjutnya bertanya.

Pak Mun duduk dihadapannya Cyra, "Pegal-pegal, Nona. Maklum sudah tua."

Cyra mengangguk paham.

"Kenapa tidak telepon atau suruh Sekretaris Wika saja, Nona?" tanya Pak Mun.

"Wika masih sibuk, saya ingin langsung menemui Andra," jawab Cyra.

"Maaf, Nona. Saya sedang menyuruhnya ke apotik," ucap Pak Mun.

"Iya, saya sudah tahu," ujar Cyra.

Tak berselang lama, Andra muncul memegang kantong plastik berukuran kecil berwarna putih. Ia melangkah mendekati Pak Mun dan menyerahkan obat-obatan yang dipesan oleh pria paruh baya itu.

"Terima kasih!" ucap Pak Mun.

"Ayo kita makan siang!" Cyra bergegas berdiri.

"Makan di mana, Nona?" tanya Andra terbata.

"Di kantin karyawan," jawab Cyra.

"Bekal makanannya sudah dipisahkan ibu, saya di sini saja," ucap Andra.

"Saya mau makan siang dengan kamu," kata Cyra menatap Andra yang selalu menolaknya menggunakan berbagai alasan.

Andra terdiam, ia benar-benar bingung harus berkata apa lagi.

"Ayo, Andra!" ajak Cyra.

"Tunggu sebentar, Nona silahkan jalan lebih dulu," ucap Andra.

"Baiklah, saya tunggu kamu di meja kantin," kata Cyra.

Pak Mun mendekati Andra, ia mengingatkan pemuda itu agar tak memakai hati karena Dita dan Cyra berbeda.

Andra hanya mengangguk mengiyakan, dirinya sangat senang dekat dengan Cyra namun ia tak berharap menjadi kekasih sungguhan apalagi menjadi pasangan hidup Cyra.

Andra melangkah lebar menuju kantin kantor, ia menghampiri Cyra yang sudah duduk dan melambaikan tangan ke arahnya.

Andra duduk saling berhadapan, ia gegas membuka wadah makanan lalu disodorkannya kepada Cyra. Dengan semangat Cyra mulai menyantap masakan ibunya Andra.

Karyawan dan pegawai kantin tampak keheranan dengan Cyra yang tak biasanya berada di tempat itu.

Andra membuka wadah makanan miliknya lalu menyantapnya, Cyra melihat menu dirinya dan Andra berbeda.

"Kenapa lauk kamu hanya itu saja?" tanya Cyra.

Andra melihat ke arah kotak makannya hanya berisi nasi dan balado telur serta tumis kubis namun tak menjawab.

"Mengapa punyaku lebih banyak?" Cyra menatap kotak makannya tampak nasi, tumis kubis, balado telur, kerupuk emping dan semur bakso.

Lagi-lagi Andra hanya diam, alasannya mengapa bekal lauknya sedikit karena menu hidangan yang di santap Cyra untuk makan malam dirinya dan ibunya.

Cyra meletakkan 2 keping kerupuk emping dan 2 butir semur bakso ke dalam kotak makanan Andra.

"Nona..."

Cyra tersenyum, "Ayo makan!" ia melanjutkan suapannya.

Tak lama kemudian, seorang pegawai kantin datang membawa 2 gelas es jeruk dan menghidangkannya di meja Cyra.

"Buatmu!" Cyra meletakkan segelas di samping tangan kanan Andra.

"Terima kasih, Nona!" lirihnya.

"Aku mau begini setiap hari," ucap Cyra. "Masakan ibumu sangat enak," tambahnya.

"Saya takut, Nona."

"Takut kenapa?" tanya Cyra.

"Bagaimana jika Tuan Besar Daneen tahu kalau Nona Cyra makan bersama dengan saya," jawab Andra.

"Papa tidak mungkin marah, dia membebaskan saya berteman dengan siapa saja," ucap Cyra sembari menyeruput es jeruknya.

Andra tersenyum tipis dan mengangguk.

"Sepulang kerja, saya akan mengantarkanmu," kata Cyra.

"Saya segan jika tiap hari diantar Nona," ucap Andra.

"Tak perlu segan atau sungkan," ujar Cyra.

"Saya naik...."

"Saya tidak suka ada penolakan, kita harus pulang bersama!" Cyra memotong ucapan Andra dengan cepat.

Terpopuler

Comments

Hary Nengsih

Hary Nengsih

lanjut

2024-02-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!