TEMANI AKU MAKAN SIANG

Tidak sengaja, tatapan Mona terarah pada pintu masuk, dan saat itulah matanya bertemu dengan seseorang yang paling tidak ingin dilihatnya, siapa lagi kalau bukan Adipati.

Adipati tidak sendirian, laki-laki itu ditemani oleh seorang wanita cantik, wanita cantik yang tidak lain adalah Clara sahabatnya.

Adipati juga melihat Mona, namun tidak ada tanda-tanda tuh dia mau nyamperin Mona, dia bahkan berjalan ke arah yang tempatnya agak jauh dengan tempat yang diduduki Mona dan kedua sahabatnya.

"Wanita sialan itu." umpat Mona dengan tatapan penuh benci, dia bahkan menggenggam garpunya dengan sangat kuat.

Mona sampai detik ini tidak akan pernah lupa rasa malu akibat penghinaan yang dilontarkan oleh Clara.

"Siapa yang lo bilang wanita sialan." Ana bertanya, namun tanpa mengharapkan jawaban, dia dan Merry mengikuti arah pandang Mona.

"Bukankah mereka....."

"Cowok brengsek yang dijodohkan dengan gue dan wanita sialan yang telah menghina gue habis-habisan." timpal Mona sebelum Ana menyelsaikan ucapannya.

"Ohh my god, itu Adipati, makin cakep dan hot ya." nahh ini sik Merry malah memuji.

"Hehh, apa-apaan sieh lo, kenapa lo malah muji sik brengsek itu."

"Eikekan hanya mengatakan fakta." jawabnya tanpa rasa bersalah.

"Mereka itu pacaran, temenan atau gimana sieh, perasaan sejak zaman SMA tuh anak dua lengket banget dah kayak perangko." tanya Ana yang jawabannya tentu saja tidak diketahui oleh Mona ataupun Merry.

"Ehh lihat dehh Mon, calon laki ye itu narikin kursi untuk nenek lampir itu, gak panas tuh hati ye."

"Apaan sieh, ya gaklah."

Sebelum duduk dikursi, Adipati sempat melirik ke arah Mona, Mona dan Ana dengan cepat mengalihkan perhatian mereka, tapi tidak begitu dengan Merry, ketampanan Adipati sepertinya membuatnya betah memandang cowok tampan itu berlama-lama sehingga dia harus mendapatkan tendangan dikakinya dari bawah kolong meja dari Mona.

"Hehh banci, stop lihatin dia, entar dia GR lagi."

Dengan tanpa berdosanya Merry menjawab, "Habisnya calon laki tampan, tergoda eike."

"Najis lo."

"Ehh Mon, tapi kenapa dia gak nyamperin lo kemari." heran Ana.

"Untuk apa dia nyamperin gue, gue malah berharap gak lihat wajahnya dia, bikin gue enek."

"Dihhh, dulu ye cinta mati, tiap hari nyebutin namanya, Adipati beginilah, Adipati begitulah, sampai bosan eike dan Ana mendengarnya."

Mona mendengus kasar, setelah apa yang terjadi dilapangan bertahun-tahun waktu itu, Mona membenci mengingat hal itu, apalagi sampai diungkit-ungkit kembali, "Jangan ungkit-ungkit hal itu, gue gak suka." tandasnya.

"Sorry." wajah Merry tidak menyiratkan kalau dia bersalah.

Beberapa kali Mona melirik ke arah Adipati dan Clara, dua orang itu terlihat akrab dan Mona kadang melihat mereka tersenyum, entah apa yang mereka bicarakan.

"Lo cemburu Mon." Ana tidak tahan untuk mengungkapkan isi hatinya karna sejak tadi melihat sahabatnya itu melirik ke meja dimana Adipati dan Clara berada.

"Jangan ngaco lo, cemburu apaan, orang gue benci sama tuh anak."

"Yahh gue kirain."

"Hmmm, gue mau ke kamar mandi." Mona berdiri dan berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.

********

Adipati juga sama, dia beberapakali curi-curi pandang ke arah Mona, dia tidak pernah menyangka bertemu dengan wanita itu disini.

Dan begitu dia melihat Mona beranjak menuju toilet, Adipati juga pamitan pada Clara dengan tujuan toilet juga.

Clara tentu saja mengangguk tidak curiga sedikitpun kalau tujuan Adipati ke toilet adalah untuk menyusul calon istrinya, Clara belum tahu siapa calon istri Adipati karna laki-laki itu belum memberitahunya.

