Ucapan Adipati selalu saja membuat Mona kesal, wanita itu hanya bisa menggerutu dalam hati, "Tuhan, kenapa sieh dulu gue suka sama nieh cowok menyebalkan."
Melihat Mona masih duduk, Adipati kembali berkata, "Apa lagi yang kamu tunggu, cepet ganti pakaian kamu, kita sudah ditunggu."
Mona mendengus menampakkan kekesalannya, dia berjalan ke kamar mandi untuk mengganti gaun pengantin yang saat ini dia kenakan, meskipun mereka sudah menjadi suami istri, namun sedikitpun dia tidak ada niatan untuk mengganti pakaiannya didepan Adipati.
Namun, ternyata Mona kesusahan menarik resleting gaun tersebut karna mecet.
"Aduhh." Mona berusaha menarik tuh resleting, namun tetap tidak bisa, "Jangan bikin gue kesel kayak gini donk akhhh." omelnya.
Disaat Mona tengah berusaha keras menarik resleting tuh gaun, pintu kamar mandi diketuk dari luar yang membuat perhatian Mona teralih ke arah sumber suara.
"Apa yang kamu lakukan didalam, kamu melahirkan." suara sinis Adipati terdengar.
"Gak sabaran banget sih dia." rutuk Mona makin jengkel.
"Iya sabar kenapa sieh."
Tidak ada sahutan dari Adipati.
"Aduhhh, ini kenapa sieh rewel sekali."
Lima menit kemudian, Mona kembali mendengar suara pintu diketuk, bukan diketuk lagi, tapi kali ini digedor dengan cukup keras.
"Apa sieh yang sebenarnya kamu lakukan." Adipati yang tidak sabaran membuka tuh pintu kamar mandi yang ternyata tidak dikunci.
Mona terkejut karna tidak menyangka kalau Adipati main masuk begitu saja, itu membuat emosinya semakin memuncak, "Apa yang lo lakukan."
Tanpa mengindahkan protes Mona, Adipati berjalan mendekat yang reflek membuat Mona mundur kebelakang, "Kenapa masih belum diganti juga." menatap Mona dengan tatapan mengintimidasi, hal itu berhasil membuat Mona menelan ludah.
"Mmmmm, resleting gaun gue macet, gue tidak bisa menariknya." beritahu Mona pada akhirnya.
Tanpa berkata apa-apa, Adipati membalikkan tubuh Mona kebelakang.
"Apa yang lo...."
"Bawellll." desis Adipati sembari mengarahkan tangannya ke arah resleting tersebut dan mencoba menariknya.
Mona risih, meskipun Adipati berniat membantu, tapikan dia tidak nyaman berada dalam jarak sedekat ini dengan Adipati sehingga berusaha menjauh, namun Adipati menahan pinggang rampingnya, "Bisa diam gak sieh."
"Gue bisa, jadi lo gak usah...."
"Dan nunggu kamu lima jam dengan urusan resleting bodoh ini." tandasnya, menatap Mona dengan tatapan dingin sehingga membuat Mona kicep, melihat mata itu membuat Mona takut.
Melihat Mona anteng, Adipati kembali mencoba menarik resleting itu kebawah, "Tunggu sebentar." perintahnya keluar dari kamar mandi, setengah menit dia kembali membawa lilin ditangannya, dengan lilin itulah Adipati akhirnya berhasil menarik resleting gaun tersebut.
Mona bernafas lega sekarang karna gaun yang pas badan itu membuatnya kesulitan bernafas.
"Aku tunggu lima menit." setelah mengatakan itu Adipati keluar dari kamar mandi.
Mona langsung mengganti gaun tersebut begitu pintu tertutup.
******
Sangat jarang keluarga besar itu bisa kumpul seperti saat ini, kesibukan membuat keluarga tersebut jarang punya waktu untuk kumpul bersama untuk makan malam seperti ini.
Oma memiliki dua anak, yaitu Dion dan Marlo yang merupakan papanya Adipati, Dion memiliki dua anak, yaitu Yudha dan Ratri, sementara Marlo hanya memiliki satu anak yaitu Adipati.
"Selamat datang sayang dikeluarga besar kami, oma harap kamu bahagia." oma memberi penyambutan secara khusus pada cucu menantunya itu.
Mona tersenyum cangggung menanggapi kata-kata oma, "Iya oma, terimakasih."
"Sik sialan ini memang selalu beruntung, sudah dipilih oma memimpin perusahaan, sekarang dia dinikahkan dengan wanita yang menjadi impian semua pria." batin Yudha iri, dia menatap sepupunya itu dengan tatapan tidak suka, tatapan yang sering dia lemparkan setiap menatap Adipati.
Yudha memang tahu Mona, siapa sieh yang tidak tahu kalau wajah cantiknya sering menghiasi majalah-majalah ternama dinegeri ini, bahkan mama dan adik perempuannya menjadi langganan majalah-majalah yang memampangkan wajah Mona, dan saat melihat wajah cantik Mona pertamakalinya, sejak saat itulah Yudha menyukai Mona, dia berjanji pada diri sendiri untuk mendekati Mona, namun sayangnya, sebelum niatnya sempat dia jalankan, ternyata gadis yang akan dia incar kini menjadi istri sepupu yang paling dibencinya, gimana tidak makin benci coba dia sama Adipati.
Mama Erna dan juga Ratri tidak menyangka kalau istri Adipati ternyata wanita yang selalu menghiasi majalah fashion yang jadi langganan mereka.
Disana juga ada Tika mamanya Adipati, wanita cantik itu tidak terlalu banyak ikut ngobrol, tapi sesekali dia mengajak menantunya bicara yang dijawab oleh Mona oleh jawaban singkat.
Mona sudah sangat capek, dia sudah ingin istirahat, namun tidak enak untuk pamit duluan, sampai kemudian oma berkata, "Kalian sebaiknya kembali ke kamar, ini akan menjadi malam panjang dan berkesan untuk kalian." menatap sang cucu penuh arti.
Wajah Mona memanas, sedangkan Adipati tetap dengan wajah datarnya.
"Iya." timpal Tika dengan senyum menggoda yang dia lemparkan ke arah putranya dan Mona, "Kalian sebaiknya ke kamar dan beristirahat."
Marlo terkekeh dan ikut-ikutan menggoda, "Papa sudah tidak sabar menunggu Adipati junior."
"Apa-apaan sieh papa."
Adipati meraih telapak tangan Mona dan menggenggam tangan tersebut dengan hangat, Mona ingin menarik tangannya dari genggaman Adipati, namun hatinya melarang sehingga dia terpaksa membiarkan apa yang Adipati lakukan, "Kita ke kamar ya sayang." suara Adipati begitu lembut dan itu berhasil membuat Mona merinding.
"Sayang, apa-apaan dia." Mona hanya bisa protes dalam hati.
Yang lain senyum-senyum melihat keromantisan pasangan pengantin baru itu kecuali Erna dan Yudha tentunya.
"Anak papa benar-benar romantis, nurun dari papanya."
Tidak mengindahkan ucapan papanya, Adipati menggandengan Mona menuju kamar pengantin yang memang sudah dipersiapkan untuk mereka, dan memang rencananya, untuk malam ini, mereka menginap dirumah oma.
******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments