Chapter 13

Kala mengamati sekeliling seolah ia tengah mencari sesuatu. Meski di hadapannya kini ada senja yang merekah begitu indahnya membelah lautan, Kala seakan tidak peduli, matanya terus bergerilya

Cerita itu sudah berlalu lima tahun yang lalu, tapi setiap kali ke Bali. Aku selalu menanti kamu di sini, aku selalu berharap bisa melihat pantai yang sama bersama dirimu lagi.

"Kala sudah hampir jam enam," ucap Amber seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Kita harus segera ke bandara, pesawat kita sebentar lagi take off."

"Sebentar lagi," Kala sendiri tidak mengerti mengapa dirinya masih ingin di pantai itu, ada sesuatu yang seolah menahannya untuk tetap di sana.

"Tidak bisa Kala, kita harus kembali ke Jakarta, klien kita sudah menunggu." Amber menarik lengan Kala menuju mobil, pria itu pasrah mengikuti Amber.

"Mommy..."

Ketika hendak membuka pintu mobil, samar-samar Kala mendengar suara bocah laki-laki yang memanggil ibunya, seketika ia pun menoleh, namun ia tidak melihat siapa pun belakangnya. "Kala ayo masuk, kita udah telat nih!!" Amber mendorong Kala masuk ke mobil, setelah Kala masuk barulah ia masuk dan menutup pintu.

Amber meminta supir untuk segera mengantar mereka menuju bandara, gadis itu menatap Kala. "Kamu kenapa sih? Apa ada masalah?"

Kala tersenyum tipis sembari menggeleng. "Tidak apa-apa, aku cuma... Aku cuma lagi pengen liat laut aja," dustanya, ia tidak bisa menceritakan jika ia mencari seseorang yang selalu menghantui pikirannya.

"Aku juga suka laut. Bagaimana setelah project ini selesai kita liburan? Ajak Aunty Dahlia juga, pasti seru."

Kala terdiam, ia justru membayangkan bisa liburan bersama Tari. "Kala kok diem? Kamu enggak mau ya diving sama aku?"

"Ya, nanti kita liburan bersama," jawabnya datar, ia memaksakan seulas senyuman untuk menutupi keengganannya.

Mungkin memang sudah saatnya bagi Kala untuk melupakan Tari, sebab wanita itu kini sudah berkeluarga, dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

...****************...

"Mommy..."

"Mommy," Teriak Lingga memanggil ibundanya. "Mommy lihat mataharinya sudah mau tenggelam."

Saat mobil yang membawa Kala dan Amber bergerak meninggalkan pantai, Tari dan kedua putranya justru baru sampai di pantai yang sama. Kedua bocah itu berhambur berlarian ke arah pantai begitu mereka keluar dari mobil.

"Yah Mommy, kita jadi telat lihat sunset gara-gara mommy lama pulangnya," protes Lintang, bocah itu terlihat kecewa tak bisa menyaksikan matahari terbenam.

Tari berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Lintang. "Maafin Mommy ya," ucapnya dengan menyesal karena ternyata urusan dengan pengacaranya lebih lama dari yang aku duga. "Mommy janji besok kita kemari lagi dari siang."

Kedua bocah itu kembali ceria mendengar janji yang di ucapkan ibundanya, mereka berlarian mengejar ombak sementara Tari mengawasinya. Ia sendiri tak tahu mengapa ia ingin sekali ke pantai ini, Tari tersenyum ketika mengingat kejadian itu.

Kejadian itu memang kesalahan terbesar dalam hidupku, tapi aku tidak menyesalinya karena sekarang aku memiliki dua bocah kembar yang begitu hebat. Aku berharap tidak lagi bertemu dengannya, cerita itu cukup sampai di situ.

Matahari sudah terbenam dengan sempurna, Tari mengajak anak-anaknya kembali pulang karena esok hari mereka akan memulai petualangan mereka berlibur di pulau dewata, sembari tetap mengurus kasus KDRT dan perceraian ibundanya.

Ditengah perjalanan pulang, Tari mendapatkan satu pesan masuk dari wali kelas putranya yang memberikan undangan tiket gratis The Great Ocean kepada anak kembar. "Tiket masuk gratis?" Tari mengerutkan keningnya heran, baru kali ini ia mendapatkan reward kategori anak kembar. "Eventnya yang aneh," gumamnya.

Tak percaya begitu saja dengan undangan tersebut, Tari pun langsung menghubungi sang guru. Sang Guru meyakinkan bahwa itu bukanlah tipuan, karena di kirim langsung oleh manajemen The Great Ocean. "Baiklah, Bu. Terima kasih atas informasinya. Selamat malam," ucap Tari mengakhiri sambungan teleponnya.

"Tiket gratis apa, Mom?" tanya Lintang penasaran, ia mendengar semua percakapan ibu dan gurunya tadi.

"Kalian mendapatkan reward tiket masuk gratis The Great Ocean," jawab Tari dengan lembut. "Tapi kayanya kalian tidak bisa mengambil tiket itu, kan kita masih di Bali."

"Yah..." sahut Lingga kecewa. "Memangnya kapan tiket gratisnya?"

"Masih minggu depan sih, tapi kan masih banyak hal yang harus Mommy urus. Jadi kita tidak bisa pulang ke Jakarta," Tari mengerti akan kekecewaan kedua buah hatinya. "Bagaimana jika weekend biasa saja kita ke sananya? Tidak gratis pun tidak apa-apa, yang penting bisa main di sana. Bagaimana?"

Lintang dan Lingga kembali gembira, mereka berdua bersorak senang mendengar akan kembali berlibur saat kembali ke Jakarta. Tari pun tersenyum melihat kedua putranya bahagia, ia merasa beruntung kedua jagoannya tetap tumbuh ceria meski terbang hanya dengan sebelah sayap. Mereka berdua bahkan tidak pernah menanyakan soal keberadaan ayah kandungnya, seolah mengerti dan tidak ingin ibunya bersedih.

Terpopuler

Comments

Diaz

Diaz

belum ketemu ternyata 🤭

2024-02-17

2

⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻

⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻

yaaahh..gak jadi ketemu sama kala dong

2024-02-15

2

🍭ͪ ͩ𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻☪️¢ᖱ'D⃤

🍭ͪ ͩ𝐀𝐧𝐠ᵇᵃˢᵉՇɧeeՐՏ🍻☪️¢ᖱ'D⃤

yaaa setujuuu lahh

2024-02-14

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!