7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna

Sebenarnya, Hasna tidak begitu setuju jika harus mendadak tinggal di rumah orang tua Rain. Terlebih sebelumnya, rumah orang tua Rain sempat dikirim guna-guna tanah makam dan kain mori. Hasna masih trauma jika ingat itu.

Masalahnya, Hasna yang sedang mengalami efek ngidam parah, juga tak mungkin tinggal di rumahnya sendirian. Karena jika Hasna nekat tinggal di rumah sendirian, yang ada Rain tidak bisa fokus bekerja karena terlalu mengkhawatirkan Hasna.

Kini, Hasna yang duduk di sebelah ibu Rere, masih terjebak macet. Bukan Jakarta namanya jika jalannya tidak macet. Kadang Hasna kesal sendiri jika sedang bepergian layaknya sekarang. Karena saat tinggal di kampung halaman yaitu Cilacap, Hasna masih bebas dari apa itu macet.

Di sebelah Hasna, ibu Rere tengah sibuk mengatur jadwal syuting maupun tawaran kerja pak Ojan. Karena status ibu Rere memang merupakan manager utama pak Ojan. Selain ibu Rere yang mengurus keuangan perusahaan rumah produksi mereka.

“Sayang, daddy Ojan dapat tawaran nyanyi lagu ramadhan, tapi Mommy tanya ke produsernya, yakin gitu mau bikin Daddy nyanyi. Takutnya habis itu, malah jadi sumber viru.s gangguan suara,” cerita ibu Rere masih sibuk mengetik pesan.

Hasna yang mendengar itu, jadi sibuk menahan tawa. “Tanya daddy coba Mom. Siapa tahu daddy mau,” ucapnya yang kemudian tak sengaja menoleh ke sebelah. Di sebelahnya ada mini bus yang hampir semua jendelanya sedikit dibuka.

Awalnya, Hasna masih tersenyum mengawasi suasana sekitar. Namun ketika tatapannya tak sengaja bertemu pada wajah pucat seorang wanita, Hasna jadi menerka serius.

“Bentar, wajahnya enggak asing. Mirip Echa yang mas Rain tolong. Tapi kan si Echa katanya sudah meninggal?” pikir Hasna.

Perempuan berwajah pucat dan Hasna yakini sebagai Echa, memang Echa. Echa yang sudah naik bus bersama sang mama, langsung bering.san tidak tenang menatap Hasna. Echa layaknya binatang bu.as yang sangat mengharapkan Hasna. Ibu Unarti yang menjaga Echa sampai kewalahan.

“Kamu lihat apa, sih?” tanya ibu Unarti yang kemudian melongok keluar.

Ibu Unarti memastikan apa yang sebenarnya tengah dilihat oleh Echa. Namun kebetulan, mobil yang membawa Hasna sudah lebih dulu pergi. Karena lampu merah memang sudah berganti warna hijau.

“Kamu kenapa?” tanya ibu Rere kepada Hasna yang ia pergoki jadi bengong kebingungan.

Hasna berangsur menatap mama mertuanya. Ingin cerita, tapi takut menambah beban ibu Rere. Hingga Hasna menggeleng dan memutuskan menutup kisah yang sempat ia pikirkan.

“Echa begini mirip pas dia dengar suara bayi ya. Apa jangan-jangan, tadi Echa lihat bayi atau malah wanita hamil?” pikir ibu Unarti memilih memeluk sang putri. Namun yang ada, Echa mendorongnya hingga ia terjatuh ke tempat duduk sebelah Echa. Echa tampak sangat marah bahkan kecewa.

“Mungkin hanya mirip. Lagipula, selain katanya sudah meninggal, Echa yang sudah memfitnah mas Rain kan enggak pakai hijab. Selain kabar yang menyebutkan, ... amit-amit jabang bayi, bahwa katanya, mata Echa jadi melotot terus sementara lidahnya terulur gitu!” batin Hasna yang jadi sibuk mengelus-elus perutnya menggunakan kedua tangan.

Namun kemudian, Hasna sengaja mengeluarkan sebuah tasbih. Hasna menggunakannya dan berakhir terkantuk-kantuk. Terhitung sejak hamil, kesehatan Hasna memang jadi agak terganggu. Termasuk Hasna yang jadi sangat gampang ngantuk sekaligus tidur tanpa kenal waktu.

“Ini anak sepertinya kacapaian. Kadang sehat banget, kadang langsung lemes parah,” batin ibu Rere sengaja merangkul Hasna. Ia menyandarkan kepala Hasna di bahunya. Namun diam-diam, ibu Rere juga jadi mengkhawatirkan sang suami. Sebab ketika para menantu hamil, pak Ojan juga akan merasakan efek mengidam.

Sekitar pukul setengah dua belas, ibu Unarti dan Echa, turun dari ojek yang keduanya sewa. Keduanya sengaja berhenti agak jauh dari kediaman orang tua Rain. Ibu Unarti berharap, Rain dan Hasna ada di rumah orang tua Rain, mengingat ibu Unarti belum tahu alamat rumah Rain.

