AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGANMU

Sejujurnya, Adipati juga terkejut, dia tidak pernah menyangka kalau gadis yang dijodohkan dengannya adalah Mona, gadis yang pernah menyatakan perasaan kepadanya bertahun-tahun lalu, tapi Adipati bisa menyembunyikan keterkejutannya itu tidak seperti Mona.

Apalagi sekarang gadis yang dulunya berwajah bulat dan lebar itu kini memiliki tubuh tinggi semampai, indah, langsing bak model, ya memang Mona modelkan, Adipati saja yang tidak tahu karna dia sudah lama tinggal diluar negeri.

"Elo gak berniat minta maaf atau apa kek gitu." Mona berusaha mengingatkan Adipati kalau cowok itu ada salah padanya, kesalahan yang sampai sekarang masih belum terselsaikan.

"Minta maaf." ulang Adipati dengan kening mengernyit, dia merasa tidak punya salah sama sekali dengan wanita yang ada dihadapannya saat ini, karna bisa dibilang saat SMA, mereka tidak pernah bertegur sapa sama sekali, yahh saat Mona menyatakan perasaannyakan tidak bisa dibilang ngobrol karna waktu itu Adipati tidak sempat mengatakan apa-apa karna teman-temannyalah yang mengambil alih.

"Aku tidak pernah merasa punya salah sama kamu."

Mona mendengus, ata-kata Adipati itu semakin membuat hati Mona semakin memanas sampai ubun-ubun, namun berita baiknya, dia masih bisa menahan emosinya karna dia tidak ingin menjadi pusat perhatian para pengunjung cafe, dia hanya ngomel-ngomel dalam hati, "Akhhh bener-bener yahh cowok satu ini, tidak punya perasaan, setelah apa yang dia lakukan sama gue waktu itu, dia dengan entengnya bilang kalau dia gak punya salah sama gue, kok bisa sieh dulu gue suka sama cowok ini."

Adipati mengangkat pergelangan tangannya dan sedikit menarik ujung jasnya ke atas untuk melihat waktu yang tertera diarlojinya, dan tanpa mengindahkan ekpresi bete Mona, dia berkata, "Seperti yang aku bilang, aku tidak punya banyak waktu, jadi tentukan kapan kita harus ke desiner untuk fiting baju pengantin yang harus kita kenakan."

"Apa." kaget Mona saat mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Adipati.

"Aku yakin kamu gak budek." jawab Adipati menatap Mona tidak sabaran, pasalnya waktunya lebih berharga daripada harus berlama-lama membicarakan tentang baju pernikahan dan segala hal yang berkaitan dengan hal tersebut.

Mona makin dibuat gregetan, "Maksud gue tuh, elo nerima gitu aja perjodohan ini." memandang Adipati dengan tatapan tidak percaya.

"Iya." jawab Adipati tanpa beban dengan jawaban yang singkat, padat dan jelas.

"Hahhh, elo sudah gila."

"Orang gila mana yang pakaiannya rapi begini."

"Nyebelin banget sieh lo jadi orang." rutuk Mona, ingin rasanya dia menendang Adipati karna menurut Mona tuh cowok selalu memberikan jawaban yang ngaur.

Adipati menarik nafas pelan dan menghembuskannya, sepertinya dia harus memusatkan perhatiannya terlebih dahulu pada wanita yang ada didepannya ini, "Mari kita bicara baik-baik Mona."

Namun Mona berkata dengan cepat, "Gue gak mau nikah sama elo."

"Kamu fikir aku juga mau."

"Terus kenapa elo menyetujui perjodohan ini."

"Aku melakukan ini karna omaku." Adipati berkata jujur.

"Lo bisa menolakkan."

"Aku sayang sama omaku, jadi apapun yang dia katakan akan aku turuti."

"Meskipun dengan mengorbankan kebahagian elo."

"Melihat omaku bahagia itu membuatku bahagia, tapi kalau kamu ingin membatalkan perjodohan ini, aku sieh senang-senang aja, omaku pasti akan menerimanya."

"Tapi gue mau lo yang membatalkan perjodohan ini."

"Kenapa harus aku yang membatalkannya, kenapa tidak kamu saja."

"Papa gue gak bakalan menerima kalau gue yang membatalkan, ini saja ketemu sama elo gue ogah, gue ngelakuin ini demi mama gue."

