Bab 10 - Kekhawatiran Andra

Andra pagi ini terbangun melihat ke kanan dan kirinya. Tak ada sosok Dita yang melemparkan senyuman kepadanya. Biasanya wanita itu sudah menyediakan teh hangat di atas meja kecil sebelum Andra pergi membeli sarapan.

Tadi malam Andra tak dapat tertidur pulas karena memikirkan keadaan Dita apakah baik-baik saja. Meskipun Pak Mun dan Lucas mengatakan Dita aman bersama keluarganya namun hatinya sangat khawatir. Untuk menghilangkan rasa rindunya, ia menatap foto masa remajanya Dita dengan kedua orang tuanya.

Bangkit dan melangkah ke kamar mandi membersihkan diri, bersiap berangkat kerja. Selain mencari uang, ia ingin mengetahui keadaan Dita dari Pak Mun. Hanya pria paruh baya itu yang dapat memberikan informasi mengenai Dita.

Selesai sarapan, Andra gegas pergi ke kantor. Dia datang memang lebih awal, jadi obrolan dirinya dan Pak Mun kemungkinan takkan di dengar oleh karyawan yang lain.

Andra tiba di perusahaan dan segera mencari Pak Mun. Ia tersenyum lega karena pria yang dicarinya ternyata sudah datang. Ia menghampirinya dan bertanya, "Pak Mun bagaimana dengan Dita?"

Pak Mun menoleh lalu menjawab, "Nona Cyra baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir, namun semalam dia sempat pingsan dan ketakutan tapi bersama Tuan Besar semua aman."

"Dita pingsan karena apa, Pak?" tanya Andra.

"Mungkin karena kepalanya terlalu sakit mengingat semuanya," jawab Pak Mun.

"Apa aku bisa bertemu dengannya?" tanya Andra lagi.

"Belum, An. Sore ini Nona Cyra akan di bawa berobat ke luar negeri," jawab Pak Mun.

"Apa setelah sembuh Dita masih mau bertemu denganku?" tanya Andra, raut wajahnya tampak sendu.

Pak Mun mengangguk pelan, ia ingin pemuda dihadapannya tenang.

-

Andra kembali melakukan pekerjaannya, ia memasuki ruang Presdir seperti biasanya. Hampir 30 menit berada di sana dan Andra sedang membersihkan toilet, terdengar suara dari balik dinding membicarakan keberadaan Cyra.

"Apa Tante yakin jika Cyra ditemukan di jalan?" tanya Franco.

"Suamiku yang memberitahunya, tidak mungkin dia berbohong," jawab Sonia.

"Menurutku tidak masuk akal saja Cyra di temukan di jalan. Aku sudah membuangnya jauh dari pemukiman warga," ucap Franco.

"Apa ada seseorang yang sudah merawatnya kemudian dia kabur lalu lari ke jalan kota?" tebak Sonia.

"Kemungkinan iya, Tante. Cyra aku buang di jalanan hancur, jadi sangat jarang orang melewati tempat itu. Kemungkinan besar dia di tolong dan di rawat," ujar Franco.

"Tapi siapa orang itu?" tanya Sonia.

Franco mengendikkan bahunya.

Andra mendengarnya geleng-geleng kepala, ia tak menyangka jika ibu tirinya Cyra adalah dalangnya.

Pintu terbuka, Andra keluar dari toilet. Sonia dan Franco menoleh ke arahnya, keduanya tampak terkejut.

"Maaf, Nyonya, Tuan. Saya tidak tahu jika Nyonya Sonia datang lebih awal," ucap Andra.

"Cepat keluar!" Sonia memberikan titah.

Andra gegas pergi meninggalkan tempat.

"Apa dia tidak mendengar pembicaraan kita tadi Tante?" tanya Franco.

"Dia karyawan baru, dia tak mengenal Cyra, jadi Tante yakin dia bukan menjadi masalah buat kita," jawab Sonia.

-

Andra kini sudah berada di luar ruangan, ia tak habis pikir jika keluarga Cyra ingin melenyapkan wanita itu. "Benar juga apa yang dikatakan Pak Mun?" gumamnya.

"Mereka sangat licik, semoga Dita segera memberitahu sebenarnya dan menjebloskan mereka ke penjara," batin Andra.

Setelah meletakkan peralatan kebersihannya, Andra gegas mencari Pak Mun. Ternyata pria itu sedang berada di luar gedung membereskan tong-tong sampah. Maklum, di perusahaan besar hanya ada 2 petugas kebersihan saja.

"Pak Mun, sepulang kerja kita harus bicara," ucap Andra.

