Chapter 10

Sejak menemukan akun sosial media Tari, Kala tak bisa lepas dari handphonenya. Ia terus menjelajah mencari tahu siapa teman dekat, hobby hingga pekerjaan yang di jalani Tari sebelum mendirikan Be Bread!

"Ternyata dia suka diving," Kala tersenyum membayangkan mereka bisa diving bersama. Ah mikir apa aku ini? Dia saja selalu menghindar dariku. Kala cukup takjub dengan keberanian Tari yang berani mengambil keputusan membuka usaha sendiri, padahal sebelumnya Tari bekerja di perusahaan start up yang cukup terkemuka.

"Apa mungkin dia di PHK karena pandai menghilang?" Kala semakin penasaran mengetahui lebih dalam tentang Tari.

"Kala..."

"Eh.." Pria itu tersentak melihat Amber berada di hadapannya. "Maaf, tadi aku sudah ketuk pintu berulang kali, tapi sepertinya kamu sedang sibuk," ucap Amber melirik ke arah handphone yang berada di tangan Kala.

"Sebentar lagi kita ada meeting dengan client, apa kamu sudah siap?" lanjut Amber.

Kala terdiam sejenak, aktivitasnya berselancar di dunia maya untuk mencari tahu tentang Tari, membuatnya lupa untuk mengabarkan pada Amber jika dirinya tidak bisa menghadiri meeting kali ini. "Oh, maafkan aku Amber. Ada urusan yang harus aku selesaikan, tapi kamu tidak perlu Khawatir. Adelia, sekretarisku akan menemanimu meeting siang ini."

Amber tak bisa menyembunyikan rasa kecewa, namun gadis itu memaksakan seulas senyuman. "Baiklah," ucapnya. "Tapi besok kita jadi ke Bali kan?"

Kala mengangguk. "Tentu saja, kita bertemu di bandara pukul 06.00 pagi." Ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari kantornya, pria itu bergegas menuju Be Bread!

Kala sudah tidak sabar bertemu dengan Tari, dan menguak semua hasil temuannya tentang Tari yang ia temukan di sosial media. "Kau pasti akan terkejut, dan tak bisa lagi menghindar dariku, jelmaan kancil," gumamnya riang.

Tiba di Be Bread! Kala langsung menanyakan keberadaan Tari kepada pegawai Be Bread! Ia bertanya dengan penuh rasa percaya diri karena telah berhasil menemukan nama panjang Tari. "Nusantara Alam Lestari, apa dia ada di sini?" tanya Kala sembari menyerahkan kartu kreditnya, ia baru saja membeli beberapa kue untuk oleh-oleh ibundanya.

Sang penjaga kasir mengerutkan keningnya heran. "Maaf Pak, hari ini Bu Lestari tidak datang kemari. Beliau sedang berlibur bersama keluarganya di luar kota selama satu minggu ke depan."

'Keluarga? Jadi jelmaan kancil itu sudah berkeluarga?' batin Kala.

"Apa ada pesan yang bisa aku sampaikan? Nanti akan aku sampaikan setelah Bu Tari kembali," lanjut wanita itu.

"Apa aku tidak bisa mendapatkan no telepon atau alamat rumahnya?" tanya Kala.

Wanita itu menggeleng. "Maaf Pak, kami tidak berani memberikannya sebab itu ranah privasi Bu Lestari."

Kala mengangguk mengerti. "Aku akan kembali lagi saat dia pulang liburan. Terima kasih," Kala mengambil kartu kredit dan belanjaannya kemudian ia keluar dari Be Bread!

Sepanjang jalan Kala terus memikirkan Tari. Apakah kini Tari sudah memiliki suami sehingga ia menghindariku? Dia sudah menutup lembaran khilafan itu, dia sudah menemukan cintanya. Bayang-bayang Tari telah memiliki pendamping hidup membuat dada Kala terasa sesak.

Kala berharap anak kembar yang ia temui di Great Ocean, tidak ada hubungannya dengan Tari dan juga dirinya. Semoga minggu depan, di jadwal yang sudah di susun oleh Bianca, Kala bisa bertemu dengan orang tua bocah kembar itu, dan semua terang benderang bahwa itu hanya kemiripan yang tidak sengaja.

Dengan perasaan yang tidak karuan, Kala memutuskan untuk pulang ke apartemen, ia berharap suasana hatinya membaik sebelum esok bertemu dengan ibundanya.

...****************...

Sementara itu di tempat berbeda, dua orang bocah kembar nampak bingung ketika taxi yang di tumpanginya memasuki area rumah sakit. "Mommy, bukankah Mommy bilang kita akan berlibur di rumah Eyang? Tapi kenapa kita ke rumah sakit?" tanya bocah beusia empat tahun bernama Lintang.

"Apakah Eyang sakit, Mommy?" sahut Lingga, saudara kembar dari Lintang.

Tari mengangguk pelan. "Iya sayang, Eyang sedang di rawat di rumah sakit ini. Kita jenguk Eyang ya..." Ia membayar ongkos taxi, kemudian keluar dari mobil bersama dua anak kembarnya.

Sebelum menuju ruang rawat inap ibundanya, Tari pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan dimana ibundanya di rawat. Setelah mendapatkan informasi, barulah ia dan kedua anaknya menghampiri ibundanya.

Keduanya terdiam sejenak, ketika mereka bertemu setelah lima tahun yang lalu. Tari memandang iba kepada ibundanya yang begitu kurus, pucat dan di penuhi luka lebam di wajahnya. Sementara Elok memandang putri tunggalnya dengan penuh rasa bersalah.

"Ibu..."

"Tari..."

Dengan deraian air mata Tari berhambur ke pelukan ibundanya, Elok pun turut menangis mendekap putrinya. "Ma.. Maaf kan ibu, Nak," ucapnya di sela isak tangisnya. "Maafkan ibu yang telah mengusirmu dari rumah."

Lima tahun yang lalu, tepatnya ketika Elok mengetahui putri semata wayangnya hamil di luar nikah dengan orang asing yang sama sekali tidak di kenalnya, Elok mengusir Tari.

Dengan teganya Elok mengatakan bahwa Tari bukanlah putrinya lagi sebab telah mencoreng nama baik dirinya dan suami barunya, ia juga meminta Tari untuk tidak lagi datang ke Bali untuk menemuinya. Hal itu ia lakukan atas perintah dari suami barunya.

Padahal saat itu Tari sendiri bingung harus kemana, ia baru saja resign dari pekerjaannya sebab ia malu terus menerus mendapatkan gunjingan dari teman-temannya karena hamil di luar nikah dengan pria yang tak jelas asal usulnya.

Dengan sisa tabungan yang ia miliki dari hasil bekerjanya, Tari mendirikan Be Bread! sembari mengurus bayi yang di dalam kandungannya. Meski Tari membenci pria yang mengajaknya mabuk pada malam itu, namun ia begitu mencintai bayi dalam kandungannya, terlebih ketika ia mengetahui bahwa ia mengandung dua bayi kembar.

Lima tahun berlalu, toko kue Tari perlahan mulai berkembang. Be Bread! Memang bukan toko kue yang besar, tapi Be Bread! Bisa memberikan kehidupan yang layak untuk kedua buah hatinya dan juga delapan orang pegawai yang bekerja dengannya.

Sementara Elok, justru mendapat tindak KDRT dari suami barunyanya. Bukan hanya itu, pria itu kerap mabuk-mabukan dan selingkuh. Elok di kurung dan tidak di perbolehkan berkomunikasi dengan siapa pun, namun beberapa hari yang lalu Elok berhasil melarikan diri dan melapor pada pihak yang berwajib.

Tari yang mendapat kabar jika ibundanya di rawat di rumah sakit, langsung terbang ke Bali, dan kebetulan kedua anak kembarnya baru saja libur semester.

"Tari maafkan ibu, Nak. Huhu..." air mata semakin deras mengalir dari mata Elok, ia melirik ke arah dua bocah yang sedari tadi nampak bingung melihat dirinya berpelukan dengan Tari.

Elok melepaskan pelukan Tari, ia mengulurkan tangan ke arah Lintang dan Lingga. "Tari, apa mereka...?"

Tari mengangguk. " Iya Bu, itu cucu Ibu. Namanya Lintang dan Lingga," ia meminta kedua putranya untuk mendekat.

Elok langsung mendekap kedua cucu kembarnya. "Oh! Cucuku, maafkan eyang, nak. Huhu..." tangisnya kembali pecah dalam pelukan Lintang dan Lingga.

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

kapok jd nenek gatel sih anak sendiri di buang

2024-03-15

0

☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ

☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ

wahh sama2 di Bali nih
semoga bisa saling bertemu

2024-03-06

2

☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ

☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ

yaa ampunn miris bgt nasib ibunya Tari bukannya bahagia malah menderita

2024-03-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!