"Ya sudah kalau gitu, itu artinya kita harus menikah." jawab Adipati tanpa beban.

"Tapi aku...aku tidak mau menikah denganmu." kukuh Mona.

"Kalau kamu tidak mau menikah denganku, katakan itu pada papamu."

"Kan sudah gue bilang, papa gue tidak akan terima kalau gue yang membatalkan perjodohan ini, makanya gue meminta lo yang membatalkannya, kalau elo yang membatalkannya, papa gue bisa apa."

"Kan aku juga sudah bilang, aku tidak mau mengecewakan omaku, kalau dengan aku menikah dia bahagia, maka aku akan menerima siapapun calon yang dia pilihkan." benar-benar laki-laki yang sangat sayang sama omanya Adipati.

"Gue punya pacar." bohong Mona berharap Adipati membatalkan niatnya.

"Itu bukan urusanku."

"Ishh kok lo gitu sieh, bantu gue kenapa sieh, gue belum mau menikah, apalagi orangnya itu elo."

"Itu masalah kamu sendiri."

"Lo gak pernah berubah ya, brengsek sejak dulu." kesal Mona memaki Adipati.

"Laki-laki brengsek yang akan menjadi suami kamu Mona, jadi jaga ucapanmu itu."

Mona mendengus, ternyata rencananya tidak berjalan seperti yang dia harapkan.

"Aku rasa sudah cukup pembicaraannya, kita akan menikah, dan aku harap besok kamu meluangkan waktumu untuk fiting baju pengantin." putus Adipati final, dia berdiri dan bersiap untuk pergi.

Namun tentu saja untuk Mona ini belum berakhir, dia masih berusaha membujuk Adipati untuk membatalkan pernikahan yang tidak dia inginkan, oleh karna itu dia meraih pergelangan tangan Adipati untuk menahannya.

"Plisss, gue mohon sama elo Adipati, batalkan pernikahan ini, aku masih belum mau menikah, aku masih ingin mengejar karirku."

Adipati menghempaskan tangan Mona, "Kamu punya pilihan, kalau kamu sebegitu tidak inginnya menikah, kamu bisa mengatakannnya sama papamu sendiri."

"Berapa kali sieh aku harus bilang kalau...."

"Dan berapakali juga aku bilang, aku tidak mau mengecewakan omaku, jadi itu artinya, kita harus menerima pernikahan ini."

"Emang resek lo, kenapa sieh lo gak mati saja." Mona yang sudah habis kesabaran dan memaki Adipati.

"Untung saja kamu belum menjadi istriku, jadi aku masih bisa menolerir kata-kata kasarmu."

Mona mendengus kasar, dia tidak pernah menyangka kalau laki-laki yang dulu dia taksir setengah mati itu bisa seresek ini.

Adipati sudah bersiap akan pergi, namun sepertinya dia ingat sesuatu, dia merogoh kantong celananya dan mengeluarkan ponselnya dari sana, "Untuk mempermudah semuanya, aku minta nomer ponselmu."

"Gue tidak sudi memberikan nomer gue sama lo."

"Oke tidak apa-apa, itu hak kamu." Adipati tidak memaksa.

Setelah mengatakan hal tersebut, dia kemudian berpamitan, "Kamu masih mau disini atau gimana."

"Terserah gue, ngapain lo nanya-nanya." jutek Mona dengan wajah masam, sumpah dia kesal tingkat dewa dengan Adipati, apalagi rencana yang sudah dia susun gagal total.

"Hmmm, ya sudah kalau gitu." merasa tidak perlu berlama-lama ditempat itu, Adipati kemudian berlalu pergi meninggalkan Mona.

