16 : Rukiyah

Semuanya sudah diamankan. Dari Rain, pak Asnawi, dan juga ibu Unarti. Mereka ada di rumah sakit yang ditunjuk pihak kepolisian. Karena apa yang menimpa Rain, memang sengaja pihak Rain laporkan kepada polisi.

Pak Asnawi dan ibu Unarti langsung dijadikan tersangka. Meski khusus untuk ibu Unarti, masih berusaha diperjuangkan oleh pak Handoyo sang suami.

“Anak kita di mana, Bu? Echa putri kita, di mana?” tanya pak Handoyo merasa frustrasi.

Mata pak Handoyo sudah sembab. Rambut di kepalanya juga acak-acakan. Pria bertubuh jangkung tersebut juga kerap mondar-mandir di sekitar ranjang rawat ibu Unarti. Hanya saja, ibu Unarti tetap saja diam.

Sejak malam ibu Unarti ditemukan, hingga kini sudah jam makan siang, tak ada perubahan berarti dari ibu Unarti. Tatapan ibu Unarti tetap kosong. Bibirnya yang kering dan sangat pucat seolah terkunci. Ibu Unarti jelas masih hidup, tapi jiwanya seolah mati.

Pak Handoyo memutuskan untuk menemui pak Asnawi yang ada di ruang rawat sebelah.

“Wanita itu siapa dan kenapa?” tanya polisi masih berusaha mengumpulkan informasi mengenai keadaan ibu Unarti. Kenapa ibu Unarti sudah diajak komunikasi.

“Saya tidak tahu,” jawab pak Asnawi. Jawaban yang selalu sama di setiap pertanyaan yang pria itu dapatkan.

“Lah si mbah ini jawabannya seba enggak tahu. Jelas-jelas, wanita itu ada bersama si Mbah. Warga yang menemukan juga membenarkan. Saat kejadian, Mbah sedang praktik perdukuna.n, kan?” ucap polisi lagi.

Dari balik pintu ruang rawat pak Asnawi yang sedikit dibuka, pak Handoyo mengintip. Pak Handoyo menyimak keterangan yang pak Asnawi berikan. Namun, balasan pria tua itu tetap tidak membuatnya menemukan titik terang.

“Pak,” ucap seorang wanita dan tidak lain Hasna.

Sapaan Hasna barusan membuat pak Handoyo terusik. Pak Handoyo yang nyaris menerobos masuk ruangan pak Asnawi, berangsur memastikan, membuatnya mendapati Hasna.

“Bukannya bermaksud kurang sopan bahkan kurang aj.ar. Namun sepertinya, mbah Asnawi sudah menyes.atkan istri Bapak. Coba, biarkan istri Bapak dirukiyah. Takutnya memang masih ada sisa hal-hal syiri.k yang sudah mbah Asnawi tanamkan!” ucap Hasna.

“Suami saya saja berusaha dinikahkan dengan demi.t. Ngeri,” ucap Hasna melanjutkan. Meski sampai kini, pak Handoyo masih diam.

Diamnya pak Handoyo tak semata karena pria kurus itu merenungi sekaligus mempertimbangkan ucapan Hasna. Namun, pak Handoyo telanjur tertampar pada kenyataan. Sebab istrinya pernah bersikukuh untuk membangkitkan Echa yang sudah meninggal. Mau tak mau, otak pak Handoyo tidak bisa untuk tidak memikirkannya. Apalagi pak Handoyo sudah membuktikan sendiri, Echa yang awalnya mati, sempat dibawa pulang ke rumah mereka oleh ibu Unarti.

Karena ibu Unarti masih dalam pengawasan polisi, mereka yang akan merukiyah, sengaja dibawa ke ruang rawat ibu Unarti. Pihak kepolisian meminta izin secara khusus kepada rumah sakit.

Dua orang polisi masih jaga-jaga di depan pintu ruang rawat ibu Unarti ditangani. Ibu Rere dan Binar juga sengaja datang untuk menyaksikan rangkaian rukiyah. Binar dan ibu Rere bermaksud mencari informasi mengenai apa yang sudah terjadi pada Rain, hingga berakhir di kediaman pak Asnawi.

Serangkaian doa mulai digelar oleh tujuh pria yang datang. Belum apa-apa, kedua mata ibu Unarti jadi jelalatan. Ibu Unarti tampak sangat tertantang sekaligus marah. Kedua bola matanya menjadi berwarna putih sempurna. Kemudiaan ia tertawa. Tawa lepas nyaris tak berjeda layaknya kuntilanak. Tawa lepas yang juga menggema dan akan makin keras, di setiap doa rukiyah terus dilanjutkan.

Binar dan ibu Rere saling menguatkan. Kedua tangan mereka saling menggenggam. Harap-harap cemas mereka menjadi bagian di sana.

“Hahahaha .... hahahahaha!” tawa ibu Unarti yang mendadak melesat ke atas. Punggungnya menempel di langit-langit ruang rawat kebersamaan mereka. Sementara kedua kakinya bertumpu pada kusen jendela.

“Astagfirullahadzim,” ucap semuanya kompak. Semuanya termasuk ibu Rere, Binar, dan juga pak Handoyo, refleks menengadah hanya untuk menatap ibu Unarti.

“Tubuh ini saya kunci. Hanya dia yang sudah dijadikan sekutu untuk saya yang bisa membebaskannya!” ucap ibu Unarti dengan suara wanita muda, dan dilanjut dengan tawa sangat nyaring.

“Kalian tidak usah ikut campur. Ini hukuman untuknya yang sudah berani melangkah sangat jauh!” ucap ibu Unarti lagi masih dengan suara wanita muda.

“Kalau boleh tahu, melangkah sangat jauh yang ibu Unarti lakukan, itu yang seperti apa?” tanya pak kyai yang memang memimpin jalannya rukiyah di sana.

Di tengah penampilannya yang begitu bering.as sekaligus bengis, ibu Unarti berangsur menatap sang kyai. Namun sebelum ibu Unarti berucap menjawab pertanyaan sang kyai, lagi-lagi ia tertawa. Tawa nyaring, menggema, dan selalu membuat semuanya merinding.

“Dia sudah menjadi istri durhaka. Ibu gil.a, bahkan ... golongan syirik!” ucap ibu Unarti.

Suara tadi tetap masih bukan suara ibu Unarti. Pak Handoyo maupun ibu Rere yang memang paham suara ibu Unarti, jadi sibuk merinding. Ibu Unarti jelas tengah dikuasai arwah jaha.t.

“Hey kau Handoyo, istrimu sudah berulang kali berse.tubuh dengan dukun itu. Yakin, kamu masih mau dan bisa memaafkan apalagi menanggung dosanya?” lanjut ibu Unarti yang lagi-lagi ngakak.

Bukan hanya rahasia hubungan ibu Unarti dan pak Asnawi saja yang dibongkar di acara rukiyah tersebut. Karena nasib Echa, Rain dan juga Hasna, juga.

Selanjutnya, semua perhatian menjadi tertuju kepada pak Handoyo. Masihkah pak Handoyo mau mempertahankan ibu Unarti? Karena selain telah mengkhianati pak Handoyo dan itu sampai zina beberapa kali, ibu Unarti juga telah menyesa.tkan Echa? Tak kalah berat, dosa syiri.k yang sudah ibu Unarti lakoni.

Terpopuler

Comments

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

pasti dilema tuh jadi pak Handoyo😔

2024-02-19

0

Firli Putrawan

Firli Putrawan

itu jd petunjuk dr bu unarti

2024-02-16

0

Nanik Arifin

Nanik Arifin

wuaah, tnyata banyak yg takut kalo bacanya malam. kalo menurutku lebih bikin deg" an yg cerita aqwa & Ki awet

2024-02-16

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2 2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3 3 : Ritual Pembangkitan
4 4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5 5 : Titisan Kuntilanak
6 6 : Semuanya Sudah Dimulai
7 7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8 8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9 9 : Pelindung Hasna
10 10 : Kamu Harus Mati!
11 11 : Tersesat
12 12 : Sengaja Dises.atkan
13 13 : Jebakan Gaib
14 14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15 15 : Gara-Gara Keris
16 16 : Rukiyah
17 17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18 18 : Kuntilanak Bunting
19 19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20 20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21 21 : Warga yang Jadi Resah
22 22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23 23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24 24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25 25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26 26 : Kedatangan Echa
27 27 : Ingin Balas Dendam
28 28 : Beraksi
29 29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30 30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31 31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32 32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33 33 : Kematian Ibu Unarti
34 34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35 35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36 36 : Jebakan Balik
37 37 : Menuju Final Dendam
38 38 : Melawan Sang Dukun
39 39 : Berharap Keajaiban
40 40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41 41 : Nama Untuk Anak Echa
42 Akhir Kisah
43 Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44 Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45 Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46 Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
Episodes

Updated 46 Episodes

1
1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2
2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3
3 : Ritual Pembangkitan
4
4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5
5 : Titisan Kuntilanak
6
6 : Semuanya Sudah Dimulai
7
7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8
8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9
9 : Pelindung Hasna
10
10 : Kamu Harus Mati!
11
11 : Tersesat
12
12 : Sengaja Dises.atkan
13
13 : Jebakan Gaib
14
14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15
15 : Gara-Gara Keris
16
16 : Rukiyah
17
17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18
18 : Kuntilanak Bunting
19
19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20
20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21
21 : Warga yang Jadi Resah
22
22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23
23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24
24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25
25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26
26 : Kedatangan Echa
27
27 : Ingin Balas Dendam
28
28 : Beraksi
29
29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30
30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31
31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32
32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33
33 : Kematian Ibu Unarti
34
34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35
35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36
36 : Jebakan Balik
37
37 : Menuju Final Dendam
38
38 : Melawan Sang Dukun
39
39 : Berharap Keajaiban
40
40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41
41 : Nama Untuk Anak Echa
42
Akhir Kisah
43
Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44
Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45
Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46
Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!