Adipati menunggu Mona didekat pintu toilet bersandar pada dinding.

"Ntar sore aku jemput ke rumah kamu." ucapnya begitu Mona membuka pintu.

Mona jelas saja kaget melihat Adipati yang tiba-tiba berada diluar toilet, "Astaga, kaget gue." Mona mengelus dadanya yang berdebar saking kagetnya, "Lo ngapain sieh disini, mau ngintip."

Adipati mengabaikan ocehan Mona, dia mendekat dan kembali mempertegas kata-katanya barusan, "Aku akan menjemputmu nanti sore, jadi aku harap, saat aku tiba dirumahmu, kamu sudah harus siap saat aku tiba karna aku tidak mau membuang-buang waktu untuk menunggu." Adipati tahu, kalau cewek sudah dandan, minimalnya itu satu jam, bahkan ada yang sampai 2 jam lebih, dan Adipati tidak mau menghabiskan waktu berharganya untuk melakukan hal bodoh tersebut.

"Jemput gue, mau ngapain lagi." tanya Mona karna mereka sudah fiting baju pengantin kemarin, dan hari itu adalah hari paling menyebalkan untuk Mona karna saat dia mencoba gaun pengantin, Adipati yang dia kenal tidak banyak bicara menjadi cerewet dan komen ini itu pada setiap gaun yang dia coba, sampai pada gaun kesepuluh barulah Adipati setuju, dan kalau bisa, Mona tidak mau lagi pergi untuk urusan yang berkaitan dengan pernikahan.

"Kamu lupa kalau kita belum mencari cincin pernikahan kita."

"Aku ada pemotretan sebuah majalah sore ini, jadi Sorry, gue gak bisa, elo aja sendiri." jawab Mona enteng, dia siap berbalik, namun lengannya ditahan oleh Adipati yang membuat Mona mendengus.

"Apaan sieh." Mona berusaha melepaskan cengkraman tersebut, sayangnya tenaga Adipati lebih kuat darinya sehingga dia tidak bisa melakukan hal tersebut.

"Kamu harus pergi denganku nanti sore, batalkan pemotretan itu."

"Apaan sieh lo, maksa banget." Mona meringis karna kencengnya cengkraman tersebut dilengannya.

"Oma juga ingin bertemu denganmu, jadi, setelah mencari cincin kita langsung ke rumah oma, dan satu lagi, pastikan kamu memakai pakaian sopan dan dandanan normal." Adipati melirik tidak suka melihat pakaian yang dikenakan oleh Mona, tidak terbuka-buka amet, hanya terbuka dibagian lengan doank, tapi Adipati tidak suka melihatnya.

"Apaan sieh lo, belum juga jadi suami elo udah ngatur-ngatur, terserah gue doank mau berdandan atau berpakain seperti apa." Mona tidak suka diatur-atur begitu, "Dan satu lagi, mana mungkin gue membatalkan pemotretan, lo fikir tuh majalah punya gue, bisa ganti rugi gue."

"Aku akan membayar ganti ruginya, bila perlu, sekalian tuh perusahaan aku beli."

"Dasar sombong, mentang-mentang kaya, lo fikir apa-apa bisa diselsaikan dengan uang gitu."

"Intinya, entar sore, kamu harus pergi denganku." paksa Adipati otoriter, segala hal yang berkaitan dengan omanya sudah pasti akan dituruti oleh Adipati.

Setelah mengatakan hal tersebut, Adipati melepaskan cengkraman tangannya dilengan Mona dan berlalu tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Mona mengelus lengannya yang agak memerah, bibir cantiknya mengeluarkan umpatan, "Brengsek sialan pemaksa, baru juga jadi calon suami maksa-maksa, bagaimana kalau udah jadi suami." rintihnya, "Papa juga jahat banget pakai jodohin aku segala dengan laki-laki begituan." Mona menatap tajam punggung Adipati yang menjauh.

