Setelah kejadian tidak sengaja kemarin Amy pun semalaman tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan ciuman tak sengaja itu. Hatinya pun menjadi goyah, ditambah lagi Eza yang sering menghilang tanpa sebab. Hal ini yang membuat Amy sedikit demi sedikit membuka pintu hatinya untuk Zean. Meskipun masih Eza yang bertahta di hatinya tetapi ibarat rumah yang punya 2 pintu, pintu 1 telah dibuka oleh Zean.
"Oahemmm.."
"Semalem tidur jam berapa nduk, kok tumben jam segini masuk nguap"
"Semalem Amy gak bisa tidur Bu"
"Drakoran deh pasti"
"Enggak, emang lagi ada yang dipikirin aja"
Ibu dan ayah Amy yang mendengar penjelasan anak semata wayangnya langsung saling lirik. Dalam hati mereka pasti terjadi sesuatu dengan Zean dan Amy, sebab mereka diam-diam mengintip dan tahu semalam Zean mengantar Amy pulang. Ayah dan ibu Amy pun terlihat senang melihat progress hubungan Zean dan anaknya jauh lebih baik, ditambah lagi Eza juga sudah sangat jarang terlihat mengantar Amy.
Tak lama setelah selesai sarapan Amy pun berpamitan pergi ke kampus. Dengan mata yang masih setengah ngantuk dia berjalan menuju pintu depan rumah. Amy pun membuka pintu rumahnya dan kemudian.Buk.!
Kepala Amy terbentur benda asing, tidak begitu sakit tetapi lumayan membuat ngantuk Amy hilang karena kaget. Amy pun membuka matanya kemudian dia menyentuh benda yang ditabraknya dengan jari telunjuknya. Benda itu tak berbahaya rupanya, namun ketika Amy melihat keatas terlihat wajah yang tak asing sedang melotot ke arahnya.
Spontan Amy pun berteriak dan mendorongnya. Ternyata benda yang tak sengaja dia tabrak adalah dada Zean, tubuh tinggi tegap Zean berdiri di depan pintu. Dia bermaksud untuk mengetuk pintu dan mengajak Amy pergi ke kampus bersama. Tetapi dasar Amy, matanya yang setengah mengantuk tak melihat dengan jelas kalau Zean sedang berada di depan pintu rumahnya.
"Aaaaaaaa....."
"Eehh..sstt ada apa, ini aku Zean hey.."
Zean memegang pundak Amy dan mencoba menyadarkan Amy dari rasa kagetnya. Ayah dan Ibu Amy pun juga datang menghampiri karena mendengar teriakan Amy. Mereka mengira telah terjadi sesuatu pada Amy. Namun setelah melihat ada Zean mereka pun merasa lega.
"Ada apa sih my teriak pagi-pagi"
"Ohh..maaf Om Tante ini Amy cuma kaget tadi saya tiba-tiba muncul didepan pintu"
"Oalah..kirain kenapa my teriak segala"
"Amy kaget loh Bu, mas Zean tau-tau didepan pintu"
"Ya kamu masa orang Segede gitu gak keliatan, makanya melek"
"Gak apa Tante, ini emang salah saya yang datang tanpa kasih tau Amy hehe"
"Oalah..nak Zean ini ceritanya jadi mau jemput Amy surprise gitu ta ?"
Sambil malu-malu Zean menganggukkan kepalanya. Zean pun kemudian mengajak Amy untuk berpamitan serta pergi ke kampus bersamanya. Awalnya Amy enggan menuruti karena masih malu dengan insiden semalam, tetapi waktu nya sudah mepet jika dia harus menunggu taxi online pasti waktu sampai ke kampus akan telat. Alhasil dia pun menyetujui untuk pergi ke kampus bersama Zean menumpang di mobilnya.
"Kamu semalam gak tidur nyenyak my ?"
"Gak juga, biasa aja tuh"
"Ohh..tapi kok mukanya lesu kantung mata kamu juga hitam"
"Emang iya ? enggak ah prasaan sama aja"
Amy mengelak, dia tidak mau kalau Zean tahu bahwa Amy tidak bisa tidur karena insiden ciumannya dengan Zean semalam. Dia pun berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan.
"Ehh..emm nanti aku turunin di halte Deket kampus aja ya"
"Kenapa jauh banget, didepan kampus juga gak apa kan"
"Ngawur..kamu kepengen semua liat aku turun dari mobil dosen terus jadi viral sekampus gitu ?"
"Ya gak apa kan, cepat atau lambat juga mereka satu kampus tau aku calon suamimu"
"Eehh..eh..eh tunggu masa trial kita masih panjang yooo, kamu jangan kepedean aku bakalan pilih kamu"
"My...aku mau kamu liat aku sepenuhnya, saat ini mungkin kamu belum bisa merasakan ketulusanku, tapi suatu saat kamu pasti percaya aku yang terbaik dan pantas kamu pilih"
Amy terdiam mendengar perkataan Zean, kata-katanya terdengar serius. Jantung Amy pun berdetak kencang, dia menyadari bahwa sebenarnya hatinya sudah mulai menumbuhkan benih cinta untuk Zean. Berulang kali Amy mengelak hatinya tidak akan pernah bisa berbohong.
Untuk menutupi ketegangannya karena degupan jantung yang kencang, Amy berusaha untuk tetap bersikap biasa. Dengan nada yang terkesan bodo amat dia merespon perkataan Zean.
"Iyaa..iyaa nanti ya kita buktikan, sampe saat ini mas Eza tetap yang terbaik tuh"
Zean menahan emosinya mendengar Amy mengatakan bahwa Eza yang terbaik baginya. Sejujurnya ingin sekali Zean mengatakan kelakuan busuk Eza dibelakang Amy, tetapi Zean tidak ingin Amy terluka. Dia juga ingin Amy melihat sendiri bagaimana kelakuan busuk sang pacar yang tega bermesraan dengan perempuan lain.
Sementara itu di tempat lain Eza sedang menata cafe nya yang hendak buka. Kali ini Eza prepare lebih pagi karena semalam dia tidur di lantai 3 atas cafe. Di sana terdapat 1 ruangan tempat tidur, ruangan itu memang disediakan khusus untuk Eza untuk jaga-jaga jika dia terlalu lelah untuk pulang. Eza sering menginap di cafe.
Pada malam suatu kali, Tata dan Eza terjebak hujan deras dan harus menginap di cafe. Mereka pun tidur di satu ruangan itu. Dari sanalah hubungan mereka dimulai, entah setan apa yang merasuki Eza saat itu dia tergoda dengan Tata yang memang sudah mencari kesempatan untuk bisa bermalam dengan Eza. Diam-diam sudah lama Tata menaruh rasa kepada Eza, cafe yang dibangun di ruko milik papanya pun sudah di atur agar Eza tidak bisa lari darinya.
Pada malam itu juga Eza menghabiskan malam dengan Tata kemudian melakukan hubungan yang tidak seharusnya terjadi. Eza seakan terbuai dengan godaan Tata yang membuat hubungan terlarang itu terjadi. Sedikitpun bahkan Eza belum pernah berciuman dengan Amy tetapi justru dengan Tata dia melakukan hubungan lebih dari sekedar ciuman.
"Kamu bangun pagi banget beb"
Tata memeluk tubuh Eza dari belakang, saat Eza sedang menata meja kasir di cafe nya. Karena belum buka dan tidak ada orang selain Eza dan Tata. Mereka pun bebas bermesraan tanpa rasa takut. Tata bahkan mencium pipi Eza, dia menggoda Eza lagi.
Eza pun berbalik badan dan memeluk Tata, dia mengecup bibir Tata. Ternyata semalam mereka kembali tidur bersama di cafe, seolah belum puas dengan malam panas yang mereka lewati semalam. Eza dan Tata kembali melakukan hubungan intim di tempat kasir cafe. Mereka bahkan tidak perduli dengan CCTV yang terpasang. Eza benar-benar sudah tidak waras, dia bahkan tidak memikirkan sama sekali perasaan Amy. Tak terbayang bagaimana perasaan Amy saat tau kekasih yang dia anggap paling mencintainya telah berselingkuh dengan orang yang dia kenal juga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments