Setelah mengantar ibundanya ke bandara, Kala mengendarai kendaraannya menuju Be Bread! Ia tidak bisa berhenti memikirkan wanita asing itu, sorot matanya begitu ketakutan saat melihatnya. 'Ada apa dengannya? Apa wanita itu merasa bersalah karena kabur meninggalkanku saat kami di keroyok masa?'
Rasanya itu agak berlebihan, karena kejadian itu sudah lima tahun berlalu. Harusnya saat ini dia justru menertawakannya karena Kala salah strategi dengan wanita itu, kecuali jika... Jika ada sesuatu yang di sembunyikannya. Apa ini ada kaitannya dengan anak kembar yang kemarin berada di Great Ocean?
Jika Kala menghitung waktu mereka bercinta, dengan usia anak itu. Maka masuk akal jika wanita itu mengandung dan memiliki anak usia taman kanak-kanak. 'Tapi apakah semudah itu langsung jadi dua anak? ' Kala terus berpikir. Ya, tentu saja bisa terlebih dirinya memiliki gen kembar.
Kala memiliki saudara kembar perempuan bernama Pelangi di masa senja, atau yang akrab di sapa Sasa. Saat masih duduk di bangku SMA, ketika mereka hendak pulang sekolah, mereka terjebak dalam tauran antar mahasiswa. Suasana begitu mencekam, banyak dari mereka membawa senjata tajam.
Di antara mereka mengarahkan sebilah pisau ke lawan, naasnya pisau itu justru mengenai perut Sasa. Sasa langsung di larikan ke rumah sakit, namun sayangnya nyawanya tidak bisa tertolong karena mengenai organ dalamnya. Kala begitu begitu kehilangan kakak perempuannya, terkadang ia menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa melindungi orang yang amat ia sayangi.
"Aku harus memecahkan teka-teki ini," gumam Kala, ia memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Belum sempat Kala tiba Be Bread! Ia mendapatkan telepon dari asisten Uncle Tom, sang asisten meminta Kala untuk segera menemuinya di kediamannya. Kala sedikit terkejut dengan kedatangan Uncle Tom yang begitu mendadak, biasanya Uncle Tom akan menghubunginya beberapa hari sebelum dia pulang ke Indonesia, dan jarang sekali dia meminta Kala untuk menemuinya di kediamannya.
Apa ada hal yang sangat penting? Tanpa membuang waktu, Kala memutar arah kendaraannya menuju kediaman Uncle Tom, dan akan kembali ke Be Bread! Setelah urusannya dengan Uncle Tom selesai.
Tiga puluh menit berkendara Kala tiba di kediaman Uncle Tom, ia langsung di arahkan oleh sang asisten menuju ruang kerja Uncle Tom.
"Hi, Uncle! How’s it going?" sapa Kala ketika ia masuk ke ruang kerja Uncle Tom, ia sedikit terkejut melihat wajah Uncle yang begitu kurus dan pucat.
Uncle Tom menatap Kala dengan mata sayunya. "Oh Kala, Things are not so good," ucapnya sembari menggelengkan kepala, ia meminta Kala untuk duduk di hadapannya.
Sesaat Kala menoleh ke arah gadis cantik berambut coklat yang berada di sebelah Uncle Tom, ia memberikan senyuman ramah pada gadis itu, baru kemudian Kala duduk dan bertanya. "Are you sick, Uncle?" Kala sangat khawatir melihat Uncle Tom.
Dengan tenang Uncle Tom mengatakan jika dirinya terkena penyakit kanker. "I listening to my doctor explain how far my cancer had spread."
Gadis cantik yang berada di sebelah Uncle Tom terlihat sangat sedih, ia terlihat menyeka air mata dari sudut matanya.
"That's why I asked you to come over," lanjut Uncle Tom. "I would like to talk to you about our project." Ia mengatakan bahwa pembebasan lahan di sebelah Great Ocean sudah rampung, dan Kala bisa membangun arena wisata selanjutnya, yaitu akuarium bawah laut. "I entrust everything to you."
Tersirat rasa kekhawatiran pada diri Kala karena Uncle Tom menyerahkan project ini kepadanya. "Kala, you don't have to worry," ucap Tom sembari menoleh ke gadis yang berada di sebelahnya. "My little sweet heart, gonna help you." Tom tersenyum pada putrinya, dan memintanya untuk berkenalan dengan Kala.
"Amber," gadis itu mengulurkan tangannya ke arah Kala.
Kala tersenyum ramah padanya. "Kala."
Obrolan selanjutnya di lanjutkan di ruang makan sembari makan malam bersama, suasana yang begitu hangat dan akrab membuat waktu semakin cepat berlalu, hingga tanpa Kala sadari jam sudah menujukan pukul 23.00 sudah waktunya bagi Kala untuk kembali pulang.
Saat Kala berpamitan pada Uncle Tom, pria paruh baya itu juga berpamitan pada Kala karena dia akan menjalani pengobatan di luar negeri bersama putri sulungnya yang memang menetap di Inggris. "Uncle titip putri kesayangan Uncle padamu," bisik Tom. "Please keep her and guide her well."
Jaga? Apa maksud dari perkataan Uncle Tom, jika hanya menjaga seperti adik sendiri tentu Kala sama sekali tidak keberatan, tapi mungkin tidak bisa lebih dari itu. "Pasti, Uncle," ucap Kala menenangkan hati Uncle Tom. "Aku akan menjaga Amber dengan baik."
Setelah pergi meninggalkan kediaman Uncle Tom, Kala kembali teringat pada wanita yang ia juluki jelmaan kancil. Ia melajukan kendaraannya menuju Be Bread!
Seperti dugaannya toko kue itu sudah tutup, namun Kala tetap menepikan kendaraannya di depan toko. Sejenak ia berpikir, jika wanita itu memang malam itu memang menghasilkan buah cinta mereka, mengapa wanita itu tidak mencarinya? Mengapa dia tidak langsung meminta pertanggung jawabannya ketika tadi berpapasan.
Satu-satunya hal yang Kala inginkan saat ini adalah sebuah kejelasan, agar ia bisa melangkah tanpa di bayangi perasaan bersalah terhadap wanita itu. Karena diam-diam Kala ingin mengabulkan permintaan ibundanya, untuk segera menikah dan memberinya cucu.
Kala kembali menyalakan mesin mobilnya, ia kembali melajukan kendaraannya menuju apartemennya dan berniat kembali ke Be Bread! Keesokan harinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ
ini berarti sepupu nya kan...kok ga saling kenal sebelumnya 🤔
2024-03-04
3
☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ
ehh bukan utk di jodohin kan ini
2024-03-04
3
☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ
oohh ya ampunn..😢😢
itulah efek dr tawuran...bukan hnya bs mencelakai pelaku tp org yg tidak tau apa2 jd bisa mnjdi korban
2024-03-04
3