Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra

Mobil yang mereka tumpangi berhenti di bangunan hunian tipe 45, Cyra melihatnya sambil bertanya, "Ini rumah kamu?"

"Iya, Nona. Saya dan ibu tinggal di sini," jawab Andra sebelum keluar dari mobil.

"Apa aku boleh bertemu dengan ibumu?" tatapan Cyra kembali ke arah Andra.

"Lain waktu saja, ibu tidak lagi di rumah," Andra memberikan alasan berbohong.

Setelah mendengar ucapan Andra, Cyra manggut-manggut paham dan tersenyum kecewa. Padahal hatinya ingin sekali bertemu dengan wanita yang melahirkan Andra, entah kenapa dia begitu penasaran.

Ketika Andra hendak membuka pintu, Laila keluar dari rumah dan kebetulan terlihat oleh Cyra sehingga ia menarik ujung bibirnya lalu bertanya, "Itu ibu kamu?"

Andra seketika menghela. Ibunya muncul di saat dirinya berusaha memberikan alasan kepada Cyra.

"Kamu membohongi aku?" Cyra menatap tajam Andra.

"Bu... bukan begitu, Nona. Tadi pagi memang ibu izin pulang kampung, saya tidak tahu jika memang sudah berada di rumah," lagi-lagi Andra harus berbohong.

"Aku ingin menyapanya!" Cyra membuka pintu lalu keluar.

Andra menepuk keningnya, ia pun buru-buru menyusul Cyra. Ia mempercepat langkahnya agar sang ibu tak membuat Cyra semakin bingung dengan pertanyaannya.

Laila tercengang melihat sosok wanita yang kini berdiri dihadapannya melemparkan senyuman kepadanya, "Dita!" lirihnya.

"Saya Cyra, Bibi!" Cyra meraih tangan Laila lalu mengecup punggungnya.

Hal itu membuat Andra sekaligus sopir yang menunggu di mobil melihat dari jauh terperangah. Mereka tak percaya Cyra mampu bersikap manis dan sopan.

Laila tersenyum canggung.

"Saya pimpinan di tempat Andra bekerja," ucap Cyra memperkenalkan diri.

Laila mengangguk mengiyakan.

"Maaf, Bibi. Apa sebelumya kita pernah bertemu?" tanya Cyra.

Laila mengarahkan pandangannya kepada putranya, Andra pernah mengatakan jika dirinya dilarang papanya Cyra memberitahu masa lalu ketika Cyra mengalami amnesia.

Laila yang bingung tampak gugup, ia berharap putranya membantu dirinya menjawab pertanyaan dari Cyra.

"Baru hari ini Ibu saya bertemu dengan Nona Cyra," sahut Andra.

"Wajah kalian berdua seperti tidak asing. Saya merasa pernah dekat dan akrab," ujar Cyra.

"Mungkin kita pernah berpapasan di jalan," kata Andra menjelaskan.

"Mungkin juga, sih!" Cyra manggut-manggut paham.

"Hari sudah mulai gelap, Nona tidak pulang," ucap Andra.

"Kamu mengusirku?" tanya Cyra menatap karyawannya itu.

"Bukan begitu, Nona. Takutnya Tuan Daneen mencari Nona," jawab Andra terbata.

"Aku bukan anak kecil lagi, Andra. Jadi tak mungkin papa mencariku. Bukankah sekarang zaman canggih?" kata Cyra.

Andra yang tak mampu menyanggah lagi ucapan Cyra tersenyum kaku.

"Perut saya lapar, apa Bibi hari ini masak banyak?" tanya Cyra kini pandangannya beralih ke arah Laila.

Wanita paruh baya itu kembali kebingungan, dia menatap putranya.

Cyra melangkah masuk ke rumah meskipun belum diizinkan. Laila menarik tangan putranya dan berkata, "Lebih baik jujur saja!"

"Tidak bisa, Ma. Nanti Tuan Daneen marah besar pada kita," ucap Andra pelan.

Laila pun diam.Dia dan putranya menyusul Cyra yang sudah lebih dahulu masuk.

Wanita berusia 26 tahun itu ke dapur, membuka tudung saji dan melihat beberapa piring telah berisi makanan. Ia lalu duduk menatap hidangan tersebut.

Laila mengambil piring di rak kecil yang berada di dekat wastafel cucian lalu diletakkannya di depan Cyra kemudian berkata, "Nona mau makan?"

Cyra mengangguk mengiyakan.

"Biar Bibi ambilkan!" ucap Laila tangannya hendak memegang centong nasi namun dipegang Cyra.

"Biar saya saja!" kata Cyra membuat Laila tertegun.

