10 : Kamu Harus Mati!

“Astaghfirullah ... innalilahi,” lirih Rain refleks ketika pandangannya tak sengaja melihat sosok Echa.

Rain tak tahu, jika kuntilanak yang nangkring, jongkok di pohon beringin depan rumah dirinya berada, merupakan Echa.

Echa masih dengan keadaannya yang menyeramkan, layaknya dirinya menakut-nakuti Binar. Lidah terjulur, mata merah menyala layaknya berkobar-kobar, juga rambut panjangnya yang awut-awutan. Tak kalah mencolok, lain dari kuntilanak yang lain, perut Echa dalam keadaan besar, layaknya wanita hamil besar pada kebanyakan.

Rain yang awalnya akan menelepon sang istri, jadi menundanya. Ia yang sempat kursi kayu yang ada di teras rumah dirinya tinggal, bergegas masuk. Anehnya, ketika Rain menoleh sekaligus memastikan keberadaan sang kuntilanak, sosok tersebut tetap mengawasinya dengan bengis. Mirip binat.ang bu.as yang siap mener.kam Rain.

“Innalilahi. Padahal sebelum sewa rumah ini, aku sudah izin. Warga dan tokoh masyarakat sini juga kasih dukungan penuh. Karena beberapa pemeran film horor yang kami buat, juga masih orang sini,” pikir Rain bergegas mengunci pintunya.

Beberapa kru yang menggelar kasur masing-masing di ruang Rain berada, tampak sibuk dengan ponsel masing-masing. Apalagi layaknya kasus syuting biasanya, ponsel mereka jadi agak susah dapat sinyal.

“Istriku WA katanya Hasna sakit,” seru Adam selaku kakak Rain.

Adam yang melangkah dari dapur, sampai tak jadi meminum air minum. di gelasnya. Adam terlalu fokus menunggu reaksi Rain.

Rain yang menanggapi ucapan Adam dengan serius, buru-buru menghampiri sang kakak. Kebetulan, jarak mereka hanya sekitar sepuluh meter. Adam bertahan di pintu menuju ruang dalam. Ruang keberadaan dapur, kamar Rain, Adam, dan para anggota syuting lainnya, termasuk itu artis utama.

“S—sakit apa katanya, Mas? Soalnya aku baru mau nelepon, dan Hasna cuma ngabarin siang tadi. Kalau katanya, dia dibawa pulang ke rumah mommy. Padahal kalau bisa jangan ke sana dulu, pikirku tuh. Kan takut, dampak teror tanah makam, sama kain mori dari pihak Echa, masih ada,” ucap Rain yang berbisik-bisik.

“Kurang paham, katanya mommy yang minta. Jadi, Binar yang awalnya mau jaga malam, enggak jadi. Apalagi Sunny badannya juga mendadak anget,” balas Adam.

“Ya sudah, daripada bingung, keluar bentar sana cari sinyal. Soalnya kalau di dalam, sinyalnya but.ut banget,” ucap Adam yang kemudian lanjut minum sambil memeriksa setiap pesan di ponselnya.

“Keluar bentar? Di depan ada kuti, Mas!” bisik Rain dan sukses membuat Adam menatapnya.

“Jangan bercanda kamu. Nanti yang lain pada takut, habislah kita gagal syuting!” ucap Adam, tapi dari sudut depan, mendadak ada yang tertawa. Tawa renyah seorang wanita layaknya kuntilanak!

Saking kagetnya, Adam refleks menjatuhkan gelas di tangannya.

“Astaghfirullah ...,” lirih Adam dan Rain nyaris bersamaan. Keduanya saling tatap, sementara mereka yang awalnya hanya terkejut sambil mengawasi si wanita bertubuh gempal di pojok sana, buru-buru kabur menyelamatkan diri.

Bagaimana tidak? Wanita bernama Sri dan kerap mereka panggil ibu Sri, dengan cekatan merangkak layaknya maca.n. Ibu Sri menjadikan Rain sebagai tujuan. Adam sempat berusaha menarik sang adik, tapi tenaga ibu Sri, benar-benar di luar nalar.

Ibu Si dengan mudah mener.kam Rain. Tubuh Rain terbant.ing, disusul wajah Rain yang dicaka.r. Kuku-kuku ibu Sri layaknya kuku-kuku tangan Echa setelah Echa dibangkitkan menjadi titisan kuntilanak.