******

Episodes
1 MENYATAKAN PERASAAN
2 LO GAK PANTAS UNTUK ADIPATI
3 MODEL
4 MABUK
5 KAMU SUDAH PAPA JODOHKAN
6 KAMU TIDAK MAUKAN DIJODOHKAN
7 Draft
8 KAMU
9 AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGANMU
10 BENAR-BENAR TIDAK BISA DI PERCAYA
11 TEMANI AKU MAKAN SIANG
12 MENIKAH
13 MAKAN MALAM
14 TELPON DARI CLARA
15 PAMIT
16 RUMAH BARU
17 JANGAN PULANG MALAM-MALAM
18 BERTEMU MAMA MERTUA
19 BERTEMU ADIPATI
20 MAKAN MALAM KELUARGA
21 KALUNG DARI OMA DANTI
22 BERANTEM
23 KEDATANGAN ANA DAN MERRY
24 CANGGUNG
25 KEPERGIAN ADIPATI
26 KAMU MASIH HIDUP
27 PERTENGKARAN DI KLINIK
28 KANTOR POLISI
29 MENJEMPUT MONA
30 BERTEMU CLARA
31 TELPON DARI MAMA
32 MEMBUAT KUE
33 GANTI PAKAIANMU
34 ACARA ANIVERSARY
35 TAMPARAN MARIO
36 Draft
37 MAKAN SING BERSAMA CLARA
38 TERPAKSA IKUT
39 KAMU PMS
40 APA KAMU MASIH MENCINTAIKU
41 DASAR IBLIS
42 ACARA REUNI
43 ACARA REUNI 2
44 KAMU MONALISA YANG ITU
45 FARHAN
46 PERTENGKARAN
47 Draf
48 BERSAMA FARHAN
49 MENEMUKAN MONA
50 MEMBAWA MONA PULANG
51 BUATKAN MAMA CUCU
52 Draft
53 MELAKUKANNYA
54 Draft
55 CHAT DARI SIK BRENGSEK
56 KUNJUNGAN MAMA DAN KAKAK IPAR
57 MENGERJAI MONA
58 DI JEMPUT FARHAN
59 LO PUNYA PACAR
60 ADIPATI NGAMBEK
61 JANGAN PERGI
62 DEMAM
63 KEDATANGAN CLARA
64 Draft
65 CHAT DARI MERRY
66 RENCANA BERCERAI
67 Draft
68 BERITA BAHAGIA
69 HAMIL
70 KEDATANGAN ADIPATI
Episodes

Updated 70 Episodes

1
MENYATAKAN PERASAAN
2
LO GAK PANTAS UNTUK ADIPATI
3
MODEL
4
MABUK
5
KAMU SUDAH PAPA JODOHKAN
6
KAMU TIDAK MAUKAN DIJODOHKAN
7
Draft
8
KAMU
9
AKU TIDAK MAU MENIKAH DENGANMU
10
BENAR-BENAR TIDAK BISA DI PERCAYA
11
TEMANI AKU MAKAN SIANG
12
MENIKAH
13
MAKAN MALAM
14
TELPON DARI CLARA
15
PAMIT
16
RUMAH BARU
17
JANGAN PULANG MALAM-MALAM
18
BERTEMU MAMA MERTUA
19
BERTEMU ADIPATI
20
MAKAN MALAM KELUARGA
21
KALUNG DARI OMA DANTI
22
BERANTEM
23
KEDATANGAN ANA DAN MERRY
24
CANGGUNG
25
KEPERGIAN ADIPATI
26
KAMU MASIH HIDUP
27
PERTENGKARAN DI KLINIK
28
KANTOR POLISI
29
MENJEMPUT MONA
30
BERTEMU CLARA
31
TELPON DARI MAMA
32
MEMBUAT KUE
33
GANTI PAKAIANMU
34
ACARA ANIVERSARY
35
TAMPARAN MARIO
36
Draft
37
MAKAN SING BERSAMA CLARA
38
TERPAKSA IKUT
39
KAMU PMS
40
APA KAMU MASIH MENCINTAIKU
41
DASAR IBLIS
42
ACARA REUNI
43
ACARA REUNI 2
44
KAMU MONALISA YANG ITU
45
FARHAN
46
PERTENGKARAN
47
Draf
48
BERSAMA FARHAN
49
MENEMUKAN MONA
50
MEMBAWA MONA PULANG
51
BUATKAN MAMA CUCU
52
Draft
53
MELAKUKANNYA
54
Draft
55
CHAT DARI SIK BRENGSEK
56
KUNJUNGAN MAMA DAN KAKAK IPAR
57
MENGERJAI MONA
58
DI JEMPUT FARHAN
59
LO PUNYA PACAR
60
ADIPATI NGAMBEK
61
JANGAN PERGI
62
DEMAM
63
KEDATANGAN CLARA
64
Draft
65
CHAT DARI MERRY
66
RENCANA BERCERAI
67
Draft
68
BERITA BAHAGIA
69
HAMIL
70
KEDATANGAN ADIPATI

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!