"Kala, kau ini benar-benar keterlaluan," omel Dahlia lewat sambungan telepon. "Kau mau membuat Mamamu ini tidur di atas kue-kue ini?"ia sungguh terkejut menerima kiriman 20 kotak chiffon cake dari putranya, di tambah kartu ucapan berisi gombalan yang membuat Dahlia semakin membuatnya kesal karena seolah meledeknya.
Kala terkekeh mendengar omelan ibundanya. "Besok kan Mama ikut study tour, Mama bagikan saja ke murid-murid Mama. Katakan saja pada mereka itu oleh-oleh dari Jakarta."
"Benar juga ya kamu."
"Iya dong, anak Mama," ucap Kala sembari membusungkan dadanya. "Sudah dulu ya Mah, aku lagi pesan makan nih, bye..." Ia mematikan sambungan teleponnya dan menaruh kembali handphonenya di saku.
"Maaf ya, tadi Mamaku telepon," ucap Kala pada Amber, wanita itu duduk di hadapannya. "Kamu sudah pesan makan?"
Amber mengangguk, matanya tertuju pada pelayan yang baru saja pergi setelah mencatat pesanannya.
Usai mengunjungi Great Ocean, Kala mengajaknya makan malam. Awalnya ia menawarkan Amber makan malam di restoran bintang lima, namun Amber justru meminta makan di kaki lima. Sehingga akhirnya Kala pun membawa Amber ke sebuah warung pecel lele terenak menurut versinya.
"Apa itu Aunty Dahlia?" Amber membuka handphonenya kemudian ia memperlihat sebuah gambar pada Kala. "Ini foto ulang tahun almarhum Mamaku, apa kau masih ingat?"
Dalam foto itu, keluarga Kala dan keluarga Amber foto bersama. Mereka berfoto di acara ulang tahun ibunda Amber yang di rayakan di Bali. Kala tersenyum getir melihat foto itu. "Sudah banyak yang berubah dari foto itu," ucapnya. "Orang tuaku kini sudah berpisah, Sasa dan Mamamu sudah tiada..."
"Aku pernah mendengar soal kejadian yang menimpa Sasa, aku turut berduka," ucap Amber dengan iba, melihat wajah Kala yang berduka.
Tapi kemudian Kala tersenyum. "Dan kau... Kau sungguh sangat jauh berbeda, menjadi semakin cantik. Sampai-sampai kemarin aku tak mengenali siapa dirimu."
Amber tersipu malu mendapat pujian dari Kala, tapi tentu saja Kala tidak mengenali Amber sebab saat itu Kala masih berusia enam tahun dan Amber berusia satu tahun. "Tapi aku yakin kau lupa, seperti Papaku juga lupa jika sebenarnya kita pernah bertemu. Papa pasti mengira aku belum lahir."
Moment itu sudah lebih dari dua puluh tahun berlalu jadi wajar jika Kala dan Uncle Tom tidak ingat, terlebih setelah acara itu Amber dan kakak-kakaknya, berserta ibunya menetap di Eropa. Hanya Uncle Tom saja yang berpindah-pindah negara untuk menjalankan bisnisnya.
"Lalu dari mana kau mendapatkan foto itu?"
"Album foto yang Mama simpan di lemari. Di setiap foto, Mama selalu menuliskan cerita singkat di sampingnya. Sehingga aku tahu siapa-siapa saja teman-teman dekat Mama dan Papa," terang Amber. "Aunty Dahlia masih tinggal di Bali? Aku ingin sekali datang ke Bali, di internet banyak memuat berita tentang keindahan alamnya."
"Besok lusa rencananya aku mau pulang ke Bali, tapi mungkin hanya satu hari. Apa kamu mau ikut?"
"Mau... Aku ingin sekali bertemu Aunty Dahlia," jawab Amber riang.
Pesanan makanan Amber dan Kala pun datang, Kala tertawa melihat Amber makan pecel lele menggunakan sendok dan garpu. "Bukan gitu caranya makan pecel lele," ucap Kala, ia mengajari Amber makan dengan tangan kosong.
Amber yang baru pertama kali makan dengan tangan kosongnya, terlihat kesulitan dan membuat nasi jadi sedikit berantakan di mulut dan tangannya. "Pelan-pelan saja, nanti setelah terbiasa kau akan tahu bagaimana nikmatnya makan dengan tangan," Kala mengelap sisa nasi yang menempel di bibir Amber dengan jemarinya.
