Bab 5 - Diterima Bekerja

Andra memutuskan untuk tidak pulang ke rumah karena hari sudah gelap ditambah hujan yang cukup deras. Andra lalu menghubungi sahabatnya untuk meminta izin menumpang tidur di tempatnya.

Pukul 8 malam, Andra tiba di kos-kosan sederhana teman semasa kecilnya yang kini sudah bekerja sebagai cleaning service di salah satu perusahaan ternama.

Pemuda bernama Tiko membuka pintu setelah mendengar suara ketukan dari luar. "Astaga, Andra. Kenapa bajumu basah?"

"Aku kehujanan pas menunggu bus," jawab Andra.

"Ayo masuk, pakai bajuku saja!" ucap Tiko.

Andra mengiyakan, kemudian masuk dan bergegas ke kamar mandi setelah Tiko menyodorkan baju dan celana panjang.

Selesai mandi, Tiko menyuguhkan mie instan dalam mangkok yang di siram air panas. "Aku belum gajian, mau mengutang di warung depan tapi tidak punya payung. Kamu tidak masalah 'kan aku cuma beri ini."

"Tidak apa-apa, Ko. Ini saja aku sudah bersyukur," ucap Andra mengaduk mie yang masih panas.

"Apa kamu sudah menelepon ibumu?" tanya Tiko.

"Belum, Ko. Aku kehabisan pulsa," jawab Andra.

"Pakai ponselku saja!" Tiko menyodorkan telepon genggam yang memiliki kamera.

"Bagaimana cara pakainya?" Andra benar-benar bingung karena punyanya hanya bisa menelepon dan mengirimkan pesan.

Tiko mengajari cara penggunaannya, ia juga menekan nomor kontak telepon Bibi Laila. Tak lama kemudian, panggilannya pun tersambung.

"Halo, Bu!" ucap Andra.

"Halo, ini siapa?" tanya Laila.

"Aku Andra, Bu. Ini pakai nomornya Tiko, aku sekarang di tempatnya," jawabnya.

"Oh, syukurlah. Ibu benar-benar khawatir, karena kamu belum ada menelepon dari tadi," ucap Laila.

"Di sini hujan, pulsa aku juga habis dan baterai ponselku mati," kata Andra menjelaskan.

"Apa kamu sudah menemukan pekerjaan?" tanya Laila.

"Belum, Bu. Ada lowongan tapi harus memiliki ijazah perguruan tinggi," jawab Andra.

"Ya sudah, Nak. Besok lanjutkan lagi mencari pekerjaannya," ucap Laila.

"Iya, Bu. Bagaimana dengan keadaan Dita?" tanya Andra.

"Dia lagi tidur, tadi ia sempat memegangi kepalanya dan berteriak sakit," jawab Laila.

"Kenapa begitu, Bu?" tanya Andra begitu khawatir.

"Itu karena Ibu mengatakan penyakitnya," jawab Laila.

"Ya ampun, Bu. Kenapa harus bilang, sih? Bagaimana jika dia teriak-teriak dan kabur? Aku tidak mau dia pergi dan Ibu disakitinya," ucap Andra.

"Ibu keceplosan, Andra!" Laila membela diri.

Andra menghela napas.

"Jangan pancing Dita untuk mengingat tentang dirinya jika aku tidak ada di rumah," ucap Andra.

"Iya, Nak. Ibu janji," kata Laila.

"Aku tutup teleponnya, selamat malam, Bu!" ucap Andra kemudian mematikan panggilannya.

Andra mengembalikan ponsel Tiko dan mengucapkan terima kasih kepadanya.

"Siapa Dita, An?" tanya Tiko.

"Aku tidak tahu siapa dia," jawab Andra.

Tiko mengernyitkan keningnya, "Tidak tahu, tapi menanyakan kabarnya."

"Ceritanya panjang, Ko."

"Kamu tidak mau menceritakan ini padaku," Tiko menatap serius. Dirinya sangat penasaran dengan nama perempuan yang disebut sahabatnya.

Andra lalu menceritakan bagaimana ia dan Dia bertemu.

Setelah mendengar semua penjelasan dari temannya, Tiko geleng-geleng kepala. "Jadi kamu merawat perempuan yang tak tahu asal usulnya dengan sukarela."