Semua yang ada di sana dan awalnya kompak menyelamatkan diri, menjadi sibuk berdoa dengan suara keras. Meski kebanyakan dari mereka beragama islam, yang non islam juga berdoa sesuai keyakinan mereka.

“Astaghfirullah ... apa ini yang tadi di pohon beringin, ya? Heh, kamu ngapain nga.muk aku? Punya masalah hidup apa kamu hah?” kesal Rain masih bisa bersikap santai. Padahal yang lain saja, sudah ketakutan. Ditambah lagi, selain kuku-kuku tangan maupun kaki ibu Sri yang jadi panjang hitam, mata ibu Sri juga jadi menyala layaknya mata Echa.

“Kamu harus mati!” tegas ibu Sri, tapi itu dengan suara Echa. Suara yang jujur saja langsung Rain kenali sebagai Echa.

Belum sempat kembali memberi tanggapan, ibu Sri sudah mencek.ik Rain sekuat tenaga.

Dari belakang Adam, ada seorang pria tua yang melangkah penuh tanya. Itu merupakan pak Ojan.

Sambil membenarkan sarung yang menutupi tubuh bagian bawahnya, pak Ojan yang tak lain merupakan ayah Rain, bertanya, “Lagi pada bikin konten? Emang enggak punya cape ya kalian. Ya sudah enggak apa-apa, dilanjut saja. Kalian keren!”

Pak Ojan sungguh kembali masuk ke dalam begitu. Pak Ojan yang memang sudah biasa disuguhi pemandangan pembuatan konten terlalu yakin, yang sedang terjadi kali ini juga masih bagian dari pembuatan konten.

“Dad, Dad ini serius. Ibu Sri kera.sukan. Itu Rain wajahnya aja asli darah dica.kar!” ujar Adam sambil berusaha menarik ibu Sri dari Rain. “Woooii, bantu dong. Kalau kayak gini caranya, adikku bisa mati!” marah Adam tak lama setelah dirinya terban.ting setelah disingki.rkan paksa oleh ibu Sri. Tenaga ibu Sri sangat kuat, padahal biasanya, ibu Sri paling lemah lembut.

“Ini beneran bukan syuting? Oalah, aku kecol.ongan!” panik pak Ojan buru-buru melepas kol.or berikut dala.man warna pinknya.

Sambil membaca ayat kursi, pak Ojan sengaja menggunakan celana dal.am pinknya, untuk dibasuhkan ke wajah ibu Sri.

Entah mitos atau fakta, menggunakan celana dal.am untuk mengata.si kerasu.kan, masih sering pak Ojan praktikan. Hasilnya, sosok yang mera.suki ibu Sri segera mental. Sosok tersebut sungguh berwujud, dan Rain mengenalinya sebagai sosok yang sempat ia lihat di pohon beringin.

Hanya saja, tubuh Rain langsung terasa remuk lantaran kejatuha.n tubuh ibu Sri. “Innalilahi ... innalilahi ... ini tulangku remuk apa bagaimana,” lirih Rain benar-benar tak bisa bergerak. Tubuhnya saja ter.tindih habis oleh tubuh jumbo ibu Sri. Hanya tinggal wajah dan kepalanya saja yang masih aman.

Suasana yang sempat mencekam, makin mencekam dan berhias doa yang makin lantang. Penampakan Echa langsung menyita perhatian. Lagi, Echa yang telanjur ditanami ra.sa dendam oleh ibu Unarti, berusaha menyera.ng Rain lagi. Hanya saja, pak Ojan yang masih memegang celana da.lamnya menggunakan tangan kanan, juga tak tinggal diam.

“Ambil garam ... ambil garam!” teriak pak Ojan sambil berusaha memojokkan Echa ke dekat jendela.

Alih-alih menye.rang pak Ojan, Echa malah menerobos jendela. Padahal, Adam baru lari ke dapur dan bermaksud akan mengambil garam.

Yang membuat Rain bingung, kenapa sosok kuntilanak tadi, tampak begitu ingin menghabi.sinya?

“Tadi dia bilang, dia pengin bu.nuh aku. Ini aku salah apa, kok dia sampai terkesan dendam ke aku?” batin Rain berakhir merintih kesa.kitan karena sudah tidak kuat ditindih ibu Sri.

