Chapter 5

"Selamat datang di Jakarta, Mah." Kala memeluk dan mencium kedua pipi ibunya dengan penuh kerinduan, sudah hampir enam bulan ini ia tidak berkunjung ke Bali, sebab padatnya jadwal pekerjaan yang harus ia kerjakan.

Kala mengulurkan sebuket mawar merah kepada ibundanya. "Selamat ulang tahun ya, Mah. Aku harap Mama bahagia selalu." Ia kembali mengecup kening ibundanya.

Mata Dahlia berkaca-kaca, ia tak dapat menahan rasa haru bahagianya atas perhatian yang di berikan oleh putra bungsunya. Kala selalu bersikap manis sekali padanya. "Terima kasih, Nak," ucap Dahlia. "Kebahagiaan terbesar Mama adalah memilikimu, sayang."

Dahlia menghirup aroma wangi bunga mawar yang di berikan oleh putranya, kemudian ia menaruh di atas meja. Ia melihat sekeliling ruang kerja Kala. "Ruanganmu bagus sekali, Mama bangga denganmu," ucapnya dengan penuh decak kagum.

"Sebenarnya ini adalah ruang kerja uncle Tom, tapi seperti yang Mama tahu beliau jarang ada di Indonesia. Jadi, dia menyuruhku untuk menggantikannya."

"Ya bisnis dia memang ada di mana-mana, Mama senang dia bisa memberikan kepercayaannya padamu, jaga kepercayaan Uncle Tom baik-baik."

"Bukankah Mama yang membujuk Uncle Tom agar beliau mau memberiku kesempatan berkerja dengannya?"

Dahlia hanya tersenyum, apa yang di katakan Kala memang benar adanya. Sudah lama sekali ia merasa sakit hati melihat putranya tidak pernah di hargai oleh mantan suaminya, sehingga tanpa sepengetahuan Kala, Dahlia menawarkan beberapa design buatan putranya kepada beberapa kerabat terdekatnya, dan Tom lah yang tertarik dengan potensi yang di miliki oleh Kala.

Dahlia berjalan menuju jendela kaca besar, di situ ia bisa melihat sebagian kepadatan kota Jakarta. "Indah sekali pemandangan dari atas sini."

"Lebih indah lagi kalau malam," sahut Kala. "Gemerlap lampu yang menyala, bisa membuat rasa penat bekerja bisa hilang seketika."

"Pantas saja kamu enggak pulang-pulang," protes Dahlia.

Kala tertawa. "Bagaimana penerbangan pertama Mama tadi?"

Dahlia pun ikut tertawa, malu-malu. "Lumayan, ternyata naik pesawat terbang tidak seburuk yang Mama duga."

"Sudah kukatakan, Mama terlalu banyak menonton film yang akhirnya membuat diri Mama sendiri takut. Jadi kapan kita liburan ke luar negeri?" Bisa liburan ke luar negeri bersama ibunya adalah salah satu impian Kala sejak kecil.

"Sepertinya kalau perjalanan jauh Mama masih takut."

...****************...

Kala mengajak ibundanya ke apartementnya, ia mengajaknya berkeliling melihat setiap sudut apartementnya. Dahlia kembali di buat takjub dengan apartement mewah milik putranya. "Akhirnya Mama bisa lihat apartementmu secara langsung." Selama ini Dahlia melihat potongan bagian apartement Kala melalui sambungan video call ketika putranya meneleponnya.

"Tapi sayang ya, apartemen sebagus dan seluas ini hanya kamu tempati seorang diri," Dahlia berbalik menatap putranya dengan serius. "Kamu masih belum bisa move on juga dari Celin? Sudah lebih dari lima tahun loh kalian putus."

"Eh," Kala sendiri baru menyadari jika selama lima tahun ini ia sama sekali tak memiliki kekasih. Ia begitu sibuk sampai menyita seluruh waktunya hanya untuk bekerja. Kala bisa saja mencari wanita sebagai teman kencannya, namun... Entah mengapa bayangan wanita asing yang ia temui di pinggir pantai Bali terus hinggap di kepalanya.

"Kala, kok malah ngelamun?" Dahlia memegang lengan putranya, hal itu membuat Kala langsung terkejut. "Apa harapan Mama terlalu jauh? Mama sekarang bahagia bisa dekat dengan anak-anak yang sekolah di yayasan Mama, tapi Mama juga ingin suatu saat bermain dengan cucu Mama sendiri."

"Cucu?" Seketika Kala teringat dengan dua anak laki-laki kembar yang begitu mirip dengannya, yang ia temui di arena rekreasinya.

"Iya, apa kamu tidak ingin memiliki anak." Dahlia berputar menujuk ke arah ruang keluarga. "Coba kau bayangkan anak-anakmu berlarian di ruangan ini? Bermain mobil-mobilan? Pesawat-pesawatan? Pasti seru kan?"