"Apa ada sesuatu yang penting?" tanya Pak Mun.

"Ada, Pak. Ini sangat penting," jawab Andra.

"Baiklah, saya juga ada yang ingin disampaikan," ucap Pak Mun.

-

Sepulangnya kerja, Pak Mun mendatangi tempat kos-kosannya Andra. Di sana pria paruh baya itu duduk di kursi sembari mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya. Ia lalu menyodorkannya kepada Andra.

"Apa ini, Pak?" tanya Andra yang bingung.

"Ini uang dari Tuan Daneen sebagai ucapan terima kasih karena kamu sudah menolong dan merawat Nona Cyra," jawab Pak Mun.

Andra mendorong amplop dengan telapak tangannya dan berkata, "Maaf, Pak. Saya tidak bisa menerimanya!"

"Kenapa?" tanya Pak Mun.

"Saya menolong Dita ikhlas," jawab Andra.

"Saya mohon, tolong diterima," ucap Pak Mun.

"Tidak, Pak." Kata Andra.

Pak Mun menghela napas kecewa. Ia memasukkan amplop tersebut ke dalam tasnya lagi.

"Sekarang, apa yang ingin kamu bicarakan kepada saya?" tanya Pak Mun.

"Saya tak sengaja mendengar percakapan antara Nyonya Sonia dan seorang pria mengenai Dita. Mereka yang sudah membuatnya menderita dan mengalami amnesia," jawab Andra.

"Saya juga berpikiran sama namun Tuan Daneen waktu itu masih mempercayai istrinya itu," ucap Pak Mun.

"Saya takut jika Dita akan kembali mereka sakiti, Pak!" kata Andra yang khawatir.

"Tuan Lucas tidak mungkin kecolongan lagi, Tuan Besar hanya membutuhkan bukti untuk menjerat mereka. Semoga saja Nona Cyra segera pulih dan mengingat semuanya," harap Pak Mun.

Andra mengangguk setuju.

-

Sementara dikediaman Tuan Daneen, Tissa mendatangi rumah kakak sambungnya itu. Ia berpura-pura bahagia atas kepulangannya. Begitu hendak memegang kenop pintu, Lucas mencegahnya.

"Maaf, Nona. Anda dilarang masuk!" ucap Lucas dengan nada dingin.

"Aku ini adiknya. Kenapa dilarang masuk?" tanya Tissa tak senang.

"Tuan Daneen memerintahkan saya untuk tidak membiarkan orang-orang masuk," jawab Lucas.

"Tapi aku ini keluarganya, kenapa harus ada peraturan itu?" tanya Tissa lagi.

"Karena Tuan Daneen yang membuatnya," jawab Lucas.

"Ini tidak bisa dibiarkan, jangan-jangan semua adalah akal-akalan Paman Lucas!" tuding Tissa.

"Jika Nona tidak percaya, silahkan tanyakan kepada Tuan Daneen," ucap Lucas.

"Apa aku tidak boleh melihat wajahnya?" tanya Tissa.

"Tidak, Nona."

Tissa menghela napas.

"Baiklah, aku akan ke rumah Papa Daneen saja!" ucap Tissa kemudian berlalu.

Sejam kemudian, Tissa tiba di rumah ayah tirinya. Sesampainya di sana, ia melihat pria paruh baya itu hendak pergi.

"Papa...mau ke mana?"

"Papa ingin membawa kakakmu berobat."

"Apa mama juga ikut?" tanya Tissa.

"Tidak, hanya Papa saja dan Paman Lucas," jawab Daneen.

"Kenapa mama tidak ikut?" tanya Tissa yang terus mencecarnya karena dia butuh informasi negara mana Cyra akan berobat.

"Jika ikut, siapa yang akan menjalankan perusahaan. Apalagi ada rapat besar dalam minggu ini," jelas Daneen.

"Memangnya Kak Cyra mau dibawa berobat ke negara mana?" tanya Tissa.

"Papa tidak bisa memberitahukannya," jawab Daneen lagi.

"Kenapa? Apa karena aku bukan anak kandung Papa?" Tissa memasang mimik wajah sedih.

Daneen menghela napas.

"Bukan begitu, Tissa. Ini semua demi keselamatan kakak kamu," ucap Daneen.

"Apa ada orang yang ingin mencelakakan Kak Cyra?" tanya Tissa.

"Ya, makanya Papa harus berhati-hati," jawab Daneen membuat Tissa menelan salivanya.

"Papa berangkat, jangan terlalu sering pergi ke klub malam dan minum-minuman keras!" nasihat Daneen sebelum masuk ke mobil.

Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!