Harap-harap cemas, ibu Unarti memperhatikan putrinya. “Pak Asnawi bilang, aku cukup mengantar Echa. Selebihnya, Echa akan bekerja sendiri mengikuti pikiran sekaligus kemauanku.”

“Echa ... balaskan dendammu. Kejar Rain dan Hasna. Hasna sedang hamil. Makanlah bayi Hasna agar mereka tahu rasa,” lirih ibu Unarti dan lagi-lagi, Echa yang diajak berbicara, tetap tidak bisa fokus kepadanya. Namun setelah ia lepaskan gandengan tangannya, Echa sudah langsung lari menuju keberadaan rumah orang tua Rain.

Ibu Unarti yang memantau dari kejauhan mendapati sang putri sudah langsung memanjat pagar bagian samping rumah orang tua Rain.

“Pak Asnawi benar-benar sakti. Semua yang dia katakan benar. Bahwa Echa akan melakukan apa yang aku inginkan. Echa akan melakukan semua yang ada di pikiranku, yaitu balas dendam kepada Rain dan Hasna,” batin ibu Unarti masih mengawasi dari kejauhan.

Di kamarnya, Hasna sedang tidur. Jendela sengaja ditutup semua termasuk ditutup menggunakan gorden tebal. Hasna tak membutuhkan angin dari luar karena Hasna sengaja memakai AC. Akan tetapi, ada yang menepuk-nepuk jendelanya dengan gerakan tak beraturan. Ketukan bertenaga dan sampai membuat Hasna yang awalnya lelap, terusik.

Kedua mata Hasna terbuka dan suara berisik di jendela jadi mirip gedoran karena emosi.

“Ada yang di balkon? Berisik banget?” batin Hasna berniat memastikan.

Meski berat, Hasna memaksa dirinya untuk bangun dan duduk. Hasna tak langsung beranjak. Ia menatap heran setiap gebrakan di jendela kamar Rain.

“Itu yang gedar-gedor enggak jelas, kok kayak enggak bisa diem banget ya? Inu kamar Mas Rain ada di lantai 2 loh. Tinggi.”

Terpopuler

Comments

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

iiihhh ngeri banget dah c Echa 😱😱

2024-02-18

0

Firli Putrawan

Firli Putrawan

masya allah gmn s Hasna sendiri an

2024-02-15

0

IG : @Rositi92❣️❣️🏆🏆💪🤲

IG : @Rositi92❣️❣️🏆🏆💪🤲

Bab selanjutnya sudah aku setorin ya ❤️❤️❤️

2024-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2 2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3 3 : Ritual Pembangkitan
4 4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5 5 : Titisan Kuntilanak
6 6 : Semuanya Sudah Dimulai
7 7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8 8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9 9 : Pelindung Hasna
10 10 : Kamu Harus Mati!
11 11 : Tersesat
12 12 : Sengaja Dises.atkan
13 13 : Jebakan Gaib
14 14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15 15 : Gara-Gara Keris
16 16 : Rukiyah
17 17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18 18 : Kuntilanak Bunting
19 19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20 20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21 21 : Warga yang Jadi Resah
22 22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23 23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24 24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25 25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26 26 : Kedatangan Echa
27 27 : Ingin Balas Dendam
28 28 : Beraksi
29 29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30 30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31 31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32 32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33 33 : Kematian Ibu Unarti
34 34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35 35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36 36 : Jebakan Balik
37 37 : Menuju Final Dendam
38 38 : Melawan Sang Dukun
39 39 : Berharap Keajaiban
40 40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41 41 : Nama Untuk Anak Echa
42 Akhir Kisah
43 Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44 Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45 Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46 Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
Episodes

Updated 46 Episodes

1
1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2
2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3
3 : Ritual Pembangkitan
4
4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5
5 : Titisan Kuntilanak
6
6 : Semuanya Sudah Dimulai
7
7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8
8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9
9 : Pelindung Hasna
10
10 : Kamu Harus Mati!
11
11 : Tersesat
12
12 : Sengaja Dises.atkan
13
13 : Jebakan Gaib
14
14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15
15 : Gara-Gara Keris
16
16 : Rukiyah
17
17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18
18 : Kuntilanak Bunting
19
19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20
20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21
21 : Warga yang Jadi Resah
22
22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23
23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24
24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25
25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26
26 : Kedatangan Echa
27
27 : Ingin Balas Dendam
28
28 : Beraksi
29
29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30
30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31
31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32
32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33
33 : Kematian Ibu Unarti
34
34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35
35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36
36 : Jebakan Balik
37
37 : Menuju Final Dendam
38
38 : Melawan Sang Dukun
39
39 : Berharap Keajaiban
40
40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41
41 : Nama Untuk Anak Echa
42
Akhir Kisah
43
Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44
Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45
Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46
Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!