"Bagaimana lagi? Aku tidak tega membiarkan dia tergeletak di pinggir jalan kebun apalagi waktu itu seluruh tubuhnya penuh luka," ujar Andra mengingat dirinya menolong Dita.

"Jika kamu memang mendapatkan pekerjaan di sini. Lalu bagaimana dengan dia? Apa kamu akan membiarkan dia di kampung?" cecar Tiko.

"Aku akan membawanya ke sini, sekaligus mengobatinya," ucap Andra.

"Jika dia sudah mengingat semuanya, apa kamu tidak takut kalau ditinggalkannya atau keluarganya menuduhmu melakukan penculikan?"

"Tidak. Aku hanya berniat menolongnya dan dia harus sembuh."

"Kamu memang orang baik, semoga kebaikan menyertaimu teman!" Tiko menepuk bahu Andra, ia merasa bangga jika pria di depannya memiliki hati yang tulus.

Andra tersenyum.

"Buruan habiskan makananmu, jika dingin tidak enak," ucap Tiko.

***

Esok harinya, Andra mengerjapkan matanya. Ia lantas bangkit dan duduk. Dari atas karpet ia melihat Tiko hendak bersiap-siap berangkat kerja.

"Apa hari ini kamu akan mencari pekerjaan lagi?" tanya Tiko sembari menatap cermin menyisir rambut.

"Ya, mumpung masih di sini. Semoga saja keberuntungan berpihak padaku," jawab Andra.

"Aku baru dapat kabar dari temanku kalau perusahaan di samping gedung tempatku bekerja sedang membuka lowongan. Mereka baru memecat beberapa karyawannya, kamu tidak ingin melamar ke sana," Tiko membalikkan badannya.

"Aku hanya lulusan SMA, apa mereka mau menerimanya?" tanya Andra.

"Mungkin saja, karena mereka membutuhkan cleaning service, marketing, manager dan satpam," jawab Tiko.

"Aku mau melamar ke sana!" ucap Andra semangat.

-

Andra kini berdiri di depan gedung yang dikatakan Tiko. Sebelum memasuki tempat, ia berdoa. Berharap dirinya mendapatkan pekerjaan layak sehingga mampu membahagiakan ibunya dan memberikan pengobatan terbaik buat Dita.

Andra harus mengantri bersama beberapa pelamar kerja. Mereka berpakaian sangat rapi, sementara dirinya memakai kemeja yang kemarin malam sedikit basah.

Temannya Tiko tidak memiliki pakaian bagus untuk dipinjamkan kepadanya, beruntung kemeja yang sempat basah sedikit mengering jadi bisa dipakai lagi. Tiko juga tak mempunyai setrika.

Hampir 2 jam mengantri akhirnya Andra memasuki ruang wawancara, perutnya mulai terasa lapar. Tadi pagi ia hanya memakan roti yang dibeli Tiko.

Selama diwawancarai Andra menjawabnya secara jujur dan apa adanya. Ketika disebut mengenai nominal gaji yang akan diberikan kepadanya dengan ikhlas ia menerimanya.

"Kamu mulai bekerja hari Senin dan ini seragammu," pria berkacamata itu menyodorkannya.

"Terima kasih, Tuan!" Andra menerimanya dengan senyuman dan anggukan kecil.

Setelah dirinya diterima, Andra segera keluar dari ruangan itu. Diantara beberapa pelamar yang mengantri di belakangnya tak tampak batang hidungnya. Hanya tinggal 3 orang pria bertahan menunggu interview.

Dengan berjalan kaki, Andra kembali ke kos-kosan sahabatnya. Ia menelepon sang ibu kalau dirinya akan pulang nanti sore. Ia ingin menunggu Tiko untuk meminjam uang buat ongkos. Temannya itu mengatakan hari ini gajian dan sekaligus memberitahu jika ia diterima kerja.

-

Jam 5 lewat 30 menit, Tiko akhirnya pulang. Ia membawa 2 bungkus nasi dengan lauk ayam goreng dan 2 botol minuman teh. Ya, hari ini Tiko ingin mentraktir Andra. Begitu sampai, ia melihat Andra sudah memakai ransel di punggungnya. "Kamu mau pulang?"

"Iya, aku mau pulang."

"Apa kamu sudah mendapatkan pekerjaan di sana?" tanya Tiko.

"Sudah. Mulai Senin aku sudah bekerja," jawab Andra.