Mata mereka bertemu, sesaat kemudian mereka berdua menjadi salah tingkah. "Maaf," ucap Kala sembari menarik tangannya dari bibir Amber, ia kemudian kembali meneruskan makannya.
Selesai makan, Kala mengantar Amber pulang. "Thanks for a good day, Kala," ucap Amber saat Kala menepikan kendaraannya di depan kediamannya, ia kemudian turun dari mobil dan melambaikan tangan pada mobil Kala yang bergerak menjauh dari kediamannya.
Di perjalanan, saat suasana mobilnya sunyi. Kala teringat kembali pada kejadian pagi tadi di Be Bread! Ia masih yakin sekali jika jelmaan kancil yang ia cari adalah pegawai toko kue itu.
Terlalu dalam Kala memikirkan wanita asing itu, hingga membuat Kala tanpa sadar mengendari kendaraannya menuju Be Bread! Kala tahu toko itu sudah tutup, tapi entah mengapa ia ingin sekali datang ke sana.
Seperti dugaannya toko itu sudah sepi, namun ia melihat lampu di dalam toko masih menyala. 'Apa masih ada orang di dalam?' batin Kala.
Tak lama kemudian lampu padam dan pintu depan terbuka. Ada seorang gadis yang keluar dari toko tersebut, tanpa pikir panjang Kala turun dari mobil dan menghampiri gadis itu.
Gadis itu terlihat terkejut melihat kedatangan Kala. "Maaf Pak, toko kami sudah tutup," ucapnya dengan ramah.
"Ya, saya tahu." Kala langsung mengenali gadis itu adalah pegawai bagian dapur yang pagi tadi menghampirinya. "Saya hanya ingin menanyakan soal pegawai yang tempo hari menabrak saya di toko ini, saya benar-benar ingin bertemu dengannya. Ada hal penting yang ingin saya bicara dengannya."
Gadis itu terdiam untuk beberapa saat, kemudian ia berkata. "Di sini memang tidak ada pegawai yang seperti bapak sebutkan ciri-cirinya, tapi yang mirip dengan itu adalah pemilik dari toko ini. Bu, Lestari namanya."
"Lestari? dimana dia tinggal?" tanya Kala, tapi sayangnya gadis itu tidak sempat mejawab pertanyaan Kala sebab seorang pria dengan motor besar sudah menunggunya. "Maaf ya pak saya permisi dulu, kakak saya sudah jemput." Gadis itu buru-buru meninggalkan Kala.
Kala tak begitu kecewa dengan kepergiannya, setidaknya ia sudah mengetahui siapa nama jelmaan kancil yang selama lima tahun ini menghantui pikirannya. "Aku pasti menemukanmu, jelmaan kancil." Kala kembali masuk ke mobilnya dan pulang.
Tiba di apartement Kala mencari nama Lestari lewat sosial media, terlalu banyak nama Lestari sehingga Kala memutuskan untuk mencari akun Be Bread! Sebetulnya sudah sejak kemarin ia ingin mencari akun Be Bread lewat sosial media, namun ia ragu sebab mengingat toko itu tidak terdaftar dalam aplikasi layanan pesan antar.
Kala menemukannya, di sana hanya terdapat foto-foto produk dan proses pembuatan. Kala terus mencari ke bawah, hingga akhirnya ia menemukan foto launcing Be Bread! Dan Kala menemukan sosok yang ia cari.
Nusantara Alam Lestari, nama label tag dalam foto tersebut. Tanpa pikir pajang Kala langsung menekan nama itu, dan menemukan akun sosial media wanita yang selama ini ia cari. "Nama yang unik," komentarnya sembari tersenyum memandangi foto-foto Tari.
Sayangnya akun itu sudah lama tidak memposting apa pun sejak lima tahun yang lalu, sehingga teka teki mengenai anak kembar itu belum berhasil Kala pecahkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
🍭ͪ ͩIr⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ𝐙⃝🦜
Selalu unik nama² dalam karyamu ka Irma.
2024-02-14
1
☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈
kamu nyari nama Lestari di sosmed Kala....
yo tentu aja gak bakal ketemu laaaah
bisanya nama yang di pakai akun sosmed itu bukan nama aslinya bisa jadi nama pendek atau nama panggilannya gitu
2024-02-13
1
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα 🅑αbу ՇɧeeՐՏ🍻
pelan2 menemukan titik terang ya kala..
2024-02-12
2