*****

Episodes
1 MENYATAKAN PERASAAN
2 LO GAK PANTAS UNTUK ADIPATI
3 MODEL
4 MABUK
5 KAMU SUDAH PAPA JODOHKAN
6 KAMU TIDAK MAUKAN DIJODOHKAN
7 Draft
8 KAMU
9 AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGANMU
10 BENAR-BENAR TIDAK BISA DI PERCAYA
11 TEMANI AKU MAKAN SIANG
12 MENIKAH
13 MAKAN MALAM
14 TELPON DARI CLARA
15 PAMIT
16 RUMAH BARU
17 JANGAN PULANG MALAM-MALAM
18 BERTEMU MAMA MERTUA
19 BERTEMU ADIPATI
20 MAKAN MALAM KELUARGA
21 KALUNG DARI OMA DANTI
22 BERANTEM
23 KEDATANGAN ANA DAN MERRY
24 CANGGUNG
25 KEPERGIAN ADIPATI
26 KAMU MASIH HIDUP
27 PERTENGKARAN DI KLINIK
28 KANTOR POLISI
29 MENJEMPUT MONA
30 BERTEMU CLARA
31 TELPON DARI MAMA
32 MEMBUAT KUE
33 GANTI PAKAIANMU
34 ACARA ANIVERSARY
35 TAMPARAN MARIO
36 Draft
37 MAKAN SING BERSAMA CLARA
38 TERPAKSA IKUT
39 KAMU PMS
40 APA KAMU MASIH MENCINTAIKU
41 DASAR IBLIS
42 ACARA REUNI
43 ACARA REUNI 2
44 KAMU MONALISA YANG ITU
45 FARHAN
46 PERTENGKARAN
47 Draf
48 BERSAMA FARHAN
49 MENEMUKAN MONA
50 MEMBAWA MONA PULANG
51 BUATKAN MAMA CUCU
52 Draft
53 MELAKUKANNYA
54 Draft
55 CHAT DARI SIK BRENGSEK
56 KUNJUNGAN MAMA DAN KAKAK IPAR
57 MENGERJAI MONA
58 DI JEMPUT FARHAN
59 LO PUNYA PACAR
60 ADIPATI NGAMBEK
61 JANGAN PERGI
62 DEMAM
63 KEDATANGAN CLARA
64 Draft
65 CHAT DARI MERRY
66 RENCANA BERCERAI
67 Draft
68 BERITA BAHAGIA
69 HAMIL
70 KEDATANGAN ADIPATI
Episodes

Updated 70 Episodes

1
MENYATAKAN PERASAAN
2
LO GAK PANTAS UNTUK ADIPATI
3
MODEL
4
MABUK
5
KAMU SUDAH PAPA JODOHKAN
6
KAMU TIDAK MAUKAN DIJODOHKAN
7
Draft
8
KAMU
9
AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGANMU
10
BENAR-BENAR TIDAK BISA DI PERCAYA
11
TEMANI AKU MAKAN SIANG
12
MENIKAH
13
MAKAN MALAM
14
TELPON DARI CLARA
15
PAMIT
16
RUMAH BARU
17
JANGAN PULANG MALAM-MALAM
18
BERTEMU MAMA MERTUA
19
BERTEMU ADIPATI
20
MAKAN MALAM KELUARGA
21
KALUNG DARI OMA DANTI
22
BERANTEM
23
KEDATANGAN ANA DAN MERRY
24
CANGGUNG
25
KEPERGIAN ADIPATI
26
KAMU MASIH HIDUP
27
PERTENGKARAN DI KLINIK
28
KANTOR POLISI
29
MENJEMPUT MONA
30
BERTEMU CLARA
31
TELPON DARI MAMA
32
MEMBUAT KUE
33
GANTI PAKAIANMU
34
ACARA ANIVERSARY
35
TAMPARAN MARIO
36
Draft
37
MAKAN SING BERSAMA CLARA
38
TERPAKSA IKUT
39
KAMU PMS
40
APA KAMU MASIH MENCINTAIKU
41
DASAR IBLIS
42
ACARA REUNI
43
ACARA REUNI 2
44
KAMU MONALISA YANG ITU
45
FARHAN
46
PERTENGKARAN
47
Draf
48
BERSAMA FARHAN
49
MENEMUKAN MONA
50
MEMBAWA MONA PULANG
51
BUATKAN MAMA CUCU
52
Draft
53
MELAKUKANNYA
54
Draft
55
CHAT DARI SIK BRENGSEK
56
KUNJUNGAN MAMA DAN KAKAK IPAR
57
MENGERJAI MONA
58
DI JEMPUT FARHAN
59
LO PUNYA PACAR
60
ADIPATI NGAMBEK
61
JANGAN PERGI
62
DEMAM
63
KEDATANGAN CLARA
64
Draft
65
CHAT DARI MERRY
66
RENCANA BERCERAI
67
Draft
68
BERITA BAHAGIA
69
HAMIL
70
KEDATANGAN ADIPATI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!