Cyra menyiduk nasi lanjut mengambil sayuran dan lauk pauk. Ia letakkan ke dalam wadah piringnya dan ia mulai menyantapnya.

Andra dan ibunya berdiri menatap punggung Cyra yang asyik menikmati makanan.

"Sepertinya dia mengingat kehidupannya sebagai Dita," bisik Laila.

Cyra menoleh ke belakang, "Kenapa berdiri saja? Ayo makan sama-sama!" ajaknya.

"Iya, Nona!" ucap Andra dan ibunya serentak. Keduanya duduk di kanan kirinya Cyra.

"Masakan Bibi sangat enak, aku sangat rindu!" puji Cyra membuat Andra dan Laila saling pandang.

"Besok pagi, Andra harus membawakan makanan masakan dari Bibi," ucap Cyra.

"Tapi Nona, masakan Bibi sangat jauh dari layak," kata Laila merendah.

"Ini sangat enak, Bibi. Aku jarang sekali memakannya," ucap Cyra yang kini mengganti panggilan aku menjadi saya karena menurutnya dirinya sudah begitu akrab dan dekat dengan keluarganya Andra.

"Nanti Nona sakit perut jika sering memakan masakan Bibi," kata Laila.

Cyra tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak, Bi. Ini makanan sederhana tapi sangat lezat."

"Nona yakin mau makanan seperti ini?" tanya Laila memperhatikan masakannya berupa oseng tempe, cah kangkung dan semur tahu.

Cyra mengangguk.

"Besok Bibi akan buatkan untuk Nona," janji Laila dengan semangat.

Cyra tersenyum senang sembari mengunyah makanannya.

-

Selesai menikmati masakan ibunya Andra, sebelum pulang Cyra berbicara kepada wanita paruh baya itu. "Bibi, terima kasih sudah mengizinkan aku mampir!"

"Iya, sama-sama. Bibi juga senang Nona Cyra mau berkunjung ke rumah kami," ucap Laila tersenyum.

"Bibi, mulai sekarang panggil aku Cyra saja," kata Cyra.

"Kenapa begitu? Tidak sopan jika Bibi memanggil Nona Cyra hanya nama saja," ujar Laila.

"Anggap saja aku putrimu," ucap Cyra tersenyum.

Laila terpaku.

"Aku sangat merindukan mama, masakan yang Bibi buatkan mengingatkan aku dengan seseorang dan mama kandung," ungkap Cyra.

Laila lalu memeluk Cyra dan wanita itu tak menolaknya. "Bibi akan menjadi ibu untukmu!"

"Terima kasih, Bi!" ucap Cyra. Keduanya pun saling melepaskan pelukannya.

Cyra mengarahkan pandangannya kepada Andra dan tersenyum. "Jangan lupa besok bawakan bekal makan siang untukku!"

Andra mengangguk mengiyakan.

Cyra pun bergegas memasuki mobilnya yang di mana pintunya telah dibuka oleh sopir kantornya.

"Dia Dita, An!" lirih Laila setelah mobil yang ditumpangi Cyra berlalu.

"Dia Nona Cyra, Bu. Dita hanya wanita amnesia yang pernah kita tolong," ucap Andra.

"Separuh jiwanya adalah Dita kita, An. Dia menyukai masakan ibu," ujar Laila.

"Meskipun begitu aku dan dia tidak boleh terlalu dekat," ucap Andra.

"Kenapa?" tanya Laila.

"Aku dan dia bagaikan bumi dan langit, Nona Cyra adalah putri konglomerat. Aku hanya karyawan bagian kebersihan dan itu tidak masuk akal jika kami bersatu, Nona Cyra lebih pantas bersama pria tampan dan kaya raya," jawab Andra.

"Kenapa tidak mungkin, An? Bagaimana jika kalian berjodoh?" tanya Laila lagi.

"Tidak mungkin, Bu. Jangan banyak berharap lebih, walaupun aku sangat mencintainya," jawab Andra.

"Seandainya dulu sebelum dia sembuh, Ibu menikahkan kalian pasti hidupmu akan bahagia bersamanya," ucap Laila.

"Pernikahan aku dan dia tak mungkin terjadi, Cyra memiliki ayah kandung. Jika Ibu memberikan restu belum tentu keluarganya mengizinkannya. Kalau aku memaksakan kehendak waktu itu, saat ini kita sudah berada dibalik jeruji karena memperalat orang yang sedang sakit," ujar Andra.

Laila mengangguk paham, benar apa yang dikatakan putranya seandainya mereka mengikuti ego belum tentu ayah kandungnya Cyra terima putrinya menikah dengan pria bukan dari kalangan konglomerat.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

jangan patah semangat an

2024-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!