Terpopuler

Comments

Nur Bahagia

Nur Bahagia

ceritanya bagus..cuma kadang penulisan/penyampaiannya kurang.. semoga kedepannya lebih baik lagi.. semangaattt Thor 🤩🔥

2024-06-28

1

YuniSetyowati 1999

YuniSetyowati 1999

Kok di bayanganku pak Ojan itu seperti babe Bolot yak?🤣🤣🤣🤣🤣

2024-04-06

1

🥰Siti Hindun

🥰Siti Hindun

Owalah🤣🤣🤣🤣 pak Ojan ini emang bener² yah..

2024-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2 2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3 3 : Ritual Pembangkitan
4 4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5 5 : Titisan Kuntilanak
6 6 : Semuanya Sudah Dimulai
7 7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8 8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9 9 : Pelindung Hasna
10 10 : Kamu Harus Mati!
11 11 : Tersesat
12 12 : Sengaja Dises.atkan
13 13 : Jebakan Gaib
14 14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15 15 : Gara-Gara Keris
16 16 : Rukiyah
17 17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18 18 : Kuntilanak Bunting
19 19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20 20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21 21 : Warga yang Jadi Resah
22 22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23 23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24 24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25 25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26 26 : Kedatangan Echa
27 27 : Ingin Balas Dendam
28 28 : Beraksi
29 29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30 30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31 31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32 32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33 33 : Kematian Ibu Unarti
34 34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35 35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36 36 : Jebakan Balik
37 37 : Menuju Final Dendam
38 38 : Melawan Sang Dukun
39 39 : Berharap Keajaiban
40 40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41 41 : Nama Untuk Anak Echa
42 Akhir Kisah
43 Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44 Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45 Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46 Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah
Episodes

Updated 46 Episodes

1
1. Dendam yang Tak Berkesudahan
2
2 : Firasat yang Sudah Hasna Rasakan
3
3 : Ritual Pembangkitan
4
4 : Kekuatan Yang Menghalangi Ritual
5
5 : Titisan Kuntilanak
6
6 : Semuanya Sudah Dimulai
7
7 : Echa yang Sudah Langsung Mengincar Hasna
8
8 : Teror yang Benar-Benar Dimulai!
9
9 : Pelindung Hasna
10
10 : Kamu Harus Mati!
11
11 : Tersesat
12
12 : Sengaja Dises.atkan
13
13 : Jebakan Gaib
14
14 : Pertolongan Dari Para Leluhur
15
15 : Gara-Gara Keris
16
16 : Rukiyah
17
17 : Tali Pengikat Jodoh Gaib
18
18 : Kuntilanak Bunting
19
19 : Echa yang Berusaha Membun.uh Hasna
20
20 : Kesempatan Membalaskan Dendam
21
21 : Warga yang Jadi Resah
22
22 : Ibu Unarti yang Mulai Berulah
23
23 : Korban yang Mulai Berjatuhan
24
24 : Akibat Menjalani Perjanjian Gaib
25
25 : Bayaran yang Harus Diberikan
26
26 : Kedatangan Echa
27
27 : Ingin Balas Dendam
28
28 : Beraksi
29
29 : Kedatangan Hasna Dan Bertemu Ibu Unarti
30
30 : Kemarahan Ibu Unarti Kepada Rain
31
31 : Kemunculan Echa Dan Ulah Baru Pak Asnawi
32
32 : Mencabut Keris Dari Ubun-Ubun Ibu Unarti
33
33 : Kematian Ibu Unarti
34
34 : Jenazah yang Ditolak Bumi
35
35 : Bocah Berwajah Pak Asnawi
36
36 : Jebakan Balik
37
37 : Menuju Final Dendam
38
38 : Melawan Sang Dukun
39
39 : Berharap Keajaiban
40
40 : Ternyata Hamparan Pemakaman
41
41 : Nama Untuk Anak Echa
42
Akhir Kisah
43
Novel : Menikahi Wanita Taruhan
44
Novel Rain Dan Hasna (Sudah Tamat)
45
Promo Novel : Anak Kuntilanak Dan Teror Di Hutan Tua
46
Novel Anak-Anak : Tumbal Pengantin Kebaya Merah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!