"Wah, bagus dong!" ucap Tiko senang. "Berapa gajinya?" lanjutnya bertanya.

Andra menyebut nominal gaji yang akan diterimanya selama bekerja.

"Apa? Hanya segitu saja?" Tiko tampak terkejut dengan angka yang disebutkan Andra.

"Apa salah?" tanya Andra dengan polosnya.

...----------------...

Maaf, Hari Ini Hanya Satu Bab Saja ☺️

Selamat Membaca Dan Bahagia Selalu....

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

☠ᵏᵋᶜᶟเภє๓

gpp andra mau brp pun nominal gaji yg kamu Terima yg penting halal dan berkah 🤭

2024-05-23

1

Murni Zain

Murni Zain

kecil enggak papa..mkn lama jd besar 😄

2024-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2 Bab 2 - Namamu Dita
3 Bab 3 - Kepergok Pelukan
4 Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5 Bab 5 - Diterima Bekerja
6 Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7 Bab 7 - Foto Mirip Dita
8 Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9 Bab 9 - Menyerahkan Dita
10 Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11 Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12 Bab 12 - Kembalinya Cyra
13 Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14 Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15 Bab 15 - Hubungan Spesial
16 Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17 Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18 Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19 Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20 Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21 Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22 Bab 22 - Menjenguk Andra
23 Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24 Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25 Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26 Bab 26 - Aku Setuju!
27 Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28 Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29 Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30 Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31 Bab 31 - Andra Menghilang
32 Bab 32 - Menolak Bertemu
33 Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34 Bab 34 - Aku Harus Rela
35 Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36 Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37 Bab 37 - Lani Licik
38 Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39 Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40 Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41 Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42 Bab 42 - Tidak Percaya
43 Bab 43 - Memergoki Alan
44 Bab 44 - Merestui
45 Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46 Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik
Episodes

Updated 46 Episodes

1
Bab 1 - Menolong Seorang Wanita
2
Bab 2 - Namamu Dita
3
Bab 3 - Kepergok Pelukan
4
Bab 4 - Dita Ikut Bekerja Bersama Laila
5
Bab 5 - Diterima Bekerja
6
Bab 6 - Hari Pertama Bekerja
7
Bab 7 - Foto Mirip Dita
8
Bab 8 - Ada Yang Mengenal Dita
9
Bab 9 - Menyerahkan Dita
10
Bab 10 - Kekhawatiran Andra
11
Bab 11 - Menolak Uang Terima Kasih
12
Bab 12 - Kembalinya Cyra
13
Bab 13 - Makan Siang Bersama Andra
14
Bab 14 - POV Sonia dan Tissa
15
Bab 15 - Hubungan Spesial
16
Bab 16 - Pertemuan Laila Dengan Cyra
17
Bab 17 - Aku Mau Begini Setiap Hari
18
Bab 18 - Terima Kasih Buat Hari Ini
19
Bab 19 - Bertemu Masa Lalu
20
Bab 20 - Jangan Pernah Menyentuhnya!
21
Bab 21 - Aku Kekasihnya!
22
Bab 22 - Menjenguk Andra
23
Bab 23 - Memberi Pelajaran Franco
24
Bab 24 - Hukuman Buat Sonia
25
Bab 25 - Cyra Mengaku Pernah Amnesia
26
Bab 26 - Aku Setuju!
27
Bab 27 - Saingan Secara Sehat
28
Bab 28 - Pengakuan Pria Di Restoran
29
Bab 29 - Bertanya Kepada Lucas
30
Bab 30 - Kenyataan Sebenarnya
31
Bab 31 - Andra Menghilang
32
Bab 32 - Menolak Bertemu
33
Bab 33 - Benar-benar Menjauh
34
Bab 34 - Aku Harus Rela
35
Bab 35 - Kabar Pertunangan Cyra
36
Bab 36 - Lupakan Aku, Cyra!
37
Bab 37 - Lani Licik
38
Bab 38 - Cyra Resmi Tunangan
39
Bab 39 - Kerja Sama Dengan Tissa
40
Bab 40 - Menjadi Detektifnya Cyra
41
Bab 41 - Bertemu Dengan Andra Kembali
42
Bab 42 - Tidak Percaya
43
Bab 43 - Memergoki Alan
44
Bab 44 - Merestui
45
Bab 45 - Berakhir Bahagia (End)
46
Promo Karya Baru - Ketika Cinta Berbisik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!