Kala seperi berada di dunia yang berbeda, ia bisa merasakan apa yang di bicarakan ibunya, ia melihat kedua bocah kembar itu berlarian di apartementnya. Kesana-kemari, sementara dirinya dan.... Wanita asing itu duduk berdua di sofa, Kala merangkul mesra wanita itu.

Kala menggelengkan kepalanya. 'Kenapa wanita menyebalkan itu selalu muncul dalam pikiranku?'batinnya.

"Kala, kamu kenapa sih?" Dahlia terlihat kesal, karena sejak tadi ia merasa putranya mengabaikan apa yang ia bicarakan. "Kala dengarkan Mama," ia meminta putranya untuk menatap matanya. "Tidak semua wanita seperti Celin, Mama yakin di luaran sana ada wanita baik hati yang bisa menyayangimu dengan tulus. Lagi pula anak Mama ini sangat tampan, mustahil rasanya jika tidak ada satu pun gadis di muka bumi ini yang tidak mau denganmu."

Kala terkekeh mendengar omelan ibundanya. "Kalau memang ada, bagaimana kalau Mama yang carikan?"

"Carikan? Kau ini aneh sekali. Di saat orang-orang menolak untuk di jodohkan oleh orang tuanya kau malah minta di jodohkan, merepotkan saja," gerutu Dahlia. "Teman-teman Mama tidak ada yang punya anak gadis yang masih single." Ia berpikir keras mengingat satu persatu teman-temannya.

Ditengah obrolan serunya bersama ibundanya, bel apartemennya berbunyi. Kala memesan seorang koki terkenal untuk masak makan malam special di apartemennya. "Wahh... Kamu kok tahu kalau Mama ngefans sama chef Rere?" Dahlia nampak girang menyaksikan chef tersebut masak di hadapannya secara langsung.

Kala hanya tersenyum, bagaimana ia tidak tahu jika setiap kali ia pulang ibunya selalu menonton acara chef tersebut, ia pun turut bahagia melihat ibunya gembira bertemu dengan idolanya.

Usai makan malam, Kala memberikan kejutan kue ulang tahun untuk ibundanya. "Selamat ulang tahun, Mah." ia menyodorkan kue ulang tahun. Dahlia kemudian memejamkan matanya, ia berdoa agar putranya segera menikah dan di anugerahi anak kembar.

"Aamiin," Dahlia kemudian meniup lilin ulang tahunnya.

"Panjang amat doanya," ledek Kala sembari menaruh kue di atas meja.

"Doain kamu biar cepat dapat jodoh dan punya anak kembar."

Lagi-lagi, Kala terdiam ia langsung teringat kembali pada dua bocah yang ia temui pagi tadi di taman rekreasi.

"Hei, kamu ini bengong terus dari tadi." Dahlia menyodorkan kue yang baru saja ia potong ke hadapan Kala. "Mama tidak bermaksud menyuruhmu terburu-buru menikah, hanya sekedar mendoakan saja, urusan jodoh kita serahkan saja pada Tuhan."Ia menatap Kala dengan lembut, sembari mengelus lengannya.

"Mah, Mama percaya enggak kalau di dunia ini kita punya kembaran?"

Dahlia mengangkat sebelah alisnya, sedikit terkejut dengan pertanyaan Kala. " Menurut sains, sangat mungkin manusia memiliki tujuh kembaran. Atau mungkin sebetulnya hanya masalah persepsi saja, sehingga orang terlihat mirip. Memangnya kenapa? Kok tumben nanya begini?"

Kala menggeleng. "Enggak kok, biasa lah ada stafku yang bilang kalau aku mirip artis," ucapnya sembari tergelak, padahal sesungguhnya di kepalanya ia masih memikirkan dua bocah kembar itu.

"Kamu ini bisa saja," sahut Dahlia, ia memasukan kue kedalam mulutnya. "Hmm ngomong-ngomong ini chiffon cakenya enak sekali, apa chef Rere tadi yang buat? Mama tidak lihat dia buat cake."

"Bukan, ini tadi asistenku yang beli."

"Besok sebelum Mama pulang suruh asistenmu belikan lagi ya, Mama mau bawa buat oleh-oleh," pinta Dahlia.

Kala mengangguk. "Nanti aku beli yang banyak untuk Mama."

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ

☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ

kayaknya kalau cucu kembar udah terkabul Mah

2024-03-02

2

🍭ͪ ͩIr⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ𝐙⃝🦜

🍭ͪ ͩIr⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ𝐙⃝🦜

Karena hatimu sudah tertawan oleh gadis itu... karena kejadian malam itu menumbuhkan benih di rahimnya.

2024-02-14

2

☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈

☠ᵏᵋᶜᶟ🔵🍾⃝ͩ⏤͟͟͞RᴇᷞᴛͧɴᷠᴏͣW⃠🦈

santuy aja Mah...
untuk masalah anak kembar, iru uda terwujud kok tapi masalahnya mereka belum nikah gitu aja seeeh

2024-02-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!